Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH WAKTU PELAPISAN ELEKTRO NIKEL-KHROM DEKORATIF TERHADAP KETEBALAN, KEKERASAN DAN KEKASARAN LAPISAN M. Yusrul Niam A; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 13, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v13i1.1752

Abstract

Elektroplating merupakan suatu proses pengendapan zat (ion - ion logam) pada suatu logam dasar (katoda) melalui proses elektrolisa. Terjadi proses pengendapan pada katoda disebabkan oleh adanya pemindahan ion - ion bermuatan listrik dari anoda dengan perantara larutan elektrolit, yang terjadi secara terus menerus pada tegangan konstan hingga akhirnya mengendap dan menempel kuat pada permukaan logam.Ppeneltian ini mengkaji bagaimana pengaruh waktu pencelupan terhadap hasil pelapisan krom terhadap ketebalan, kekerasan dan kekerasan permukaan lapisan krom pada proses elektroplating. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah alumunium batangan yang di potong dengan ukuran 5 x 3 x 0,3 cm2. Penelitian ini memvariasikan lama waktu pencelupan 30, 45 dan 60 menit kedalam larutan elektrolit. Hasil dari penelitian ini semakin lama waktu pencelupan semakin meningkat nilai keetebalan lapisan, nilai kekerasan dan nilai kekasaran permukaan alumuniumnya. Nilai maksimum ketebalan lapisan krom 28.14 µm , nilai maksimum kekerasan 176.2 VHN dan nilai maksimum kekasaran permukaan lapisan krom adalah 0.25 µm pada variasi waktu pencelupan 60 menit. Kata kunci: elektroplating, katoda, ion, ketebalan,kekerasan dan kekasaran.
ANALISIS PENGELASAN SMAW TEGANGAN DC TERHADAP KEKUATAN TARIK, KEKERASAN, FOTO MAKRO DAN MIKRO PADA STAINLESS STEEL 304 Harsono Harsono; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i1.2662

Abstract

Penggunaan kuat arus yang berbeda pada pengelasan Stainlees Stell 304 sangat berpengaruh terhadap sifat fisik dan mekanik hasil lasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh hasil foto makro, struktur mikro, mengujian tidak merusak, pengujian tarik dan juga distribusi kekerasan. Penelitian ini menggunakan bahan plat Stainless Steel 304 dengan ketebalan 8 mm. Selanjutnya spesimen dilakukan pengelasan dengan varisai kuat arus yang berbeda yaitu arus 80 A, 100 A, 120 A. Hasil pengelasan dilakukan pengamatan foto makro, mikro, uji tidak merusak, pengujian tarik dan distribusi kekerasan. Hasil pengujian foto makro menunjukkan pengelasan yang bagus dan halus terletak pada kuat arus 100 A, sedangkan kuat arus 80 A dan 120 A hasilnya rigi – rigi lasannya kasar, sedangkan hasil pengamatan struktur mikro menunjukkan hasil struktur mikro yang bagus adalah pada arus 100 A karena struktur mikronya halus dan rapat serta di dominasi struktur karbida krom. Hasil pengujian tidak merusak menunjukkan hasil semua  lasan tidak ada cacat retak dan cacat porositas. Hasil pengujian tarik yang paling tinggi adalah 434.85 MPa terletak pada arus pengelasan 100 A, sedang distribusi kekerasan yang paling tinggi adalah 90.66 HRB terletak juga pada pengelasan arus 100 A.Kata kunci: stainlees stell, arus, struktur mikro, kekerasan, kekuatan tarik.
Pengaruh Pengelasan Besi Cor FC dengan Metode Preheat dan Post Weld Heat Treatment Menggunakan Elektroda Paduan Nikel Rendah Darul Iman; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.4345

Abstract

Dalam pengelasan ada beberapa logam yang mempunyai sifat mampu lasnya kurang baik. Besi cor putih contohnya, ini tidak disarankan untuk di las karena bersifat sangat keras dan tidak mempunyai grafit melainkan hanya besi karbida. Lain halnya dengan besi cor putih, besi cor kelabu termasuk kategori logam yang dapat dilas walaupun sifat mampu lasnya rendah. Besi cor kelabu dapat dilas dengan baik apabila sebelum pengelasan diberi pemanasan mula (preheat) dan setelah pengelasan diberikan postheat atau post weld heat treatmen (PWHT) untuk memperlambat laju pendinginan maka dilakukan penelitian dari hasil pengelasan besi cor kelabu atau besi cor FC menggunakan elektroda paduan nikel rendah dengan preheat 600°C dan PWHT tujuannya adalah menemukan metode preheat dan PWHT yang baik, dari hasil penelitian didapat, semua spesimen A mengalami retakan kawah, terdapat nilai kekerasan yang kurang seragam pada spesimen A yaitu sebesar 114.75 HRB yang dimana seharusnya kekerasannya melebihi kekerasan pada HAZ spesimen B yaitu 118.75HRB .Nilai kekersan tertinggi di capai pada spesimen A pada inti las sebesar 120.5HRB Semakin lama waktu waktu PWHT akan mengurangi perubanan sudut hasil lasan dan semakin bertumbuh struktur ferit mengakibatkan berkurang nilai kekerasannya.
PENGARUH KETEBALAN KOMPOSIT MATRIK RESIN DENGAN PENGUAT KULIT ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) YANG DIANYAM TERHADAP KEMAMPUAN BALISTIK Aji Topan Asmoro; Purwanto Helmy; Respati Bondan Sri Mulyo
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v14i1.2190

Abstract

Penggunaan material komposit dengan pengisi (filler) serat alam kulit eceng gondok (EichhorniaCrassipes) berpotensi sebagai bahan teknik alternatif. Komposit mempunyai keunggulan tersendiri dibanding dengan bahan teknik alternatif lain, karena sifat komposit yang memiliki kekuatan yang bisa diatur (tailorability), memiliki kekuatan lelah (fatigue) yang baik, memiliki kekuatan jenis (strenght/weight) yang tinggi dan tahan korosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa pengaruh ketebalan komposit matrik resin dengan penguat kulit eceng gondok yang disusun anyam terhadap ketahanan balistik. Kulit serat direndam larutan NaOH 5% dan tanpa perlakuan selama 1 jam. Komposit matrik dibuat dengan pengisi kulit eceng gondok dan resin dengan perbandingan 89 % resin dan 11 % kulit eceng gondok. Variabel ketebalan yang digunakan yaitu 3 mm, 6 mm dan 10 mm. Hasil uji tarik pilinan kulit eceng gondok tanpa perendaman memiliki kekuatan tarik sebesar 2,0756 kg/mm2. dan pilinan kulit eceng gondok dengan perendaman NaOH 5% memiliki kekuatan tarik sebesar 3,5512 kg/mm2. Hasil uji balistik menunjukkan komposit dengan ketebalan 10 mm mampu menahan laju proyektil, sedangkan komposit dengan ketebalan 3 mm dapat tertembus proyektil. Dari hasil penelitian semakin tebal panel komposit maka semakin mampu menahan laju balistik.Kata kunci: Kulit eceng gondok, ketebalan komposit tahan balistik.
PENGARUH SUHU INJECTION MOULDING TERHADAP MINIMALISASI SINK MARKS PADA MATERIAL LIMBAH PLASTIK ACRYLONITRILE BUTADIENE STYRENE (ABS) Dergo Nurhadi; Helmy Purwanto; Muhammad Dzulfikar
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v16i1.3353

Abstract

Plastik merupakan bahan yang terbentuk dari produk polimerisasi sintetik. acrylonitrile butadiene styrene (ABS) merupakan salah satu jenis plastik. ABS dapat dicetak dengan berbagai proses yaitu cetak injeksi, cetak kompresi, ekstrusi, roto moulding, dan thermoforming. Proses injection moulding merupakan teknik yang sering digunakan dalam pembentukan produk berbahan plastik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisis pengaruh temperatur injeksi terhadap cacat sink marks dengan pengujian densitas, uji tarik dan uji struktur makro. Proses injection moulding dilakukan dengan variasi pemanasan menggunakan heater pada temperatur 180°C, 200°C, 220°C, 240°C dan 260°C kemudian diinjeksikan ke dalam cetakan standar ASTM D638 dengan tekanan konstan injeksi 0,68 N/mm2. Sink marks adalah cacat produk berupa penyusutan. Faktor yang mempengaruhi sink marks adalah tekanan, suhu, waktu, dan pendinginan. Hasil pembahasan penelitian ini ada pengaruh suhu injection moulding untuk memperoleh minimum sink marks pada uji densitas, uji tarik dan foto makro. Kata kunci : acrylonitrile butadiene styrene (ABS), Injection moulding, sink mars
PENGARUH WAKTU PERENDAMAN SERAT KULIT POHON WARU (Hibiscus Tiliaceus) PADA AIR LAUT TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKUATAN TARIK Agung Prasetyo; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 12, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v12i2.1634

Abstract

Serat alam merupakan bahan penguat pada komposit yang ramah lingkngan. Penguat pada komposit dipilih material dengan kekuatan tarik yang optimal. Waru (Hibiscus tiliaceus) adalah tanaman yang pada kulit batangnya yang dapat menghasilkan serat yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penguat komposit. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui pengaruh perendaman serat pohon waru pada air laut terhadap struktur mikro dan kekuatan tarik serat pohon waru. Serat direndam pada air laut pH 6 selama 0 jam, 2 jam, 4 jam dan 6 jam. Hasil pegamatan mikro menunjukkan bahwa perendaman mengakibatkan timbulnya celah antar sub serat dan semakin lama perendaman jarak antar subcelah semakin tinggi. Perendaman meningkatkan kekuatan tarik tetapi semakin lama perendaman kekuatan tarik semakin menurun. Kekuatan tarik maksimum didapat pada perendaman selama 2 jam yaitu 48,35578 kg/mm2. Kata kunci : serat pohon waru, air laut, pengamatan mikro, uji tarik
ANALISA KEAUSAN PIN-ON-DISC BESI COR DENGAN KEKASARAN PERMUKAAN BUATAN DAN ELECTROPLATING HARDCHROME Sugeng Priyono; Imam Syafa’at; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 15, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v15i2.3087

Abstract

ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN TITANIUM (Ti) TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADA PRODUKSI SEPATU KAMPAS REM DAUR ULANG BERBAHAN ALUMINIUM (Aℓ) SILIKON (Si) DENGAN METODE PENGECORAN SQUEEZE M. N. Habibiy; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1054

Abstract

Pengecoran squeeze adalah pengecoran yang dilakukan dengan memberikan pengaruh tekanan kedalam rongga cetakan pada saat pembekuan logam cair. Salah satu bahan yang sering digunakan dalam proses pengecoran adalah material aluminium (Aℓ). Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh penambahan unsur titanium (Ti) terhadap struktur mikro dan kekerasan hasil pengecoran squeeze (squeeze casting) pada aluminium (Aℓ) daur ulang sepatu kampas rem. Paduan tanpa penambahan unsur titanium (Ti), paduan dengan penambahan Ti 0,02%, 0,05% dan 0,07% dilebur pada tungku peleburan dan dituang dengan temperatur 700°C, pada cetakan yang telah dipanaskan pada temperatur 300⁰C serta diberi tekanan hidrolis sebesar 194 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan unsur Ti 0,07% memiliki porositas paling sedikit, yaitu 3,678%, harga SDAS yang paling halus, yaitu 7,30µm dan memiliki harga kekerasan paling tinggi, yaitu 51,93 HRB. Pengecoran squeeze dan penambahan unsur Ti mampu mengurangi cacat porositas, menghaluskan SDAS, serta meningkatkan kekerasan. Kata kunci: squeeze casting, SDAS, variasi penambahan unsur Titanium.
Analisis Pengaruh Arus Pengelasan GMAW Terhadap Struktur Makro, Mikro dan Sifat Mekanik Pada Material Baja Karbon ASTM A36 Bajar Sulistiyo; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 17, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v17i1.4346

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh arus pengelasan terhadap struktur makro, mikro dan sifat mekanik pada baja karbon rendah ASTM A36. Bahan diberi perlakuan pengelasan dengan variasi arus 90 Amper, 110 Amper dan 130 Amper dengan menggunakan las GMAW. Spesimen dilakukan pengujian foto makro, mikro, kekerasan, dan uji tarik. Data dari hasil pengujian makro dan mikro menunjukkan bahwa arus 90 ampere, arus 110 ampere dan arus 130 ampere sangat berpengaruh pada perubahan struktur makro dan mikro material uji. Arus pengerasan juga berpengaruh terhadap hasil pengelasan. Semakin besar arus pengelasan, kekerasan daerah las semakin tinggi. Kekerasan tertinggi dihasilkan pada daerah las dengan besar arus 130 ampere, yaitu 82, 7 HRB. Tegangan maksimum pengelasan tertinggi adalah 354,18 MPa pada arus 110 ampere, dan nilai tegangan maksimum pengelasan terendah adalah 327,21 MPa pada arus 90 ampere. Begitu pula dari nilai tegangan luluh pengelasan tertinggi adalah 298,44 MPa pada arus 110 ampere, nilai tegangan luluh pengelasan terendah adalah 252,83 MPa pada arus 130 ampere. Kata kunci : Arus, GMAW, Struktur makro dan mikro, Kekerasan, Tegangan.
ANALISIS KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR KOMPOSIT BERPENGUAT SERAT ALAM SEBAGAI BAHAN ALTERNATIVE PENGGANTI SERAT KACA UNTUK PEMBUATAN DASHBOARD Irwanto Irwanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
JURNAL ILMIAH MOMENTUM Vol 10, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36499/jim.v10i2.1059

Abstract

Inovasi dalam bidang material komposit menuntut terciptanya material yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya yaitu dengan pemanfaatan serat alam sebagai alternative pengganti serat kaca. Dalam penelitian ini variasi yang dilakukan adalah serat kelapa, serat pisang, dan serat padi. Proses pembuatan komposit dilakukan dengan sebelumnya proses alkalisasi dengan NAOH 5%, dengan metode hand lay up, fraksi volume dengan perbandingan 80% serat dan 20% polimer, cetakan menggunakan standart ASTM D 638. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dengan pengulangan sebanyak 3 kali. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan tarik tertinggi komposit serat alam didapat dari serat kelapa sebesar 60,18 kg/cm2, serat pelepah pisang sebesar 50,07 kg/cm2, dan serat sekam padi sebesar 34,91 kg/cm2. Sedangkan untuk komposit fiber glass yang diambil dari dashboard adalah 69,87 kg/cm2.NIlai regangan berbanding lurus dengan tegangan. Modulus elastisitas tertingggi didapat pada komposit serat padi dengan nilai 3,4 x 103 kg/cm2 Dari variasi komposit serat alam yang dapat dijadikan alternatif pengganti serat kaca adalah komposit serat kelapa dengan nilai kekuatan tarik tertinggi sebesar 60,18 kg/cm2. Kata Kunci: Komposit, Serat Alam, Pengujian Tarik
Co-Authors . Suyitno Abdul Latif Abdul Wahid, Muhammad Agus Suprapto Agus Suprapto AHMAD ADIB Ahmad Adib Aji Topan Asmoro Ananto, Reza Ardian Andika Dwi Putra Anindito Purnowidodo Anindito Purnowidodo Anjis Ahmad Soleh Anwar, Mohammad Zainul Artisa Endar Kurniawan Assyifa Khairunnisa Aufa Fahmazida Bajar Sulistiyo Bayu Fredo Wicaksono Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darul Iman Dergo Nurhadi Diah Ayu Lestari Dwi Setyo Agus Dwi Setyo Agus Prakoso Eka nur Khalish, Yahdi Erika Febiana Lasifa Habibul Mujtabah Hadi Nasbey Harsono Harsono Hawari, Rizal Ihsan Fauzi Ilham Fakhrudin Imam Syafaat Indah Hartati Irvan Sovian Irwan Hardiansyah Kosasi Irwanto Irwanto Jaenal Arifin Jamhari Jamhari Kuat Hasan Lutfi Aris Sasongko Luthfiyah Harum Pratiwi M. N. Habibiy M. Yusrul Niam A Mahendra, Isa Meta Liftyastuti Miftah Azizi Miftakhul Huda Miharja Awan Jaya Mochamat Sobirin Moh Hendri Priyono Mohamad Lasno Mufidin, Wahid Muh. Aris Yahya, Muh. Aris Muhamad Hafid Falihurrozan Muhammad Dzulfikar Muhammad Ilhammudin Muhammad Rafi Najib Muhammad Syaiful Nurkholiq Mujiyono Mujiyono Mulyonorejo - Musa Assegaff Mustagfirin Nesia Ursulla Endarhadi Ngatmin Ngatmin Nugroho, Agung Nur Kholis Nur Kholis Nur Kholis Nyoto Lestari Pangestu, Wahyu Adi Parwening Sabdo Hermawan Prawibowo, Hartanto Prio Tri Iswanto Pungkas Prayitno Rahmatulloh, Salim Renan Subantoro Reza Ardian Ananto Rifky Ismail Rita Dwi Ratnani Rudy Soenoko Rudy Soenoko Rusman Rusman Saiful Amin SM Bondan Respati SM Bondan Respati Sri M. Bondan Respati Sri M. Bondan Respati Sri Mulyo Bondan Respati Sugeng Prasojo Sugeng Priyono Sugiarto Sugiarto Sumidi Sumidi Suntari Suntari Suwardiyono Suwardiyono Ulin Nuha Wahid, Muhammad Abdul Wahyu Kheren Sabyantoro Wicaksono, Burhanuddin Yudhi Purnama Zainal Abidin