Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Penguatan Numerasi dan Literasi Digital Bagi Guru dan Calon Guru Matematika Sardin; Wilda Syam Tonra; Roni Priyanda; Hesty Marwani Siregar; Talisadika Serrisanti Maifa; Rani Martalisa Taorina; Iryana Muhammad; Rima Aksen Cahdriyana; Reni Nuraeni; Puji Savvy Dian Faizati; Willy Abdul Ghany; Finola Marta Putri; Marhami; Wahyu Setiawan; Bobbi Rahman; Rindi Antika; Al Jupri; Dadang Juandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3567

Abstract

Kemampuan numerasi pelajar sangat penting untuk menangani masalah matematika yang muncul dalam aktivitas sehari-hari. Hasil PISA dan penelitian ahli menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa Indonesia sangat rendah. Dalam Revolusi Industri 4.0, teknologi dalam pendidikan matematika sangat penting. Teknologi dalam pendidikan tidak semata-mata bergantung pada alat dan aplikasinya, tetapi juga pada bagaimana guru menggunakannya. PkM ini bertujuan untuk membantu guru dan calon guru matematika memperkuat numerasi dan literasi digital. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi adalah tahapan kegiatan PkM ini. PkM ini dilaksanakan secara online melalui pertemuan Zoom. Materi yang disampaikan adalah numerasi dan literasi digital matematika. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pretest, posttest, angket literais digital, dan angket kepuasan kegiatan, diperoleh dampak pelatihan bagi peserta yaitu (1) Penguatan materi numerasi memiliki dampak positif terhadap pemahaman konsep numerasi peserta PkM. Hal ini terlihat dari persentase dari jumlah peserta yang menjawab benar pada posttest lebih banyak daripada persentase jumlah peserta yang menjawab benar pada pretest; (2) Penguatan materi literasi digital memiliki dampak positif terhadap keterampilan digital (digital skill) peserta. Hal ini terlihat dari angket literasi digital yang menunjukkan indikator digital skill mendapatkan nilai tertinggi dibandingkan dengan tiga indikator literasi digital lainnya; (3) Pelatihan memberikan motivasi bagi guru dan calon guru untuk merancang pembelajaran yang mendukung kemampuan numerasi siswa dan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.
Penguatan Numerasi dan Literasi Digital Bagi Guru dan Calon Guru Matematika Sardin; Wilda Syam Tonra; Roni Priyanda; Hesty Marwani Siregar; Talisadika Serrisanti Maifa; Rani Martalisa Taorina; Iryana Muhammad; Rima Aksen Cahdriyana; Reni Nuraeni; Puji Savvy Dian Faizati; Willy Abdul Ghany; Finola Marta Putri; Marhami; Wahyu Setiawan; Bobbi Rahman; Rindi Antika; Al Jupri; Dadang Juandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3638

Abstract

Kemampuan numerasi pelajar sangat penting untuk menangani masalah matematika yang muncul dalam aktivitas sehari-hari. Hasil PISA dan penelitian ahli menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa Indonesia sangat rendah. Dalam Revolusi Industri 4.0, teknologi dalam pendidikan matematika sangat penting. Teknologi dalam pendidikan tidak semata-mata bergantung pada alat dan aplikasinya, tetapi juga pada bagaimana guru menggunakannya. PkM ini bertujuan untuk membantu guru dan calon guru matematika memperkuat numerasi dan literasi digital. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi adalah tahapan kegiatan PkM ini. PkM ini dilaksanakan secara online melalui pertemuan Zoom. Materi yang disampaikan adalah numerasi dan literasi digital matematika. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pretest, posttest, angket literais digital, dan angket kepuasan kegiatan, diperoleh dampak pelatihan bagi peserta yaitu (1) Penguatan materi numerasi memiliki dampak positif terhadap pemahaman konsep numerasi peserta PkM. Hal ini terlihat dari persentase dari jumlah peserta yang menjawab benar pada posttest lebih banyak daripada persentase jumlah peserta yang menjawab benar pada pretest; (2) Penguatan materi literasi digital memiliki dampak positif terhadap keterampilan digital (digital skill) peserta. Hal ini terlihat dari angket literasi digital yang menunjukkan indikator digital skill mendapatkan nilai tertinggi dibandingkan dengan tiga indikator literasi digital lainnya; (3) Pelatihan memberikan motivasi bagi guru dan calon guru untuk merancang pembelajaran yang mendukung kemampuan numerasi siswa dan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.
FLIPPED CLASSROOM IN MATHEMATICS EDUCATION AFTER PANDEMIC: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Putri, Finola Marta; Juandi, Dadang; Kusumah, Yaya Sukjaya; Martadiputra, Bambang Avip Priatna; Kusnandi, Kusnandi
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol 7, No 1 (2025): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v7i1.45400

Abstract

AbstractThe COVID-19 pandemic has highlighted the need for adaptive learning models, especially in mathematics education. This study aims to analyze publications on the Flipped Classroom model in post-pandemic mathematics education (2021–May 2023) and to explore its future development.  The method used is a systematic literature review of 10 articles, consisting of two Scopus-indexed articles and eight articles from Google Scholar obtained using the Publish or Perish application. The total number of participants involved in the reviewed studies is 1,200, comprising 370 elementary school students, 208 junior high school students, 179 senior high school students, and 417 university students. The findings indicate that the digital-based Flipped Classroom model can enhance mathematical communication skills, critical thinking, conceptual understanding, problem-solving abilities, and higher-order thinking. Moreover, it positively influences students' self-confidence, creates a more interactive classroom environment, generates positive learning responses, and supports social interaction in online settings. These results suggest that the Flipped Classroom is an effective instructional model and is recommended for mathematics learning in the post-pandemic era. AbstrakPandemi COVID-19 mendorong perlunya model pembelajaran yang adaptif, termasuk dalam pendidikan matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis publikasi mengenai model Flipped Classroom dalam pendidikan matematika pascapandemi (2021–Mei 2023) dan menggambarkan arah perkembangannya. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 10 artikel, terdiri dari dua artikel terindeks Scopus dan delapan artikel dari Google Scholar yang diperoleh menggunakan aplikasi Publish or Perish. Total peserta dalam studi ini berjumlah 1.200, terdiri atas 370 siswa SD, 208 siswa SMP, 179 siswa SMA, dan 417 mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Flipped Classroom berbasis digital dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis, berpikir kritis, pemahaman konsep, pemecahan masalah, dan berpikir tingkat tinggi. Selain itu, model ini berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri siswa, suasana kelas yang lebih interaktif, respons yang baik terhadap pembelajaran, serta mendukung sosialisasi di lingkungan daring. Temuan ini menunjukkan bahwa Flipped Classroom merupakan model pembelajaran yang efektif dan dapat direkomendasikan untuk pembelajaran matematika setelah pandemi.
Penguatan Numerasi dan Literasi Digital Bagi Guru dan Calon Guru Matematika Sardin; Wilda Syam Tonra; Roni Priyanda; Hesty Marwani Siregar; Talisadika Serrisanti Maifa; Rani Martalisa Taorina; Iryana Muhammad; Rima Aksen Cahdriyana; Reni Nuraeni; Puji Savvy Dian Faizati; Willy Abdul Ghany; Finola Marta Putri; Marhami; Wahyu Setiawan; Bobbi Rahman; Rindi Antika; Al Jupri; Dadang Juandi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 14 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : LPPM UNINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30999/jpkm.v14i2.3638

Abstract

Kemampuan numerasi pelajar sangat penting untuk menangani masalah matematika yang muncul dalam aktivitas sehari-hari. Hasil PISA dan penelitian ahli menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa Indonesia sangat rendah. Dalam Revolusi Industri 4.0, teknologi dalam pendidikan matematika sangat penting. Teknologi dalam pendidikan tidak semata-mata bergantung pada alat dan aplikasinya, tetapi juga pada bagaimana guru menggunakannya. PkM ini bertujuan untuk membantu guru dan calon guru matematika memperkuat numerasi dan literasi digital. Perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi adalah tahapan kegiatan PkM ini. PkM ini dilaksanakan secara online melalui pertemuan Zoom. Materi yang disampaikan adalah numerasi dan literasi digital matematika. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pretest, posttest, angket literais digital, dan angket kepuasan kegiatan, diperoleh dampak pelatihan bagi peserta yaitu (1) Penguatan materi numerasi memiliki dampak positif terhadap pemahaman konsep numerasi peserta PkM. Hal ini terlihat dari persentase dari jumlah peserta yang menjawab benar pada posttest lebih banyak daripada persentase jumlah peserta yang menjawab benar pada pretest; (2) Penguatan materi literasi digital memiliki dampak positif terhadap keterampilan digital (digital skill) peserta. Hal ini terlihat dari angket literasi digital yang menunjukkan indikator digital skill mendapatkan nilai tertinggi dibandingkan dengan tiga indikator literasi digital lainnya; (3) Pelatihan memberikan motivasi bagi guru dan calon guru untuk merancang pembelajaran yang mendukung kemampuan numerasi siswa dan mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.
FLIPPED CLASSROOM IN MATHEMATICS EDUCATION AFTER PANDEMIC: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Putri, Finola Marta; Juandi, Dadang; Kusumah, Yaya Sukjaya; Martadiputra, Bambang Avip Priatna; Kusnandi, Kusnandi
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 7 No. 1 (2025): ALGORITMA Journal Of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v7i1.46721

Abstract

Abstract The COVID-19 pandemic has highlighted the need for adaptive learning models, especially in mathematics education. This study aims to analyze publications on the Flipped Classroom model in post-pandemic mathematics education (2021–May 2023) and to explore its future development.  The method used is a systematic literature review of 10 articles, consisting of two Scopus-indexed articles and eight articles from Google Scholar obtained using the Publish or Perish application. The total number of participants involved in the reviewed studies is 1,200, comprising 370 elementary school students, 208 junior high school students, 179 senior high school students, and 417 university students. The findings indicate that the digital-based Flipped Classroom model can enhance mathematical communication skills, critical thinking, conceptual understanding, problem-solving abilities, and higher-order thinking. Moreover, it positively influences students' self-confidence, creates a more interactive classroom environment, generates positive learning responses, and supports social interaction in online settings. These results suggest that the Flipped Classroom is an effective instructional model and is recommended for mathematics learning in the post-pandemic era.   Abstrak Pandemi COVID-19 mendorong perlunya model pembelajaran yang adaptif, termasuk dalam pendidikan matematika. Penelitian ini bertujuan menganalisis publikasi mengenai model Flipped Classroom dalam pendidikan matematika pascapandemi (2021–Mei 2023) dan menggambarkan arah perkembangannya. Metode yang digunakan adalah systematic literature review terhadap 10 artikel, terdiri dari dua artikel terindeks Scopus dan delapan artikel dari Google Scholar yang diperoleh menggunakan aplikasi Publish or Perish. Total peserta dalam studi ini berjumlah 1.200, terdiri atas 370 siswa SD, 208 siswa SMP, 179 siswa SMA, dan 417 mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa model Flipped Classroom berbasis digital dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis, berpikir kritis, pemahaman konsep, pemecahan masalah, dan berpikir tingkat tinggi. Selain itu, model ini berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri siswa, suasana kelas yang lebih interaktif, respons yang baik terhadap pembelajaran, serta mendukung sosialisasi di lingkungan daring. Temuan ini menunjukkan bahwa Flipped Classroom merupakan model pembelajaran yang efektif dan dapat direkomendasikan untuk pembelajaran matematika setelah pandemi.
ANALISIS PROSES BERPIKIR MATEMATIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH STATISTIKA Herlina, Sari; Wahyuni, Reni; Juandi, Dadang; Putri, Finola Marta
ALGORITMA: Journal of Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2023): ALGORITMA Journal of Mathematics Education
Publisher : Faculty of Educational sciences, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ajme.v5i2.39563

Abstract

AbstractEach student has a different mathematical thinking process in solving mathematical problems. This study aims to assess the mathematical thinking process of students in solving statistical problems. The subjects of the study were taken by purposive sampling. The subject of the study was 6 students of Islamic Religious Education student who took the fifth semester with high, medium, and low abilities. The instrument used is a ters sheet on statistical material. Data collection techniques through statistical question tests on research data sampling sub-materials. Data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner. The analysis was conducted through answer sheets of each study subject looking at thought processes based on steps in Bransford and Stein's approach. The results showed that  high-ability students tend to have conceptual mathematical thinking processes, moderately capable students tend to have mathematical thinking process abilities in semiconceptual groups, while low-ability students tend to have competitive mathematical thinking processes. Abstrak Setiap mahasiswa mempunyai proses berpikir matematis berbeda-beda dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menilai proses berpikir matematis mahasiswa dalam memecahkan masalah statistika. Subjek penelitian diambil secara purposive sampling. Subjek penelitian merupakan 6 orang mahasiswa Pendidikan Agama Islam yang menempuh semester lima tahun ajaran 2023-2024 dengan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan adalah lembar tes pada materi statistika. Teknik pengumpulan data melalui tes soal statistika pada sub-materi pengambilan sampel data penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui lembar jawaban setiap subjek penelitian dengan melihat proses berpikir berdasarkan langkah-langkah dalam pendekatan Bransford dan Stein. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang berkemampuan tinggi cenderung mempunyai proses berpikir matematis konseptual, mahasiswa yang berkemampuan sedang cenderung mempunyai kemampuan proses berpikir matematis dalam kelompok semikonseptual, dan mahasiswa yang berkemampuan rendah cenderung proses berpikir matematis komputasional