Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

ANALISA PERBANDINGAN PERSENTASE PEREKAT TERHADAP NILAI UJI KALOR DAN PROKSIMAT BIOBRIKET ECENG GONDOK (Eichhornia Crassipes) MENGGUNAKAN METODE KARBONISASI Ahmad Irvan Purwazi; Rachmat Boby Kuncoro; Rezky Dwi Atmaja; Ari Susandy Sanjaya
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 7 NOMOR 1 JUNI 2018
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.104 KB) | DOI: 10.36055/jip.v7i1.2777

Abstract

Abstrak Energi fosil semakin menipis diakibatkan oleh pertumbuhan dalam berbagai sektor, terutama dalam sektor pertumbuhan penduduk sehingga menyebabkan meningkatnya kebutuhan konsumsi energi. Biomassa merupakan cara terbaik dalam mengatasi menipisnya energi, salah satu contohnya adalah biobriket. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati kandungan eceng gondok untuk diolah menjadi biobriket. Pembuatan biobriket dilakukan menggunakan 2 macam perekat, yaitu bubur kertas koran dan tepung tapioka, masing-masing persentasenya adalah 50%, 75%, 100% dan 125% dari berat bahan baku eceng gondok. Produk hasil biobriket ini diamati nilai kalor, kadar air, kadar abu, volatile matter, dan fixed carbonnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin meningkatnya bahan perekat, maka semakin besar nilai kalor, volatile matter, dan beberapa parameter seperti kadar air dan fixed carbon tidak berbanding lurus, contohnya pada perekat tepung tapioka semakin besar perbandingannya, nilai kadar air semakin meningkat. Sedangkan pada perekat bubur kertas semakin besar perbandingannya, fixed carbon semakin meningkat. Semakin besar perbandingan perekat, nilai kadar abu pada biobriket akan semakin kecil. 
PENENTUAN KADAR KALIUM DALAM ABU TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAERAH TEPIAN LANGSAT KUTAI TIMUR DENGAN METODE EKSTRAKSI Ari Susandy Sanjaya; Juniar Arya Prajaka; Nur Aini; Tatang Hernas Soerawidjaja
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 7 NOMOR 1 JUNI 2018
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (931.056 KB) | DOI: 10.36055/jip.v7i1.2614

Abstract

Pemanfaatan abu sawit sebagai biomassa terbarukan dapat dilakukan dengan mengubah kalium yang terkandung di dalamnya menjadi pupuk kalium. Metode analisa untuk mengetahui suatu kandungan berupa mineral dalam suatu bahan tertentu dapat dilakukan dengan analisa melalui alat instrument maupun titrasi. Pada penelitian ini analisa yang dilakukan menggunakan metode titrasi yang selanjutnya dilakukan metode analisa untuk mengetahui kandungan kalium dalam abu sawit, tersebut, abu sawit terlebih dahulu diekstrak dengan merebus abu sawit dengan air dan disaring dengan penyaringan vacuum. Pada penelitian ini digunakan 2 jenis sampel abu, yaitu abu halus dan abu kasar Tandan Kosong Kelapa sawit (TKKS). Abu halus dan abu kasar pada sampel berasal dari daerah Tepian Langsat Kutai Timur. Adapun variabel-variabel yang mempengaruhi kandungan kalium dalam abu kelapa sawit seperti volume aquadest dan waktu perebusan yang bervariasi. Berdasarkan hasil percobaan diperoleh kadar K2CO3 paling tinggi dalam abu sampel halus 1 yaitu sebesar 24.499 % dan pada sampel abu kasar yaitu sebesar 17.8508 %.
PEMANFAATAN TULANG AYAM SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN ASAM PHOSPAT MENGGUNAKAN PROSES BASAH DENGAN PELARUT HCL Rini Anggraenie; Tiara Daralia Utami; Ammar Muhaemin Haenur; Ari Susandy Sanjaya
JURNAL INTEGRASI PROSES VOLUME 6 NOMOR 3 JUNI 2017
Publisher : JURNAL INTEGRASI PROSES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (762.206 KB) | DOI: 10.36055/jip.v6i3.1746

Abstract

Asam phospat merupakan salah satu bahan kimia yang sangat diperlukan untuk pembuatan pupuk dan juga untuk keperluan laboratorium. Asam phospat dapat ditemukan pada bahan yang mengandung phospor terutama batuan dan dari tulang binatang. Pada penelitian kali ini digunakan bahan yang mengandung phospor yaitu limbah tulang ayam. Selain alasan tersebut, tulang ayam juga mudah didapatkan disekitar Universitas Mulawarman. Pembuatan asam phospat dapat dilakukan dengan dua proses yaitu proses basah dan proses tanur listrik (kering). Dalam penelitian ini, proses yang digunakan adalah proses basah, langkah awal yang dilakukan adalah proses pengeringan tulang ayam yang telah bersih dari daging dan sumsum kemudian digerus sampai menjadi serbuk berukuran 100 mesh kemudian mereaksikan serbuk tulang ayam menggunakan pelarut HCl. Variabel yang digunakan yaitu waktu dan konsentrasi HCl dimana variabel waktu yaitu 30, 60, 90,dan 120 menit digunakan pada saat memanaskan dan proses pengadukan didalam labu leher empat yang telah berisi serbuk tulang ayam 1 gram dan larutan HCl konsentrasi 5, 10, 15, dan20% yang diletakkan diatas hotplate. Hasil yang didapatkan dari percobaan ini yaitu pada waktu 120 menit dan konsentrasi HCl 20% didapatkan yield tertinggi yaitu 94,7333. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk membuktikan teori bahwa didalam tulang ayam mengandung komponen anorganik yaitu salah satunya phosfor yang dimana jika direaksikan dengan pelarut HCl akan menghasilkan asam phosfat kemudian untuk manfaat lainnya yaitu mengurangi masalah lingkungan.
Optimasi Pembuatan Marine Diesel Oil (MDO) untuk Meningkatkan Profit Kilang Pertamina RU V Balikpapan Kuhita Karina Br Ginting; Selvia Sarungu; Ari Susandy Sanjaya
Jurnal Chemurgy Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Chemurgy-Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.816 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v1i2.1141

Abstract

PT. PERTAMINA (Persero) RU V Balikpapan merupakan salah satu kilang yang mengolah minyak mentahmenjadi bahan bakar yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai bahan bakar transportasi laut danpabrik. Salah satu hasil produk di Kilang Balikpapan RU V ini adalah MDO (Marine Diesel Oil). Seiringdengan perkembangan teknologi alat industri dan transprotasi laut bermesin Diesel, faktor akanketersediaan MDO dirasa masih kurang. MDO tidak cukup hanya tersedia tanpa memperhatikan bagaimanakondisi dan kualitas dari MDO itu sendiri. Maka dari itu, untuk mengantisipasi kekurangan Bahan BakarMDO pada masa mendatang diharapkan suatu unit pengolahan harus dengan perhitungan yang cermat.Untuk itu peranan PT. PERTAMINA (Persero) RU V Balikpapan sangat dibutuhkan agar tercapainya haltersebut yaitu dengan memperhatikan komposisi blending yang digunakan. Dalam proses blendingpembuatan MDO sangat penting untuk mengetahui komposisi tiap komponen, sehingga pada penentuankomposisi pencampuran harus dilakukan secara cermat. Sebelum melakukan pencampuran skala besar,maka dilakukanlah penentuan titik optimal Blending yang bertujuan untuk mengetahui komposisi Blendingyang tepat dari masing-masing komponen MDO yang akan dipergunakan. Dapat diketahui bahwa MDOdapat di blending dengan 2 komponen ADO dan Short Residu atau 3 komponen ADO, Short Residu dan FluxOil. Setelah dilakukan perhitungan maka didapatkan hasil optimal dengan banyak komponen ADO 83 % danShort Residu 17 % dengan keuntungan 29352.5 USD.Kata Kunci : Blending, Marine Diesel Oil, Optimasi.
PEMBAKARAN RUMPUT GAJAH UNTUK MENGHASILKAN HOT OIL DAN MEMBANGKITKAN TENAGA LISTRIK PADA INDUSTRI KIMIA Agnes Cicilia Manopo; Fika Dwi Oktavia; Nur Aini; Indah Lestari; Ari Susandy Sanjaya; Novy Pralisa Putri; Yazid Bindar
Jurnal Chemurgy Vol 4, No 1 (2020): Jurnal Chemurgy-Juni 2020
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v4i1.4068

Abstract

Penggunaan rumput gajah menjadi alternatif baru pengganti fosil. Pembakaran rumput gajah akan menghasilkan panas (thermal) yang mampu memanaskan oil sebagai pengganti steam dan berpotensi sebagai pembangkit listrik dengan siklus Organic Rankine Cycle (ORC) pada pabrik industri kimia. Pembakaran sempurna rumput gajah membutuhkan 50% udara berlebih untuk menghasilkan gas dengan komposisi N2, CO2,O2, H2O, SO2, dan NO2. Penggunaan bahan baku 730 kg rumput gajah mampu memanaskan therminol 66 (hot oil) pada suhu 300 ºC dengan laju alir 38.400 kg/jam. Pada siklus Organic Rankine Cycle (ORC) digunakan R245FA sebagai fluida kerja yang bertekanan dan bersuhu tinggi. Terjadi perubahan fase pada R245FA dari fasa cair pada suhu 51ºC menjadi fasa uap pada suhu 150ºC  dengan tekanan 31 bar yang terjadi di evaporator. Kerja sebesar 427 kW dapat dihasilkan dengan menurunkan suhu dan tekanan menjadi 106ºC, 3 bar pada turbin dengan effisiensi kerja sebesar 27%. Penghematan dilakukan dengan cara mendaur ulang R245FA yang dilewatkan pada kondensor sehingga terjadi perubahan fase dimana R245FA menjadi fasa cair kembali pada suhu 50ºC. R245FA di pompakan kembali menuju evaporator dengan menaikan tekanan dan suhu. Siklus terjadi terus-menerus sehingga tidak perlu penambahan R245FA. Kata kunci: Pembakaran, Rumput Gajah, Hot Oil, Listrik, ORC. 
PENGARUH KOMPOSISI MASSA BAHAN BAKU DAN TEMPERATUR PADA STEAM REFORMER TERHADAP JUMLAH PRODUKSI BIO-HYDROGEN Rizki Kurnia Dermawan; Ari Susandy Sanjaya; Rif'an Fathoni; Anton Irawan; Yazid Bindar
Jurnal Chemurgy Vol 2, No 1 (2018): Jurnal Chemurgy-Juni 2018
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (547.939 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v2i1.3372

Abstract

Proses pada pabrik bio hidrogen dari bio oil terbagi menjadi beberapa unit, yaitu unit dehidrooksigenasi, unit pemisahan, unit steam reforming, unit water gas shift, dan unit pemurnian. Penelitian ini menjelaskan tentang pengaruh perbandingan komposisi massa metana (CH4) dengan steam (H2O) serta pengaruh perbedaan temperatur pada unit steam methane reforming untuk melihat pengaruh pada produksi bio hidrogen. Penelitian ini dikerjakan menggunakan software simulasi proses Aspen Hysys v.10.0. Dengan menggunakan variabel temperatur pada steam reformer (800 °C, 850 °C, 900 °C, 950 °C, 1000 °C) dan variabel perbandingan komposisi massa steam dengan methane (CH4), yaitu 1:2, 1:1,25, 1:3, 1:3,5, 1:4. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan pengaruh komposisi steam dan metana berbanding lurus dengan jumlah bio hidrogen yang dihasilkan. Serta, pengaruh perbedaan temperatur pada reaktor steam reformer berbanding lurus dengan jumlah produksi hidrogen. Dari hasil penelitian didapatkan jumlah produksi bio hidrogen terbaik 1300 kg/jam.Kata kunci: Aspen HYSYS, Bio Oil, Bio Hidrogen
Prediksi Pembentukan Hidrat Gas dengan Pengaruh Joule-Thomson Effect yang Diakibatkan oleh Choke Performance Ari Susandy Sanjaya; Ari Nofendy
Jurnal Chemurgy Vol 1, No 1 (2017): Jurnal Chemurgy-Juni 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1293.339 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v1i1.1132

Abstract

Hidrat gas merupakan air bebas dan gas alam yang membentuk padatan, yang dapat mengakibatkan saluran gas akan membuntu, terutama di flow line serta akan menimbulkan beberapa permasalahan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pembentukan hidrat gas dengan pengaruh Joule-Thomson Effect yang diakibatkan oleh choke performance.Di gunakan metode Katz untuk memprediksi gas hidrat dengan kisaran tekanan antara 100-1000 Psia.Didapatkan temperatur pembentukan hidrat gas pada tekanan 100 Psia sebesar 0.7005 ˚C,sedangkan pada tekanan 1000 Psia sebesar 17.4766 ˚C. Dari hasil nilai koefisien Joule-Thomson didapatkan 0.003972 K/Kpa. Dari hasil nilai temperatur pada flowline terdapat beberapa temperatur yang berada diatas kurva temperatur pembentuk hidrat gas sehingga berpotensi terjadi hidrat gas pada flowline. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beberapa kondisi pada flowline berpotensi terjadinya hidrat gas dan harus dilakukan pencegahan.Kata Kunci: hidrat gas, efek Joule-Thomson, metode Katz, flow line.
SIMULASI PROSES BIOMETIL AKRILAT-AIR MENGGUNAKAN METODE PRESSURE SWING DISTILLATION PADA ASPEN HYSYS V8.8 Indah Lestari; Fika Dwi Oktavia; Ari Susandy Sanjaya; Yazid Bindar
Jurnal Chemurgy Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Chemurgy-Desember 2019
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.115 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v3i2.3580

Abstract

Bio-Metil akrilat akan membentuk campuran azeotrop dengan Air sehingga sulit dipisahkan dengan distilasibiasa. Terdapat dua cara untuk memisahkan campuran azeotrop tersebut yaitu dengan menggunakan distilasiekstraktif (penambahan pentana yang berasal dari bahan fosil) dan menggunakan distilasi bertingkat dimanatekanan masing-masing kolom berbeda (Pressure Swing Distillation). Dalam metode Pressure Swing Distillation dilakukan dengan menggunakan kolom dalam dua tahap, Low Pressure Distillation (101,3 kPa) dan High Pressure Distillation (500 kPa). Untuk memperoleh simulasi yang tepat maka digunakan Fluid Packages PR-Twu pada Aspen Hysys V8.8. Pada tahap pertama, hasil reaksi diumpankan ke kolom distilasi pada tekanan atmosfer untuk memisahkan antara Bio-Metil akrilat dan Air sehingga didapatkan pada fase atas distilasi sebanyak 63,04% Biometil akrilat dan hanya sedikit Air, Bio-Metanol dan Bio-Asam Akrilat yang masih terkandung. Tahap kedua, menggunakan tekanan yang lebih tinggi yaitu 500 kPa yangdiumpankan ke Reboiler sehingga pada tahap kedua didapatkan kemurnian Bio-Metil akrilat sebanyak 99,99% melebihi menggunakan distilasi ekstraktif hanya mendapatkan kemurnian Bio-Metil akrilat 96% (US Patent 2916512).Kata kunci : Pressure Swing Distillation; Biometanol; PR-Twu; Kemurnian; Hysys
Rancangan Alat Distilasi untuk Menghasilkan Kondensat dengan Metode Distilasi Satu Tingkat Nugroho Tri Wahyudi; Faris Faruqi Ilham; Irwan Kurniawan; Ari Susandy Sanjaya
Jurnal Chemurgy Vol 1, No 2 (2017): Jurnal Chemurgy-Desember 2017
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.107 KB) | DOI: 10.30872/cmg.v1i2.1142

Abstract

Aquades atau H2O, yaitu air kondensat yang dihasilkan dari proses distilasi (penyulingan). Adapun Penyulingan atau Distilasi adalah cara pemisahan bahan kimia berdasarkan kemudahan suatu zat menguap (volatilitas), atau teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih untuk memperoleh senyawa murninya. Biasanya proses distiliasi digunakan untuk memisahkan senyawa-senyawa dalam satu fasa yaitu fasa cair-cair. Senyawa–senyawa yang terdapat dalam campuran akan menguap pada saat mencapai titik didih masing–masing. Dalam hal ini, proses distilasi digunakan untuk memurnikan air mineral. Perancangan alat destilasi berbentuk kolom dengan tinggi 47.5 cm dan volume 30 L. Untuk design kondensor yang digunakan berbentuk tabung dengan tinggi 53 cm, diameter 8.5 cm, dan dirangkai dengan kemiringan 45o.Kata Kunci : Air, Distilasi, Desain
PENGOLAHAN SAMPAH PLASTIK DENGAN METODE PIROLISIS MENJADI BAHAN BAKAR MINYAK Juliya Ascha Riandis; Agus Restu Setyawati; Ari Susandy Sanjaya
Jurnal Chemurgy Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Chemurgy-Juni 2021
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v5i1.4755

Abstract

Masyarakat membakar plastik untuk mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan, padahal sampah plastik jika dibakar akan menghasilkan gas hidrogen sulfida (H2S) yang dapat menjadi racun bagi lingkungan. Sehingga dari itu dibutuhkan solusi untuk menanggulangi jumlah sampah plastik diantaranya dengan mengolah sampah plastik sebagai bahan bakar alternatif dengan pirolisis. Pirolisis merupakan suatu proses dekomposisi material dengan temperatur tinggi serta tanpa adanya O2. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan volume minyak di dalam sampah plastik berdasarkan jenis plastik yang diteliti serta mengetahui pengaruh suhu terhadap densitas, dan berat abu. Penelitian ini menggunakan dua jenis plastik yaitu jenis LDPE dan plastik campuran yaitu plastik bekas kemasan makanan dan minuman instan dengan massa setiap sampel yaitu 150 g dan perbandingan suhu 350˚C, 400˚C, 450˚C. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan suhu terhadap densitas pada plastik LDPE, semakin tinggi suhu maka densitas semakin tinggi sedangkan pada plastik campuran apabila semakin tinggi suhu maka semakin rendah densitas. Perbandingan suhu terhadap berat abu yang didapatkan adalah pada temperatur rendah wax cenderung terbentuk dari minyak pirolisis yang dihasilkan dimana semakin besar temperatur pada proses pirolisis wax yang dihasilkan akan berkurang sedangkan sisa abu/lapisan film dari plastik campuran ada di semua variasi suhu. Perbandingan suhu terhadap volume minyak yang diperoleh adalah suhu berbanding lurus dengan volume minyak yang diperoleh.Kata Kunci: pirolisis, LDPE, densitas, abu, volume minyak
Co-Authors Abdul Kahar Achmad Ramadan Afrilla, Lidwina Nadya Agnes Cicilia Manopo Agus Restu Setyawati Ahmad Irvan Purwazi Ammar Muhaemin Haenur Andri Setiawan Andy Nurcahyono Anton Irawan Ari Nofendy Arianto, Reza Fahyuzi Aswar Tahad Aulia Nur Afriliana Azis Muslim, Azis Bagus Kurniadi Ben Yudha Satria Dexa Rahmadan Dhea Pranita Didit Suprihanto, Didit Dirgarini Julia Nurlianti Subagyono Dwi Anastasia, Putri Ayu Fadilah, Opie Aulia Faqih Burhan Uddin Faris Faruqi Ilham Fathoni, Rif'an Febriyanto, Gusti Riyan Fika Dwi Oktavia Fika Dwi Oktavia Firmansyah, Dudi FIRMANSYAH, VERA Fitri Febriyanti Gianto Gianto Gusti Riyan Febriyanto Hamid Asyraf Adani Herlina Lia Novianti Herlina Lia Novianti Herri Susanto Hetty Manurung Hilman Syaeful Alam Imam Rosadi Indah Lestari Indah Lestari Intan Rizky Amanda Irwan Kurniawan Irwanto, Decky Ari Iwan Muhammad Ramdan Jawea, Jasman Juliya Ascha Riandis Junianto Seno Tangke Allo Juniar Arya Prajaka Kandi Putri Karmila, Karmila mil Karsono, Eko Khaidir Maulana Khiyarinnisa, Faza Kuhita Karina Br Ginting Kurniadi, Bagus Kurniawan, Fandy Ahmad Lukman Lukman Lukman Lukman Mardiah Mardiah Mardiah Maulana, Khaidir Meicahayanti, Ika Naela Fadila Novi Artika Novianti, Herlina Lia Novy Pralisa Putri Nugroho Tri Wahyudi Nugroho3, Rudy Agung Nur Aini Nurul Sakinah Nyoto Prasetio Opie Aulia Fadilah Rachmat Boby Kuncoro Rahmadan, Dexa Rahmawati, Riski Amalia Retno Aryani Rezky Dwi Atmaja Rini Anggraenie Rizcy Paramita Agustine Rizcy Paramita Agustine, Rizcy Paramita Rizki Kurnia Dermawan Ronggo Ahmad Wikanswasto Roy Firman Adventus Pasaribu Rudianto Rudianto Rudianto Rudianto Rudianto Rudianto Rudy Agung Nugroho S Suhartono Salasiah Salasiah Salsabila, Unik Hanifah Selvia Sarungu Sitania, Farida Djumiati Subagyono, Dirgarini Nurlianti Julia Sutanto, Willi Syaharani, Ramada Tatang Hernas Soerawidjaja Tesa Mutia Anggraini Tiara Daralia Utami Uddin, Faqih Burhan Waras, Nandang Gunawan Tunggal Widada, Dharma Widha Prahastika Wijaya, Muhammad Farhanuddin Wulan Iyhig Ratna Sari Yasri, Budi Yazid Bindar Yazid Bindar Yazid Bindar Yudi Sukmono, Yudi Yulianto, Fransiskus Federico