Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Partisipatif Terhadap Keberhasilan Kepemimpinan Pendidikan Islam Nurul Hapizatul Aini; Wita Purnama Sari; Muhammad Muhammad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2977

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan yang berlangsung di lembaga sekolah. oleh karena itu, untuk mencapai tujuan yang diharapkan kepala sekolah menerapkan berbagai gaya kepemimpinan salah satunya yaitu kepemimpinan pasrtisipatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kepemimpinan pasrtisipatif terhadap keberhasilan kepemimpinan pendidikan islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penliti menggunakan metode studi literatur dengan cara mengumpulkan literatur (bahan-bahan materi/ajaran) yang bersumber pada buku, jurnal dan sumber lainnya terkait tentang pengaruh kepemimpinan partisipatif terhadap keberhasilan kepemimpinan pendidikan islam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa partisipasi dalam pengambilan keputusan di organisasi pendidikan islam lembaga atau bagiannya mempunyai arti yang sangat penting. Ruang terbuka untuk guru maupun staff lainnya untuk bepartisipasi memberikan peluang untuk mendapatkan keputusan yang berkualitas tinggi dan lebih besar dibandingkan tanpa dilakukannya tanpa partisipasi. Keadaan ini terjadi karena diasumsikan oleh para partisipan (kepala sekolah, guru dan staff) mempunyai gagasan yang beragam mengenai suatu masalah. Jadi kesimpulan dari penelitian ini kepemimpinan yang partisipatif memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keberhasilan kepemimpin pendidikan islam.
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Terhadap Lembaga Pendidikan Islam Subhan Subhan; Siti Rahmah Hayati; Muhammad Muhammad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2984

Abstract

Penelitian ini menyajikan tentang kepemimpinan tranformasional dalam mengelola lembaga pendidikan Islam agar supaya memiliki keunggulan dan daya saing yang kuat, di tengah persaingan antara institusi pendidikan. Kajian tentang kepemimpinan memiliki keunikan sendiri, mengingat merupakan sosok yang kharismatik dan memiliki nilai spiritualitas tinggi bagi suatu komunitas masyarakat, yang harus memerankan peran ganda sebagai leader dan juga manager pada lembaga pendidikan yang dipimpinnya, yaitu pondok pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis library research. Tekhnik analisis datanya menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa;  sebagai pemimpin yang transformatif dalam mengelola lembaga pendidikannya, khususnya pondok pesantren memiliki empat dimensi; Pertama, kepemimpinan kharismatik, di mana posisi  dijadikan sebagai panutan oleh pengikutnya, kedua inspirational motivation, di mana seorang  mampu menginsiprasi dan memberi motivasi bagi pengikutnya untuk mencapai tujuan pesantren, ketiga, intellectual stimulation yang mampu menumbuhkembangkan ide dan gagasan dari orang lain untuk memajukan lembaga pendidikan pesantren, keempat, individualized consideration, di mana seorang  mau mendengarkan aspirasi dan masukan-masukan orang lain untuk pengembangan organisasi pendidikan yang dipimpinnya.
Hubungan Antara Kemampuan Pengambilan Keputusan dengan Kemampuan Penyelesaian Masalah Pada Pemimpin Pendidikan Islam Muhammad Arifin; Zaenal Arifin; Muhammad Muhammad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.2988

Abstract

Kemampuan pengambilan keputusan merupakan keterampilan fundamental bagi seorang pemimpin. Pemimpin pendidikan Islam harus mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan kebutuhan pendidikan modern, yang seringkali memerlukan keputusan yang cepat dan tepat. Di sisi lain, kemampuan penyelesaian masalah juga menjadi sangat penting mengingat kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh lembaga pendidikan Islam saat ini, mulai dari isu-isu internal seperti manajemen sumber daya, pengembangan kurikulum, hingga tantangan eksternal seperti persaingan global dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi. Artikel ini bertujuan untuk meneliti bagaimana hubungan antara kemampuan pengambilan keputusan dengan kemampuan penyelesaian masalah pada pemimpin pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan kajian literatur pustaka dari beberapa referensi utama, jurnal dan artikel yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pengambilan keputusan dengan kemampuan penyelesaian masalah pada pemimpin pendidikan Islam memiliki beberapa aspek keterhubungan yaitu: Penyelesaian masalah sebagai Landasan pengambilan keputusan, Pengambilan keputusan sebagai solusi akhir dari Penyelesaian masalah, Musyawarah sebagai penghubung kedua kemampuan, Komplementaritas, Siklus iteratif, Pengaruh timbal balik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan pengambilan keputusan dengan kemampuan penyelesain masalah pada pemimpin pendidikan islam memiliki keterkaitan dan hubungan yang sangat signifikan dalam suatu lembaga lembaga pendidikan.
Sistem Pendidikan Nasional Indonesia dan Pendidikan Malaysia Alimin Alimin; Muhammad Muhammad
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan sistem pendidikan di Indonesia dan Malaysia melalui metode tinjauan literatur. Data dikumpulkan dari berbagai sumber akademik, termasuk jurnal, buku, laporan kebijakan pendidikan, dan dokumen resmi pemerintah dari kedua negara. Penelitian ini berfokus pada tiga komponen utama dalam sistem pendidikan: kebijakan pendidikan, kurikulum, dan struktur pendidikan, serta variabel pendukung seperti aksesibilitas dan tujuan pendidikan. Analisis kualitatif dengan pendekatan tematik dilakukan untuk membandingkan elemen spesifik dalam kedua sistem pendidikan, termasuk inovasi kurikulum, kebijakan pembelajaran, serta kebijakan untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia menekankan pemerataan pendidikan melalui kebijakan seperti Kurikulum 2013 dan inisiatif "Merdeka Belajar." Sebaliknya, Malaysia memiliki sistem yang lebih terstruktur dengan fokus pada pendidikan vokasi dan pengembangan karakter melalui program JERIS (Jasmani, Emosi, Rohani, Intelektual, dan Sosial). Kedua negara menghadapi tantangan yang serupa, seperti peningkatan kualitas tenaga kerja dan penyesuaian kurikulum dengan tuntutan global. Namun, keduanya memiliki peluang besar untuk beradaptasi dengan perkembangan global melalui peningkatan kualitas pendidikan, integrasi teknologi, dan penguatan nilai budaya lokal.
Dinamika Fatherless dan Arsitektur Kognitif Remaja: Studi Kasus di SMP Negeri 18 Mataram Muhammad Ardani Eka Julianto; Muhammad Muhammad; Baehaqi Baehaqi
eL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam Vol. 19 No. 2 (2025): December
Publisher : UIN Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/elhikmah.v19i2.14647

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak fenomena fatherless—ketidakhadiran peran figur ayah baik secara fisik maupun psikologis—terhadap arsitektur kognitif dan perilaku belajar siswa di SMP Negeri 18 Mataram. Menggunakan lensa integratif Teori Sistem Bioekologis Bronfenbrenner dan Teori Perkembangan Kognitif Piaget, penelitian kualitatif dengan desain studi kasus ini membedah bagaimana defisit pengasuhan memicu malfungsi pada proses adaptasi intelektual remaja. Data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipan di kelas, dan studi dokumentasi terhadap 10 siswa yang teridentifikasi mengalami kondisi fatherless. Hasil penelitian memetakan tiga tipologi ketidakhadiran ayah di wilayah urban-suburban Ampenan Selatan, yaitu: hambatan struktural akibat ritme kerja informal (psychological absence), pemisahan geografis demi tuntutan ekonomi (physical absence), serta pemutusan hubungan pasca-perceraian (kronosistem). Ketidakhadiran fungsional ini berdampak sistemik pada macetnya proses asimilasi dan akomodasi kognitif siswa di sekolah (mesosistem). Manifestasi nyata di lapangan meliputi rendahnya efikasi diri yang memicu kepasifan belajar, kelemahan logika prosedural dan nalar sebab-akibat , kekakuan skema mental (cognitive rigidity) dalam komunikasi abstrak , hingga munculnya sindrom learned helplessness yang menurunkan capaian akademik di bawah standar ketuntasan. Selain itu, kelumpuhan fungsi kontrol ayah berimplikasi pada kedangkalan penalaran moral (moral reasoning), ditandai dengan tingginya frekuensi pelanggaran tata tertib sekolah tanpa disertai beban rasa bersalah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengasuhan ayah merupakan katalisator utama keseimbangan intelektual dan moral remaja. Sebagai implikasi praktis, disarankan bagi lembaga pendidikan untuk mengoptimalkan peran guru BK melalui konseling kelompok serta menginisiasi program parenting bersama ayah guna memulihkan rasa aman kognitif siswa. Kata Kunci: Fatherless, Arsitektur Kognitif, Remaja, Penalaran Moral, Teori Piaget Abstract: This study aims to explore the impact of the fatherless phenomenon—the physical or psychological absence of a father figure—on the cognitive architecture and learning behaviour of students at SMP Negeri 18 Mataram. Utilising the integrative lenses of Bronfenbrenner’s Bioecological Systems Theory and Piaget’s Cognitive Development Theory, this qualitative research employs a case study design to examine how parenting deficits trigger malfunctions in the intellectual adaptation processes of adolescents. Data were gathered through in-depth interviews, non-participant classroom observations, and documentary analysis involving ten students identified as experiencing fatherlessness. The findings map three typologies of father absence within the urban-suburban region of South Ampenan: structural constraints resulting from informal work routines (psychological absence), geographical separation driven by economic demands (physical absence), and the severing of relations post-divorce (chronosystem). This functional absence has a systemic impact, disrupting the processes of cognitive assimilation and accommodation within the school environment (mesosystem). Tangible manifestations in the field encompass low self-efficacy which triggers passive learning, weaknesses in procedural logic and causal reasoning, cognitive rigidity in abstract communication, and the emergence of learned helplessness syndrome, which reduces academic achievement below the minimum mastery standards. Furthermore, the paralysis of the father’s regulatory function leads to shallow moral reasoning, characterised by a high frequency of school discipline violations unaccompanied by feelings of guilt. This study concludes that fathering serves as a primary catalyst for an adolescent's intellectual and moral equilibrium. In terms of practical implications, educational institutions are advised to optimise the role of school counsellors through focused group counselling and to initiate joint parenting programmes with fathers to restore students' cognitive security.
Integrating Managerial Supervision and Clinical Supervision to Improve Teacher Performance in Islamic Educational Institutions Lalu Wirasantana; Edi Muhamad Jayadi; Muhammad Muhammad
Journal of Modern Islamic Studies and Civilization Том 4 № 02 (2026): Journal of Modern Islamic Studies and Civilization
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jmisc.v4i02.2482

Abstract

This study aims to analyze the integration of managerial supervision and clinical supervision in improving teacher performance within Islamic educational institutions through a Systematic Literature Review (SLR) approach. The review draws on scholarly articles indexed in Scopus, DOAJ, and Google Scholar, with a publication range limited to the last ten years to ensure the relevance and currency of findings. The selection process followed rigorous inclusion and exclusion criteria, focusing on empirical and conceptual studies that address supervision practices in educational contexts, particularly within Islamic institutions. The findings indicate that managerial supervision plays a critical role in establishing a strong organizational foundation through effective planning, coordination, leadership, and resource management. This form of supervision contributes to the creation of a conducive academic climate that supports teacher professionalism and institutional effectiveness. Meanwhile, clinical supervision emphasizes direct, reflective, and collaborative interactions between supervisors and teachers, fostering continuous pedagogical improvement and instructional quality. The integration of these two supervisory approaches demonstrates a complementary relationship, where managerial supervision ensures systemic support and institutional alignment, while clinical supervision enhances individual teacher competence and classroom practices. This synergy leads to more sustainable improvements in teacher performance, professional development, and overall educational quality. The study contributes to the advancement of educational supervision literature by providing a comprehensive conceptual framework that integrates managerial and clinical supervision within Islamic educational settings. Furthermore, it enriches the body of knowledge by highlighting the synergistic mechanisms through which both supervisory approaches can be implemented to strengthen teacher professionalism and institutional effectiveness, offering a foundation for future empirical research and policy development in educational management and supervision. The study concludes that a balanced and integrated supervision model is essential for strengthening teacher performance and achieving educational excellence in Islamic educational institutions.
Implementasi Gaya Kepemimpinan Religius-Humanis Kepala Madrasah dalam Membentuk Karakter Positif Siswa di Sekolah Lalu Muhammad Wiresentana; Edi Muhammad Jayadi; Muhammad Muhammad
Ulul Albab: Majalah Universitas Muhammadiyah Mataram Vol 30, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jua.v30i2.39899

Abstract

Research on the religious-humanistic leadership of madrasah principals is important because strengthening students’ character education requires a leadership approach that focuses not only on administrative aspects but also on religious and humanistic values. This study aims to analyze the implementation of religious-humanistic leadership styles by madrasah principals in shaping students’ positive character at school. The study employs a qualitative approach using the Systematic Literature Review (SLR) method. Literature sources were obtained from the indexed databases Scopus, DOAJ, and Google Scholar, covering publications from 2015 to 2025. The research process involved the stages of identification, selection, evaluation, and synthesis of literature relevant to the research topic. The results of the study indicate that the implementation of religious-humanistic leadership plays a crucial role in fostering positive student character through the integration of religious, humanistic, and moral values into school culture, the learning process, religious activities, and social interactions within the educational environment. This integration helps create a harmonious, inclusive school environment focused on strengthening students’ character.
PENDEKATAN KEPEMIMPINAN TERHADAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN: TINJAUAN TEORITIS DAN MODEL KONSEPTUAL Sam Sukur Rahman; Muhammad Muhammad; Edi Muhamad Jayadi
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11058

Abstract

ABSTRACT Leadership in educational organizations plays an important role in determining the quality of decision-making that affects policy effectiveness and the achievement of institutional goals. Differences in leadership approach characteristics lead to variations in the decision-making processes and outcomes produced by leaders. This article aims to comprehensively examine various leadership approaches and their implications for decision-making processes within the context of educational organizations. This study employed a literature review method by analyzing relevant scientific sources discussing behavioral, power, situational, transactional, and transformational leadership approaches. The research stages included literature collection, selection of relevant sources, content analysis, and synthesis of findings to obtain a comprehensive understanding of the relationship between leadership approaches and decision-making effectiveness. The results indicate that each leadership approach contributes differently to decision quality in terms of rationality, participation, implementation effectiveness, and the moral values underlying the decisions. Behavioral and situational approaches emphasize flexibility and interpersonal relationships in producing adaptive decisions, while the power approach highlights the role of legitimacy and influence in accelerating decision acceptance. Transactional leadership focuses on efficiency and procedural compliance, whereas transformational leadership encourages visionary, innovative, and ethically grounded decisions. This study concludes that the effectiveness of decision-making in educational leadership is strongly influenced by leaders’ ability to integrate various leadership approaches contextually according to organizational needs. ABSTRAK Kepemimpinan dalam organisasi pendidikan memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pengambilan keputusan yang berdampak pada efektivitas kebijakan dan pencapaian tujuan lembaga. Perbedaan karakteristik pendekatan kepemimpinan menyebabkan variasi dalam proses dan hasil keputusan yang diambil oleh pemimpin. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif berbagai pendekatan kepemimpinan dan implikasinya terhadap proses pengambilan keputusan dalam konteks organisasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan mengenai pendekatan kepemimpinan perilaku, kekuasaan, situasional, transaksional, dan transformasional. Tahapan penelitian dilakukan melalui pengumpulan literatur, seleksi sumber yang relevan, analisis isi, serta sintesis hasil kajian untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai hubungan antara pendekatan kepemimpinan dan efektivitas pengambilan keputusan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap pendekatan kepemimpinan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kualitas keputusan, baik dalam aspek rasionalitas, partisipasi, efektivitas implementasi, maupun nilai moral yang melandasi keputusan tersebut. Pendekatan perilaku dan situasional menekankan pentingnya fleksibilitas dan hubungan interpersonal dalam menghasilkan keputusan yang adaptif, sedangkan pendekatan kekuasaan berperan dalam mempercepat penerimaan keputusan melalui legitimasi dan pengaruh. Pendekatan transaksional berorientasi pada efisiensi dan kepatuhan prosedural, sementara pendekatan transformasional mendorong lahirnya keputusan yang visioner, inovatif, dan bermuatan nilai etis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas pengambilan keputusan dalam kepemimpinan pendidikan dipengaruhi oleh kemampuan pemimpin dalam mengintegrasikan berbagai pendekatan secara kontekstual sesuai kebutuhan organisasi.
The Relevance of Communication Skills to Islamic Educational Leadership Muhammad Thohri; Siti Aminah; Muhammad Muhammad
Electronic Journal of Education, Social Economics and Technology Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33122/ejeset.v6i1.372

Abstract

Leadership communication in Islamic education is a key aspect of managing educational institutions to ensure the teaching and learning process aligns with their vision and mission. Effective communication can enhance motivation, performance, and work control, while ineffective communication may hinder the institution's goal achievement.  This study aims to explore the communication skills of leaders in managing, educating, guiding, and directing Islamic educational institutions, as well as strategies to improve communication effectiveness in the learning process. The research adopts a library research method, gathering data from books, journals, and related scientific articles. The analysis is conducted qualitatively and descriptively, examining leadership communication patterns and their impact on institutional performance.  The results show that effective communication between leaders and institutional members is crucial for improving collaboration and motivation. Conversely, poor communication can obstruct the attainment of the institution's vision and mission.  In conclusion, effective communication in Islamic educational leadership is vital for institutional success. Leaders with strong communication skills can enhance the motivation and performance of members, enabling the achievement of educational goals. As an implication, communication training for educational leaders should be implemented to improve institutional performance