Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Perbaikan Kualitas Akustik di Masjid Bahrul Ulum P4TK BMTI Kota Cimahi Dengan Metode Pengaturan Ulang Posisi, Ketinggian Dan Jenis Speaker Supriyadi, Tata; Ashari; Utomo, T.B.; Susanto, Farid; Sunardi, Cecep; Herlambang, Sanam
Jurnal Difusi Vol. 6 No. 1 (2023): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v6i1.4552

Abstract

Masjid Bahrul Ulum merupakan Masjid yang terletak di belakang kantor Balai Besar Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknologi (BBPP MPV BMTI). Secara fisik masjid sudah melakukan renovasi terutama di bagian interior. Pemasangan plafon dari bahan PVC yang telihat rapi dan indah mempunyai karakteristik akustik yang kurang baik karena dapat memantulkan suara yang dapat mengakibatkan gema yang cukup kuat. Di tambah lagi dengan posisi penempatan speaker yang diletakan di keempat sudut ruang masjid yang dinilai kurang tepat karena dapat memperparah suara pantul yang mengakibatkan kejelasan suara (Clarity) berkurang dan tingkat kekerasan suara (SPL-Sound Pressure Level) di tiap area masjid tidak merata. Untuk mengatasi permasalahan akustik di dalam masjid sudah dilakukan penataan ulang penempatan posisi, ketinggian, arah dan jenis speaker yang tepat supaya bisa menghasilkan kualitas akustik yang lebih baik. Metode yang digunakan untuk memperbaiki kondisi akustik tersebut yaitu dengan mengatur ulang posisi, ketinggian, arah dan jenis loudspeaker yang digunakan. Dari hasil pengujian diperoleh SPL yang merata di kisaran 75-80 dB dan ada peningkatan Clarity sebesar 8% setelah penataan ulang speaker. Kata Kunci: akustik, posisi & arah speaker, persepsi subjektif, SPL, Clarity.
TRANSFER KEILMUAN PEMBUATAN KURSI RODA LISTRIK ADAPTIVE KEPADA INSTRUKTUR DAN SISWA DISABILITAS DI SUB VOKASIONAL SLBN-A CITEUREUP KOTA CIMAHI Supriyadi, Tata; Setiadi, Budi; Prasetyo, Prasetyo
Jurnal Pengabdian Teknik dan Ilmu Komputer (Petik) PETIK : Jurnal Pengabdian Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 3 No. 2 Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/petik.v3i2.11374

Abstract

Seluruh siswa disabilitas (tingkat TK, SD, SMP dan SMA) dan instruktur disabilitas fisik di lingkungan Sekolah Luar Biasa Negeri kategori A (SLBN-A) Citeureup Kota Cimahi telah dibekali kemampuan teknik Orientasi Mobilitas (OM) untuk dapat beraktifitas dan mobilitas mandiri secara aman. Adanya sikap keengganan, menggampangkan, dan memaksakan oleh sebagian siswa disabilitas fisik kategori diplegia dan paraplegia sangat berisiko terhadap dirinya serta lingkungan sekitar. Keengganan aktifitas mobilitas menggunakan alat bantu kursi roda manual (tingkat TK, dan SD) karena dirasa menguras stamina. Keengganan menggunakan kursi roda listrik pabrikan karena dirasa sulit untuk dikendalikan di jalan menanjak/turunan/miring/berlubang dan ketakutan menabrak pada penggunaan ditempat keramaian. Jika kondisi ini dibiarkan berdampak siswa dan instruktur disabilitas fisik sulit menjadi manusia mandiri dan melek teknologi. Tujuan Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini, transfer keilmuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) melalui perancangan serta pebuatan purwarupa kursi roda listrik adaptive kepada instruktur dalam rangka menghasilkan produk teknologi tepat guna. Adaptive ditambahkan sensor anti tabrak (ultrasonic waterproof), sehingga memberikan informasi suara dan secara automatik membuat kursi roda melambat sampai berhenti ketika mendeteksi objek semakin dekat. Metode pelaksanaan kegiatan PKM yang ditawarkan merupakan hasil observasi dan analisis permasalahan yang dihadapi mitra. Pelaksanaan terbagi menjadi 2, yaitu pendampingan teori dan praktis (desain casing menggunakan 3D printing, PCB elektronik, dan kontrol pemrograman sensor aktuator berbasis Arduino). Hasil dari transfer IPTEK dipraktekan menjadi purwarupa dan digunakan langsung oleh instruktur disabilitas fisik untuk aktifitas sehari-hari di lingkungan SLBN-A.
Estimasi Jarak pada Sistem Koordinat Berbasis Metode Haversine menggunakan Tapis Kalman SETIADI, BUDI; SOLIHIN, RIDWAN; SUPRIYADI, TATA; TOHIR, TOTO; SUDRAJAT, SUDRAJAT
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 11, No 1: Published January 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v11i1.207

Abstract

ABSTRAKKesalahan GPS (Global Positioning System) dalam menentukan titik koordinat dipengaruhi faktor terhalang oleh bangunan, kondisi cuaca, dan hal lain yang dapat mengurangi akurasi dari GPS. Penelitian ini, digunakan tapis Kalman untuk meminimalisir kesalahan pada alat GPS tipe BN-220 ketika menentukan jarak. Tapis Kalman dirancang dengan dua tahapan yaitu proses prediksi dan koreksi. Pada tahap prediksi, data mentah dari koordinat akan diihitung varian kesalahannya dengan mengatur matriks Q. Kemudian, pada tahap koreksi dilakukan perbaikan dengan menentukan penguatan Kalman berdasarkan matriks R dan hasilnya digunakan untuk mengestimasi data keluaran. Berdasarkan pengujian pada delapan titik uji, diperoleh bahwa penggunaan tapis Kalman menghasilkan rata-rata selisih kesalahan sekitar 5,27% terhadap Google Maps jika dibandingkan dengan tanpa tapis Kalman sebesar 7,56%.Kata kunci: GPS BN-220, tapis Kalman, Haversine, Google Maps ABSTRACTGPS (Global Positioning System) error in determining the coordinates is influenced by factors obstructed by buildings, weather conditions, and other things that can reduce the accuracy of GPS. In this study, the Kalman filter was used to minimize errors in the BN-220 type GPS device when determining the distance. Kalman filter is designed with two stages, namely the prediction and correction process. In the prediction stage, the raw data from the coordinates will be calculated for the error variance by adjusting the Q matrix. Then, in the correction stage, improvements are made by determining the Kalman gain based on the R matrix and the results are used to estimate the output data. Based on testing at eight test points, it was found that the use of the Kalman filter resulted in an average error difference of around 5.27% against Google Maps when compared to without the Kalman filter of 7.56%.Keywords: GPS BN-220, Kalman filter, Haversine, Google Maps
Development of Fuzzy Algorithm as Mobility Aid for Blind Person Using Two Sensor Points: Visual Aid for Blind Person Supriyadi, Tata; Solihin, Ridwan; Habinuddin, Endang; Sudrajat, Sudrajat
International Journal of Engineering Continuity Vol. 3 No. 2 (2024): ijec
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/ijec.v3i2.336

Abstract

White canes are an ideal choice for blind person to do independent mobility because of its relatively cheap price. However, whitecane has the disadvantage of only being able to identify objects in front of it when they have been touched and cannot provide a choice of direction. This study developed a prototype whitecane with a feature that can provide a choice of direction based on the results of identifying the distance of the object to its user. This prototype was designed and implemented using two ultrasonic sensors installed on the stick as a replacement for the spatial sensing system. Both distance data from the sensors are processed in the Arduino Nano microcontroller to carry out the Fuzzy process stages. Fuzzy input process, rule-based Fuzzy inference, and Defuzzification for decision output. The results of the decision are translated into voice information to the user. Experiments with three scenarios showed that the utilization of the system with constant contact O&M technique showed a success rate of 100% while the other two techniques were only 33.3%. So the constant contact O&M technique can support effective mobility for the use of assistive aids and can be developed into a new technique.
Perancangan dan Implementasi Sistem Tata Suara Masjid dengan Dua Posisi Mimbar yang berbeda Supriyadi, Tata; Ashari, Ashari; Slameta, Slameta; Utomo, TB; Solihin, Ridwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sultan Indonesia Vol. 2 No. 1 (2025): Abdisultan
Publisher : Sultan Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/abdisultan.v2i1.346

Abstract

Perancangan sistem tata suara masjid merupakan hal yang sangat penting untuk memastikan distribusi suara yang merata dan jelas di seluruh area masjid. Tantangan semakin meningkat ketika terdapat dua posisi mimbar yang berbeda, yakni di barat dan di utara, yang memerlukan perencanaan akustik dan teknis yang matang. Artikel ini membahas desain sistem tata suara masjid yang mampu mendukung dua posisi mimbar dengan menggunakan teknik pengaturan zonasi pengeras suara, pemilihan peralatan audio yang optimal, serta pendekatan manajemen distribusi sinyal. Studi ini berfokus pada aspek teknis dan analisis kebutuhan suara berdasarkan dimensi dan arsitektur masjid yang memiliki dua lokasi mimbar. Sistem Amplifier dan Audio Mixer dipilih yang mendukung sistem stereo. Di sisi perangkat Audio Mixer diseting routing mikropon mimbar yang ada di qiblat ke saluran kiri dan mikropon yang ada di utara di saluran kanan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem tata suara yang baik dapat dicapai dengan memanfaatkan kombinasi optimal antara teknologi speaker zonasi, mixer audio, equalizer dan amplifier untuk mengelola sumber suara yang berbeda. Dari hasil pengujian setelah dilakukan instalasi dan setting peralatan diperoleh SPL rata-rata 82,25dB dan dari hasil pengujian dengan metode Persepsi Subjektif terhadap 10 audien menyatakan suara yang diproduksi cukup jelas dengan tingkat kekerasan yang cukup.
RANCANG BANGUN SISTEM TATA SUARA DI GEDUNG SERBAGUNA DENGAN KUALITAS AKUSTIK YANG BURUK Supriyadi, Tata; Ashari; Susanto, Farid; T.B, Utomo
Jurnal Difusi Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal Difusi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/difusi.v7i1.5674

Abstract

Kualitas akustik yang baik menjadi salahsatu syarat untuk sebuah Gedung Serba Guna. Tapi bagaimana dengan sebuah GSG Desa Sariwangi yang berukuran 16x9x7 meter persegi yang sekeliling dindingnya berupa tembok keras dengan sebuah pintu masuk saja tanpa ada jendela. Dari hasil pengukuran gema atau suara pantulan berdasarkan RT60 nilainya hampir 3 detik. Bagaiman caranya membangun sebuah sistem tata suara dengan kondisi tersebut tanpa melakukan perbaikan akustik sehubungan dengan keterbatasan dana. Solusi yang bisa dilakukan dengan kondisi tersebut adalah bagaimana cara meminimalisir efek gema ruangan GSG dengan menempatkan Pengeras Suara yang tepat. Ini harus mencakup pemilihan titik pemasangan, arah penyebaran suara, dan tinggi pemasangan. Penempatan yang buruk dapat mengakibatkan cakupan suara yang tidak merata atau efek pantulan yang mengganggu. Selain penempatan posisi pengeras suara, jumlah pengeras suarapun perlu diperhatikan disesuaikan dengan ukuran gedungnya agar suara dapat didengar dengan baik di seluruh area gedung. Untuk membantu perancangan kami gunakan software aplikasi CISSCA Versi 3.1 dari YAMAHA yang bebas digunakan. Berdasarkan hasil simulasi dengan target SPL sebesar 85dB, yang lebih besar 20 dB dari tingkat kebisingan lingkungan yang baku di area perkantoran sebesar 65 dB, dengan ketinggian speaker 3,5 meter dan ketinggian audien 1,2 meter, cukup dipasang 2 buah speaker dengan daya 80W untuk area GSG dengan panjang 16m dan lebar 9m. Dari hasil pengujian setelah dilakukan instalasi dan setting peralatan diperoleh SPL rata-rata 82,25dB. Dari hasil pengujian dengan metode Persepsi Subjektif terhadap 8 audien menyatakan 89% suara yang diproduksi cukup jelas dengan tingkat kekerasan yang cukup. Kata Kunci: optimalisasi, akustik, ketinggian louspeaker, gema, clarity, SPL, sound direction
A Fuzzy-Based Spatial Condition Detection System Using Square Area Mapping to Support The Mobility of Individuals with Visual Impairments Supriyadi, Tata; Solihin, Ridwan; Habinuddin, Endang; Sudrajat, Sudrajat; Utomo, TB; Setiadi, Budi; Nugraha, Ramdhan
International Journal of Engineering Continuity Vol. 4 No. 1 (2025): ijec
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/ijec.v4i1.395

Abstract

This research developed, designed, and implemented a cane prototype with the ability to identify spatial conditions, which can help the mobility of blind people in the form of decision information on choosing a path that is free from obstacles. The electronic space sensing system uses ultrasonic-type non-contact/non-visual sensors. Ultrasonic sensors are installed at three points: left, front, and right (L, F, R) of the stick. When the stick swings left-right or vice versa, each sensor will produce an array of distance data and then average it. The average distance of each point is calculated by the Left Side Square Area (LSSA) and Right Side Square Area (RSSA). The LSSA and RSSA values ​​are used as fuzzy input, a fuzzy inference process is carried out using a rule base, and defuzzification is used for decision output on the microcontroller. The system translates the decision results into sound (beep) and vibration information for the user. The results of the second experiment with blind people in two different scenarios show that the system can be an effective support during mobility in the hall and is a feasible prototype for training blind people with new O&M techniques towards the use of travel aids.
Meningkatkan Kualitas Kajian Dengan Pemasangan Media Audio Visual di Lingkungan Masjid Supriyadi, Tata; Hartono, Tri; Utomo, TB.; Soebagja Budiana, Mochamad; Karostiani, Novia; Rahayu, Maya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sultan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): abdisultan
Publisher : Sultan Publsiher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/abdisultan.v2i2.445

Abstract

Masjid memiliki peran strategis sebagai pusat kegiatan keagamaan dan pendidikan umat Islam. Salah satu kegiatan utama di masjid adalah kajian keislaman yang berfungsi memperdalam pemahaman jamaah terhadap ajaran agama. Namun, pelaksanaan kajian sering kali menghadapi kendala dalam penyampaian materi akibat keterbatasan media dan sarana pendukung, sehingga kualitas kegiatan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas kajian melalui penerapan media audio visual di lingkungan masjid. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif, meliputi observasi, wawancara dengan pengurus masjid, dan evaluasi terhadap pelaksanaan kajian sebelum dan sesudah pemasangan media audio visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media audio visual, seperti proyektor, layar, dan sistem pengeras suara yang memadai, secara signifikan meningkatkan efektivitas penyampaian materi, perhatian jamaah, serta partisipasi masyarakat dalam kegiatan kajian. Media tersebut juga menciptakan suasana kajian yang lebih interaktif, menarik, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan jamaah. Kesimpulannya, pemasangan media audio visual di lingkungan masjid terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas kajian keagamaan dan memperkuat fungsi masjid sebagai pusat dakwah serta pembelajaran Islam yang adaptif terhadap kemajuan teknologi di era digital.
A Hybrid Neural Network and Sugeno-Type Fuzzy Approach for Object Classification to Assist Navigation of Visually Impaired Individuals Using Ultrasonic Sensor Arrays Solihin, Ridwan; Hasanah, Rahmawati; Setiadi, Budi; Supriyadi, Tata; Sudrajat, Sudrajat; Tri Hartono, R Wahyu
International Journal of Engineering Continuity Vol. 4 No. 2 (2025): ijec
Publisher : Sultan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58291/ijec.v4i2.416

Abstract

This study proposes a hybrid neural network that integrates a multilayer perceptron (MLP) with optimised Sugeno-type fuzzy reasoning for object classification. The system employs a vertically mounted array of ultrasonic sensors arranged 10 cm apart at heights ranging from 80 cm to 180 cm. Each sensor measures the distance of passing objects, producing eleven readings that capture vertical distance patterns. These readings are processed by an MLP with a single hidden layer of 22 neurones to identify characteristic spatial signatures. A refined similarity-based classification is then performed using an optimised Sugeno-type fuzzy inference system configured with five linguistic variables: Very Low (VL), Low (L), Medium (M), High (H), and Very High (VH). Training and testing were conducted using datasets collected at SLBN-A Citeureup, Cimahi, comprising two object categories: human (visually impaired individuals) and nonhuman (inanimate objects). The model was trained for 100 epochs with a learning rate of 0.001. Experimental results show accuracy exceeding 90%, with the hybrid model outperforming the conventional MLP by 1.83%. This improvement reduces false positives and prevents erroneous obstacle warnings. The integration of fuzzy reasoning also enhances the system's robustness to uncertainty and stabilises decision-making when class boundaries overlap.