Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

KEANEKARAGAMAN SERANGGA HAMA DAN SERANGGA PREDATOR PADA BUNGA TANAMAN BELIMBING MANIS (Averrhoa Carambola) VARIETAS BANGKOK MERAH Novita Endah Ariani; Wiwin Windriyanti; Yenny Wuryandari
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol 9 No 2 (2021): Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi
Publisher : UPN VETERAN JAWA TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v9i2.57

Abstract

Sweet starfruit plant is one type of horticulture plant that has a 60% rate of flowering caused by pests on the flower so that there is a decrease in sweet star fruit production. This study aims to determine the diversity of pest and predator insects in sweet starfruit flowers and the influence of environmental factors (temperature and humidity) on pests and predator insect visits on sweet starfruit flowers. Observations were made in 3 time periods, starting at 08.00-17.00 WIB for 20 days. The number of plants used in this study were 40 starfruit trees, in one day the observation needed two starfruit trees, for each tree an 30-minute observation was made. Observations were made using sweep net, yellow sticky trap and visually. The recorded environmental physics parameters consist of air temperature and humidity. Based on the results of the study there are 4 types of insect pests and 2 types of sweet flower starfruit predator insect predators. Shannon-Wiener index analysis of insect pests shows the category of low diversity index, low dominance index and low evenness index. Predatory insects show the category of low diversity index, high dominance index and even distribution index.
Pendampingan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) dalam Rangka Pengembangan UMKM Desa Ngampungan Fadia Nur Rahma Budiarto; Kiki Sandra Amelia; Sherly Arindawati; Shelomitha Kumala Mawardhany; Hera Amalia Putri Belangi; Kusuma Wardhani Mas'udah; Yenny Wuryandari
KARYA UNGGUL - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Juni
Publisher : KARYA UNGGUL - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu aspek yang sangat penting dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) adalah adanya legalitas usaha. NIB merupakan nomor identitas berusaha yang digunakan oleh pelaku usaha untuk mendapatkan izin usaha dan izin komersial atau operasional. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan kelompok 100 KKN-T MBKM karena kurangnya antusisme di Desa Ngampungan dalam pembuatan Nomor Induk Berusaha. Tujuan yang ingin dicapai dari program pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM Desa Ngampungan terkait pembuatan akun dan tata cara pengurusan legalitas melalui Online Single Submission (OSS). Metode yang digunakan terdapat 3 tahapan, yaitu observasi atau survei, penyuluhan terkait NIB, dan pelaksanaan pendampingan dan pembuatan NIB. Jumlah UMKM yang telah didata oleh tim KKN-T MBKM kelompok 100 dapat diketahui sebanyak 18 UMKM dan yang berkenan dan berhasil dibuatkan NIB sebanyak 2 UMKM. UMKM yang berkenan dan berhasil didaftarkan pembuatan NIB hingga dapat memperoleh sertifikat legalitas NIB adalah usaha jamu tradisional “Njampi” dan usaha keripik singkong Ibu Heni.
Pendampingan UMKM dalam Meningkatkan Branding dan Legalitas di Desa Pulosari Kusuma Wardhani Mas'udah; Yenny Wuryandari; Yovita Nathania; Nova Andriani; Ratu Yusnita Zhalsabilla; Edo Pandu Pratama; Nauval Zakqy
KARYA UNGGUL - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Edisi Juni
Publisher : KARYA UNGGUL - Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pendampingan UMKM dalam meningkatkan Branding dan Legalitas di Desa Pulosari ini bertujuan meningkatkan kualitas UMKM karena dalam branding produk dilakukan pengembangan seperti diversifikasi produk, marketing, desain produk yang dimodifikasi agar menjadi nilai tambah untuk produk UMKM. Kegiatan peningkatan branding UMKM dilakukan dengan tiga tahap yaitu yang pertama, desain logo, desain kemasan dan juga social media marketing. Pembuatan logo untuk produk bertujuan agar produk mudah dikenal dan mempunyai ciri khas tersendiri. Proses desain kemasan dilakukan untuk meningkatkan daya tarik konsumen, karena dengan kemasan yang menarik bisa mempunyai daya jual tinggi. Selanjutnya yaitu social media marketing yang dilakukan agar produk UMKM di Desa Pulosari dapat terjangkau di luar daerah Pulosari dan meningkatkan penjualan.  Legalitas usaha adalah salah satu komponen penting bagi pelaku UMKM karena legalitas usaha menjadi sebuah bukti bahwa suatu usaha telah layak dan lolos dari aspek-aspek yang membuat produk itu dapat dipastikan keamanannya. Salah satu perizinan dalam sebuah usaha adalah Nomor Induk Berusaha (NIB) yang dapat membantu para pelaku usaha dalam mengajukan izin usaha dan izin komersial atau operasional.
EFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER PSEUDOMONAD FLUORESCENT SEBAGAI ANTIMIKROBA PATOGEN FUSARIUM OXYSPORUM SECARA IN VITRO Aisyah Lulu Hariyanto; Yenny Wuryandari; Penta Suryaminarsih
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.6936

Abstract

Pseudomonad fluorescent isolat Pf-122 dan Pf-142 merupakan agensia hayati yang mampu menghambat pertumbuhan jamur patogen Fusarium oxysporum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi metabolit sekunder Pseudomonad fluorescent Pf-122 dan Pf-142 pada konsentrasi 20%; 30%; 40%; dan 50% sebagai penghambat pertumbuhan jamur patogen Fusarium oxysporum secara in vitro. Pengamatan dilakukan dengan membandingkan diameter pertumbuhan jamur patogen pada masing-masing perlakuan terhadap kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder Pseudomonad fluorescent isolat Pf-122 dan Pf-142 mampu menghambat pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum secara in vitro. Daya hambat tertinggi metabolit sekunder Pseudomonad fluorescent isolat Pf-122 pada konsentrasi 50%, sedangkan terendah pada konsentrasi 30%. Daya hambat paling tinggi metabolit sekunder Pseudomonad fluorescent isolat Pf-142 pada konsentrasi 20%, sedangkan terendah pada konsentrasi 40%. Dengan demikian aplikasi metabolit sekunder Pseudomonad fluorescent isolat Pf-142 pada konsentrasi 20% adalah yang paling efektif.
EFEKTIVITAS JAMUR ENDOFIT ASAL JARINGAN TANAMAN TERUNG UNTUK MENGHAMBAT PERTUMBUHAN JAMUR FUSARIUM SP. SECARA IN VITRO Indarwati Indarwati; Arika Purnawati; Yenny Wuryandari
Jurnal AGROHITA: Jurnal Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan Vol 7, No 3 (2022): JURNAL AGROHITA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jap.v7i3.7032

Abstract

Jamur endofit merupakan jamur yang terdapat didalam sistem jaringan tanaman seperti daun, bunga, ranting, ataupun akar tanaman. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui isolat jamur endofit yang bersifat antagonistik terhadap Fusarium sp. penyebab penyakit layu pada tanaman cabai merah secara in vitro. Metode penelitian yang digunakan adalah eksploratif dan eksperimental. Metode eksploratif meliputi isolasi jamur endofit, pemurnian isolat dan identifikasi isolat, sedangkan metode eksperimental meliputi uji antagonisme isolat jamur endofit dengan jamur Fusarium sp. secara oposisi langsung (dual culture). Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan dilakukan uji lanjut  Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk melihat jarak antar perlakuan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan 9 isolat jamur endofit yang termasuk genus  Trichoderma, Penicillium, Aspergillus, Fusarium,  Chalara, dan Ampuliferina. Hasil uji antagonis pada isolat JT5 (Trichoderma sp.)  memiliki daya hambat sebesar 73,82 %.
Effect of biopolymer composition on the viability of Trichoderma sp. as maize-seed coating Ahmad Arsyadmunir; Gita Pawana; Kaswan Badami; Nuriatus Sholikhah; Yenny Wuryandari
Agrovigor Vol 16, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrovigor.v16i1.16950

Abstract

Trichoderma spp., is a fungus with the ability to control disease and promote plant growth. The mechanism is through the activity of microparasites, antimicrobial secondary metabolites, phytohormones and mobilization of plant nutrients for plant growth and production. The purpose of this study was to examine the biopolymer composition as a seedcoating formula on corn seeds with Trichoderma as the active ingredient, namely to obtain a biopolymer composition that is able to maintain viability and inactivate Trichoderma during storage. Completely randomized design was used with a single treatment factor for the composition of the formula, i.e.; K1 is control 1 (suspension of conidia Trichoderma sp.); K2 is xanthan gum 2.5% + Na alginate 2.5% + conidia suspension Trichoderma sp. + talk; K3 is xanthan gum 5% + Na alginate 5% + conidia suspension Trichoderma sp. + talk; K4 is xanthan gum 2.5% + CMC 2.5% + conidia suspension Trichoderma sp. + talk; K5 is xanthan gum 5% + CMC 5% + conidia suspension Trichoderma sp. + talk; K6 is Na alginate 2.5% + CMC 2.5% + Trichoderma sp. conidia suspension. + talk; K7 is Na alginate 5% + CMC 5% + conidia suspension Trichoderma sp. + talk; K8 is control 2 (suspension of conidia Trichoderma sp. + Talc). The results obtained showed that the composition of the seedcoating formula consisting of 5% xanthan gum + 5% Na alginate + Trichoderma conidia suspension + talc up to 60 days after application of seedcoting on seeds could inactivate Trichoderma reproduction, but could not suppress the decrease in viability.
PENGEMBANGAN KAPASITAS SUMBER DAYA MANUSIA BUMDES KALANGANYAR MAKMUR SIDOARJO arfah; Sulistyanto; Budi Rianto; Agus Wahyudi; Wildan Taufik Raharja; Didiek Tranggono; Yenny Wuryandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Pesisir VOLUME 1 NO 2
Publisher : Universitas Hang Tuah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpmp.v1i2.87

Abstract

Orientasi kebijakan pengembangan ekonomi pedesaan seperti BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan upaya pencipaan lingkungan yang kondusif untuk tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi mandiri dan produktif di desa, yang bisa berdampak signifikan pada peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat desa. Problem penting untuk mendukung tujuan jangka panjang tersebut adalah bagaimana mengejawantahkan profil sumber daya manusia (SDM) professional yang unggul. Sinergi dengan hal itu, maka tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk pengembangan kapasitas (Capacity Building) SDM BUMDes. Prioritas program pengembangan kapasitas diorientasikan pada dimensi Human Resource Development, dengan fokus pada ketersediaan tenaga profesional. Keluaran dari prioritas program meliputi: (1) Rekruitmen, didasarkan atas: a. Profil kewirausahaan, b. SDM lokal, c. stndar perilaku, d. tingkat pendidikan dan skil. (2). Pelatihan, diagendakan untuk: a. Pengenalan Lingkungan Kerja, b. Pelatihan 5R dan 3K, c. Standar Operational Procedure (SOP). (3). Sistem Kompensasi, sosialisasi difokuskan atas: a. Kompensasi langsung (direct), b. Kompensasi tidak langsung (indirect), (4). Isu-isu kompensasi kompetitif. (5). Kondisi Kerja, materi yang direkomendasikan adalah: a. Kondisi fisik kerja. b. Kondisi psikologis kerja, (6). Kondisi temporer kerja.
EFEKTIVITAS BAKTERI PSEUDOMONAD FLUORESCENT ISOLAT PF-142 DAN PUPUK HAYATI MIKORIZA DALAM MENGHAMBAT PENYAKIT LAYU BAKTERI Ralstonia solanacearum PADA TANAMAN CABAI Achmad Fiqri; Yenny Wuryandari; Noni Rahmadhini
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 22, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v22i2.6630

Abstract

Bakteri patogen Ralstonia solanacearum dapat menurunkan produktivitas tanaman cabai. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi isolat Pseudomonas fluorescent Pf-142 dan jamur mikoriza arbuskula terhadap R.solanacearumsecara in vivo. Penelitian ini menggunakan percobaan RAK dua faktorial, faktor pertama adalah kombinasi Pseudomonas fluorescent Pf-142 dengan pupuk hayati mikoriza yang terdiri dari P1 = 10 ml suspensi bakteri Pf-142 + 0 gr pupuk hayati mikoriza), P2 (7,5 ml suspensi bakteri Pf -142 + 2,5 gr pupuk hayati mikoriza), P3 (5 ml suspensi bakteri Pf-142 + 5 gr pupuk hayati mikoriza), P4 (2,5 ml suspensi bakteri Pf-142 + 7,5 gr pupuk hayati mikoriza), dan P5 (0 ml suspensi bakteri Pf-142 + 10 gr pupuk hayati mikoriza). Faktor kedua adalah waktu aplikasi yang terdiri dari T1 (7 hari sebelum tanam), T2 (saat tanam). Hasil penelitian menujukkan bahwa perlakuan 5 ml suspensi bakteri Pf-142 + 5 gr pupuk hayati mikoriza yang diaplikasikan 7 hari sebelum tanam mampu menunda gejala penyakit lay bakteri hingga 11,5 hari, perlakuan 10 ml bakteri suspensi Pf-142 + 0 gr pupuk hayati mikoriza yang diaplikasikan saat tanam memiliki keparahan penyakit sebesar 16%, dan perlakuan 0 ml suspensi bakteri Pf-142 + 10 gr pupuk hayati mikoriza yang diaplikasikan saat tanam memiliki proporsi akar terkolonisasi mikoriza sebesar 77,59%. Dengan demikian perlakuan 5 ml bakteri suspensi Pf-142 + 5 gr pupuk hayati mikoriza yang diaplikasikan 7 hari sebelum tanam adalah perlakuan yang terbaik.
Penyakit pada Tanaman Buncis (Phaseolus vulgaris) beserta Teknik Pengendaliannya di CV. Reja Mayur : Diseases of Bean Plants (Phaseolus vulgaris) and Control Techniques in CV. Reja Mayur Frida Nur Aisah; Yenny Wuryandari
Agrocentrum Vol. 1 No. 2 (2023): Agrocentrum
Publisher : Agriculture Faculty - UPN "Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/agrocentrum.v1i2.11

Abstract

Beans (Phaseolus vulgaris) are widely cultivated by farmers in several regions in Indonesia, one of which is in CV. Reja Mayur Pacet, Mojokerto. Beans (Phaseolus vulgaris) is a type of legume that is usually used as a cooking ingredient.Obstacles that are often experienced in the cultivation process cause the quantity and quality of production to decrease, namely the attack of disease-causing pathogens on plants. The study was conducted in November-December 2022. The research used observation methods, literature studies, active participation, and interviews. The data collected are the type of disease in chickpea plants, symptoms of the disease, and the technique of controlling the disease. The results of the study found that there are 3 types of diseases that attack chickpea plants in CV. Reja Mayur, namely leaf rust, anthracnose, and mosaic. Some of the control techniques applied are the use of PGPR, crop rotation, mechanical control, and the use of vegetable pesticides.
Pengujian Biologis Formulasi Bioenkapsulasi Bacillus sp. untuk Menghambat Penyakit Layu Bakteri pada Tanaman Cabai Saputra, Mochammad Mirza; Wuryandari, Yenny; Rahmadhini, Noni
Jurnal Agroekoteknologi Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : Jurusan Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Untirta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33512/jur.agroekotetek.v16i1.23213

Abstract

Bacterial wilt disease is a serious threat to cayenne pepper plants because it can cause a significant reduction in production. Although Bacillus sp. has been applied using liquid formulations, the results have not been optimal. Therefore, bioencapsulated formulations in the form of Beads have been tested as an alternative to increase their effectiveness. These Beads were made using sodium alginate cross-linked with CaCl2 through an extrusion technique. The application of Beads with the K2W1 treatment combination showed the lowest disease intensity level, which was 55.5%, and the effectiveness of inhibition reached 44.5%. From the results of this study, it can be concluded that the beads formulation is significantly potentian in inhibiting bacterial wilt disease on chili plant