Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Karakteristik nata de coco dengan penambahan ekstrak buah durian Verawati, Nenengsih; Aida, Nur; Kalsum, Syarifah Umi
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.14941.52-58

Abstract

Nata de coco dihasilkan dari fermentasi air kelapa memiliki penampakan seperti jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Nata de coco biasanya digunakan sebagai hidangan penutup. Nata de coco berasal dari Filipina, produk pangan ini tergolong produk probiotik yang berasal dari Acetobacter xylinum, dan baik untuk kesehatan tubuh karena memiliki kadar serat tinggi sehingga sangat baik untuk pencernaan dan sangat cocok untuk dikonsumsi oleh orang yang menginginkan makanan rendah kalori. Inovasi nata de coco dengan penambahan ekstrak buah durian (EBD) dicobakan pada penelitian ini untuk menambah variasi produk nata de coco. Penambahan EBD sampai dengan 20% dicobakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah yield, kadar air, dan karakteristik organoleptik hedonik. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EBD sampai dengan 20% secara signifikan (p < 0,05) meningkatkan yield nata de coco, tetapi menurunkan kadar airnya. Sedangkan respons karakteristik organoleptik hedoniknya menunjukkan perubahan yang tidak nyata (p > 0,05), penambahan EBD sampai 20% tetap mendapatkan respons suka untuk setiap atribut (warna, rasa dan tekstur) organoleptik hedonik.
Karakteristik nata de coco dengan penambahan ekstrak buah durian Verawati, Nenengsih; Aida, Nur; Kalsum, Syarifah Umi
Journal of Tropical AgriFood Volume 7 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.7.1.2025.14941.52-58

Abstract

Nata de coco dihasilkan dari fermentasi air kelapa memiliki penampakan seperti jeli, berwarna putih hingga bening dan bertekstur kenyal. Nata de coco biasanya digunakan sebagai hidangan penutup. Nata de coco berasal dari Filipina, produk pangan ini tergolong produk probiotik yang berasal dari Acetobacter xylinum, dan baik untuk kesehatan tubuh karena memiliki kadar serat tinggi sehingga sangat baik untuk pencernaan dan sangat cocok untuk dikonsumsi oleh orang yang menginginkan makanan rendah kalori. Inovasi nata de coco dengan penambahan ekstrak buah durian (EBD) dicobakan pada penelitian ini untuk menambah variasi produk nata de coco. Penambahan EBD sampai dengan 20% dicobakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah yield, kadar air, dan karakteristik organoleptik hedonik. Data dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Dunn. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan EBD sampai dengan 20% secara signifikan (p < 0,05) meningkatkan yield nata de coco, tetapi menurunkan kadar airnya. Sedangkan respons karakteristik organoleptik hedoniknya menunjukkan perubahan yang tidak nyata (p > 0,05), penambahan EBD sampai 20% tetap mendapatkan respons suka untuk setiap atribut (warna, rasa dan tekstur) organoleptik hedonik.
Biskuit Bebas Gluten menggunakan Bahan Baku Tepung Mocaf dan Blondo Verawati, Nenengsih; Aida, Nur; Hartoni, Nanang
AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian Vol 14 No 1 (2025): AGRITEKNO: Jurnal Teknologi Pertanian
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jagritekno.2025.14.1.112

Abstract

This study evaluated the effects of substituting modified cassava flour (mocaf) with blondo coconut oil on the moisture, fat, protein, carbohydrate, and ash content of gluten-free cookies. A completely randomized design with a one-factor arrangement was applied, consisting of five substitution levels of macaf to blondo (300:0 g; 250:50 g; 200:100 g; 150:150 g; 100:200 g). The highest moisture content (4.84%) was obtained at 100 g of mocaf and 200 g of blondo, while the lowest (4.64%) occurred with 300 g of mocaf and 0 g of blondo. The highest ash content (1.29%) was recorded at 200 g blondo, and the lowest (0.99%) was with no blondo. Protein content peaked at 4.59% (200 g of mocaf, 100 g of blondo) and was lowest at 3.88% (300 g of mocaf, 0 g of blondo). Fat content ranged from 7.83 (300 g mocaf, 0 g blondo) to 9.51% (200g mocaf, 100 g blondo), while carbohydrate content was highest at 69.24% (300 g mocaf, 0 g blondo) and lowest at 67.11% (100 g mocaf, 200 g blondo). This result demonstrates that partial substitution of mocaf with blondo significantly alters the nutritional profile of gluten-free cookies.
KALENG MINUMAN SEBAGAI BAHAN TAMBAH AGREGAT KASAR TEHADAP KUAT TEKAN Rafikah, Syarifah; Suratmin; Aida, Nur
Menara: Jurnal Teknik Sipil Vol. 21 No. 1 (2026): Menara : Jurnal Teknik Sipil
Publisher : Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jmenara.v21i1.59389

Abstract

Untuk pembangunan infrastruktur di Indonesia, sering menggunakan material berupa beton. Beton memiliki kelebihan yaitu mempunyai kuat tekan yang tinggi, mudah dibentuk, dan tahan terhadap temperatur tinggi. Seiring berkembangnya teknologi material, untuk meningkatkan kualitas dan mutu dari beton timbullah berbagai macam inovasi yang dilakukan oleh peneliti. Salah satunya dengan memanfaatkan limbah kaleng minuman sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat limbah kaleng minuman sebagai bahan tambah agregat kasar terhadap kuat tekan beton. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen. Variasi penambahan serat kaleng minuman yang digunakan yaitu 0%, 1%, 2%, dan 3% dari berat agregat kasar. Pengujian dilakukan pada umur beton 14 dan 28 hari. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa penambahan 1% serat limbah kaleng minuman memberikan kuat tekan tertinggi sebesar 20,63 MPa, lebih tinggi dari beton normal yaitu 20,17 MPa, dan memenuhi mutu rencana f’c 20 MPa. Namun, pada variasi 2% dan 3%, kuat tekan menurun menjadi 15,18 MPa dan 9,56 MPa. Penambahan serat kaleng minuman sebanyak 1% merupakan komposisi paling optimum. Selain meningkatkan mutu beton, penelitian ini juga memberikan alternatif pemanfaatan limbah kaleng minuman secara ramah lingkungan.
Pengaruh penambahan limbah cangkang kelapa sawit terhadap nilai kuat tekan beton Randi Bastika; Yoseph Yustinus; Nur Aida
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa 18-25
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.13.1.9225.18-25

Abstract

Ketapang regency is one of the oil palm producing districts in West Kalimantan. The area of oil palm plantations is 650,110 Ha with 2,509,110 tons of oil palm plantations produced in 2022. Under these conditions, will produce quite large amounts of palm oil shell waste. This waste can be used as a mixture of materials for making concrete. Waste utilization is one solution that can be done to maintain existing natural resources. The aim of this research is to determine the effect of adding variations in palm oil shell waste of 5%, 10%, and 15% on the compressive strength of concrete. This research is experimental research in the structure and materials laboratory, Departement of Civil Engineering, Ketapang State Polytechnic. The research was carried out from 12 August 2023 to 17 September 2023. The average value of concrete compressive strength at 28 days for normal concrete and the 5% palm oil shell variation is included in the standard K-200 concrete quality value, but there is a decrease in the 10% and 15% palm oil shell variations. This result is supported by the SPSS test results of two mean tests between 0% and 5% which are the same, there is no difference, but for other variations it is different. The greater the use of palm oil shells in the concrete mixture will reduce the compressive strength value of the concrete. Variation of palm shell mixture that produces the maximum compressive strength of concrete at a variation of 5% with an average value of 221.01 kg/cm2.
Literasi Digital dengan Penggunaan PHET untuk Remediasi Miskonsepsi Mahasiswa pada Materi Rangkaian Arus Searah Nur Aida
JPF (Jurnal Pendidikan Fisika) Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Vol 11 No 1 (2023)
Publisher : Pendidikan Fisika UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpf.v11i1.33635

Abstract

Misconceptions are misunderstandings in connecting a concept with other concepts, between new concepts and concepts that already exist in students' minds, so that a wrong concept is formed and contradicts the concepts of Physicists. The purpose of this research is to find out whether there is an effect of digital literacy with PhET simulations in improving students' concepts about direct current electric circuits. The method in this research is descriptive method. The sample in this study was 22 students in the first semester of the 2022/2023 academic year. Students still experience misconceptions about direct current circuits in using calculation formulas, and the use of digital literacy in the form of PhET simulations has not helped overcome these problems, because as many as 35% of students still have misconceptions about multiple circuits.
Tinjauan Ulang Struktur Pelat Lantai Jembatan Girder di Desa Kepuluk Kecamatan Sungai Melayu Rayak Risma Novelia; Julyan Purnomo; Nur Aida
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v9i1.24

Abstract

Telah dilaksanakan pembangungan jembatan girder dengan profil I di Desa Kepuluk Kecamatan Sungai Melayu Rayak. Kabupaten Ketapang, sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan infrastruktur daerah yang baik. Pelat lantai jembatan menjadi dalah satu bagian penting karena menerima beban secara langsung baik beban hidup maupun beban mati. Oleh karena itu, dilakukan tinjauan ulang pada pelat lantai jembatan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui beban maksimum yang bekerja, mengetahui momen yang terjadi, dan mengetahui desain struktur pelat lantai jembatan. Data dimensi jembatan dan data lalu lintas harian rata-rata menjedi data primer, sedangkan data faktor pembebanan pelat lantai jembatan, tabel jenis tumpuan, dan as built drawing menjadi data sekunder. Hasil perhitungan struktur pelat lantai diperoleh beban maksimum yang bekerja sebesar 6,57 kN/m2 pada alternatif 1 dan 2, nilai momen yang terjadi dari beban maksimum terdiri dari tipe VI A, III, II, dan VI B, serta dari perhitungan tulangan 16 mm arah lapangan x dan y memiliki jarak 250 mm dan tulangan berdiameter 13 mm arah tumpuan x memiliki jarak 120 mm dan y memiliki jarak 230 mm, sedangkan untuk penggunaan di lapangan diameter 16 mm dan 13 mm memiliki jarak 150 mm yang masih termasuk kategori aman karena tidak melebihi nilai kontrol tulangan.