Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA PENGARUH KUAT ARUS TERHADAP STRUKTUR MIKRO, KEKERASAN, KEKUATAN TARIK PADA BAJA KARBON RENDAH DENGAN LAS SMAW MENGGUNAKAN JENIS ELEKTRODA E7016 Anjis Ahmad Soleh; Helmy Purwanto; Imam Syafa’at
CENDEKIA EKSAKTA Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v1i2.1721

Abstract

Pengelasan merupakan bagian yang tidak dipisahkan dari pertumbuhan industri karena memegang peranan utama dalam rekayasa, kontruksi danreparasiproduksi logam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuistruktur mikro, kekerasan dan kekuatan tarik plat baja St 41 kekebalan 10 mm yang dibuat kampuh V dan dilas dengan arus 100, 120 dan 140 A dengan las SMAW menggunakan elektroda E7016. Hasil pengamatan mikro memperlihatkan struktur ferit dan perlit pada logam induk. Pengamatan pada daerah las dan HAZ memperlihatkan bahwa penambahan arus pengelasan terlihat bahwa perubahan struktur mikro terutama terjadi pada HAZ dan daerah las. Terbentuknya butir yang besar pada HAZ menjadikan daerah ini memiliki kekerasan yang lebih rendah dibandingkan dengan daerah las. Struktur mikro daerah las terdiri dari struktur widmanstatten yang kasar dan daerah las merupakan daerah yang paling keras dan getas. Hasil pengujian tarik menunjukkan daerah putus terjadi pada HAZ, semakin tinggi temperatur kekuatan tarik semakin besar.Kata Kunci : arus listrik pengelasan, struktur mikro, kekerasan dan kekuatan tarik
ANALISIS PENGARUH TEMPERING MENGGUNAKAN PEMANAS INDUKSI PASCA QUENCHING DENGAN MEDIA OLI PADA BAJA AISI 1045 TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN NILAI KEKERASAN SEBAGAI MATERIAL PENGGANTI PIN TRACK LINK BULLDOZER Muhammad Dzulfikar; Helmy Purwanto; Dwi Setyo Agus
CENDEKIA EKSAKTA Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v3i1.2140

Abstract

Pemanas induksi adalah proses pemanasan obyek menggunakan metode induksi elektromagnetik, dimana arus yang menyebabkan pemanasan pada logam itu sendiri. Pemanas induksi dapat digunakan dalam berbagai fungsi antara lain pengerasan permukaan. Misalnya roda gigi tranmisi, carrier roller, pin, komponen yang saling bergesekan akan mengakibatkan keausan. Salah satu cara untuk mengurangi keausan adalah meningkatkan kekerasan permukan sehingga material semakin keras tetapi tidak getas. Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui kekerasan, struktur mikro dari pin track link bulldozer dan untuk mengetahui pengaruh temperatur tempering pasca quenching dengan media oli pada baja AISI 1045 terhadap struktur mikro dan kekerasan menggunakan mesin pemanas induksi dengan variasi temperatur quenching dan tempering. Hasil pengujian pin track link memperlihatkan bahwa nilai kekerasan rata-rata dan permukaan kekerasan inti 28 HRC dan struktur mikro memperlihatkan pada bagian tepi martensite dan bagian dalam ferrite dan pearlite. Sedangkan pada baja AISI 1045 kekerasan maksimum setelah mengalami proses quenching adalah 54,6 HRC dan setelah proses tempering mengalami penurunan yaitu sebesar 49 HRC dan nilai kekerasan inti 26,1 HRC, struktur mikro memperlihatkan martensite dibagian tepi spesimen, dan ferrite-pearlite pada tengah spesimen. Kata kunci: pengerasan permukaan, kekerasan, dan struktur mikro.
PENGARUH ALKALISASI TERHADAP KOMPATIBILITAS SERAT SABUT KELAPA ( Cocos Nucifera ) DENGAN MATRIKS POLYESTER Sugeng Prasojo; SM Bondan Respati; Helmy Purwanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v2i2.2082

Abstract

Teknologi ramah lingkungan semakin serius dikembangkan oleh negara-negara di dunia saat ini, salah satunya adalah teknologi komposit dengan material serat alam (Natural Fiber). Serat sabut kelapa  adalah salah satu serat alam yang mulai marak digunakan dalam pembuatan komposit,. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh alkalisasi NaOH terhadap kekuatan tarik serat tunggal dan topografi permukaan serat. Pengujian pull-out juga dilakukan untuk mengetahui tegangan geser serat dengan matriks resin polyester. Serat sabut kelapa yang telah dipisahkan dari tempurung direndam kedalam larutan NaOH selama 2 jam dengan variasi konsentrasi NaOH yaitu tanpa perendaman, 2% NaOH, 5%NaOH dan 8% NaOH. Hasil yang diperoleh dari uji tarik serat tunggal menunjukkan bahwa dengan fraksi berat 5% NaOH perendaman selama 2 jam kekuatan tarik optimal sebesar 94,07 MPa, hal ini juga terbukti dari hasil foto mikro penampang patahan serat jenis ductile and stake socket. Sedangkan kekuatan tarik serat tanpa perlakuan, 2% NaOH dan 8% NaOH berturut-turut adalah 34,33 MPa, 72,09 MPa dan 63,14 MPa. Kemudian pada pengujian pull out nilai tegangan geser tertinggi sebesar 3,57 MPa lebih tinggi dibanding tanpa perlakuan dan konsentrasi 2%, dan 8%NaOH yaitu sebesar 1,4 MPa, 1,7 MPa dan 1,74 MPa. Dari hasil penelitian yang dilakukan, serat sabut kelapa memiliki kompatibilitas yang baik dengan resin polyester setelah dilakukan perlakuan alkali NaOH. Kata kunci: Alkalisasi, Serat sabut kelapa, Uji tarik serat tunggal, Uji pull-out, Kompatibilitas 
KETAHANAN KOMPOSIT RESIN-AYAMAN KULIT ECENG GONDOK (eichhornia crassipes) PADA DIMENSI UJUNG PELURU YANG BERBEDA Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto; Kuat Hasan
CENDEKIA EKSAKTA Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v5i1.3316

Abstract

Eceng gondok (eichhornia crassipes) merupakan tanaman sebagai gulma air yang pertumbuhannya sulit terkendali yang dapat hidup mengapung pada sungai, rawa, danau serta kolam.Salah satu alternatif yang mulai dilakukan adalah memanfaatkan serat alam sebagai pengganti serat sintetis yang telah banyak digunakan sebelumnya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa karakteristik fisik dan kekuatan tarik kulit eceng gondok serta pengaruh perbedaan bentuk ujung peluru terhadap dampak balistik pada komposit kulit eceng gondokyang dianyam dengan matrik resin.Komposit kulit eceng gondok untuk uji balistik dibuat dengan metode anyaman dengan fraksi volumeperbandingan 11% dari kulit eceng gondok dan 89% resin.Uji balistik menggunakan peluru berkaliber 4,5 mm dengan jenis peluru ujung lancip, peluru ujung bulat, peluru ujung berlubang dan peluru ujung datar.Dampak uji balistik dengan melakukan pengukuran pada radius retakan panel, deformasi peluru dan kedalaman kawah.Hasil pengujian menunjukkan bahwa radius retakan bagian depan panel komposit yang terbesar menggunakan jenis peluru dataradalah 3,48 mm sedangkan radius retakan bagian belakang yang terbesar menggunakan peluru lancipyaitu 18,09 mm. Hasil deformasi peluru yang terbesar pada peluru datar sebesar 73,44% dan kedalaman kawah panel komposit yang terdalam menggunakan peluru lancip yaitu 1,83 mm. Kata kunci: Eceng gondok, Komposit, Jenis peluru, Dampak balistik.
TEGANGAN GESER PADA PERMUKAAN SERAT DAUN LIDAH MERTUA (SANSEVIERIA TRIFASCIATA) YANG DIPERLAKUAN PEREBUSAN LARUTAN KUNYIT KUNING (CURCUMA LONGA) DENGAN RESIN POLYESTER Habibul Mujtabah; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v4i1.2675

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perebusan lidah mertua pada larutan kunyit terhadap kekuatan tarik serat, foto mikro, dan mengetahui lama perebusan perebusan serat lidah mertua terhadap kompabilitas resin polyester. Dalam penelitian ini serat lidah mertua di rebus dengan larutan kunyit dengan variasi watu tanpa perlakuan, 90 menit, tanpa larutan kunyit, 30, 60, 90, 120 menit menggunakan air kunyit. Sehingga didaptkan hasil dari penelitian ini adalah permukaan antar sub serat serat lidah mertua semakin terlihat dan diameter membesar pada perebusan dengan air biasa, dan pada saat di resbus dengan larutan kunyit. Dan juga didapatkan hasil dari uji tarik serat tanaman lidah mertua dengan perebusan tanpa perlakuan, 90 menit air biasa, 30 menit, 60 menit. 90 menit, 120 menit, menggunakan larutan kunyit sebesar yaitu, 15,3 Kgf/mm2; 130,3  Kgf/mm2; 1,30 Kgf/mm2; 20,7 Kgf/mm2; 25,7 Kgf/mm2; 20,6 Kgf/mm2. Memiliki nilai regangan pada proses perebusan 3,6%; 90 menit air biasa 4,4 %, dan untuk serat yang direbus dengan larutan kunyit dengan waktu 30 menit 3,5%; 60 menit 4,4%; 90 menit 2,9% dan 120 menit 17,2%. Dan pada uji geser didapatkan nilai tegangan geser tertinggi 1,66 Kgf/mm2, dan terendah adalah 1,04 Kgf/mm2. Serat dengan perebusan air kunyit memiliki nilai tegangan geser yang lebih tinggi dibandingkan dengan perebusan air biasa. Dari hasil penelitian semakin lama perebusan, akan menurunkan kekuatan tarik, ini dikarenakan rusaknya permukaan serat. Dan semakin lama perebusan akan membuat tegangan geser semakin besar yang di sebakan kandungan minyak astiri yang menempel pada serat. Kata kunci: serat lidah mertua, tegangan tarik, regangan, tegangan geser
KOMPATIBILITAS SERAT DAUN PANDAN DURI (Pandanus Tectorius) PADA PERLAKUAN PERENDAMAN NaOH 5%, 10%, DAN 15% DENGAN RESIN POLYESTER Reza Ardian Ananto; Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto
CENDEKIA EKSAKTA Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.3194/ce.v4i2.3049

Abstract

ABSTRAK Serat (fiber) adalah suatu jenis bahan berupa potongan-potongan komponen yang membentuk jaringan memanjang yang utuh.Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa foto mikro dari permukaan serat, kekuatan tarik serat dan tegangan geser serat daun pandan duridengan perendaman menggunakanlarutan NaOH. Serat direndam pada larutan NaOH dengan variasi 0, 5%, 10%, dan 15%selama 2 jam. Hasil penelitian memperlihatkanpermukaan serat daun pandan duri semakin terlihat dan diameter semakin mengeciltetapi jika perendaman dengan menggunkan kadar NaOH semakin banyak membuat diameternya membesar. Hasil dari uji tarik serat daun pandan duri dengan serat tanpa rendaman dan serat yang direndam dengan NaOH 5%, 10%, dan 15% memiliki kekuatan tariksebesar yaitu 6,33 MPa, 9,69 MPa, 34,09 MPa, dan 2,33 MPa.Sedangkan tegangan geser serat tanpa perlakuan dan serat yang direndam dengan larutan NaOH 5%, 10%, dan 15% yaitu 0,69 MPa, larutan NaOH 5% yaitu 1,08 MPa, larutan NaOH 10% yaitu 1,09 MPa, dan larutan NaOH 15% yaitu 1,00 MPa.Dari hasil penelitian semakin banyak kadar NaOH akan membuat permukaan serat menjadi kasar yang mengakibatkan kekuatan tariknya menurun. Kata kunci: serat daun pandan duri, NaOH, kekuatan tarik, tegangan geser
PENINGKATAN MUTU PROSES PRODUKSI KOPI BUBUK BAGI MASYARAKAT KLASTER KOPI DI DESA GAJAH KUMPUL KECAMATAN BATANGAN PATI Indah Riwayati; Suwardiyono Suwardiyono; Helmy Purwanto
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v1i1.1637

Abstract

Kabupaten Pati memiliki potensi produk kopi yang cukup baik. Pengolahan biji kopi menjadi kopi bubuk dilakukan secara berkelompok dalam  suatu klaster kopi. Beberapa klaster kopi ada di desa Gajah kumpul Kecamatan Batangan. Dalam proses produksi klaster (mitra) menghadapi permasalahan yaitu: 1. Proses produksi yang tidak efisien, karena penggunaan alat produksi (penggiling dan sangrai biji kopi) yang mengharuskan proses berulang-ulang sehingga tidak hemat energi dan waktu, 2. Ketidaktahuan mengenai cara pengemasan yang baik produk mereka, 3. Memerlukan tambahan pengetahuan dan ketrampilan mengnai Good manufacturing practice (GMP) untuk produk kopi bubuk, 4. Kurangnya wawasan mengenai manajemen usaha kecil, 5. Ketidaktahuan mengenai prosedur memperoleh ijin edar produk dari Dinas kesehatan. Dari permasalahan tersebut ditawarkan solusi kepada mitra berupa : Perbaikan proses Alat penggiling dan sangrai biji kopi menjadi kopi bubuk, Pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP) produk makanan, Pelatihan tentang pengemasan produk  makanan, Pelatihan Manajemen Usaha kecil, Pelatihan prosedur perijinan produk UKM dan sertifikasi halal. Solusi yang telah dilakukan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapi mitra sehingga mitra dapat lebih mengembangkan usahanya. Kata kunci: kopi,penggiling, sangrai, pengemasan 
Tensile Strength and Density Evaluation of Composites from Waste Cotton Fabrics and High-Density Polyethylene (HDPE): Contributions to the Composite Industry and a Cleaner Environment Sri Mulyo Bondan Respati; Helmy Purwanto; Ilham Fakhrudin; Pungkas Prayitno
Mechanical Engineering for Society and Industry Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.392 KB) | DOI: 10.31603/mesi.5252

Abstract

The growth of the textile industry and the massive use of plastic-based materials create economic growth, but it produces waste from post-use, such as clothing waste from cotton fabrics and HDPE that can be recycled and combined as composite materials. Therefore, an experiment was carried out to investigate and analyze the effect of the fiber volume fraction of waste cotton fabric (1.5%, 3.5%, 4.5%, 6%, and 7.5%) with straight fiber arrangement on the tensile strength and density. From the test results, a tensile strength of 178.4 MPa and 182.6 MPa was obtained for yield and max stress, respectively at a fiber volume fraction of 7.5%. Meanwhile, the highest density of 0.95 g/cm3 was obtained at 1.5% fiber volume fraction. The fracture macroscopic view of the specimen shows a resilience fracture (uneven and appears stringy). Although the strength of this composite cannot yet compete with the new composite material, it has a decent environmental contribution. Considering the availability of waste cotton fabrics and HDPE, it promises to be produced as a low-strength composite for construction, ornamentation, or coatings.
Effect of Electrode Diameter and Current on Dissimilar Metal Welding (Stainless Steel - Galvanized Steel) in Bus Body Construction: Microstructure and Properties Evaluation Suntari Suntari; Helmy Purwanto; Sri Mulyo Bondan Respati; Sugiarto Sugiarto; Zainal Abidin
Automotive Experiences Vol 5 No 3 (2022)
Publisher : Automotive Laboratory of Universitas Muhammadiyah Magelang in collaboration with Association of Indonesian Vocational Educators (AIVE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ae.7094

Abstract

This study evaluates the macrostructure, microstructure, hardness, and tensile strength in dissimilar metal welding applied to bus body construction. The process involved joining hollow stainless steel and galvanized steel at the dimensions of 80 x 40 x 3.2 mm through Gas Metal Arc Welding (GMAW). The current was varied at 90, 100, and 110 A while ER70S-6 electrodes with diameters of 0.8 and 1.0 mm were used. The results showed that electrode diameter and welding current affect the capping area, penetration depth, and hardness. Moreover, the formation of the widmasatten ferrite phase was increased and the coarse grain boundaries in the weld zone were detected. It was also observed that an increase in the diameter of the electrode and the welding current which indicates an increment in the heat reduced the rate of solidification and cooling. The average tensile strength for all the samples investigated was found to be lower than the value for the base metal. Therefore, further research is recommended to improve the tensile strength.
TEKNOLOGI PENGOLAH HASIL PERTANIAN Helmy Purwanto
MEDIAGRO Vol 5, No 1 (2009)
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.119 KB) | DOI: 10.31942/mediagro.v5i1.891

Abstract

Visi pertanian memasuki abad 21 adalah pertanian modern, tangguh dan efisien. Untuk mewujudkan visi pertanian tersebut, misi pembangunan pertanian adalah memberdayakan petani menuju suatu masyarakat tani yang mandiri, maju, sejahtera dan berkeadilan.  Pengolahan  hasil pertanian dapat  berupa  pengolahan  sederhana seperti  pembersihan,  pemilihan  (grading),  pengepakan  atau  dapat  pula  berupa pegolahan  yang  lebih  canggih,  seperti  penggilingan  (milling),  penepungan (powdering),  ekstraksi  dan  penyulingan  (extraction),  penggorengan  (roasting), pemintalan  (spinning),  pengalengan  (canning)  dan  proses  pabrikasi  lainnya
Co-Authors . Suyitno Abdul Latif Abdul Wahid, Muhammad Agus Suprapto Ahmad Adib AHMAD ADIB Aji Topan Asmoro Ananto, Reza Ardian Andika Dwi Putra Anindito Purnowidodo Anindito Purnowidodo Anjis Ahmad Soleh Anwar, Mohammad Zainul Artisa Endar Kurniawan Assyifa Khairunnisa Aufa Fahmazida Bajar Sulistiyo Bayu Fredo Wicaksono Darmanto Darmanto Darmanto Darmanto Darul Iman Dergo Nurhadi Diah Ayu Lestari Dwi Setyo Agus Dwi Setyo Agus Prakoso Eka nur Khalish, Yahdi Erika Febiana Lasifa Habibul Mujtabah Hadi Nasbey Harsono Harsono Hawari, Rizal Ihsan Fauzi Ilham Fakhrudin Imam Syafaat Indah Hartati Irvan Sovian Irwan Hardiansyah Kosasi Irwanto Irwanto Jaenal Arifin Jamhari Jamhari Kuat Hasan Lutfi Aris Sasongko Luthfiyah Harum Pratiwi M. N. Habibiy M. Yusrul Niam A Mahendra, Isa Meta Liftyastuti Miftah Azizi Miftakhul Huda Miharja Awan Jaya Mochamat Sobirin Moh Hendri Priyono Mohamad Lasno Mufidin, Wahid Muh. Aris Yahya, Muh. Aris Muhamad Hafid Falihurrozan Muhammad Dzulfikar Muhammad Ilhammudin Muhammad Rafi Najib Muhammad Syaiful Nurkholiq Mujiyono Mujiyono Mulyonorejo - Musa Assegaff Mustagfirin Nesia Ursulla Endarhadi Ngatmin Ngatmin Nugroho, Agung Nur Kholis Nur Kholis Nur Kholis Nyoto Lestari Pangestu, Wahyu Adi Parwening Sabdo Hermawan Prawibowo, Hartanto Prio Tri Iswanto Pungkas Prayitno Rahmatulloh, Salim Renan Subantoro Reza Ardian Ananto Rifky Ismail Rita Dwi Ratnani Rudy Soenoko Rudy Soenoko Rusman Rusman Saiful Amin SM Bondan Respati SM Bondan Respati Sri M. Bondan Respati Sri M. Bondan Respati Sri Mulyo Bondan Respati Sugeng Prasojo Sugeng Priyono Sugiarto Sugiarto Sumidi Sumidi Suntari Suntari Suwardiyono Suwardiyono Ulin Nuha Wahid, Muhammad Abdul Wahyu Kheren Sabyantoro Wicaksono, Burhanuddin Yudhi Purnama Zainal Abidin