Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Overcoming Numeracy Difficulties in MI Students: Educational Solutions to Improve National Assessment Outcomes Kurniawan, Sugeng; Andryadi, Andryadi; Carli Wiseza, Fitria; Yulatas, M. Ali Yulatas
PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY Vol 1, No 1 (2023): First International Conference on Education, Society and Humanity
Publisher : PROCEEDING OF INTERNATIONAL CONFERENCE ON EDUCATION, SOCIETY AND HUMANITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study focuses on students' difficulties in learning numeracy at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Alam Ya Bunayya Bungo. The main problem identified was the low ability of students to solve complex numeracy problems, which involved an understanding of in-depth mathematical concepts, procedural steps, and problem-solving skills. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data was collected through in-depth interviews with students, teachers, and parents, participatory observation during classroom learning, as well as analysis of documentation, such as lesson plans and student work outcomes. Data analysis is carried out through three main stages, namely reduction, presentation, and data verification. The results showed that students' difficulties were caused by limited understanding of basic mathematics, less interactive teaching methods, and low support from families at home. Teachers tend to use traditional teaching methods that only emphasize memorization and mechanical procedures. On the other hand, students who were actively involved with visual aids, such as pictures and concrete objects, showed a better understanding of numeracy problems. Family support was also found to have a significant influence on students' motivation and confidence in learning. The implication of this study is the importance of adopting teaching methods based on direct experience and the use of visual aids in numeracy learning. In addition, synergy between teachers, schools, and parents needs to be improved to support students' academic success holistically. This study provides strategic recommendations for teachers and education policy makers to overcome gaps in numeracy learning
Student Performance in Field Experience Program and Educational Institution Satisfaction Novita, Mona; Solihin, Muhammad; Istikomah, Istikomah; Kurniawan, Sugeng; Umatin, Ana Rosyidatu
JURNAL AL-TANZIM Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.553 KB) | DOI: 10.33650/al-tanzim.v6i2.3453

Abstract

The purpose of the study was to describe the level of satisfaction of partner schools with the performance of PPLK II IAI Yasni Bungo students. The study used a quantitative approach with a descriptive survey method. The form of the survey implementation in this study used a questionnaire. Questionnaires were given to the population, namely partner schools that were appointed and selected by the IAI Yasni Bungo campus in the implementation of the PPLK II program, which was chosen by random sampling, namely six schools that were accredited B and represented regional regions for Bungo and Tebo regencies and represented each level of education program. Data collection techniques using questionnaires, interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through stages; 1) descriptive statistical analysis, 2) testing requirements analysis, and 3) hypothesis testing. The research findings show that the satisfaction of partner schools with the performance of IAI Yasni Bungo students in implementing the PPLK II program is in the "Satisfactory" category.
PERAN ORANG TUA MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SDN 202/II SIMPANG TEBAT Rodhiyah; Seprina, Seprina Anjelika; Marsya Khainurrisma; Sugeng Kurniawan; Bella Selvina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan minat baca siswa di SDN 202/II Simpang Tebat, Kecamatan Muko Bathin, Kabupaten Bungo. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak dalam membentuk kebiasaan literasi sejak dini. Berdasarkan kondisi nyata di sekolah tersebut, ditemukan bahwa minat baca siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh tingginya penggunaan gawai, minimnya pemanfaatan fasilitas pojok baca, serta kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung aktivitas membaca anak di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap orang tua siswa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting sebagai motivator, fasilitator, pendamping, dan teladan dalam menumbuhkan minat baca siswa. Orang tua yang secara aktif memberikan dorongan, menyediakan bahan bacaan, mendampingi anak membaca, serta menampilkan kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari mampu membentuk ketertarikan dan rutinitas membaca yang positif pada siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan orang tua yang konsisten menjadi faktor kunci dalam peningkatan minat baca siswa di sekolah dasar.
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata Dengan Menggunakan Metode Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Sapta Mulia, Kabupaten Tebo Kurniawan, Sugeng; Rosyidi, Andri; Solihin, Muhammad; Yansah, Alrudi; Putri D, Khairunnisa Ananda; Sari, Lisa Nitya; Siddiq, M Fajar Nur; Safitri, Tasya Dia; Rahmawati, Putri; Yasri, Muhammad; Aprillia, Hanifa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1051

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini melibatkan mahasiswa dalam membantu masyarakat menyelesaikan berbagai permasalahan melalui pendekatan yang berbasis partisipasi aktif. Artikel ini menganalisis peran Kukerta dalam meningkatkan kesadaran lingkungan serta memberikan edukasi kepada anak-anak di Desa Sapta Mulia, Kabupaten Tebo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan potensi lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Subjek kegiatan ini adalah masyarakat Dusun Mulia Sari, Desa Sapta Mulia. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan, seperti bimbingan belajar untuk anak SD, pelatihan UMKM, pengembangan keterampilan kaligrafi di TPQ, serta pembuatan taman bunga dan taman obat keluarga, berdampak positif bagi masyarakat. Kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau dan pemanfaatan tanaman obat meningkat. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi membantu meningkatkan efektivitas belajar anak-anak. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan keberhasilan program dalam mendorong kemandirian serta kesadaran akan pentingnya pendidikan dan lingkungan yang lebih baik.
Principal Accountability in the Governance of Islamic Education Programs: A Case Study at Madrasah Aliyah Wali Songo Tebo Muttaqin; Sarmila; Kurniawan, Sugeng; Dzakirah, Talitha; Mu’allim, M. Nuri; Baili
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 1 No. 2 (2022): JIPSI Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v1i2.1597

Abstract

Public confidence in newly established madrasahs depends heavily on whether their principals can demonstrate measurable accountability when delivering Islamic education programs. Most existing studies, however, focus on long-standing institutions in urban centers, leaving rural and recently founded madrasahs in Sumatra largely unexamined. This article therefore investigates how the principal of Madrasah Aliyah Wali Songo Tebo a five-year-old institution serving 58 students in Jambi Province, Indonesia operationalizes accountability across the planning, implementation, and reporting phases of Islamic education programs, and identifies the determinants that shape such accountability. A qualitative single embedded case study design was employed between February and May 2025. Data were generated through 18 in-depth interviews with the principal, six teachers, and eleven purposively selected students, complemented by non-participant observation across 21 school days and document review of 14 program reports and budget vouchers. Data were analyzed using the interactive model of data condensation, display, and verification, with credibility secured through source and method triangulation, member checking, and an audit trail. Findings reveal that accountability is enacted through three structured programs hadroh, hitobah, and Islamic-holiday commemorations each documented with itemized budgets and post-event reports submitted to parents and the foundation board. Disciplinary accountability is enforced through a teacher attendance log, a 15-minute early-morning duty schedule, and a parent-approved IDR 10,000 truancy fine. Four determinants emerge: leadership competence, personal integrity, supervision-and-regulation systems, and resource sufficiency. Although funding and facilities meet ministerial standards, teacher shortages compel several teachers to handle up to three subjects, weakening pedagogical effectiveness. The study concludes that accountability functions as a multidimensional managerial mechanism rather than a purely administrative obligation, and that human-resource sufficiency is its most fragile pillar in newly established rural madrasahs.
Wordwall-Based Gamified Instruction for Enhancing Primary Students’ Learning Interest in Islamic Religious Education: A Two-Cycle Classroom Action Research Hidayati, Tasyha; Andryadi; Hidayah, Novita Nurul; Kurniawan, Sugeng; Baili; Khairunnisa, Isti Fajri
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 1 Februari 2025: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sains Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persistently low learning interest among Indonesian primary-school pupils in Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam, PAI) constrains the depth of moral and cognitive engagement that the subject is intended to develop. Although Wordwall, a browser-based gamified-learning platform, has been examined in thematic, science, and mathematics instruction, its behavioral effect within the PAI context of Integrated Islamic Primary Schools (SDIT) remains underexplored. This study examined whether structured Wordwall use raises learning-interest indicators across two action-research cycles. Following the Kemmis and McTaggart spiral model, planning, action, observation, and reflection phases were enacted with 19 fourth-grade pupils (5 male, 14 female) at SDIT Mutiara Hati, Tebo Regency, during the even semester of 2024/2025. Wordwall activities (matching pairs, true-or-false, gameshow quiz) were embedded into PAI lessons on Praiseworthy Conduct (Akhlak Terpuji). Three behavioral indicators attention, active participation, and feelings of enjoyment were rated by two co-observers using a four-point rubric (±1 scale point inter-rater tolerance), supported by semi-structured interviews and photographic documentation. Quantitative scores were summarised as percentages; qualitative records were analysed through reduction, display, and verification. Mean learning interest rose from 38.0% (poor) at baseline to 56.5% (sufficient) after Cycle I and 81.0% (very good) after Cycle II, an absolute gain of 43.0 percentage points. All three indicators improved monotonically, with attention exhibiting the largest single-cycle gain (26.5 points, Cycle I). Wordwall-based gamified instruction is therefore an effective behavioural intervention for primary-school PAI in resource-constrained settings, and merits replication on larger samples and across different content domains
Implementation of the Inquiry Learning Model to Enhance Students' Conceptual Understanding in Islamic Religious Education: A Qualitative Study at a State Vocational High School in Tebo, Indonesia Munawaroh, Qori'atun; Andryadi; Kurniawan, Sugeng; Hidayah, Novita Nurul; Sriyani; Khamim, Siti
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 1 (2025): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i1.1609

Abstract

Pendidikan Agama Islam (IRE) di tingkat menengah atas di Indonesia terus didominasi oleh pengajaran berbasis ceramah, yang membatasi keterlibatan aktif peserta didik dengan konstruksi spiritual abstrak seperti mahabbah (cinta), khauf (ketakutan), raja' (harapan), dan tawakkal (kepercayaan kepada Tuhan). Studi ini mengkaji bagaimana model inkuiri-pembelajaran dioperasionalkan di ruang kelas IRE di sekolah menengah kejuruan negeri dan mengidentifikasi kondisi yang memungkinkan atau membatasi implementasinya. Desain deskriptif kualitatif diterapkan di SMK Negeri 2 Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, antara bulan Juni hingga September 2024. Data dihasilkan melalui delapan observasi kelas non-peserta, dua belas wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, guru IRE, dan siswa kelas-XI, dan analisis dokumen rencana pelajaran dan artefak pengajaran. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles-Huberman, dan kredibilitas ditetapkan melalui triangulasi sumber dan teknik serta pemeriksaan anggota. Temuan ini menunjukkan bahwa model inkuiri-pembelajaran terungkap di lima tahap operasional dan diberlakukan melalui delapan teknik pedagogis, termasuk pembingkaian kontekstual, pertanyaan terpandu, diskusi kasus, bermain peran, jurnal reflektif, dan pemetaan konsep. Implementasi didukung oleh ruang kelas dan sumber belajar yang memadai, namun terkendala oleh peralatan media yang terbatas, kesiapan guru yang tidak merata, kebisingan lingkungan, dan keterlambatan siswa. Model ini memperkuat keterlibatan peserta didik dan pemahaman konseptual ketika guru merancang pertanyaan yang menghubungkan konstruksi spiritual dengan pengalaman hidup peserta didik. Studi ini menyumbangkan catatan berbasis konteks tentang pembelajaran inkuiri dalam IRE kejuruan dan menawarkan kerangka kerja praktis bagi guru dan pemimpin sekolah yang bertujuan untuk bergerak melampaui pengajaran ekspositori.