Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Penerapan Model Konseling Analisis Transaksional Untuk Meningkatkan Kemampuan Public speaking Mahasiswa Fadil Maiseptian; Nurul Amami; Erna Dewita; Elviana; Chici Pratiwi; Nur Wisma
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.811

Abstract

Mahasiswa yang kurang terampil dalam public speaking cenderung mengalami kesulitan saat harus melakukan presentasi di kelas. Hal ini bisa berdampak pada penilaian mereka karena presentasi sering kali menjadi bagian penting dari evaluasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat kemampuan public speaking mahasiswa sebelum dan sesudah diberikan konseling analisis transaksional. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen, dengan pendekatan pre-eksperiment one-group pretest and posttest design. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Metode pengumpulan data menggunakan angket kemampuan public speaking mahasiswa dengan analisis uji rank bertanda Wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara skor pretest dan posttest yang terlihat dari rata-rata nilai pretest yaitu sebesar 126 dengan kategori sedang dan posttest sebesar 186 dengan kategori tinggi. Dalam hal ini, konseling analisis transaksional efektif meningkatkan kemampuan public speaking mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
Research trends in emotion regulation of high school students in Indonesia Nur Wisma; Alrefi Alrefi; Fadhlina Rozaqqyah; Nurmala Dewi; Nadya Permata Sari
JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2025): JPGI
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/024788jpgi0005

Abstract

Emotion regulation is an individual's ability to recognise, manage and express emotions adaptively in various life situations. In adolescents, especially high school students in Indonesia, this ability is crucial considering that adolescence is a developmental phase full of emotional and social challenges. This study aims to explore the dynamics of emotion regulation in high school students in Indonesia and identify factors that influence this ability. The research was conducted using a qualitative approach with a literature study method that reviewed twenty relevant national and international scientific journals. The selection of journals was based on the suitability of the topic, the quality of the methodology, and its contribution to the understanding of emotion regulation in the context of adolescent education. The results showed that emotion regulation in high school students is influenced by intrapersonal factors, family environment, peer relations, and academic pressure. This study specifically highlights emotion regulation strategies such as cognitive reappraisal, impulse control, and achieving emotional balance in the school environment. The novelty of this research lies in the contextual focus on Indonesian students and the emphasis on the importance of preventive and educative approaches in building emotion regulation skills as part of mental readiness for the future.
Incorporating Keruntung into Solution-Focused Counseling for Strengthening Multicultural Self-Efficacy of High Schools Students: Fuzzy Delphi Validation Yosef Yosef; Fadhlina Rozzaqyah; Nur Wisma; Arisca Pinesya; Juliantina Dwi Rahma Waty
Bulletin of Counseling and Psychotherapy Vol. 8 No. 1 (2026): Bulletin of Counseling and Psychotherapy
Publisher : Kuras Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/002026081780000

Abstract

Strengthening multicultural self-efficacy through counseling requires culturally adapted approaches, including the use of cultural tools. This study aims to validate the Keruntung-integrated Solution-Focused Counseling model (K-SFC) as an innovative model to enhance students’ multicultural self-efficacy. The Fuzzy Delphi Method (FDM) was employed to obtain expert consensus on the core component of Keruntung within the SFC framework. A panel of 12 experienced school counselors reviewed and rated the proposed model components. The results demonstrate strong expert agreement on the relevance and usefulness of Keruntung as a culturally grounded model that promotes counseling engagement, supports solution-focused dialogue, and strengthens students’ multicultural awareness. The finalized model presents a theoretically sound and culturally responsive framework for incorporating indigenous cultural tools into SFC practice. This study contributes to the advancement of culturally based-counseling interventions and provides foundational direction for future empirical implementation and evaluation of K-SFC in Indonesian school settings.
Transforming the Role of Guidance Counselors as Anti-Bullying Agents through Case-Based Learning (3C3R) Basic Service Training Yosef Yosef; Khadijah Lubis; Alrefi Alrefi; Nur Wisma; Anisa Siti Nurjanah; Muhammad Bagas Putra Pratama; Ramadhan Ramadhan
International Journal of Public Devotion Vol 9, No 1 (2026): January - July 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/ijpd.v9i1.8128

Abstract

Indonesia, as a multicultural country, faces a major challenge in preventing bullying practices rooted in cultural differences in educational environments. With the spread of bullying practices in Indonesia, guidance and counseling teachers (BK) need to be equipped with the understanding and skills to provide services to students, including basic case-based services. This activity was carried out at SMAN South Sumatra, attended by 23 BK teachers who are members of MGBK SMA Kota Palembang. The activity was carried out in October to November 2025 in a hybrid manner. The activity was conducted using discussion, practice, case-based learning, and assignment methods, where participants were trained to create cases and solve them using 3C3R. The activity began with a pretest, followed by material delivery, practice, mentoring, and ended with a posttest. The output of this training is the preparation of RPL and  multicultural bullying case which will be applied to basic services.  The analysis of pretest and posttest data showed an N-Gain coefficient of 0.85, which is in the high category. This indicates an increase in the understanding and skills of guidance counselors in implementing basic case-based services to enhance students' multicultural awareness. This training was effective in improving the competence of guidance counselors as agents of multicultural bullying prevention and supporting the creation of an inclusive and harmonious school environment.Transformasi Peran Guru BK sebagai Agen Antibullying melalui Pelatihan Layanan Dasar Berbasis Case-Based Learning (3C3R)ABSTRAKIndonesia sebagai negara multikultural menghadapi tantangan besar dalam mencegah praktik bullying yang berakar dari perbedaan budaya di lingkungan pendidikan. Semakin meluasnya praktik bullying di Indonesia, guru bimbingan dan konseling (BK) perlu dibekali pemahaman dan kemampuan untuk memberi layanan kepada siswa termasuk layanan dasar berbasis kasus. Kegiatan ini dilakukan di SMAN Sumatera Selatan yang diikuti oleh 23 guru BK dan merupakan anggota MGBK SMA Kota Palembang. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2025 secara hybrid. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode diskusi, praktik, case based learning, dan penugasan, dimana peserta dilatih untuk membuat kasus dan menyelesaikan kasus tersebut menggunakan 3C3R. kegiatan diawali dengan pengisian pretest, pemberian materi, praktik, pendampingan dan diakhiri dengan pengisian posttest. Output dari pelatihan ini berupa penyusunan 1 RPL dan 1 Kasus bullying multikultural yang akan diterapkan pada layanan dasar. Hasil analisis data pretest dan posttest menunjukkan nilai koefisien N-Gain sebesar 0,85 dan berada pada kategori tinggi. Hal ini menunjukkan pelatihan ini efektif dalam meningkatkan kompetensi guru BK sebagai agen pencegahan bullying multikultural dan mendukung terwujudnya lingkungan sekolah yang inklusif dan harmonis. Kata Kunci :Layanan Dasar; Case Based Learning; Guru BK; Bullying Multikultural; Pendidikan Multikultural
Meningkatkan Kualitas Layanan Bimbingan dan Konseling Berbasis Digital dengan Pelatihan Guru Bimbingan dan Konseling Kreator Silvia AR; Rani Mega Putri; Nur Wisma
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2584

Abstract

Abstrak Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pelatihan kepada guru dalam pemberdayaan media layanan bimbingan dan konseling melalui konten kreator di SMA Kabupaten Lahat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa materi seminar dan pelatihan dasar agar peserta memahami materi dan dapat menerapkannya dalam layanan bimbingan dan konseling. Metode yang digunakan adalah ceramah dan power point sebagai medianya. Data dan sumber yang digunakan dalam layanan ini adalah media layanan bimbingan dan konseling, aplikasi pendukung, dan situs Google. Pembicara memaparkan konsep pendidikan di era digital, mengklasifikasikan berbagai jenis media kreatif dan menyalurkan media layanan bimbingan dan konseling tersebut ke dalam konten kemudian diperkenalkan ke media sosial populer atau website guru yang dibuat di situs Google. Setelah kegiatan ini selesai diharapkan para guru di sekolah-sekolah di Kabupaten Lahat memiliki platform website khusus guru bimbingan dan konseling sehingga setiap hari para guru dapat termotivasi untuk menciptakan ide-ide baru dalam merancang layanan bimbingan dan konseling di kelas.