Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pendampingan Praktik Mengajar Mahasiswa FKIP sebagai Upaya Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran di Madrasah Aliyah Ulumuddin Azhari, Teuku; Juwita Sahputri; Rasyimah; Idaryani
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v4i1.25289

Abstract

This community service program is entitled Mentoring of FKIP Student Teaching Practices as an Effort to Improve the Quality of the Learning Process at MA Ulumuddin. The goal is to strengthen the pedagogic competence of prospective teacher students and improve the quality of the learning process at partner schools. The implementation method is in the form of intensive assistance during Field Experience Practice (PPL) for 5 FKIP students at MA Ulumuddin, from September to December 2025. The mentoring model combines remote consultations via mobile phones, classroom monitoring visits, and rubric-based assessments. The results of the evaluation showed a significant improvement in student competence in preparing lesson plans, implementing interactive teaching strategies, managing classes, and conducting assessments. On the other hand, partner schools benefit in the form of refreshing pedagogical practices in the classroom. This program proves the effectiveness of the university-school partnership model that has a dual impact, namely preparing competent teacher candidates and at the same time contributing to improving the quality of education at the school level. For this reason, replication and institutionalization of this model are highly recommended for sustainability.
Pengaruh Media Audiovisual Tentang Personal Hygiene Terhadap Pencegahan Demam Tifoid Pada Siswa SMK Negeri 1 Bireuen Tahun 2023 Shafira Salsabila; Juwita Sahputri; Vera Novalia
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 1 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i1.4413

Abstract

Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada sistem pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dan menjadi penyakit menular global. Demam tifoid menempati urutan ke-2 dari 10 penyakit terbanyak pasien rawat inap di Indonesia dan menempati prevalensi tertinggi di Provinsi Aceh. Demam tifoid ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri Salmonella typhi melalui kontak langsung dengan feses, urine atau sekret penderita sehingga hygiene sanitasi merupakan faktor utama penularan. Penderita demam tifoid lebih banyak terjadi pada usia remaja, sehingga diperlukan pembelajaran seperti promosi kesehatan menggunakan media audiovisual karena media tersebut dapat memadukan unsur gambar dan suara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh media audiovisual mengenai pengetahuan tentang personal hygiene terhadap pencegahan demam tifoid pada siswa SMK Negeri 1 Bireuen. Penelitian ini melibatkan 191 siswa dengan jenis penelitian quasi eksperimen menggunakan rancangan one group pre-test post-test design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 96.3% di kategori baik setelah penayangan media audiovisual diberikan. Penggunaan media audiovisual berpengaruh terhadap pengetahuan berdasarkan uji Wilcoxon dengan p sebesar 0,000. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh media audiovisual mengenai pengetahuan tentang personal hygiene terhadap pencegahan demam tifoid pada siswa SMK Negeri 1 Bireuen. 
Hubungan antara Pemberian Edukasi Insulin terhadap Kontrol Glikemik Pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Cut Meutia: The Relationship Between Insulin Education and Glycemic Control in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus at Cut Meutia General Hospital Syahla Faizasha; Maulina Debbyousha; Juwita Sahputri
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10371

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronik yang terjadi ketika pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup, atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif menggunakan insulin yang dihasilkannya. Penatalaksanaan diabetes melitus salah satunya adalah dengan menggunakan insulin. Penyuntikan insulin yang tidak tepat dapat mempengaruhi kontrol glikemik pasien diabetes melitus tipe 2, oleh karena itu edukasi penting untuk diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara pemberian edukasi insulin terhadap kontrol glikemik pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di RSU Cut Meutia. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan one group pre test dan post test design. Hasil penelitian ini didapatkan karakteristik responden mayoritas berumur 46-55 tahun, berjenis kelamin perempuan, bekerja sebagai ibu rumah tangga, memiliki tingkat pendidikan menengah dengan lama menderita diabetes melitus mayoritas ? 5 tahun, dan jenis insulin yang digunakan mayoritas adalah insulin basal long acting. Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pengguna insulin setelah edukasi yaitu dalam kategori baik dan mayoritas kontrol glikemik pasien berada pada kontrol glikemik yang tidak terkontrol. Bedasarkan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan pengetahuan sebelum diberikan edukasi, dengan kontrol glikemik adalah p value = 0,147 (>0,05), dan hubungan pengetahuan setelah diberikan edukasi, dengan kontrol glikemik adalah p value = 0,112 (>0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara pemberian edukasi insulin terhadap kontrol glikemik pasien dengan diabetes melitus tipe 2 di RSU Cut Meutia.
Perbandingan Tingkat Pengetahuan Pencegahan Toksoplasmosis Pada Wanita Usia Subur di Kota Lhokseumawe Abub Luthfi; Juwita Sahputri; Rizka Sofia
Vitamin : Jurnal ilmu Kesehatan Umum Vol. 4 No. 1 (2026): January : Jurnal ilmu Kesehatan Umum
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/vitamin.v4i1.2041

Abstract

Toxoplasmosis is a disease transmitted from animals to humans, caused by the protozoan parasiteToxoplasma gondii. The Toxoplasma gondii parasite has infected more than 60% of the world's population and2-51% in Indonesia. Women of childbearing age (15-45 years) are one of the risk groups for the transmission of infection by the Toxoplasma gondii parasite. A person's knowledge is influenced by various factors such as level of education, information, environment and culture. The purpose of this study was to compare the level of knowledge on prevention of toxoplasmosis in women of childbearing age in Lhokseumawe City. This research is a type of descriptive analytic research with a cross-sectional time approach. Samples were taken using a purposive sampling technique from women of childbearing age in Uteunkot Village and Kuala Meuraksa Village. The sample size was determined using the Snedecor & Cochran formula and the minimum sample size was 62 respondents in Uteunkot Village and 62 respondents in Kuala Meuraksa Village. The results of this study indicate that the majority of respondents in Uteunkot Village have a less knowledge level of 43.5% and the majority of respondents in Kuala Meuraksa Village also have a less knowledge level of 85.5%. Data analysis used the Mann-Whitney test. The results of statistical analysis showed a p value <0.05. The conclusion of this study is that there are differences in knowledge of toxoplasmosis prevention in women of childbearing age in rural villages and urban villages.
KEGIATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF PENYEBARAN COVID-19 PADA SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) CINTA MANDIRI, KOTA LHOKSUMAWE Teuku Ilhami Surya Akbar; Juwita Sahputri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tatanan kehidupan baru “new normal” menjadi strategi pemerintah Indonesia guna mengatasi kesulitan ekonomi saat ini. Super market yang awalnya ditutup sudah mulai dibuka, tempat ibadah yang sempat ditutup juga mulai dibuka, dan sekolah yang dulunya sistem pembelajaran dilaksanakan dirumah secara daring (online) perlahan di longgarkan. Sekolah luar biasa (SLB) merupakan suatu sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah ini terkadang tidak tersentuh oleh pemerintah untuk pemberian edukasi dan persiapan guna menghadapi tatanan kehidupan baru.  Pelonggaran atau pemberlakuan tatanan kehidupan baru ini berdampak bila tidak dilakukan strategi yang baik terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 pada sekolah khusnya SLB. Tujuan kegiatan ini untuk mencegah munculnya cluster baru, penyebaran COVID-19 di SLB Cinta Mandiri dan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan dalam menghadapi COVID-19 dan tatanan kehidupan baru (New Normal). Metode penyelesaian permasalahan dengan pemberian edukasi, persiapan protokol kesehatan mengenai cara pencegahan penyebaran Covid-19, penerapan standar protokol WHO dan menginisiasi tersedianya sarana dan prasarana kesehatan berupa alat pemeriksaan suhu, jarak minimal 1 meter, pemakai masker dan tempat mencuci tangan. Hasil dan luaran dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya pemahaman terkait pencegahan penyebaran Covid-19 , tersedianya protokol kesehatan dan adanya sarana-prasarana penunjang pelayanan kesehatan yang digunakan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 pada peserta didik SLB.Kata Kunci : Covid-19,tatanan kehidupan baru, protokol Covid-19 Background: The new "new normal" life order is the Indonesian government's strategy to overcome the current economic difficulties. Super markets that were originally closed have begun to open, places of worship that were closed have also begun to open, and schools that used to be home-based learning systems (online) are slowly being relaxed. Special school (SLB) is a school for children with special needs. This school is sometimes not touched by the government for providing education and preparation to face the new order of life. The easing or implementation of this new life order will have an impact if a good strategy is not implemented to prevent the spread of Covid-19 in schools, especially SLB. The purpose of this activity is to prevent the emergence of new clusters, the spread of COVID-19 at the Cinta Mandiri Special School and to increase understanding, vigilance in dealing with COVID-19 and the new order of life (New Normal). The method of solving problems is by providing education, preparing health protocols on how to prevent the spread of Covid-19, implementing the WHO protocol standard and initiating the availability of health facilities and infrastructure in the form of temperature checks, a minimum distance of 1 meter, wearing masks and washing hands. The results and outputs of this service activity are an understanding of preventing the spread of Covid-19, the availability of health protocols and the existence of supporting facilities for health services used to prevent the spread of Covid-19 in SLB students.Keywords: Covid-19, new order of life, Covid-19 protocolÂ