Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGELOLAAN KEUANGAN BERBASIS AKUNTANSI BAGI KOPERASI DAN PELAKU UMKM DI KELURAHAN ABEPANTAI, KECAMATAN ABEPURA, KOTA JAYAPURA Puspita, Gratiana Deodata H D; Siang, Apner; rachman, taufik; widyiastuti, margareth
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 4 No 2 Juni (2023): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v4i2.1235

Abstract

Kelurahan Abepantai adalah kelurahan yang berada di batas antara 2 distrik yaitu distrik Abepura dan juga distrik Muara Tami. Dari hasil survei terdapat 21 UMKM dan 1 Koperasi pada wilayah kelurahan Abepantai. Permasalahan yang dihadapi oleh pelaku UMKM dan pengurus koperasi di kelurahan Abepantai salah satunya adalah kurangnya pemahaman dan kemampuan dalam pengelolaan keuangan usaha. Para pelaku dan pengurus seringkali merasa bingung dan terkukngkung dengan kemampuan mereka mempraktekkan akuntansi dalam pengelolaan keuangan usahanya. Tujuan dari kegiatan PKM dikelurahan Abepantai adalah untuk membantu dan mengajarkan para pemilik usaha UMKM dan pengurus koperasi dalam mengelola serta mempraktekkan pengelolaan keuangan berbasis akuntansi pada usahanya agar menjadi lebih efektif dan efisien. Pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini dilakukan dengan metode pelatihan dan pendampingan kepada pemilik usaha dan pengurus koperasi tentang cara pencatatan, penjurnalan, sampai dengan penyusunan laopran keuangan Hasil pengabdian yang telah dilakukan Kelurahan Abepantai adalah dari 19 Pemilik Usaha ada 15 reponden atau 78,95% pemilik usaha yang telah memahami pemakaian dari aplikasi Buku kas dan merasa sangat terbantu dalam mengelola keuangan usaha, sedangkan 4 responden atau 21,05% pemilik usaha telah memahami pemakaian dari Aplikasi tetapi belum dapat menerapkan secara baik karena terkendala Smartphone yang digunakan, sedangkan untuk koperasi diperoleh hasil bahwa pengurus telah memahami dan dapat mempraktekkan dengan baik akuntansi dalam penyusunan laporan keuangan
PENGUATAN LITERASI DALAM KONTEKS PENDIDIKAN NON FORMAL BAGI ANAK ANAK DI KAMPUNG DOSAY KABUPATEN JAYAPURA Paranoan, Emon; Susanto, Herry Wahyudi; Trince, Merliana; Rachman, Taufik
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 5 No 1 Januari (2024): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v5i1.1322

Abstract

Tujuan dari pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan penguatan pendidikan secara non formal bagi para anak di kampung Dosay dalam pengetahuan akan literasi dalam berbagai konteks bidang literasi yang telah diberikan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara mandiri. Masalah awal yang ditemukan dalam lingkungan Pendidikan Formal bagi anak –anak di Kampung Dosay adalah mereka masih ada yang kurang dalam pengetahuan membaca dan berhitung dan bahkan dalam pengetahuan akan berbagai pengetahuan umum masih sangat rendah, oleh karena itu kegiatan ini diharapkan memberikan sebuah kontribusi yang baik kepada anak –anak dalam menguatkan pendidikan formal mereka di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode Penguatan Literasi bagi anak –anak dikampung Dosay, dimana anak –anak diberikan pengetahuan tentang berbagai pengetahuan akan jenis – jenis Profesi, mata uang, transportasi umum, mengidentifikasi nama – nama spesia binatang, dan mengenal akan huruf serta angka yang jelas. Hasil kegiatan pengabdian msayarakat Dimana telah terbentuknya taman baca mini. Menunjukkan hal yang baik adalah para anak di Kampung Dosay mampu dalam mengindentifikasi dan mengenal secara baik akan berbagai konteks literasi pengetahuan yang mereka pelajari dalam lingkungan taman baca, sehingga asumsi yang menyatakan bahwa anak –anak kurang mampu dalam mengikuti pembelajaran secara formal di sekolah tentunya dapat terbantahkan. Factor yang menjadi penyebab adalah kemungkinan kurangnya komunikasi dan pendekatan yang baik dari para Guru disekolah dalam mengajarkan berbagai pelajaran karena keterbatasan waktu dan tenaga yang mereka miliki, sehingga Taman Baca yang telah dikelola dalam kegiatan ini tentunya cukup memberikan pengaruh positif dalam penguatan pendidikan non formal karena anak –anak dapat belajar dalam suasana yang sejuk dalam media diskusi dengan para Dosen dan Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini.
Sniffing Cybercrimes in M-Banking via WhatsApp: Comparative Legal Framework and Implications: Sniffing Cybercrime di M-Banking via WhatsApp: Kerangka Hukum Komparatif dan Implikasinya Aziziyah, Tsania; Purwoleksono, Didik Endro; Rachman, Taufik
Rechtsidee Vol. 11 No. 2 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/jihr.v12i2.985

Abstract

This normative legal research investigates the regulatory landscape and legal responsibilities surrounding sniffing cybercrimes in mobile banking (M-Banking) operations via the WhatsApp application. The study uniquely aligns its analysis with established laws like the Information and Electronic Transaction Law (UU ITE) and the Personal Data Protection Law (UU PDP), elucidating the nuances in sanctions stipulated by these respective legislations. It reveals that the UU ITE and its amendments carry more severe sanctions than the UU PDP. However, based on the lex specialis derogate legi generalis principle and teleological/sociological interpretations of the law's purpose, it concludes that Article 67 (1) of UU PDP governs such sniffing offenses in M-Banking via WhatsApp. The implicated legal liability includes a maximum prison sentence of five years and/or a fine up to five hundred billion rupiah. Moreover, the research underscores the accountability of banking institutions to compensate for the losses suffered by victims, encompassing the replacement of the full or partial account balance or other agreed forms of responsibility. These findings have critical implications for cybersecurity regulations, and the banking sector's duty of care towards customers in the digital era.Highlights: Disparity: Penalties under UU ITE and UU PDP differ for sniffing cybercrimes. Governing Law: Sniffing crimes in M-Banking via WhatsApp fall under UU PDP, Article 67 (1). Liability: Banks are responsible for compensating victims' losses. Keywords: Sniffing Cybercrimes, M-Banking, WhatsApp, Legal Framework, Bank Accountability.
Analisis Kasus Malapraktik di Rumah Sakit di Indonesia Dhamanti, Inge; Rachman, Taufik; Amiati, Mia
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 13, No 2 (2024): June
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.93363

Abstract

Malapraktik medis merupakan penyebab utama mortalitas dan morbiditas di seluruh dunia. Selama rentang tahun 2010-2015, Persatuan Perawat Nasional Indonesia memperkirakan adanya sekitar 485 kasus malapraktik dalam praktik keperawatan di Indonesia, terdiri dari 357 kasus malapraktik administratif, 82 kasus malapraktik sipil, dan 46 kasus malapraktik kriminal yang melibatkan unsur kelalaian.Tujuan dari studi ini adalah melakukan pemetaan terhadap kasus malapraktik yang terjadi di rumah sakit di Indonesia.Peneliti melakukan penelusuran kasus malapraktik pada Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dari tahun 2011 sampai tahun 2021. Semua kasus malapraktik yang terjadi di rumah sakit masuk dalam kriteria inklusi. Setelah itu, dilakukan analisis deskriptif terkait kategori insiden, tenaga kesehatan yang terlibat, jenis dan status akreditasi rumah sakit.Hasil analisis terdapat 24 kasus malapraktik yang memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan hasil penelitian, kasus malapraktik di Indonesia menyebabkan kecacatan permanen (37,5%), melibatkan dokter (95,8%), terjadi di rumah sakit swasta (75%), terjadi di rumah sakit tipe B (79,2%), dan terjadi di rumah sakit terakreditasi paripurna (70,4%).Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa, masih banyaknya kasus malapraktik yang terjadi di rumah sakit di Indonesia. Studi ini juga menunjukkan bahwa tingginya status akreditasi rumah sakit belum tentu memberikan jaminan tidak terjadinya insiden.
Pengembangan Media Pembelajaran tentang Tumbuhan Monokotil dan Dikotil Menggunakan Augmented Reality Jozua F Palandi; Taufik Rachman; Fazar Arizal Fahmi
J-INTECH ( Journal of Information and Technology) Vol 10 No 2 (2022): J-Intech : Journal of Information and Technology
Publisher : LPPM STIKI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/j-intech.v10i2.801

Abstract

The development of technology in learning today has grown very rapidly and has become one of the basic human needs. Learning media is a device that is used to transmit information from the sender to the recipient which will stimulate thoughts, feelings, concerns, and interests that lead to a learning process. The use of Augmented Reality (AR), namely by inserting 3D virtual objects into the real environment in real-time, in this context, is the layer of dicot and monocot plants, with the aim of presenting them in a more real and attractive way. Thus, this learning media will provide freedom for students in carrying out the process of discovering knowledge in their own way. The development of this application uses the waterfall method, with the intention of working on the system to run sequentially to avoid repeating stages. This application runs on the Android mobile platform. Before creating a 3D object, it is necessary to register a marker with Vuforia so that the object can be accessed and displayed. After being registered in Vuforia and the 3D object in Blender is complete, then the object will appear above the marker. This application is expected to increase the interest of grade 4 elementary school students in learning Dicot and Monocot plants.
Open Disclosure Practices of Patient Safety Incidents in Indonesian Hospitals Dhamanti, Inge; Rachman, Taufik; Wardahni, Rizka Kusuma
eJournal Kedokteran Indonesia Vol. 13 No. 3 (2025): Vol. 13 No. 3 - Desember 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23886/ejki.13.1189.1

Abstract

Open disclosure of patient safety incidents in Indonesian hospitals is essential to improve transparency, foster trust, and enhance the quality of healthcare services. This study aims to analyze attitudes and barriers to the open disclosure of patient safety incidents in Indonesian hospitals. A descriptive quantitative research method was applied, involving 265 healthcare workers with at least 1 year of hospital experience at an Indonesian Hospital. Data collection was conducted via an online questionnaire over 2 weeks, recruited through convenience sampling, and analyzed descriptively. The findings reveal that most respondents believe that patients should be informed about safety incidents that affect them. Additionally, the majority of respondents agreed that ethically disclosing patient safety incidents is very important. However, the study results also indicate barriers to open disclosure, as many respondents believe that only serious patient safety incidents should be disclosed to patients. This perception is primarily driven by fears of losing their reputation, fear of penalties, and the belief that open disclosure may increase the risk of lawsuits. The results highlight the need for goverments' policies to address the identified barriers and to support the implementation of open disclosure in hospitals by strengthening institutional support and providing training programs to enhance patient safety culture in Indonesia.
Tackling Bribery in Indonesian Private Sector Rachman, Taufik; Hidayat, Ilham; Wibisono, Didan; Muhammad, Farhan
Business and Human Rights Law & Policy Vol. 2 No. 1 (2026): Business and Human Rights Law & Policy - February
Publisher : Center for Law and Responsible Business Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66441/bhrlp.v2i1.37

Abstract

Corruption poses a formidable barrier to global socioeconomic progress and is a critical impediment to development which undermines the rule of law and hampers institutional frameworks crucial for economic growth. Its pervasive influence extends across various sectors, encompassing utilities, healthcare, education, and even national security domains. In Indonesia, corruption remains entrenched despite efforts such as the establishment of the Corruption Eradication Commission (KPK) in 2002. While primarily targeting public sector corruption, Indonesian law must also address instances in the private sector, which constitutes a significant portion of corrupt activities. This paper is motivated by not only Indonesia’s international commitment to the UNCAC, but also the evidently adverse impacts on private sector bribery to the Indonesian economy. Not to mention, the shortcomings of Indonesia’s current framework to address this type of bribery. In doing so, it is of the view that lessons can be learned from other jurisdictions, namely: Singapore, Hong Kong and the Netherlands. This paper suggests expanding legal provisions to encompass private sector bribery, solicitation, and indirect bribery, this is tailored to Indonesia’s socio-cultural context.