Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Rancang Bangun Alat Pengering Ikan Tipe Kerucut Novita, Sri Aulia; Yani, Putri; Matondang, M.Tuah Alvarizi; Iqbal, M; Setiawan, Andre; Wati, Mirna Susila
Technologica Vol. 3 No. 2 (2024): Technologica
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/technologica.v3i2.182

Abstract

Proses pengawetan ikan merupakan proses dalam menjaga mutu ikan sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lama dan aman dikonsumsi oleh konsumen. Proses pengeringan menggunakan energi panas untuk mengurangi jumlah air pada ikan, pemanas biasaynya menggunakan elemen pemanas / heater. Tujuan penelitian ini adalah melakukan rancang bangun alat pengering tipe kerucut, perhitungan kadar air ikan yang dikeringkan dan melakukan pengujian kinerja alat pengering Metode yang dilakukan adalah rancangan fungsional dan struktural alat, pengujian kinerja alat dan perhitungan kadar air ikan yang dikeringkan. Komponen alat pengering ikan tipe kerucut ini yaitu: kerangka, ruang pengering, rak penggantung, pengait, plat penutup heater, exhaust fan, heater cerobong pengeluaran udara, arduino uno, dan colokan. Alat ini mampu mengeringkan ikan pada suhu ruang pengering adalah 50,53°C – 88,38°C dan kapasitasnya 5 kg serta waktu pengeringan 8-10 jam.  Kapasitas alat 0,24 kg/jam, rendemen 48%, laju pengeringan 1% bk/jam dan kadar air bahan optimal 31,51%.
PEMANFAATAN ALAT PENGUPAS KULIT KOPI SEMI MEKANIS DI SITUJUAH LIMO NAGARI : PKM Rio Allen; Yuni Ernita; Sri Aulia Novita; Fithra Herdian; Elvin Hasman
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3898

Abstract

Proses pengupasan kulit kopi secara manual masih banyak dilakukan oleh petani kopi di Indonesia. Proses ini masih memiliki sejumlah kelemahan seperti efisiensi yang rendah dan kualitas hasil akhir yang kurang optimal. Pengolahan seperti ini masih menjadi kendala bagi sebagian petani kopi di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengolahan kopi melalui penerapan teknologi tepat guna berupa pegupas kulit kopi semi mekanis. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan pelatihan dan evaluasi. Luaran dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kualitas biji kopi
Rancang Bangun Alat Pemeras Santan Portable Dengan Sistem Ulir Horizontal Herdian, Fithra; Ernita, Yuni; Hasman, Elvin; Novita, Sri Aulia; Allen, Rio Valery
Agroteknika Vol 8 No 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v8i2.391

Abstract

Santan kelapa adalah komoditas pertanian serbaguna, terutama sebagai bahan makanan dalam hidangan dan minuman, dengan nilai ekonomi yang tinggi. Berbagai desain mesin telah dikembangkan untuk mendukung industri pengolahan santan. Salah satu metode tersebut adalah ekstraksi mekanis menggunakan proses pengepresan. Makalah ini menyajikan desain dan pengembangan alat ekstraktor santan kelapa portabel dengan sistem ulir horizontal. Setelah desain selesai, dilakukan pengujian kinerja dan evaluasi ekonomi, yang menunjukkan kapasitas rata-rata sebesar 11,3 kg/jam dan titik impas (BEP) sebesar 2.925,57 kg/tahun. Mesin ini juga mencapai hasil rendemen hingga 76%. Pengujian kinerja lebih lanjut menunjukkan bahwa suhu air secara signifikan memengaruhi proses ekstraksi sebagai katalis. Secara khusus, penggunaan air mendekati titik didih menghasilkan hasil optimal. Mesin portabel ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan teknologi usaha mikro dan kecil dalam pengolahan santan kelapa.
Performance Test of Coconut Shell Grinding Machine For Pyrolysis Process Novita, Sri Aulia; Santosa, Santosa; Nofialdi, Nofialdi; Andasuryani, Andasuryani; Fudholi, Ahmad
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 8 No. 1 (2024): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v8i1.211

Abstract

Coconut shell is a solid waste of biomass from processed coconuts separated from the flesh. Coconut shells can be reprocessed into products of high economic value. Coconut shells can be processed for bio-oil production via high-temperature pyrolysis. In the pyrolysis process, the coconut shell raw materials are reduced in size to facilitate combustion. The aim of this research was to test the performance of the modified coconut shell grinding machine, determine the effect of water content on the milling process, achieve coconut shell sizes of 3, 5, and 10 mm to enhance the pyrolysis process, and analyze the economics of grinding machine engineering. The size reduction process was carried out using a custom-designed coconut shell grinder that was altered in its sieve section. The sieve sections had diameters of 10, 5, and 3 mm. The coconut shell to be ground had a moisture content of 8–10%. The grinding machine capacity varies with each size, namely 10 mm, 5 mm, and 3 mm, achieving throughput rates of 14.892 kg/h, 7.214 kg/h, and 2.94 kg/hour, respectively. The resulting yield was notably high, ranging from 95 to 96.780%, and the associated yield loss remained low, between 3.2% and 4.8%. During the material size tests, the working RPM was observed at 630.6 for 10 mm, 711.2 for 5 mm, and 1017.18 for 3 mm, and these RPM variations influence the grinding speed.
Analysis Bio-oil of Pyrolysis Production Process from Corn Cobs Novita, Sri Aulia; Putera, Perdana; Djinis, Musdar Effy; Ernita, Yuni
Journal of Applied Agricultural Science and Technology Vol. 9 No. 3 (2025): Journal of Applied Agricultural Science and Technology
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/jaast.v9i3.463

Abstract

Corn cobs are converted into bio-oil through pyrolysis using a simple pyrolysis apparatus at temperatures ranging from 300 to 400°C. This study evaluates the efficiency of the pyrolysis system, characterizes the compounds in corn cob bio-oil, and analyzes the economic viability of the method. The methods include the raw materials preparation (through drying and size reduction), development of bio-oil production equipment, implementation of pyrolysis and condensation processes, purification of the resulting bio-oil, compound analysis of the bio-oil, performance evaluation of the equipment, and engineering economic analysis. The successful production of high-quality bio-oil depends heavily on the precise and careful installation of all system components, including the pyrolysis reactor, smoke pipe, tar catcher, condenser, coil pipe, outlet pipe, liquid smoke container, water drum, and combustion furnace. The tool has a production capacity ranging from 0.89 to 0.96 kg per hour, with a coefficient of determination of 97.94%, and produced a yield of 32% to 34%. The bio-oil derived from corn cobs contained several compounds, including acetic acid, methyl ester, decenal, methyl 9,9-dideutero-octadecanal, phenol, 1-octanol, 2-butyl, 2-heptadecanone, myristaldehyde, octadecane, 1-chloro, and 1,9-tetradecadiene. The basic operating cost of the equipment is Rp 18,509.28 per kilogram, with a break-even point (BEP) of 238.43 kg per year. The basic production cost represents the minimum selling price required to achieve profitability. Biomass pyrolysis is a crucial thermal conversion technique with significant industrial and economic potential.
PEMANFAATAN ALAT PENGUPAS KULIT KOPI SEMI MEKANIS DI SITUJUAH LIMO NAGARI : PKM Allen, Rio; Ernita, Yuni; Novita, Sri Aulia; Herdian, Fithra; Hasman, Elvin
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 4 No. 2 (2024): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Desember 2024
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v4i2.3898

Abstract

Proses pengupasan kulit kopi secara manual masih banyak dilakukan oleh petani kopi di Indonesia. Proses ini masih memiliki sejumlah kelemahan seperti efisiensi yang rendah dan kualitas hasil akhir yang kurang optimal. Pengolahan seperti ini masih menjadi kendala bagi sebagian petani kopi di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengolahan kopi melalui penerapan teknologi tepat guna berupa pegupas kulit kopi semi mekanis. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, perancangan, pembuatan pelatihan dan evaluasi. Luaran dari kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi biaya produksi, dan meningkatkan kualitas biji kopi
PENDAMPINGAN DALAM PEMBUATAN BEDENGAN DAN PENGOLAHAN TANAH DI KELTAN BALAI TINGGI SEPAKAT: APLIKASI TEKNOLOGI Novita, Sri Aulia; Laksmana, Indra; Alfi, Hendra; Setiawan, Andre; Adipati Arga, Malinof
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4376

Abstract

Permasalahan pengolahan lahan, pembuatan bedengan dan pemeliharaan tanaman merupakan permasalahan yang urgensi oleh Kelompok tani Balai Tinggi Sepakat, karena masih menggunakan pertanian secara tradisional. Pengolahan lahan ini membutuhkan waktu yang lama, biaya yang tinggi, kapasitas kerja yang rendah dan kejerihan kerja. Maka dari itu kami dari Tim PKM Politani Negeri Payakumbuh memberikan penyuluhan, pendampingan dan pembinaan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh kelompok. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani dalam pembuatan bedengan dan pengolahan tanah dengan menggunakan mesin kultivator, penyiapan media tanam dan penggunaan mulsa, introduksi mesin pemeliharaan tanaman yaitu mesin sprayer. Kegiatan yang dilaksanakan adalah pelatihan teknik pembuatan bedengan, pengoperasin mesin kultivator, pelatihan budidaya tanaman yang tepat serta pelatihan dan pendampingan penggunaan mesin sprayer. Kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan petani dalam pengolahan tanah, pembuatan bedengan, pemeliharaan tanaman dan mampu mengoperasikan mesin kultivator dan sprayer. Lebih dari 85% responden mengakui bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan dalam mengoperasikan mesin-mesin pertanian yang telah diintroduksi
Training On The Use Of Young Areca Nut Slicing Machine To Increase The Work Capacity Of Areca Nut Slicing Allen, Rio Valery; Ernita, Yuni; Novita, Sri Aulia
Bakti Sekawan : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Puslitbang Sekawan Institute Nusa Tenggara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35746/bakwan.v6i1.922

Abstract

The post-harvest processing of areca nut (Areca catechu L.) in Fifty Thousand Kota District, which has a plantation area of 1,254 ha with a production of 196.12 tons/year, is often done manually, especially at the stage of slicing young areca nuts into thin slices. The manual method using knives or cutters is time-consuming (8 minutes/kg) and carries a high risk of cuts. However, sliced areca nuts have a higher selling price and low water content (0.9%), which increases farmers' sales by up to 45% compared to whole nuts. Therefore, this community service activity (PkM) aims to overcome these problems through training and demonstrations on the use of young areca nut slicing machines to 15 participants from farmer groups at the FRD Pinang Raya SME, Mungo, Limapuluhkota Regency. The methods used include coordination, needs assessment, machine testing, and participatory practical training. The results of the activity showed that this training successfully improved the participants' understanding and skills in operating and maintaining the machine. This technology transfer has been proven to increase time efficiency and productivity, producing faster and more uniform pineapple slices compared to the manual method. Overall, this PkM has succeeded in empowering the community through practical solutions to post-harvest processing problems, contributing to increased processing efficiency and the potential for economic improvement for partners.