Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Edukasi Program Perawatan Kaki Diabetik Pencegahan Ulkus Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Di UPTD Puskesmas Talise: Implementation Of Education On Diabetic Foot Care Program For The Prevention Of Ulcers In Type 2 Diabetes Mellitus Patients With Knowledge Deficit Nursing Problems At The Talise Public Health Center Alya Mujahra Aminullah; Sri Yulianti; Nur Febrianti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9183

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronik yang sering disertai komplikasi, salah satunya adalah ulkus kaki diabetik. Kurangnya pengetahuan pasien mengenai perawatan kaki menjadi faktor risiko utama terjadinya ulkus dan bahkan amputasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan edukasi program perawatan kaki dalam upaya pencegahan ulkus pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan di UPTD Puskesmas Talise. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Intervensi dilakukan melalui edukasi langsung, penggunaan leaflet, serta evaluasi sebelum dan setelah menggunakan kuesioner pengetahuan pada pasien diabetes melitus. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pasien diberikan edukasi selama tiga hari dengan perubahan skor pengetahuan dari 50 menjadi 56 dengan kategori pengetahuan baik. Kesimpulannya, edukasi perawatan kaki terbukti dapat meningkatkan pemahaman pasien dan dapat menjadi strategi penting dalam mencegah terjadinya ulkus diabetik. Disarankan agar edukasi perawatan kaki bagi pasien diabetes melitus dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam program rutin Puskesmas untuk mencegah ulkus diabetik secara optimal.
Implementasi terapi membuat kerajinan tangan pada pasien gangguan halusinasi pendengaran dengan skizofrenia di UPT RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Handicraft Therapy For Auditory Hallucinations Patients With Schizophrenia At Madani Regional General Public Hospital Of Central Sulawesi Province Agnes Hilda Hilika; Nur Febrianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10353

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa berat yang ditandai dengan gangguan proses pikir, persepsi, emosi, dan perilaku, serta salah satu gejala utamanya adalah halusinasi pendengaran. Halusinasi pendengaran dapat menyebabkan pasien merasa takut, gelisah, hingga berperilaku agresif atau menyakiti diri sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi membuat kerajinan tangan terhadap kemampuan pasien skizofrenia dalam mengontrol halusinasi pendengaran Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif yang dilaksanakan di ruang Manggis UPT RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah, dengan fokus pada implementasi terapi kerajinan tangan terhadap pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan terapi membuat kerajinan tangan selama beberapa sesi, pasien mengalami penurunan frekuensi halusinasi pendengaran, peningkatan kemampuan konsentrasi, peningkatan harga diri, serta mulai menunjukkan keterlibatan dalam interaksi sosial. Pasien menjadi lebih kooperatif, tidak lagi berbicara sendiri, dan lebih fokus dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Terapi kerajinan tangan memiliki berbagai manfaat bagi pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Aktivitas ini membantu mengalihkan fokus pasien dari stimulus halusinatif, meningkatkan konsentrasi, dan melatih keterampilan motorik halus. Selain itu, terapi ini juga dapat meningkatkan harga diri, mengurangi perilaku menarik diri, serta mendorong keterlibatan sosial pasien. Dengan membuat karya sederhana, pasien merasa lebih berdaya, tenang, dan terarah dalam menjalani proses pemulihan
Implementasi Diet Dash Dengan Diagnosa Keperawatan Defisit Pengatahuan Pada Pasien Hipertensi Di UPT RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of the DASH Diet with a Nursing Diagnosis of Knowledge Deficit in Hypertension Patients at the Undata Regional General Hospital, Central Sulawesi Province Ignes Monika; Nur Febrianti; Muhammad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10624

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi penyebab utama komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung. Salah satu upaya non-farmakologis dalam menurunkan tekanan darah adalah penerapan Diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Diet DASH dalam asuhan keperawatan pada pasien hipertensi dengan diagnosa defisit pengetahuan di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah.Medote penelitian yang digunakan adalalah studi deskriptif dengan subjek seorang pasien hipertensi yang belum memahami konsep dan pelaksanaan Diet DASH. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi. Intervensi keperawatan dilakukan selama tiga hari berupa edukasi mengenai Diet DASH melalui media leaflet. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien tentang pola makan yang dianjurkan, serta komitmen pasien dalam menerapkan Diet DASH sebagai bagian dari pengendalian tekanan darah. Kesimpulan dari studi ini adalah bahwa edukasi mengenai Diet DASH dapat meningkatkan pengetahuan pasien hipertensi dan mendukung pengelolaan tekanan darah secara efektif. Kesimpulan yang diperoleh menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pasien tentang diet DASH, serta penurunan tekanan darah pasien dari 175/90 mmHg menjadi nilai yang lebih stabil. Edukasi diet DASH terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan pasien dan dapat dijadikan intervensi non-farmakologis untuk mengontrol tekanan darah.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Edukasi Diet Dash (Dietary Approach To Stop Hypertension) Dalam Menurunkan Tekanan Darah Di Ruangan Mawar Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care For Hypertension Patients With Education Dash Diet (Dietary Approch To Stop Hypertension) In Lowers Blood Pressure In Room Roses Undata Central Sulawesi Province Nur Fadhilah; Nur Febrianti; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10659

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan the silent disease, karena orang tidak mengetahui bahwa dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksa tekanan darahnya. Hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga berkurangnya suplai darah ke jaringan tubuh yang mengakibatkan organ tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penanganan hipertensi yang benar yaitu, tekanan darah tinggi dapat dikendalikan dan resiko kekambuhan dapat berkurang. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan perubahan pola hidup dengan mengonsumsi sayuran yang tinggi serat, bbuah-buahan dan susu tampak lemak. Desain studi kasus yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Studi kasus deskriptif adalah jenis studi yang memberikan deskriptif suatu kasus tertentu, dan membutuhkan penelitian untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Hasil yang di dapatkan pada hari-1 sesudah di lakukan edukasi diet dash pasien mengungkapkan perasannya bahwa pasien masih belum paham, hari ke-2 pasien sudah mulai paham dengan diet dash, dan hari ke-3 pasien mengatakan sudah mulai mendengarkan apa yang di anjurkan. Asuhan keperawatan pada penanganan permasalahan keperawatan pada penanganan permasalahan yang di alami oleh Tn.R analisis maksimal, dianjurkan kepada pasien untuk sering melakukan Diet Dash agar menurunkan tekanan darah.
Implementasi Manajemen Nutrisi pada Ny.N Kasus Diabetes Melitus dengan Masalah Defisit Nutrisi Di Ruangan Seroja Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nutrition Management Implementation In Mrs N Case Of Diabetes Mellitus With Nutrition Deficit Problems In Seroja Room Undata General Hospital Central Sulawesi Province Kasmawati S; Nur Febrianti; Rabiah Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4336

Abstract

Penyakit diabetes melitus merupakan penyakit yang memiliki 2 tipe yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 1 berasal dari faktor genetik, lingkungan, usia, faktor lain pada diabetes tipe 2 antara lain gaya hidup dan obesitas. Yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien diabetes melitus yang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah, sampel adalah pasien dengan masalah defisit nutrisi pada kasus diabetes melitus di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan pada Ny.N ditemukan data subjektif, Ny.N mengatakan sesak nafas ± 10 hari sebelum masuk rumah sakit, nyeri dada, batuk berdahak, rasa lelah, mual dan muntah. Saat dilakukan pengkajian pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan hasil TD : 160/90 mmHg, N : 88 x/menit, S : 37oC, RR : 22 x/menit, Ny.N tampak pucat, mukosa bibir kering, IMT dari Ny.N yaitu 18 kategori kurus. Setelah dilakukan tindakan keperawatan manajemen nutrisi pada implementasi H-1 didapatkan hasil Ny.N tidak memiliki alergi pada makanan maupun minuman, BB 57 kg, Ny.N tidak menghabiskan makanan karena tidak nafsu makan, pada implementasi H-2 didapatkan hasil Ny,N menghabiskan makanan hanya setengah piring saja, pada implementasi H-3 didapatkan hasil Ny.N sudah mampu menghabiskan makanannya. Evaluasi yang didapatkan yaitu S: Ny.N mengatakan makan 3x sehari dan sudah mulai menghabiskan makanannya, O: Ny.N tampak sudah tidak pucat, A: masalah defisit nutrisi teratasi, P: Hentikan intervensi(pasien rencana pulang). Dari penelitian ini bahwa adanya perubahan status nutrisi membaik, dari implementasi H-1 makanan tidak dihabiskan, nafsu makan menurun, implementasi H-2 makanan dihabiskan hanya setengah piring saja kemudian di implementasi H-3 Ny.N makanan telah dihabiskan.
Implementasi Senam Kaki pada Tn. B Terhadap Masalah Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Ruangan Seroja Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Foot Exercises in Tn. B on the Problem of Unstable Blood Glucose Levels in Diabetes Mellitus Patients in the Seroja Room At Undata Hospital, Central Sulawesi Province Nurazizah; Syaiful Tahir; Nur Febrianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4351

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit metabolic kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah (atau gula darah) yang seiring waktu menyebabkan kerusakan serius pada jantng, pembuluh darah, mata ,ginjal, dan saraf , Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitiaan deskriptif dengan pendekatan studi kasus dimana penelitian untuk mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana asuhan keperawatan pada pasien diabetes mellitus tipe II di RSUD Undata provinsi Sulawesi tengah, Hasil dari pengkajian yang dilakukan pada Pasien bernama Tn.B ditemukan data subjektif Tn. B mengatakan kaki seperti ditusuk-tusuk dan klien mengeluh kakinya terasa kebas atau kesemutan objektif Tn B tampak pucat, mukosa bibir lembab. Diagnosa keperawatan pada Tn.B yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah. setelah dilakukan terapi senam kaki di H-1 didapatkan hasil kadar gula darah 432 mg/dl. Pada H-2 ditemukan hasil kadar gula darah turun menjadi 143 mg/dl. Pada H-3 menunjukan hasil kadar gula darah normal 124 mg/dl, Analisis data dilakukan penerapan menunjukan bahwa setelah dilakukan terapi senam kaki, terjadi penurunan kadar gula darah menjadi angka normal yaitu 124 mg/dl, Dari penelitian yang didapatkan bahwa pemberian terapi senam kaki dapat menurunan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus.
Implementasi Terapi Kompres Air Hangat terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Anak dengan Masalah Hipertermi pada Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di RS Bhayangkara Palu: Implementation of Warm Water Compress Therapy to Reduce Body Temperature in Children with Hypothermic Problems in Cases of Acute Respiratory Tract Infection (ARI) at Bhayangkara Hospital, Palu Marsya Trputri Mangulu; Nur Febrianti; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i2.4352

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit saluran pernapasan bagian atas atau bawah. Biasanya menular, yang dapat menimbulkan berbagai penyakit mulai dari tanpa gejala hingga berat dan fatal, tergantung dari patogen penyebab, faktor lingkungan, dan faktor pejamu. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam penelitian ini adalah pasien anak dengan diagnosa ISPA yang berada di RS Bhayangkara Palu, sampel adalah pasien anak dengan masalah hipertermi pada kasus ISPA di RS Bhayangkara Palu. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan kepada An.R ditemukan data subyektif keluarga pasien mengatakan An.R demam ± 4 hari, batuk, flu dan sakit ketika menelan. Data objektif suhu tubuh 38,5?, SpO2 99%, Nadi 157 x permenit, RR 26 x permenit, nampak kulit kemerahan, RBC 5.57/uL, HCT 45.3 g/dl, WBC 12.70/uL, NEU 10.30%, LYM 0.63%, MON 1.61%. Diagnosa yang di temukan pada An.R yaitu Hipertermia. Setelah dilakukan terapi kompres air hangat terjadi penurunan suhu tubuh yaitu pada implementasi H-1 didapatkan hasil suhu tubuh dari 38,5? menjadi 36,9?. pada implementasi hari ke 2 ditemukan hasil suhu tubuh dari 37,7? menjadi 36,8? dan pada implemntasi hari ke 3 menunjukkan hasil suhu tubuh normal 36,6?. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa adanya penurunan suhu tubuh setelah dilakukan kompres hangat. Pada hari petama pengkajian didapatkan hasil suhu tubuh 38,5°C. Setelah dilakukan tindakan kompres hangat sampai hari ke-3, suhu tubuh menurun menjadi 36,6°C.
Implementasi Pencegahan Infeksi dengan Masalah Risiko Infeksi pada Pasien Post Operasi Apendisitis di RSUD Undata Sulawesi Tengah: Implementation of Infection Prevention with the Problem of Infection Risk in Post-Operating Appendicitis Patients at Undata Hospital, Central Sulawesi Agustian; Rosita; Nur Febrianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i3.4359

Abstract

Appendiks adalah ujung seperti jari yang kecil panjangngya kira kira 10 cm 94 inci, melekat pada sekum tepat dibawah katup ileosekal. Appendiks berisi makanan dan mengosongkan diri secara teratur ke dalam sekum. Karena pengosongannya tidak efektif dan lumennya kecil, appendiks cenderung menjadi tersumbat dan rentan terhadap infeksi.Desain studi kasus yang di gunakan merupakan studi kasus deskriptif, studi kasus deskritif adalah jenis studi yang memberikan deskritif suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk memulai penelitian untuk menggunakan teori deskritif untuk menjelaskan desain penelitian secara terperinci.Hasil pengkajian yang didapatkan pada pasien bernama Tn. A mengatakan luka post op terasa panas dan terasa nyeri berskala 3, data obyektif didapatkan luka post op tampak kemerahan, bengkak, dan Tn. A tampak sulit bergerak, TTV, TD 110/70 mmhg, SpO2 98%, Nadi 84 x permenit, RR 22 x permenit, Suhu 36 ,5 ?, Tn. A mengatakan tidak ada keluarga yeng mengidap penyakit yang sama dengan Tn. A. Diagnosa keperawatan yang didapatkan pada pasien Tn.A yaitu risiko infeksi berhubungan dengan efek prosedur invasive. Setelah diterapkannya tindakan keperawatan pencegahan infeksi pada implementasi H-1 di dapatkan luka tampak kemerahan dan bengkak dan pada implementasi H-2 di dapatkan luka tampak kemerahan dan bengkak dan pada implementasi H-3 menunjukkan hasil luka membaik dan bengkak menurun. Kesimpulan dari pengkajian yang dilakukan kepada Tn. A didapatkan implementasi selama 3 hari menunjukkan hasil luka membaik dan bengkak menurun.
Implementasi Terapi Murottal pada Pasien Lansia Diagnosa Nyeri Akut di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Murottal Therapy in Elderly Patients Diagnosed with Acute Pain at Undata Hospital, Central Sulawesi Province Azalia Nadia; Nur Febrianti; Rahma Edi Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i4.4362

Abstract

Lanjut usia adalah sekelompok manusia yang berusia 60 tahun keatas. Terapi murottal Al-Qur’an merupakan terapi religi dimana seseorang dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an selama beberapa menit atau beberapa jam sehingga memberikan dampak positif bagi tubuh seseorang. Desain studi kasus yang diterapkan yaitu study kasus deskriptif, studi kasus deskriptif merupakan jenis studi yang memberikan deskripsi kasus tertentu, dan membutuhkan penelitian untuk memulai peneliatan dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara penelitian.Penelitian ditemukan dari pengkajian yang dilakukan kepada Ny. R ditemukan data subjektif, keluhan + 3 hari demam naik turun, sakit pada seluruh badan, nyeri pada bagian kepala pasien mengatakan sakitnya hilang timbul dan berskala nyeri 7. pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan hasil TD 100/60 mmHg, SpO2 90%, Nadi 96 x permenit, RR 20 x permenit, Suhu 36,4 oC. Diagnosa yang ditemukan pada Ny.R yaitu Nyeri akut. Setelah dilakukan tindakan keperawatan terapi murottal pada implementasi H-1 Keluarga pasien mengatakan merasa nyaman ketika diberikan terapi murottal, pada implementasi H-2 Keluarga pasien mengatakan merasa nyaman ketika diberikan terapi murottal, pada implementasi H-3 Keluarga pasien mengatakan pasien sudah merasa nyaman. Kesimpulan: Evaluasi hari pertama Keluarga pasien mengatakan merasa nyaman ketika diberikan terapi murottal. Hari kedua, Keluarga pasien mengatakan merasa nyaman ketika diberikan terapi murottal. Hari ketiga, Keluarga pasien mengatakan pasien sudah merasa nyaman.
Implementasi Pemberian Terapi Musik Murotal terhadap Nyeri Akut pada Ibu Post Sectio Caesarea di Rs Bhayangkara Kota Palu Sulawesi Tengah: Implementation of Murotal Music Therapy for Acute Pain in Post Sectio Caesarea Mothers at Bhayangkara Hospital, Palu City, Central Sulawesi Yunansi Ariananda Marada; Nur Febrianti; Rosita; Buyandaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i5.4406

Abstract

Standar rata-rata operasi sectio caesarea (SC) sekitar 5-15%, data WHO global and pariental health 2011 menunjukkan 46,1% dari seluruh kelahiran melalui SC. Menurut statistik tentang 3.509 kasus SCyang di susun oleh peek dan Chamberlain. Indikasi untuk SC adalah di sponsori janin panggul 21% gawat janin 14% letak janin 10% preklamsia dan hipertensi 7% di china salah satu negara dengan SC meningkat drastis 3,4% pada tahun 1998 menjadi 39,9% pada tahun 2010 (World Health Organisation, 2019) Desain penelitian menggunakan deskriptif, desain ini adalah jenis studi kasus yang memberikan deskripsi suatu kasus tertentu, dan membutuhkan peneliti untuk menggunakan teori deskripsi yang menjelaskan tentang desain terperinci.Hasil penelitian studi kasus dari pengkajian yang di lakukan pada pasien di temukan Ny.U mengatakan nyeri pada bagian perut setelah operasi . data obyektif yang di dapatkan adalah skala nyeri 10, tampak meringis, hasil pemeriksaan fisik di dapatkan TD :110/80 mmHg, nadi :60x/menit, suhu : 36. Dengan agen pencidera fisik. Setelah di lakukan implementasi terapi musik selama 3 hari di dapatkan skala nyeri pada hari pertama 10 dan pada hari ke tiga implementasi di dapatkan hasil nyeri skala 2.Kesimpulan yang di dapatkan dari penelitian ini adalah nyeri akut pada ibu dengan kasus sectio caesarea dapat menurun dengan di berikannya terapi musik murotal selama 3 hari.