Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Maryam K. Lahay; Edwina R Monayo; Moh. Nisyar Sy. Abd. Azis
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/xr7w0y54

Abstract

This study aimed to determine the relationship between nurses’ therapeutic communication and medication adherence among elderly patients with hypertension. A cross-sectional design was employed using an accidental sampling technique involving 47 elderly respondents. The results showed a significant relationship between nurses’ therapeutic communication and antihypertensive medication adherence among the elderly (p-value = 0.000). In conclusion, higher levels of nurses’ therapeutic communication are associated with greater medication adherence among elderly patients.   Keywords: Therapeutic Communication of Nurses, Medication Adherence, Elderly
Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida dalam Pengasuhan Bayi Baru Lahir Adzra Nabilla; Edwina R. Monayo; Dewi S. Hiola
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jthtxy69

Abstract

This study aims to describe primigravida mothers' knowledge of newborn care at the Kabila Community Health Center in Bone Bolango Regency. This study used a non-experimental, quantitative design with descriptive methods and involved 31 primigravida respondents. The results showed that 17 primigravida mothers (55%) had a good level of knowledge, but 4 respondents (13%) had poor knowledge. The conclusion is that while most primigravida mothers have a good level of expertise in newborn care, some still have gaps in their understanding, necessitating increased education and ongoing support from health workers.   Keywords: Primigravida Mothers, Neonatal, Newborn Care, Knowledge
Gambaran Penggunaan Obat Anti-Inflamasi Nonsteroid pada Pasien Gastritis di Wilayah Puskesmas Kota Utara Sabrina Naguib; Edwina Rugaiah Monayo; Nelyan Helma Mokoginta; Zuhriana K. Yusuf; Sitti Rahma
Jurnal Kesehatan Republik Indonesia Vol 3 No 2 (2026): JKRI - Januari 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan OAINS pada pasien gastritis di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara pada bulan Desember 2025. Sampel penelitian berjumlah 30 pasien gastritis yang diperoleh menggunakan teknik accidental sampling sesuai kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur yang mencakup karakteristik responden, jenis OAINS, serta durasi penggunaan OAINS. Data dianalisis secara univariat menggunakan perangkat lunak Statistical Package for Social Science (SPSS) dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,3% pasien gastritis memiliki riwayat penggunaan OAINS jangka panjang. Jenis OAINS yang paling banyak digunakan adalah asam mefenamat (40,0%), dengan durasi penggunaan OAINS mayoritas kurang dari dua minggu (46,7%). Penggunaan OAINS ditemukan pada berbagai kelompok usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Lebih dari separuh pasien gastritis di wilayah kerja Puskesmas Kota Utara menggunakan OAINS sebagai pereda nyeri utama, dengan asam mefenamat sebagai jenis obat yang paling dominan. Meskipun durasi penggunaan mayoritas bersifat jangka pendek, keberadaan penggunaan kronis (>6 bulan) tetap ditemukan. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan edukasi dan pengawasan penggunaan OAINS di pelayanan kesehatan primer
Gambaran Tingkat Pengetahuan dan Sikap Penderita Hipertensi dalam Penggunaan Obat Tradisional di Wilayah Kerja Puskesmas Limboto Nur Rahmatia Naue; Edwina R. Monayo; Indra
Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 8 No. 2 (2026): Vol. 8 No. 2 (2026): Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, July 2026
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi yang memerlukan pengelolaan seumur hidup. Penderita hipertensi di Indonesia banyak yang menggunakan obat tradisional sebagai terapi pendamping atau pengganti obat medis. Pengetahuan dan sikap terhadap penggunaan obat tradisional menjadi faktor penting yang memengaruhi keamanan dan ketepatan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk gambaran tingkat pengetahuan dan sikap penderita hipertensi dalam penggunaan obat tradisional di wilayah kerja Puskesmas Limboto Kabupaten Gorontalo. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dilakukan di Puskesmas Limboto periode Januari–Agustus 2026. Sampel sebanyak 93 responden dipilih melalui purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan dan sikap. Analisis data deskriptif dilakukan menggunakan software SPSS. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan cukup (60,2%), diikuti kategori kurang (23,7%) dan baik (16,1%). Untuk sikap, mayoritas memiliki sikap negatif (51,6%) dan sikap positif (48,4%). Hasil ini memberikan gambaran bahwa hanya sebagian kecil penderita hipertensi yang memiliki pengetahuan yang baik. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Limboto sebagian besar memiliki pengetahuan cukup dan sikap negatif terhadap penggunaan obat tradisional. Hasil penelitian ini berimplikasi pada pentingnya merancang program edukasi berkelanjutan dan pendampingan terintegrasi guna mencegah risiko penggunaan obat tradisional yang tidak sesuai pada pasien hipertensi. Kata kunci: Hipertensi, Obat Tradisional, Pengetahuan, Sikap, Indonesia ABSTRACT Hypertension is a highly prevalent noncommunicable disease that requires lifelong management. In Indonesia, many individuals with hypertension use traditional medicine as a complementary or alternative therapy to conventional antihypertensive treatment. Knowledge and attitudes toward traditional medicine use are important factors influencing the safety and appropriateness of its use. This study aimed to describe the levels of knowledge and attitudes regarding traditional medicine use among patients with hypertension in the working area of Limboto Primary Health Center, Gorontalo Regency. A descriptive quantitative study with a cross-sectional design was conducted at Limboto Primary Health Center from January to August 2026. A total of 93 respondents were selected using purposive sampling. Data were collected using structured questionnaires assessing knowledge and attitudes, and descriptive statistical analysis was performed using SPSS software. The findings showed that most respondents had a moderate level of knowledge (60.2%), followed by low (23.7%) and good (16.1%) levels. Regarding attitudes, 51.6% of respondents demonstrated negative attitudes, while 48.4% showed positive attitudes toward traditional medicine use. These findings indicate that only a small proportion of patients possessed good knowledge regarding the use of traditional medicine. In conclusion, most patients with hypertension in the Limboto Primary Health Center working area had moderate knowledge and negative attitudes toward traditional medicine use. These findings highlight the need for sustainable educational programs and integrated counseling to promote the safe and appropriate use of traditional medicine among patients with hypertension. Keywords: Hypertension, Traditional Medicine, Knowledge, Attitude, Indoensia
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Tingkat Akhir Poltekkes Kemenkes Gorontalo tentang Rapid Health Assessment saat Bencana Muhammad Fahreza Labdul; Zuhriana K.Yusuf; Edwina R. Monayo; Muhamad Nur Syukriani Yusuf; Vivien Novarina A. Kasim
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1711

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat akhir Poltekkes Kemenkes Gorontalo mengenai Rapid Health Assessment RHA saat bencana. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengukuran pada satu waktu. Populasi berjumlah 408 mahasiswa tingkat akhir dari seluruh jurusan. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui simple random sampling. Perhitungan Slovin dengan margin error 10 persen menghasilkan target minimal 81 responden, sedangkan data yang terkumpul dan dianalisis berjumlah 94 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner 10 butir mengacu pada Nurbaya 2020 dengan skala Guttman skor 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah, kemudian dikonversi menjadi persentase dan dikategorikan baik 76 sampai 100 persen cukup 56 sampai 75 persen dan kurang 0 sampai 55 persen. Analisis data dilakukan secara univariat deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 77,7 persen, kategori cukup 20,2 persen, dan kategori kurang 2,1 persen. Lebih dari separuh responden menyatakan belum pernah mengetahui istilah RHA sebesar 54,3 persen, sementara sumber informasi yang paling banyak diakses berasal dari media daring. Perbandingan antarjurusan memperlihatkan variasi, dengan proporsi kategori baik tertinggi pada Gizi dan Dietetika serta Farmasi, sedangkan Sanitasi Lingkungan menunjukkan distribusi yang lebih beragam dan menjadi satu satunya jurusan dengan kategori kurang. Kesimpulan penelitian menunjukkan pengetahuan mahasiswa tentang RHA tergolong baik meskipun pengenalan terminologi belum merata, sehingga diperlukan penguatan pembelajaran kebencanaan melalui integrasi kurikulum, pelatihan berbasis simulasi, serta pengembangan modul digital agar kesiapan mahasiswa tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga aplikatif.
Doxycycline Suppresses Hypertension through Renin– Angiotensin System (RAS) Regulation: Insights from Molecular Docking and Renal Gene Expression Ariski Fajarido; Fadilah Fadilah; Wawaimuli Arozal; Jaka Fajar Fatriansyah; Agrin Febrian Pradana; Edwina Rugayah Monayo
Molecular and Cellular Biomedical Sciences Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Cell and BioPharmaceutical Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21705/mcbs.v10i1.744

Abstract

Background: Doxycycline, a tetracycline antibiotic known for inhibiting matrix metalloproteinases, has shown potential antihypertensive effects. However, its role in modulating the renin–angiotensin system remains poorly understood. This study aims to specifically evaluate Doxycycline’s effects on key RAS components and blood pressure responses to clarify its underlying mechanism and support its development as a targeted antihypertensive therapeutic candidate.Materials and Methods: This study integrated an in-silico and experimental approach to assess the antihypertensive effects of doxycycline. Bioinformatics analyses were first conducted, including target prediction, gene ontology enrichment, hub-gene identification, PPI network construction, and KEGG pathway analysis, followed by molecular docking and molecular dynamics simulations to predict doxycycline’s interactions with key RAS targets. To validate these computational findings, qRT-PCR was performed to measure the expression of selected genes in kidney tissues from hypertensive rats.Results: Bioinformatics analysis identified six key target genes, including AGT, AGTR1, AGTR2, REN, ACE, and ACE2. Molecular docking showed that doxycycline exhibited stronger binding affinity to AGTR1 (-8.346 kcal/mol) than its native ligand. Molecular dynamics confirmed the stability of the doxycycline–AGTR1 complex at 20 ns. Gene expression analysis of kidney tissues from hypertensive rats revealed a significant reduction in AGTR1 expression in the group treated with doxycycline 15 mg/kg (p<0.05), while no significant change was observed at 30 mg/kg.Conclusion: Low-dose doxycycline may modulate the renin–angiotensin pathway through AGTR1 inhibition, indicating its potential as a candidate for further antihypertensive research and warranting more comprehensive in vivo evaluation.Keywords: Hypertension, doxycycline, molecular docking, gene expression, Renin-Angiotensin System