Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Tingginya Minat Pengguna Kontrasepsi Hormonal Dibandingkan Non Hormonal Edwina Rugaiya Monayo
Jambura Nursing Journal Vol 3, No 2: July 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v3i2.11339

Abstract

Penggunaan kontrasepsi hormonal hingga saat ini masih menjadi pilihan metode kontrasepsi yang populer di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya minat kontrasepsi hormonal dibandingkan kontrasepsi non hormonal. Desain penelitian ini adalah studi analitik komparatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia subur yang menggunakan kontrasepsi hormonal atau non hormonal, berusia di atas 30 tahun dan jumlah anak lebih dari 2. Dari hasil penelitian diketahui ada hubungan antara faktor pengetahuan (p value = 0,000), sikap ibu ( p value = 0,010), pendapatan (p value = 0,000) dan informasi KB (p value = 0,000) terhadap tingginya minat kontrasepsi hormonal dibandingkan kontrasepsi non hormonal. Sedangkan untuk faktor dukungan suami (p value = 0,980), tidak terdapat hubungan dengan minat kontrasepsi hormonal yang tinggi dibandingkan kontrasepsi non hormonal. Dapat disimpulkan bahwa lebih banyak faktor yang mempengaruhi pemilihan alat kontrasepsi hormonal dibandingkan kontrasepsi nonhormonal.
Pengaruh Stretching Exercise Terhadap Penurunan Skala Nyeri Sendi Lutut Pada Pasien Osteoartrtis Edwina R Monayo; Fenti Akuba
Jambura Nursing Journal Vol 1, No 1: January 2019
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v1i1.2074

Abstract

Osteoartritis merupakan suatu penyakit sendi degeneratif yang terjadi karena proses inflamasi kronis pada sendi dan tulang sekitar sendi. Salah satu penatalaksanaan non Farmakologi yaitu dengan stretching exercise. Stretching Exercise dapat mengurangi nyeri sendi lutut dengan mengunakan tekhnik latihan gerakan tubuh baik secara aktif maupun pasif. Tujuan penelitian untuk mengetahui Pengaruh Stretching Exercise Terhadap Penurunan Skala Nyeri Sendi Lutut pada Pasien Osteoartritis. Jenis penelitian adalah pra eksperiment dengan pretest and postest one group design. Penelitian dilaksanakan Di Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo. Populasi seluruh pasien Osteoartritis di Puskesmas Kota Selatan Kota Gorontalo dengan Jumlah sampel yang diperoleh dari tekhnik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh stretching exercise terhadap penurunan skala nyeri sendi lutut pada pasien Osteoartritis dengan p-value (0,000) ? (0,05). Saran diharapkan agar terapi ini dapat diberikan dalam upaya pencegahan serta penanganan nyeri sendi lutut atau gangguan muskuloskeletal.
Pengetahuan Dan Minat Vaksinasi Covid-19 Masyarakat di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango Edwina Rugaiah Monayo
Jambura Nursing Journal Vol 4, No 1: January 2022
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v4i1.13476

Abstract

Pandemi COVID-19 yang melanda dunia saat ini, telah menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang tinggi di seluruh dunia. Program vaksinasi yang diberikan pemerintah Indonesia bertujuan menanggulangi pandemi Covid-19. Hasil beberapa survey menunjukkan masih banyak masyarakat Indonesia yang menolak divaksin Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan minat masyarakat Kota Gorontalo Dan Kabupaten Bone Bolango terhadap vaksinasi Covid-19.Desain penelitian merupakan penelitian deskriptif. Populasi adalah masyarakat di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango yang bukan berlatar belakang pendidikan kesehatan. Pengambilan sampel secara purposive sampling, dengan kriteria sampel usia 18-80 tahun. Penelitian dilakukan pada bulan Juni-September 2021. Hasil penelitian adalah sebesar yaitu 70 responden (50%) memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang vaksinasi Covid-19, 38 responden (27%) memiliki tingkat pengetahuan baik, dan 32 responden (23%) memiliki tingkat pengetahuan kurang tentang vaksinasi Covid-19. Untuk minat responden, yang berminat untuk dilakukan vaksinasi Covid-19 yaitu 78 responden (56%), dan yang tidak berminat untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 juga masih cukup tinggi, yaitu 62 responden (44%). Kesimpulan sebagian besar masyarakat Gorontalo memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang vaksinasi Covid-19 dan berminat untuk dilakukan vaksinasi Covid-19.
Efek Samping Penggunaan Kontrasepsi Hormonal di Wilayah Kerja Puskesmas Buhu Kabupaten Gorontalo Edwina R Monayo; Ita Sulistiani Basir; Rinda Maharani Yusuf
Jambura Nursing Journal Vol 2, No 1: January 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v2i1.6860

Abstract

Saat ini KB Hormonal masih menjadi pilihan metode kontrasepsi yang paling banyak digunakan. Metode kontrasepsi juga mempunyai berbagai macam efek samping yang ditimbulkan pada pengguna kontrasepsi hormonal yaitu ; adanya gangguan siklus menstruasi, perubahan berat badan, mual/muntah, pusing/ sakit kepala, jerawat dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek samping penggunaan kontrasepsi hormonal di wilayah kerja Puskesmas Buhu Kabupaten Gorontalo. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu pengguna kontrasepsi hormonal yang ada di wilayah kerja Puskesmas Buhu. Hasil penelitian ditemukan efek samping dari penggunaan kontrasepsi pil dari 17 responden yang tertinggi yaitu sebanyak 12 responden mengalami kenaikan berat badan (70.6), pada kontrasepsi suntik dari 61 responden yang tertinggi yaitu sebanyak 42 responden mengalami kenaikan berat badan (68.9%), dan pada kontrasepsi implant dari 35 responden yang tertinggi yaitu sebanyak 25 responden mengalami kenaikan berat badan (71.4%).
Perbandingan Glukosa Darah Puasa Dengan dan Tanpa Riwayat Keluarga Diabetes Melitus Tipe 2 Medi Rahman; Sitti Rahma; Edwina Rugaiah Monayo; Yuniarty Antu; Sri Andriani Ibrahim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6172

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 memiliki prevalensi tinggi di Indonesia dengan riwayat keluarga sebagai faktor risiko genetik utama yang memengaruhi glukosa darah puasa (GDP), terutama pada mahasiswa kedokteran yang rentan stres akademik. Membandingkan GDP antara mahasiswa Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo dengan dan tanpa riwayat keluarga DM tipe 2. Studi observasional analitik cross-sectional pada 191 mahasiswa (total sampling). Instrumen meliputi glukometer fotometrik dan kuesioner Google Form. Analisis menggunakan SPSS 16.0 dengan uji t independen (p<0,05). Kelompok berriwayat keluarga (n=100) memiliki rerata GDP 97,90±10,26 mg/dL, lebih tinggi dibanding tanpa riwayat (n=91; 89,90±9,37 mg/dL) dengan t=-5,605 (p<0,001). Proporsi prediabetes 45% vs 12,1%. Kesimpulannya Riwayat keluarga signifikan meningkatkan GDP, merekomendasikan skrining rutin dan edukasi gaya hidup pada mahasiswa berisiko tinggi.
Komunikasi Terapeutik Perawat dengan Kepatuhan Minum Obat Hipertensi Lahay, Maryam K.; Monayo, Edwina R; Azis, Moh. Nisyar Sy. Abd.
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/xr7w0y54

Abstract

This study aimed to determine the relationship between nurses’ therapeutic communication and medication adherence among elderly patients with hypertension. A cross-sectional design was employed using an accidental sampling technique involving 47 elderly respondents. The results showed a significant relationship between nurses’ therapeutic communication and antihypertensive medication adherence among the elderly (p-value = 0.000). In conclusion, higher levels of nurses’ therapeutic communication are associated with greater medication adherence among elderly patients.   Keywords: Therapeutic Communication of Nurses, Medication Adherence, Elderly
METODE PHYSIOEX®️ DAN KOMBINASI DENGAN KONVENSIONAL DALAM PRAKTIKUM FISIOLOGI RESPIRASI MAHASISWA KEDOKTERAN : SUATU PERBANDINGAN Rahman, Devi Aulia Putri Nurindah; Pateda, Sri Manovita; Pantow, Sefry M.; Yusuf, Muhamad Nur Syukriani; Monayo, Edwina Rugaiah
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i1.54495

Abstract

Penguasaan praktikum fisiologi respirasi sangat penting bagi mahasiswa kedokteran karena berhubungan langsung dengan pemahaman fungsi vital sistem pernapasan. Laboratorium virtual PhysioEx® telah digunakan sebagai media utama praktikum, namun hasil evaluasi menunjukkan tingkat kelulusan dan rata-rata nilai praktikum masih rendah. Praktikum konvensional memberikan penjelasan konseptual dam pengalaman langsung dalam pengukuran parameter fisiologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran praktikum fisiologi respirasi yang lebih efektif, dengan membandingkan penggunaan PhysioEx® saja dengan kombinasi praktikum konvensional dan PhysioEx® pada mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian menggunakan rancangan true experimental dengan desain pretest–posttest control group pada 58 mahasiswa yang dibagi secara acak menjadi kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Penguasaan praktikum diukur menggunakan tes pilihan ganda pretest dan posttest. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan uji paired t-test, Wilcoxon, independent t-test, dan Mann–Whitney U sesuai hasil uji normalitas. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan skor yang signifikan antara pretest dan posttest, menunjukkan bahwa baik PhysioEx® tunggal maupun kombinasi metode mampu meningkatkan penguasaan praktikum. Namun, uji perbandingan antar kelompok pada nilai posttest menunjukkan perbedaan yang bermakna secara statistik (p < 0,05). Kombinasi praktikum konvensional dan PhysioEx® lebih efektif dibandingkan penggunaan PhysioEx® saja dalam meningkatkan penguasaan praktikum fisiologi respirasi mahasiswa kedokteran.
Gambaran Pengetahuan Mahasiswa Tingkat Akhir Poltekkes Kemenkes Gorontalo tentang Rapid Health Assessment saat Bencana Labdul, Muhammad Fahreza; Zuhriana K.Yusuf; Edwina R. Monayo; Muhamad Nur Syukriani Yusuf; Vivien Novarina A. Kasim
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 6 (2026): Jurnal Ilmu Multidisplin (Februari - Maret 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i6.1711

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat pengetahuan mahasiswa tingkat akhir Poltekkes Kemenkes Gorontalo mengenai Rapid Health Assessment RHA saat bencana. Desain penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan pengukuran pada satu waktu. Populasi berjumlah 408 mahasiswa tingkat akhir dari seluruh jurusan. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling melalui simple random sampling. Perhitungan Slovin dengan margin error 10 persen menghasilkan target minimal 81 responden, sedangkan data yang terkumpul dan dianalisis berjumlah 94 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner 10 butir mengacu pada Nurbaya 2020 dengan skala Guttman skor 1 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah, kemudian dikonversi menjadi persentase dan dikategorikan baik 76 sampai 100 persen cukup 56 sampai 75 persen dan kurang 0 sampai 55 persen. Analisis data dilakukan secara univariat deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori baik sebesar 77,7 persen, kategori cukup 20,2 persen, dan kategori kurang 2,1 persen. Lebih dari separuh responden menyatakan belum pernah mengetahui istilah RHA sebesar 54,3 persen, sementara sumber informasi yang paling banyak diakses berasal dari media daring. Perbandingan antarjurusan memperlihatkan variasi, dengan proporsi kategori baik tertinggi pada Gizi dan Dietetika serta Farmasi, sedangkan Sanitasi Lingkungan menunjukkan distribusi yang lebih beragam dan menjadi satu satunya jurusan dengan kategori kurang. Kesimpulan penelitian menunjukkan pengetahuan mahasiswa tentang RHA tergolong baik meskipun pengenalan terminologi belum merata, sehingga diperlukan penguatan pembelajaran kebencanaan melalui integrasi kurikulum, pelatihan berbasis simulasi, serta pengembangan modul digital agar kesiapan mahasiswa tidak hanya bersifat kognitif tetapi juga aplikatif.
Doxycycline Suppresses Hypertension through Renin– Angiotensin System (RAS) Regulation: Insights from Molecular Docking and Renal Gene Expression Fajarido, Ariski; Fadilah, Fadilah; Arozal, Wawaimuli; Fatriansyah, Jaka Fajar; Pradana, Agrin Febrian; Monayo, Edwina Rugayah
Molecular and Cellular Biomedical Sciences Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Molecular and Cellular Biomedical Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21705/mcbs.v10i1.744

Abstract

Background: Doxycycline, a tetracycline antibiotic known for inhibiting matrix metalloproteinases, has shown potential antihypertensive effects. However, its role in modulating the renin–angiotensin system remains poorly understood. This study aims to specifically evaluate Doxycycline’s effects on key RAS components and blood pressure responses to clarify its underlying mechanism and support its development as a targeted antihypertensive therapeutic candidate.Materials and Methods: This study integrated an in-silico and experimental approach to assess the antihypertensive effects of doxycycline. Bioinformatics analyses were first conducted, including target prediction, gene ontology enrichment, hub-gene identification, PPI network construction, and KEGG pathway analysis, followed by molecular docking and molecular dynamics simulations to predict doxycycline’s interactions with key RAS targets. To validate these computational findings, qRT-PCR was performed to measure the expression of selected genes in kidney tissues from hypertensive rats.Results: Bioinformatics analysis identified six key target genes, including AGT, AGTR1, AGTR2, REN, ACE, and ACE2. Molecular docking showed that doxycycline exhibited stronger binding affinity to AGTR1 (-8.346 kcal/mol) than its native ligand. Molecular dynamics confirmed the stability of the doxycycline–AGTR1 complex at 20 ns. Gene expression analysis of kidney tissues from hypertensive rats revealed a significant reduction in AGTR1 expression in the group treated with doxycycline 15 mg/kg (p<0.05), while no significant change was observed at 30 mg/kg.Conclusion: Low-dose doxycycline may modulate the renin–angiotensin pathway through AGTR1 inhibition, indicating its potential as a candidate for further antihypertensive research and warranting more comprehensive in vivo evaluation.Keywords: Hypertension, doxycycline, molecular docking, gene expression, Renin-Angiotensin System
Tingkat Pengetahuan Ibu Primigravida dalam Pengasuhan Bayi Baru Lahir Nabilla, Adzra; Monayo, Edwina R.; Hiola, Dewi S.
Journal of Telenursing (JOTING) Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/jthtxy69

Abstract

This study aims to describe primigravida mothers' knowledge of newborn care at the Kabila Community Health Center in Bone Bolango Regency. This study used a non-experimental, quantitative design with descriptive methods and involved 31 primigravida respondents. The results showed that 17 primigravida mothers (55%) had a good level of knowledge, but 4 respondents (13%) had poor knowledge. The conclusion is that while most primigravida mothers have a good level of expertise in newborn care, some still have gaps in their understanding, necessitating increased education and ongoing support from health workers.   Keywords: Primigravida Mothers, Neonatal, Newborn Care, Knowledge