Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN SIBALIPARRIQ TERHADAP PENDAPATAN NELAYAN ( Studi Kasus di Desa Pambusuang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar Fitri Fitri; Haeruddin Haeruddin; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3656

Abstract

Desa Pambusuan hanyalah salah satu wilayah pesisir Telukmandar, dan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperjelas tingkat pendapatan keluarga nelayan dan peran taman ikat dalam meningkatkan pendapatan keluarga. .. Survey ini dilakukan dari bulan Maret sampai Juni 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan keluarga nelayan di desa Pambusuan meningkat signifikan karena adanya kontribusi istri nelayan terhadap peningkatan pendapatan keluarga. Konsep sibaliparriq berdampak positif bagi perekonomian keluarga nelayan di Desa Pambusuan Kecamatan Baranipa Kabupaten Polewali mandar.
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK SIFAT KIMIA TANAH UNTUK EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN KOPI DI DATARAN MENENGAH DI POLEWALI MANDAR STUDI KASUS DI DESA KURRAK KECAMATAN TAPANGO Winda Winda; Harli A Karim; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 2, No 1 (2023): Jurnal Agroterpadu Volume 2, Nomor 1, April 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v2i1.3520

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tanah agar dapat menghasilkan barang yang berkualitas tinggi dan untuk mengetahui karakteristik kimia tanah yang cocok untuk budidaya kopi. Penelitian dilaksanakan di Desa Kurrak Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat pada bulan Maret sampai Mei 2022. Metode analisis yang digunakan adalah metode surveipurvosive sampling, observasi, wawancara, analisis data, atau pengumpulan data dan penggunaan laboratorium. Desa Kurrak merupakan tempat utama produksi kopi di Polewali Mandar. Berdasarkan hasil penelitian kimia tanah yang dilakukan di Laboratorium Kimia Padi Universitas Hasanuddin Makassar, lokasi penelitian tidak ada kaitannya dengan produksi kopi.
PERAN KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DALAM PEMANFAATAN PEKARANGAN RUMAH (STUDI KASUS) PADA KWT TERATAI DI DESA RAPPANG BARAT Nilda Nilda; Nurhaya Kusmiah; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 1, No 2 (2022): : Jurnal Agroterpadu Volume 1, Nomor 2, Desember 2022
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v1i2.3406

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) adalah kumpulan Ibu-ibu rumah tangga yang mempunyai aktivitas dibidang pertanian. Kelompok Wanita Tani (KWT) juga melakukan pemanfaatan pekarangan rumah, yang dalam aktivitasnya ialah menanam bebrapa tanaman yang dapat dimanfaatkan hasilnya. Pemanfaatan pekarangan rumah ini memiliki banyak manfaat jika dalam pemanfaatannya dilakukan dengan baik. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh antara lain ialah seperti terdapat pasar hidup di lahan pekarangan, apotek hidup, lumbung hidup, serta bank hidup dan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran Kelompok Wanita Tani (KWT) Teratai dalam pemanfaatan pekarangan rumah, produksi yang dihasilkan ibu rumah tangga dalam Kelompok Wanita Tani (KWT), serta kompetensi yang dimiliki Anggota KWT Teratai dan manfaat dari pemanfaatan pekarangan rumah yang dilakukan. Penentuan lokasi penelitian ini dilakukan secara purposive dengan jumlah responden sebanyak 21 orang berdasarkan beberapa pertimbangan. Metode penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran Kkelompok Wanita Tani Teratai yaitu peran pengetahuan/belajar, peran keterampilan, dan peran kerja sama. Setiap anggota menjalankan peran dengan baik dan sangat aktif. Hasil produksi berupa berbagai sayuran, pupuk kompos, dan produk makanan abon ikan dan tompi-tompi/pupu’. Hasil kompetensi yaitu KWT Teratai memiliki motivasi yang tinggi dalam pemanfaatan pekarangan rumah dan adapun manfaat yang didapat yaitu meningkatkan perekonomian, menghemat pengeluaran, memproduksi sayuran, dan tanaman lain yang bermanfaat.  Keywords: Kelompok Wanita Tani; Peran; Lahan Pekarangan
TEKNIK SAMBUNG PUCUK TANAMAN KAKAO DI BADAN STANDARNISASI INSTRUMEN PERTANIAN TANAMAN INDUSTRI DAN PENYEGAR (BSIP TRI) KABUPATEN SUKABUMI Harli A Karim; Unari Inra Atmaja; Hasanuddin Kandatong
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2024): Sipissangngi Volume 4, Nomor 3, September 2024
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jurnal.v4i3.5218

Abstract

Pengembangan tanaman kakao dilakukan dengan menggunkan metode perbanykan vegetatif dan generatif, untuk dapat meningkatkan meningkatkan kualitas dan produktifitas tanaman perbanyakan secara vegetatif (klonal) merupakan salah satu metode perbanyakan yang dapat dilakukan. Metode perbanyakan secara vegetatif (klonal) dapat berupa setek, sambung pucuk (okulasi) dengan menggunakan bagian tertentu dari tanaman seperti pucuk tanaman (entres), atau menggunakan mata tunas. Program magang MBKM ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mempersiapkan diri memasuki dunia kerja di era 4.0. kegiatan magang di BSIP Tri ini bertujuan untuk mengetahui metode sambung pucuk (Perbanyakan vegetatif) yang di terapkan di BSIP Tri. 
PROSES PENGOLAHAN PASCA PANEN KOPI DI KAMPONG KOPI BAWAKARAENG Harli A Karim; Devi Yulianti; Hasanuddin Kandatong
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): Sipissangngi Volume 3, Nomor 2, Juni 2023
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/sipissangngi.v3i2.3433

Abstract

Ini adalah satu-satunya skema program Kampus Belajar Mandiri (MBKM) yang disetujui oleh Kementerian Pendidikan dan Pembangunan Manusia di bawah Nadiem Makarim. Tujuan dari proses ini adalah untuk memahami Pengolahan Pasca Panen Kopi di Desa Kopi Bawakaraeng. Metode yang digunakan dalam proses magang ini adalah observasi, lokakarya, praktikum, dan pengajaran. Kampong Kopi Bawakaraeng adalah komunitas pembuat kopi yang didirikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof Nurdin Abdullah dan Bupati Gowa Adnan Purrichta Ichsan. Melalui proses pasca panen kopi, beberapa proses seperti pemanenan kopi, pulping, hulling, fermenting, sorting, dan packaging ditemukan aman dan terpercaya (warehousing). Kata kunci: . Kopi, Pengolahan pasca panen kopi, Kampong Kopi Bawakaraeng, 
Pengaruh Media Pupuk Kandang Kambing dan Dosis Phospat Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman kakao (Theobroma cacao L) Di Desa Lebani Kecamatan Tapalang Barat Kabupaten Mamuju Muhammad Idris K; Hasanuddin Kandatong; Masdar Fatman; Mardjani Aliyah
Journal Peqguruang: Conference Series Vol 3, No 1 (2021): Peqguruang, Volume 3, No.1, Mei 2021
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.827 KB) | DOI: 10.35329/jp.v3i1.2604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pupuk kandang kambing dan dosis phospat terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao(Theobroma cacao L).Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok dalam bentuk faktorial. Penelitian ini terdiri atas 2 faktor yaitu: Faktor pertama adalah media tanaman, terdiri dari. Mo = tanah ( tanpa perlakuan) M1 = tanah + pupuk kandang kambing (1:1) Faktor kedua yaitu dengan pemberian dosis phospat yang berbeda terdiri atas : P1 = 0,25 Gram/ 1 Liter air P2 = 0,5 Gram/ 1 Liter air P3=0,75 Gram/ 1 Liter air.Hasil penelitian menunjukan bahwa  Interaksi antara media pupuk kandang kambing dan dosis phospat tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit kakao. Pemberian media tanam pupuk kandang kambing tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan bibit tanaman kakao. Pemberian dosis phospat 0,75 g/liter air berpengaruh nyata terhadap jumlah daun bibit kakao
ANALISIS PENDAPATAN TUMPI-TUMPI USAHA MIKRO KUBE SIARIOI DI DESA RAPPANG BARAT POLEWALI MANDAR Hasni Hasni; Nurhaya Kusmiah; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 3 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i3.5341

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis seberapa besar total pendapatan yang diperoleh produsen tumpi-tumpi atau pupu yang terdapat pada usaha mikro kube siarioi di desa rappang barat, pengambilan sampel dilakukan melalui teknik observasi dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa harga penjualan dari pesanan lansung masyarakat berbeda karena pelanggan memilih untuk membeli barang secara pribadi. Harga Rp. 10.000/10 biji diberikan kepada pedagang kecil karena mereka akan menjual kembali atau dijual langsung ke pedagang besar yang ada di pasar. Produksi tumpi-tumpi menghasilkan biaya tetap produksi sebesar Rp2.675.000, biaya variable sebesar Rp4.000,00, dan pendapatan untuk saluran tipe 1 sebesar Rp495.000 dan saluran tipe 2 sebesar Rp270.000. Pemerintah harus memprioritaskan usaha-usaha kecil (KUBE) dengan memberikan dana atau alat-alat produksi dan alat pembantu lainnya.             
ANALISIS PENJUALAN DAN PENDAPATAN BIBIT TANAMAN KAKAO PADA UD. SINAR BANATO DI DESA BANATO REJO KECAMATAN TAPANGO Marselina Linda; Muh Arman Yamin; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 3 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i3.5189

Abstract

 SUHESTI AMALIA (2020205025). Skripsi dengan judul Analisis Penjualan Dan Pendapatan Pada Bibit Tanaman Kakao Pada UD. Sinar Banato Di Desa Banato Rejo. Kakao (Theobrama cacao, L) adalah salah satu komoditas perkebunan yang sangat penting untuk pembangunan karena peran ekonomi ke depan dan ke belakangnya yang signifikan. Kembali sebagai lapangan pekerjaan bagi rumah tangga petani, buruh tani, dan penggunaan input pertanian, ke depan memberikan kesempatan kerja dan berusaha di bidang transportasi, industri kanan, rumah makan dan restoran, dan industri minuman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa pendapatan yang diperoleh oleh petani yang menanam bibit tanaman kakao di Desa Banato Rejo, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, serta jumlah penjualan dari bibit tanaman kakao tersebut.Data dikumpulkan melalui wawancara dengan petani UD. Sinar Banato dan organisasi yang relevan. Studi ini menemukan bahwa UD. Sinar Banato, yang mengembangkan pembibitan tanaman kakao di Desa Banato Rejo, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, adalah bisnis yang layak untuk dikembangkan. Ini karena petani harus mengeluarkan uang untuk itu dan mereka dapat menghasilkan keuntungan besar dari pemasaran.Dengan luas tanah 0,5 ha, 500 bibit kakao ditanam dalam satu bulan.Bibit ini dijual di Proyek Dana Desa, Dinas Pertanian, Majene, Pinrang, dan Mamuju Tengah.KataKunci : Pendapatan, Bibit Tanaman Kakao, Di desa Banato Rejo  
KARAKTERISTIK DAN IDENTIFIKASI VARIETAS NANAS (Ananas comosus (L.) Merr) DI DESA SASAKAN KECAMATAN SUMARORONG KABUPATEN MAMASA Yosep Yosep; Harli A Karim; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 3, No 3 (2024): Jurnal Agroterpadu Volume 3, Nomor 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v3i3.5710

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sasakan Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa pada bulan Januari sampai dengan Maret tahun 2024. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif yaitu identifikasi ciri-ciri tanaman nanas. spesies di Desa Sasakan Kecamatan Sumarorog. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui observasi responden dan respon kuesioner. Data sekunder diperoleh dari berbagai sumber, antara lain tinjauan pustaka dan instansi terkait, dan digunakan untuk menunjang data primer berupa uraian atau peta keadaan daerah penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan dua jenis nanas di Desa Sasakan: Nanas Madu Yairu dan Nanas Bogor. Kata kunci : Karakteristik varietas tanaman nanas.
Pengaruh Topografi Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kakao Di Kelurahan Amassangan Rahmawati Rahmawati; Zulkifli Basri; Hasanuddin Kandatong
Jurnal Agroterpadu Vol 4, No 2 (2025): Jurnal Agroterpadu Volume 4, Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/ja.v4i2.6227

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh topografi lahan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kakao (Theobroma cacao L.) di Kelurahan Amassangan, dengan membandingkan dua bentuk topografi, yaitu lahan hamparan dan lahan terasan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari hingga April 2025 menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen lapangan. Parameter agronomi yang diamati meliputi berat tandan, jumlah dan panjang pelepah, ukuran petiol, jumlah dan rasio bunga jantan dan betina (sex ratio), serta jumlah dan berat brondolan per tandan. Hasil analisis statistik menggunakan Uji-T pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa sebagian besar parameter menunjukkan perbedaan yang signifikan antara dua jenis topografi. Tanaman kakao pada lahan terasan menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik, didukung oleh drainase tanah yang optimal, ketersediaan unsur hara mikro, dan kondisi mikrolingkungan yang lebih stabil. Selain itu, tingginya jumlah bunga betina dan sex ratio yang lebih seimbang pada lahan terasan meningkatkan peluang keberhasilan pembuahan dan jumlah brondolan yang dihasilkan. Dengan demikian, sistem terasering terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas kakao melalui optimalisasi pertumbuhan vegetatif dan generatif tanaman. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan budidaya kakao pada lahan terasan serta pelatihan agronomi berbasis topografi bagi petani di wilayah dengan kondisi agroklimat serupa.