Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan Kualitas Tidur dan Regulasi Emosi pada Dewasa Awal: Analisis Perbedaan Berdasarkan Jenis Kelamin Robiatul Fikriyah Almu’izzah; Yohana Wuri Satwika
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i5.64373

Abstract

Pada fase dewasa awal, individu memiliki berbagai tugas perkembangan yang mengharuskan mereka memiliki regulasi emosi yang baik. Kualitas tidur adalah salah satu hal yang berperan penting dalam pengendalian emosi individu. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara kualitas tidur dengan regulasi emosi pada dewasa awal ditinjau dari perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan menggunakan PSQI dan ERQ sebagai alat ukur kedua variabel. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan cognitive reappraisal maupun dengan expressive suppression. Ditinjau dari perbedaan gender, tidak terdapat perbedaan pada variabel kualitas tidur dan cognitive reappraisal, namun terdapat perbedaan signifikan pada variabel expressive suppression.
Studi Fenomenologi: Gambaran Pengalaman Ibu Muda Dalam Menjalani Peran Ganda Sebagai Ibu Dan Wanita Karir Zumrotul Afifah Fida Farannande; Yohana Wuri Satwika
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman ibu muda dalam menjalani peran ganda sebagai ibu dan wanita karir. Menggunakan pendekatan fenomenologi dan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), tiga partisipan berusia 22–25 tahun dilibatkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keibuan dimaknai sebagai pengalaman eksistensial yang memperkuat identitas diri dan menjadi titik balik dalam kehidupan. Peran ganda menimbulkan konflik emosional, tekanan finansial, serta perasaan bersalah, khususnya ketika partisipan tidak dapat hadir penuh bagi anak karena tuntutan pekerjaan. Meski demikian, partisipan juga merasakan pertumbuhan personal dan transformasi identitas menjadi pribadi yang lebih kuat, tangguh, dan berdaya. Strategi koping yang digunakan meliputi dukungan sosial dari pasangan dan keluarga, manajemen diri melalui me time dan pengaturan emosi, serta pemaknaan pekerjaan sebagai bentuk aktualisasi diri. Selain itu, pergeseran prioritas hidup terjadi secara signifikan, di mana anak menjadi pusat kehidupan dan tujuan utama. Refleksi gender juga muncul, memperkuat kesadaran akan kapasitas dan kekuatan perempuan dalam menjalani banyak peran secara simultan. Penelitian ini menunjukkan bahwa peran ganda bukan hanya tantangan, melainkan juga ruang tumbuh dan pemberdayaan diri bagi ibu muda.
Hubungan Antara Persepsi Kepuasan Pelanggan Dengan Kualitas Pelayanan Apotek Ra’uf Ali Ahmadi; Yohana Wuri Satwika
Jurnal Ilmu Psikologi dan Kesehatan | E-ISSN : 3063-1467 Vol. 2 No. 2 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara persepsi kepuasan pelanggan dan kualitas pelayanan di apotek. Melalui analisis lima artikel ilmiah yang relevan dan peer‑reviewed, ditemukan dimensi kualitas layanan (keandalan, responsivitas, jaminan, empati, bukti fisik) yang secara signifikan memengaruhi kepuasan pelanggan. Harga dan mutu produk juga berperan sebagai faktor pendukung. Temuan ini memperkuat model SERVQUAL dan menyarankan pendekatan holistik dalam manajemen pelayanan apotek. Metode: Studi literature review dengan pendekatan analisis isi. Hasil: Kualitas pelayanan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Simpulan: Dimensi pelayanan seperti kecepatan, empati, dan keandalan merupakan faktor kunci pembentuk kepuasan.
Hubungan antara Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Konsumen pada Konsumen di Minimarket X Surabaya Norma Pebriyanti; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p171-188

Abstract

Berdasarkan proses observasi dan wawancara diketahui konsumen Minimarket X mengungkapkan rasa tidak puas terhadap kasir pembayaran karena tersedia hanya satu, rak-rak terkadang masih terlihat kosong dan jarak rak yang terlalu dekat sehingga lalu lalang pengunjung agak sesak saat ramai, dan penempatan pricetag yang tidak sesuai dengan produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen Minimarket X di Surabaya. Metode penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 90 konsumen. Hasil analisis data korelasi Pearson Product Moment diketahui p (0,000) < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,437 dengan arah hubungan positif. Artinya, hipotesis dalam penelitian ini diterima, yakni terdapat hubungan kualitas pelayanan dengan kepuasan konsumen pada unit usaha Minimarket X di Surabaya. Tinggi atau rendahnya kualitas pelayanan berkaitan dengan tinggi atau rendahnya kepuasan pada konsumen. Implikasi hasil penelitian ini perusahaan dapat mempertimbangkan perencanaan program  pelatihan terstruktur guna meningkatkan kualitas pelayanan karyawan sehingga kepuasan konsumen meningkat. Abstract Based on the observation and interview process, it is known that Minimarket X consumers expressed dissatisfaction with the payment cashier because there is only one available, the shelves sometimes still look empty and the distance between the shelves is too close so that the traffic is a bit crowded when visitors are busy, and the placement of price tags that do not match the product. This study aims to determine the relationship between service quality and consumer satisfaction at Minimarket X in Surabaya. This research method is quantitative correlational with purposive sampling technique involving 90 consumers. The results of the Pearson Product Moment correlation data analysis are known to be p (0.000) < 0.05 and a correlation coefficient value of 0.437 with a positive relationship direction. This means that the hypothesis in this study is accepted, namely there is a relationship between service quality and consumer satisfaction at Minimarket X business units in Surabaya. High or low service quality is related to high or low satisfaction in consumers. The implication of the results of this study is that companies can consider planning structured training programs to improve the quality of employee service so that consumer satisfaction increases.
PENGARUH PROBLEMATIC INTERNET USE TERHADAP RUMINASI PADA DEWASA AWAL PENGGUNA SOSIAL MEDIA DI SURABAYA Bimayuda Annajma Nalendra; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p150-157

Abstract

Penggunaan internet yang semakin intens pada dewasa awal, khususnya melalui media sosial, berpotensi memunculkan pola penggunaan yang maladaptif dan berdampak pada kesehatan mental. Salah satu dampak psikologis yang dapat muncul adalah ruminasi, yaitu kecenderungan berpikir berulang mengenai masalah tanpa diikuti upaya penyelesaian yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Problematic Internet Use (PIU) terhadap ruminasi pada individu dewasa awal pengguna aktif media sosial di Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel penelitian terdiri atas 303 individu dewasa awal yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Problematic Internet Use Questionnaire-Revised (PIUQ-R) untuk mengukur tingkat PIU dan Rumination Response Scale (RRS) untuk mengukur tingkat ruminasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi robust untuk menguji pengaruh PIU terhadap ruminasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa PIU berpengaruh signifikan terhadap ruminasi dengan koefisien regresi sebesar 0,236 dan nilai signifikansi p < 0,001. Meskipun besarnya pengaruh tergolong lemah, temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan perilaku penggunaan internet yang bermasalah tetap berkontribusi terhadap meningkatnya kecenderungan ruminasi pada dewasa awal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PIU merupakan salah satu faktor yang berperan dalam munculnya ruminasi pada pengguna media sosial. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi upaya pencegahan dan intervensi psikologis terkait penggunaan internet yang sehat pada dewasa awal. Abstract The increasing intensity of internet use among early adults, particularly through social media, has the potential to foster maladaptive usage patterns that negatively affect mental health. One psychological consequence that may arise is rumination, defined as repetitive thinking about problems without engaging in effective problem-solving efforts. This study aimed to examine the effect of Problematic Internet Use (PIU) on rumination among early adult active social media users in Surabaya. This research employed a quantitative approach with a causal associative design. The sample consisted of 303 early adult participants selected using purposive sampling techniques. Data were collected using the Problematic Internet Use Questionnaire-Revised (PIUQ-R) to measure levels of problematic internet use and the Rumination Response Scale (RRS) to assess rumination. Data analysis was conducted using robust regression to test the effect of PIU on rumination. The results indicated that PIU had a significant effect on rumination, with a regression coefficient of 0.236 and a significance value of p < 0.001. Although the magnitude of the effect was classified as weak, the findings demonstrate that higher levels of problematic internet use contribute to an increased tendency toward rumination among early adults. This study concludes that PIU represents a contributing factor to rumination in social media users. These findings have important implications for psychological prevention and intervention efforts aimed at promoting healthier internet use among early adults.
Hubungan Antara Career Decision Self-Efficacy dengan Career Adaptability pada Mahasiswa Akhir dengan Pengalaman Organisasi Achmad Akmal Hamdani; Yohana Wuri Satwika
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 01 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n01.p325-336

Abstract

Dinamika ketenagakerjaan di era kemajuan teknologi menjadi tantangan besar bagi tenaga kerja khususnya di Indonesia, termasuk mahasiswa tingkat akhir yang akan memasuki dunia kerja. Terlebih lagi laporan angka PHK yang cukup tinggi dalam konteks Indonesia dan kemajuan teknologi yang diperkirakan dapat menggeser peran manusia. Hal ini memberikan sinyal akan kebutuhan suatu modal psikologis, bukan lagi hanya soal teknis, melainkan kemampuan yang adaptif. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara career decision self-efficacy CDSE dengan career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir dengan pengalaman organisasi. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Adapun partsipan penelitian ini adalah mahasiswa akhir dengan pengalaman organisasi. Jumlah responden sebanyak 114 mahasiswa, adapun pengambilan sampelnya sendiri menggunakan teknik convenience. Penggalian data dilakukan secara daring dengan menggunakan skala CDSE-SF dan CA-SF yang telah diadaptasi oleh penelitian sebelumnya. Teknik analisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment, hasilnya menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan bersifat positif (r = 0,604; p=,001/<,05) antar kedua variabel. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara career decision self-efficacy dengan career adaptability pada mahasiswa akhir dengan pengalaman organisasi, selain itu temuan ini memperkuat studi-studi terdahulu, sekaligus secara teoritis yang menjelaskan bahwa CDSE merupakan kerangka internal dalam membentuk adaptabilitas karier individu. Abstract The dynamics of employment in the era of technological advancement pose a significant challenge for the workforce, particularly in Indonesia, including final-year students who are about to enter the workforce. Moreover, reports of relatively high layoffs in the Indonesian context and technological advancements that are expected to displace human roles further emphasize this issue. This signals the need for psychological capital, not just technical skills, but adaptive abilities. The aim of this research is to examine the relationship between career decision self-efficacy (CDSE) and career adaptability among final-year students with organizational experience. This study employs a correlational quantitative research method. The research participants are final-year students with organizational experience. The total number of participants is 114 students, and the sampling was conducted using a convenience sampling technique. Data collection was conducted online using the CDSE-SF and CA-SF scales, which had been adapted in previous research. The analysis technique used the Pearson Product Moment correlation, and the results showed a significant and positive relationship (r = 0.604; p = 0.001/<0.05) between the two variables. The conclusion of this study is that there is a relationship between career decision self-efficacy and career adaptability in final-year students with organizational experience. Additionally, these findings reinforce previous studies and theoretically explain that CDSE serves as an internal framework in shaping an individual's career adaptability.