Eko Pujiono
Balai Penelitian Kehutanan Kupang Jl. Untung Suropati No. 7 (blk) Airnona Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia P.O Box 69 Telp. 0380-823357, 833472

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PERBANDINGAN KURIKULUM 1947, 1964, 1968 DAN KURIKULUM MERDEKA DALAM KONTEKS PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER Pujiono, Eko; Rohbiyatun, Haidar; Sulistiyahati, Afina; Tristiandari, Hana; Nurhayati, Rina; Agustin, Tri Fena Susi; Listyowati, Listyowati; Egar, Ngasbun
Jurnal Manajemen Pendidikan (JMP) Vol 14, No 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Magister Manajemen Pendidikan, Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jmp.v14i2.23166

Abstract

Pendidikan karakter merupakan bagian esensial dalam pembentukan kepribadian dan moralitas peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendidikan karakter dalam tiga kurikulum nasional Indonesia Kurikulum 1947, 1964, dan 1968 serta Kurikulum Merdeka sebagai pendekatan terbaru. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka (library research), dengan teknik analisis konten terhadap literatur historis, kebijakan pendidikan, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap kurikulum mencerminkan dinamika sosial-politik zamannya dan memiliki pendekatan berbeda dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Kurikulum 1947 menekankan nasionalisme dan keterampilan praktis; Kurikulum 1964 fokus pada Pancawardhana sebagai sistem pendidikan karakter yang menyeluruh; Kurikulum 1968 menegaskan pembentukan manusia Pancasila dengan integrasi nilai moral, kewarganegaraan, dan keterampilan. Sementara itu, Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas lebih bagi sekolah dan guru dalam mengembangkan karakter sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendekatan antar kurikulum, kesamaan tujuan utama tetap terlihat, yaitu membentuk generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan mampu menjawab tantangan zaman. Penerapan pendidikan karakter yang berkelanjutan membutuhkan sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
Spatio-Seasonal Habitat Suitability Model of Anisakis spp. in Chub Mackerel (Scomber Japonicus) as a Scientific-Based Approach to Provide Safety Assessment Policy of Fisheries Product in Indonesia Hidayah, Izhamil; Sutomo, Sutomo; Pujiono, Eko; Saputra, Muhammad Hadi; Humaida, Nida; Januar, Hedi Indra; Anggraeni, Yusnita Mirna; Puspasari, Herti Windya; Triwibowo, Radestya; Rachmawati, Novalia; Iswani, Sri; Yennie, Yusma; Santoso, Agung
Squalen, Buletin Pascapanen dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan Vol 18, No 3 (2023): December 2023
Publisher : :Agency for Marine and Fisheries Research and Human Resources, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/squalen.804

Abstract

The infestation of Anisakis spp. in Chub mackerel (Scomber japonicus) may have significant health and socioeconomic implications. Understanding the spatio-seasonal occurrence of Anisakis spp. in its host, S. japonicus, is crucial ecologically and for effective management. This research aimed to develop a predictive map (spatial-seasonal patterns) for Anisakis’s infestation in S. japonicus using the maximum entropy (MaxEnt) algorithm. Anisakis spp. and S. japonicus occurrences were obtained through a comprehensive Bibliographic analysis of the Scopus database (2017-2022) and the Ocean Biodiversity Information System (OBIS) database to collect the necessary data. Environmental predictors were sourced from the Global Marine Environment Data. The resulting model demonstrated a reliable performance, as indicated by an Area Under Curve (AUC) value on the Receiver Operating Characteristic (ROC) chart exceeding 0.8. The findings of this study revealed that the infestation of Anisakis spp. in S. japonicus is projected to be more prevalent during the fourth quarter of each year. Furthermore, the environmental factors influencing the infestation were identified as diffuse attenuation, water depth, and distance from the coast. These research outcomes can be a foundational reference for developing an effective control system for inspecting fresh or frozen fish within the quarantine department. By utilizing the spatial-seasonal patterns and environmental predictors identified in this study, authorities can implement targeted measures to prevent and mitigate the infestation of Anisakis spp. in S. japonicus, safeguarding public health and maintaining the quality of fish products.