Claim Missing Document
Check
Articles

SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TALAS KUKUS PADA PEMBUATAN KUE BINGKE Sari, Marselina Weni; Rahayuni, Tri; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38984

Abstract

SUBSTITUSI TEPUNG TERIGU DENGAN TALAS KUKUS PADA PEMBUATAN KUE BINGKE Marselina Weni Sari*), Tri Rahayuni 2), Suko Priyono 2)1)Program Studi S-1 Agroteknologi, Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura2)Dosen Program Studi S-1 Ilmu Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian,Universitas Tanjungpura*Email Korespondensi : marselinawenisari12@gmail.comABSTRAKKue bingke merupakan makanan tradisional khas Pontianak yang terbuat dari tepung terigu, telur, gula pasir, santan, garam dan susu kental manis yang menyerupai kue lumpur. Kue bingke ini khas menyerupai bentuk bunga segi enam, bertekstur lembut dan rasa manis serta tanpa bahan pengawet sintesis. Talas merupakan tanaman umbi-umbian yang dapat mengeluarkan getah berwarna putih seperti susu. Tanaman ini memiliki daun berbentuk perisai dan warna daun yang sangat bervariasi tergantung varietasnya. Umbi talas berpotensi sebagai sumber karbohidrat dan protein yang cukup tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui substitusi terbaik tepung terigu dan talas berdasarkan sifat kimia dan sensori kue bingke. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 1 faktor perlakuan terdiri dari 6 taraf, yaitu substitusi tepung terigu : talas terdiri dari 100:0 %, 90:10 %, 80:20 %, 70:30 %, 60:40 %, 50:50 %. Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh 24 sampel kombinasi. Parameter pengamatan meliputi kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan sensori. Hasil Uji Indeks Efektifitas menunjukkan bahwa substitusi terbaik terdapat pada 50% tepung terigu dan 50% talas, dimana kadar air (46,72), kadar abu (1,90), kadar lemak (22,95), kadar protein (6,42) dan kadar karbohidrat (22,00). Hasil uji sensori terbaik yaitu warna 4,16 (menarik), aroma 3,96 (beraroma talas), tekstur 4,28 (sangat tidak keras) dan rasa 4,12 (manis). Kata Kunci : bingke, talas, terigu, substitusi
KARAKTERISTIK MI BASAH DENGAN SUBSTITUSI EKSTRAK DAUN BAYAM (Amaranthus. Spp) Lase, Ferip Serbianto; Rahayu, Tri; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45773

Abstract

Sayur bayam merupakan jenis sayuran yang memiliki kandungan gizi seperti protein, karbohidrat, vitamin A, B dan C. komoditi pangan masih belum banyak dimanfaatkan dan berbasis pangan lokal adalah bayam. Mi basah merupakan mi berbahan dasar terigu, untuk melengkapi kandungan gizi perlu ditambahkan daun bayam hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi mi basah dengan substitusi ekstrak daun bayam yang menghasilkan sifat fisikokimia dan sensori terbaik. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 (satu) faktoryaitu formulasi tepung terigu dan daun bayam yang terdiri dari 6 taraf (100% : 0%; 95% : 5%; 90% : 10%; 85% : 15%; 80% : 20%; dan 75% : 25%). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, kadar abu, uji sensoris dan penentuan perlakuan terbaik. Analisis data untuk karakteristik fisik dan kimia menggunakan F ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan substitusi ekstrak daun bayam terbaik adalah perlakuan tepung terigu 75% dan ekstrak daun bayam 25% mempunyai karakteristik fisikokimia sebagai berikut: kadar air 56,26%, kadar abu 2,49% dan nilai sensori terbaik yaitu warna 4,30 (suka), tekstur 3,96 (suka) dan rasa 3,90 (suka). Kata Kunci : Substitusi, mi basah, bayam
KARAKTERISTIK MI BASAH DENGAN SUBSTITUSI EKSTRAK DAUN BAYAM (Amaranthus. Spp) Lase, Ferip Serbianto; Rahayu, Tri; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45774

Abstract

Sayur bayam merupakan jenis sayuran yang memiliki kandungan gizi seperti protein, karbohidrat, vitamin A, B dan C. komoditi pangan masih belum banyak dimanfaatkan dan berbasis pangan lokal adalah bayam. Mi basah merupakan mi berbahan dasar terigu, untuk melengkapi kandungan gizi perlu ditambahkan daun bayam hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi mi basah dengan substitusi ekstrak daun bayam yang menghasilkan sifat fisikokimia dan sensori terbaik. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) 1 (satu) faktoryaitu formulasi tepung terigu dan daun bayam yang terdiri dari 6 taraf (100% : 0%; 95% : 5%; 90% : 10%; 85% : 15%; 80% : 20%; dan 75% : 25%). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 (empat) kali. Parameter yang dianalisis adalah kadar air, kadar abu, uji sensoris dan penentuan perlakuan terbaik. Analisis data untuk karakteristik fisik dan kimia menggunakan F ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) (α=5%). Hasil penelitian menunjukkan substitusi ekstrak daun bayam terbaik adalah perlakuan tepung terigu 75% dan ekstrak daun bayam 25% mempunyai karakteristik fisikokimia sebagai berikut: kadar air 56,26%, kadar abu 2,49% dan nilai sensori terbaik yaitu warna 4,30 (suka), tekstur 3,96 (suka) dan rasa 3,90 (suka). Kata Kunci : Substitusi, mi basah, bayam
EVALUASI SENSORI GULA KELAPA SERBUK DENGAN PENAMBAHAN SERBUK KULIT BUAH MANGGIS PADA SAAT PENYADAPAN NIRA KELAPA Syahrani, Andini Trianti; Raharjo, Dwi; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.104126

Abstract

Gula kelapa serbuk diproduksi melalui pemanasan lanjutan nira kelapa hingga kadar airnya menurun dan terbentuk kristal. Kualitas nira kelapa sangat menentukan mutu akhir produk, nira kelapa mudah mengalami fermentasi akibat mikroba alami yang menurunkan pH dan meningkatkan gula reduksi, sehingga tidak dapat diolah menjadi gula kelapa serbuk. Pencegahan kerusakan nira selama proses penyadapan petani kelapa biasanya menambahkan pengawet alami seperti batang resak yang kini populasinya menurun dan sulit diperoleh. Keterbatasan bahan pengawet alami yang digunakan, ada alternatif lain yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengawet alami pada saat penyadapan nira seperti limbah kulit buah manggis karena memiliki aktivitas antimikroba. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan jumlah pengawet serbuk kulit buah manggis pada saat penyadapan nira kelapa terhadap karakteristik sensoris gula kelapa serbuk yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari satu faktor yaitu konsentrasi kulit buah manggis (P) yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dengan 4 kali ulangan, sehingga diperoleh 24 unit percobaan. Hasil uji sensoris dianalisis dengan menggunakan uji Kruskal-Wallis. Karakteristik sensoris gula kelapa serbuk yang diamati ialah aroma, warna, rasa manis, rasa kelat dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 g kulit buah manggis merupakan perlakuan yang menghasilkan karakteristik sensoris terbaik dengan nilai Aroma khas gula kelapa (3,37), warna kuning kecokletan (2,67), rasa lebih manis (3,60), rasa tidak kelat (1,87), kesukaan keseluruhan lebih suka (3,63).
KARAKTERISTIK SENSORI MARMALADE JERUK NIPIS-WORTEL Peruwany, Gabriela; Lestari, Oke Anandika; Priyono, Suko
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.102778

Abstract

Marmalade merupakan produk pangan semi basah berbasis buah jeruk yang memiliki cita rasa khas asam-manis dan potensi pengembangan melalui kombinasi bahan baku lain. Jeruk nipis kaya akan vitamin C dan berperan dalam pembentukan gel, namun memiliki warna yang kurang menarik, sehingga diperlukan bahan pendamping seperti wortel yang mengandung β-karoten dan memberikan warna oranye alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio sari jeruk nipis dan sari wortel terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori marmalade serta menentukan formulasi terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat perlakuan rasio sari jeruk nipis dan wortel, yaitu 10%:90%, 30%:70%, 50%:50%, dan 70%:30%. Uji sensori yang diamati meliputi warna, aroma, rasa, tekstur, daya oles dan kesukaan keseluruhan. Data dianalisis menggunakan ANOVA, uji BNJ 5%, uji Kruskal–Wallis, serta Indeks Efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio sari jeruk nipis dan wortel berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, tekstur namun berpengaruh tidak nyata terhadap aroma, daya oles dan kesukaan keseluruhan. Formulasi 50% sari jeruk nipis dan 50% sari wortel merupakan perlakuan terbaik berdasarkan kesukaan panelis dan nilai Indeks Efektivitas. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan diversifikasi produk marmalade berbasis kombinasi buah dan sayuran dengan karakteristik mutu fisikokimia dan sensori yang optimal.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI COOKIES TERSUBSTITUSI TEPUNG SUKUN (Artocarpus altilis) Yunandar, Adrian; Priyono, Suko; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 4: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspp.v15i4.106525

Abstract

Cookies merupakan produk pangan kering dengan tekstur renyah, kadar air rendah, dan daya simpan relatif lama. Umumnya cookies dibuat dari tepung terigu, namun ketergantungan pada bahan impor mendorong diversifikasi dengan memanfaatkan bahan lokal seperti sukun yang kaya karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral. Pengolahan sukun menjadi tepung diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah serta penggunaannya dalam produk pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio terbaik tepung sukun sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan cookies berdasarkan karakteristik fisikokimia dan sensori. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu rasio tepung sukun dan tepung terigu yang terdiri dari lima taraf perlakuan, yaitu 0%:100%, 30%:70%, 40%:60%, 50%:50%, dan 60%:40%, dengan empat kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik diperoleh pada perlakuan tepung sukun 50% : tepung terigu 50%. Karakteristik fisikokimia cookies pada perlakuan terbaik meliputi kadar air sebesar 3,66%, abu 2,83%, lemak 29,97%, protein 13,40%, dan karbohidrat 50,14%. Hasil uji sensori menunjukkan warna 3,60 (coklat), aroma 3,63 (sukun), rasa 3,43 (sukun) , tekstur 3,07 (renyah), dan keseluruhan 3,60 (suka).