Claim Missing Document
Check
Articles

Student Performance in Field Experience Program and Educational Institution Satisfaction Novita, Mona; Solihin, Muhammad; Istikomah, Istikomah; Kurniawan, Sugeng; Umatin, Ana Rosyidatu
JURNAL AL-TANZIM Vol 6, No 2 (2022)
Publisher : Nurul Jadid University, Probolinggo, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.553 KB) | DOI: 10.33650/al-tanzim.v6i2.3453

Abstract

The purpose of the study was to describe the level of satisfaction of partner schools with the performance of PPLK II IAI Yasni Bungo students. The study used a quantitative approach with a descriptive survey method. The form of the survey implementation in this study used a questionnaire. Questionnaires were given to the population, namely partner schools that were appointed and selected by the IAI Yasni Bungo campus in the implementation of the PPLK II program, which was chosen by random sampling, namely six schools that were accredited B and represented regional regions for Bungo and Tebo regencies and represented each level of education program. Data collection techniques using questionnaires, interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through stages; 1) descriptive statistical analysis, 2) testing requirements analysis, and 3) hypothesis testing. The research findings show that the satisfaction of partner schools with the performance of IAI Yasni Bungo students in implementing the PPLK II program is in the "Satisfactory" category.
PERAN ORANG TUA MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SDN 202/II SIMPANG TEBAT Rodhiyah; Seprina, Seprina Anjelika; Marsya Khainurrisma; Sugeng Kurniawan; Bella Selvina
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua dalam meningkatkan minat baca siswa di SDN 202/II Simpang Tebat, Kecamatan Muko Bathin, Kabupaten Bungo. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak dalam membentuk kebiasaan literasi sejak dini. Berdasarkan kondisi nyata di sekolah tersebut, ditemukan bahwa minat baca siswa masih rendah. Hal ini disebabkan oleh tingginya penggunaan gawai, minimnya pemanfaatan fasilitas pojok baca, serta kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendukung aktivitas membaca anak di rumah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap orang tua siswa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran penting sebagai motivator, fasilitator, pendamping, dan teladan dalam menumbuhkan minat baca siswa. Orang tua yang secara aktif memberikan dorongan, menyediakan bahan bacaan, mendampingi anak membaca, serta menampilkan kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari mampu membentuk ketertarikan dan rutinitas membaca yang positif pada siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa keterlibatan orang tua yang konsisten menjadi faktor kunci dalam peningkatan minat baca siswa di sekolah dasar.
Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata Dengan Menggunakan Metode Asset Based Community Development (ABCD) di Desa Sapta Mulia, Kabupaten Tebo Kurniawan, Sugeng; Rosyidi, Andri; Solihin, Muhammad; Yansah, Alrudi; Putri D, Khairunnisa Ananda; Sari, Lisa Nitya; Siddiq, M Fajar Nur; Safitri, Tasya Dia; Rahmawati, Putri; Yasri, Muhammad; Aprillia, Hanifa
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1051

Abstract

Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program ini melibatkan mahasiswa dalam membantu masyarakat menyelesaikan berbagai permasalahan melalui pendekatan yang berbasis partisipasi aktif. Artikel ini menganalisis peran Kukerta dalam meningkatkan kesadaran lingkungan serta memberikan edukasi kepada anak-anak di Desa Sapta Mulia, Kabupaten Tebo. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yang menekankan pemanfaatan potensi lokal dalam perencanaan dan pelaksanaan program. Subjek kegiatan ini adalah masyarakat Dusun Mulia Sari, Desa Sapta Mulia. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan, seperti bimbingan belajar untuk anak SD, pelatihan UMKM, pengembangan keterampilan kaligrafi di TPQ, serta pembuatan taman bunga dan taman obat keluarga, berdampak positif bagi masyarakat. Kesadaran akan pentingnya lingkungan hijau dan pemanfaatan tanaman obat meningkat. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi membantu meningkatkan efektivitas belajar anak-anak. Partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan keberhasilan program dalam mendorong kemandirian serta kesadaran akan pentingnya pendidikan dan lingkungan yang lebih baik.
Inovasi Administrasi Madrasah Berbasis Digital: Studi di MAN 1 Bungo pada Era Society 5.0 Yeni Aulia; Siti Khamim; Ulfa Adilla; Sugeng Kurniawan; Novita Nurul Hidayah; Sriani Sriani
Edcomtech: Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang in collaboration with APSTPI and IPTPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um039v6i22021p333

Abstract

This study examines digital-based madrasah administrative innovations at MAN 1 Bungo in responding to challenges while capitalising on opportunities in the Society 5.0 era. The study is motivated by the increasing demand for digital transformation in the management of Islamic educational institutions, aimed at improving the effectiveness, efficiency, and transparency of administrative services. The research employed a qualitative approach using a single case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, involving the madrasah principal, educational staff, and teachers as primary informants. Data analysis was conducted through data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was tested through source and method triangulation. The findings indicate that digital administrative innovations at MAN 1 Bungo have been implemented through the use of an academic information system, the digitisation of archives, and the utilisation of various online applications for managing student data, personnel records, and other administrative services. These implementations have produced positive impacts including increased work efficiency, easier access to information, transparency of management, and improved service quality for stakeholders. However, several challenges remain such as limited digital competence among educational staff, uneven technological infrastructure, and resistance to change. The study concludes that the digitisation of madrasah administration is an inevitable necessity in the Society 5.0 era and requires policy support, enhanced human resource competencies, and strengthened technological infrastructure. A sustainable and adaptive development strategy is needed to realise modern, effective, and competitive madrasah governance grounded in Islamic values.
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Quantum Learning di Kelas V Sekolah Dasar Negeri 107/II Danau Buluh Kecamatan Pasar Muara Bungo Kabupaten Bungo Fitria Carli Wiseza; Sugeng Kurniawan; Iber Marza; Yurnalisma Dewi; Ulik Budiarti
el-Madib: Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 4 No. 2 (2024): (September 2024)
Publisher : Institut Agama Islam Yasni Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51311/el-madib.v4i2.621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui metode pembelajaran quantum learning pada mata pelajaran IPAS materi pertunbuhan dan perkembangan manusia di kelas V Sekolah Dasar Negeri 107/II Danau Buluh. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskripsi kuantitatif dan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan hasil belajar siswa pada materi pertumbuhan dan perkembangan manusia menggunakan metode pembelajaran quantum learning dengan menggunakan enam tahapan yaitu penataan lingkungan belajar, kekuatan AMBAK, memupuk sikap juaran, membiasakan mencatat, membiasakan membaca, dan terakhir meningkatkan daya ingat anak yang dapat dilihat pada siklus I pada ranah kognitif 59,54%, pada ranah Afektif 48,07%, pada ranah Psikomotorik 65,38%. Dan pada siklus II pada ranah kognitif 83,46%, pada ranah Afektif 88,46%, pada ranah Psikomotorik 84,29%. Hal ini menunjukkan dengan menggunakan metode pembelajaran quantum learning terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI INSTRUMEN PENCEGAHAN KEKERASAN VERBAL DALAM KELUARGA MUSLIM: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF DI KOMUNITAS URBAN Siti Rofiatul Mukaromah; Sriani Sriani; Sugeng Kurniawan; Muhammad Sabli; Novi Riani; Baili Baili
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 No. 1 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v8i1.59585

Abstract

Kekerasan verbal dalam keluarga muslim masih menjadi isu tersembunyi yang berdampak signifikan terhadap kesejahteraan psikologis anggota keluarga dan stabilitas rumah tangga. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi peran Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai instrumen preventif dalam mengurangi praktik kekerasan verbal. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan analisis dokumen modul pengajian keluarga terhadap 24 partisipan di tiga wilayah urban. Analisis tematik mengungkap tiga temuan utama: (1) PAI berperan sebagai kerangka normatif yang menginternalisasi nilai akhlakul karimah dan komunikasi berbasis rahmah; (2) implementasi PAI dalam keluarga lebih efektif ketika diintegrasikan dengan praktik tarbiyah rutin dan literasi emosional; (3) hambatan utama terletak pada kesenjangan antara pengetahuan agama dan praktik harian, serta pengaruh media digital yang menormalisasi agresi verbal. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pencegahan berbasis nilai religius yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan dan konseling keluarga. Rekomendasi kebijakan menekankan perlunya integrasi modul PAI keluarga yang kontekstual dan pelatihan komunikasi empatik bagi orang tua.
PERAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBANGUN KETAHANAN KELUARGA PADA ERA DIGITAL DI KABUPATEN BUNGO: STUDI KUALITATIF DESKRIPTIF Ardi Ardi; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani; Baili Baili; Novi Riani
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024 (Special Issue)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.60034

Abstract

Era digital membawa transformasi mendalam pada dinamika keluarga, termasuk peningkatan risiko degradasi moral, disfungsi komunikasi, dan paparan konten negatif yang mengancam ketahanan keluarga. Penelitian ini mengkaji peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun ketahanan keluarga pada era digital di Kabupaten Bungo, Jambi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 15 orang tua, 5 pendidik PAI, dan tokoh masyarakat, serta observasi dan analisis dokumen program pengajian dan modul pembelajaran. Analisis data menggunakan teknik tematik Braun & Clarke yang dimodifikasi. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama: (1) internalisasi nilai PAI sebagai fondasi komunikasi dan makna keluarga, (2) praktik pengasuhan Islami berbasis manajemen literasi digital dan adab bermedia, (3) peran lembaga PAI nonformal (majelis taklim, TPQ, kajian daring) dalam memperkuat jaringan sosial-religius, serta (4) tantangan kesenjangan literasi digital dan strategi adaptasi melalui fiqh kontemporer dan pendampingan komunitas. Temuan menunjukkan bahwa PAI berfungsi sebagai resilience buffer yang tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga kontekstual dan transformatif dalam menghadapi disrupsi digital. Studi ini memberikan kontribusi teoritis berupa integrasi kerangka ketahanan keluarga dengan maqasid al-syari’ah dalam konteks pedagogi digital, serta implikasi praktis berupa perlunya pengembangan modul parenting digital berbasis nilai Islam dan kolaborasi triad sekolah-masjid-keluarga.
PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN REMAJA DAN PENGUATAN MODERASI BERAGAMA DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 BUNGO Eka Dela Padmawati; Siti Khamim; Mabruri Mabruri; Sugeng Kurniawan; Baili Baili; Novita Nurul Hidayah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.60035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan jiwa keagamaan remaja serta penguatan moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 2 Bungo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan jiwa keagamaan remaja dipengaruhi oleh faktor internal seperti perkembangan emosional dan kognitif, serta faktor eksternal yang meliputi keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial. Penguatan moderasi beragama dilaksanakan melalui integrasi nilai toleransi, keseimbangan (tawasuth), keadilan (i’tidal), dan sikap anti-radikalisme dalam proses pembelajaran, keteladanan guru, serta kegiatan keagamaan di sekolah. Implementasi tersebut berkontribusi dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran, menghargai perbedaan, dan memiliki pemahaman keagamaan yang moderat.
The Strengthening of Integrity Character through Exemplary Practices in Islamic Religious Education Romi Romi; Muhammad Sabli; Sugeng Kurniawan; Sriani Sriani; Ulfa Adilla; Sonia Yulia Friska
The Future of Education Journal Vol 1 No 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v1i2.1969

Abstract

The decline of moral integrity among students has become a strategic challenge in the national education system, particularly at the junior secondary Islamic school level, where adolescents are undergoing a critical stage of moral identity development. This study aims to analyze the implementation, impacts, and supporting and inhibiting factors of strengthening integrity character through exemplary-based Islamic Religious Education (IRE) at MTs Tarbiyah Islamiyah Tanjung Agung, Bungo Regency. The study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis involving Islamic Religious Education teachers, students, the school principal, and parents. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, while source and method triangulation were applied to ensure data trustworthiness. The findings reveal that: (1) the implementation of exemplary practices in Islamic Religious Education was reflected in teachers’ behavioral consistency, transparent assessment practices, ethical communication, and the integration of integrity values into co-curricular activities; (2) exemplary-based learning significantly strengthened the cognitive, affective, and behavioral dimensions of students’ integrity, as evidenced by a reduction in cheating practices, increased honesty in completing assignments, and greater courage in making consistent moral decisions; and (3) supporting factors included a religious school culture, parental involvement, and teacher commitment, while inhibiting factors comprised digital distractions, peer pressure, limited character assessment instruments, and teachers’ administrative workload. These findings confirm the relevance of exemplary role-modeling theory in Islamic pedagogy and Social Cognitive Theory within the context of contemporary Islamic secondary education. The study recommends the development of operational guidelines for exemplary practices among Islamic Religious Education teachers, the integration of character assessment into school evaluation systems, and the provision of continuous reflective professional development for educators.
The Revitalization of Moral Education through a Habituation Approach Grounded in School Culture Nita Erlina; Ulfa Adilla; Baili; Joni Juli Yandra; Noviriani Noviriani; Sugeng Kurniawan
The Future of Education Journal Vol 2 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v2i1.1975

Abstract

Moral education in Islamic junior secondary schools faces several structural challenges, including the dominance of cognitive-oriented approaches, the fragmentation of values in school practices, and the influence of the digital ecosystem, which has shifted the process of character internalization. This study aims to analyze the revitalization of moral education through a school culture-based habituation approach at MTs Tahfizul Quran Rantau Duku, Bungo Regency, Jambi Province. The research employed a qualitative approach with a single-case study design. Data were collected through three months of participant observation, in-depth interviews with 18 informants (the school principal, Islamic Religious Education and moral education teachers, students, parents, and dormitory supervisors), and documentation of school programs. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, while source and method triangulation were employed to ensure data trustworthiness. The findings indicate that the revitalization of moral education was developed through three main mechanisms: (1) the construction of a school culture institutionalized through daily routines, codes of conduct, and teacher role modeling; (2) a habituation process following the cycle of modeling, guided practice, independent habituation, and reflective internalization; and (3) the integration of the Tahfiz al-Qur’an program as a medium for strengthening moral conduct and spirituality. Consistent habituation within a supportive school culture ecosystem was found to be effective in internalizing akhlaq al-karimah (noble character), reducing negative behaviors, and enhancing students’ social responsibility. The study concludes that a school culture-based habituation approach represents a holistic, contextual, and sustainable model for revitalizing moral education. Recommendations include strengthening teachers’ capacity building, developing authentic moral assessment instruments, and fostering synergy among schools, families, and communities.
Co-Authors Abdul Hobir Abdul Hobir Adi Wijayanto Ahlia Ramadini Ahmad Farid Alrudi Yansah, Alrudi Andryadi Andryadi, Andryadi Anita Kurniasari Aprillia, Hanifa Ardi Ardi Ayu, Mela Putri Baili Baili Baili Baili Bella Selvina Carli Wiseza, Fitria Chairul Amriyah Dea Rahmadona Dedi Yuisman Deri Firmansah Disuwara, Gita Dwa Desa Warnana Eka Dela Padmawati Faliza Fartika Ifriqia Fitria Carli Wiseza Halimah Tusadiyah Heni Pujiastuti Iber Marza Ibermarza, Ibermarza Istikomah Istikomah Joni Juli Yandra Juan Pandu Gya Nur Rochman Khairi, Umul Khamim, Siti Khotibul Umam Mabruri Mabruri Mabruri Marsya Khainurrisma Mela Putri Ayu MELI YANTI Miftachudin Miftachudin Mona Novita Muhammad Sabli Muhammad Solihin, Muhammad Mukarromah, Aenullael Mulyani, Ranti Muzakki Muzakki Nadia Nurrosyda Putri Nailis Sa'adah Nita Erlina Novi Riani Noviriani Noviriani Novita Nurul Hidayah Nurwijayanti Pahmi Idris Paradila Pitriyani Putri D, Khairunnisa Ananda Putri Rahmawati Rahmat Reziq Ramadhan Rido Susanti Riyansyah Robi’ah Rodhiyah Romi Romi Rosyidi, Andri Sabli, Muhammad Safitri, Tasya Dia Sari, Lisa Nitya Seprina, Seprina Anjelika Siddiq, M Fajar Nur Siska Amelia Siska Amelia, Siska Siti Khamim Siti Rofiatul Mukaromah Sonia Yulia Friska Sovia Alacuba Sri Wahyuni Sriani Sriani Sriani Susanti, Rido Syamsudin, Syamsudin - Tusadiyah, Halimah Ulfa Adilla Ulik Budiarti Umatin, Ana Rosyidatu Wiseza, Fitria Carli Wiwin Narti Yanti, Ely Yasri, Muhammad Yeni Aulia Yuda Ariyanto, Soni Yuisman, Dedi Yulatas, M. Ali Yulatas Yulia Friska, Sonia Yunita, Eva Yurnalisma Dewi