Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI DAN KEMAMPUAN PEMECAHANMASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII B SMP NEGERI 3 BATUKLIANG TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Fahmi, Samsul; Syahrir, Syahrir; Kurniawan, Ade
Media Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.404 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v5i1.493

Abstract

Problems encountered in mathematics at  SMP  State 3 Batukliang is low motivation and problem solving skills in mathematics. Therefore this study is to describe the application of problem solving learning method that can increase motivation and problem solving skills mathematical subject matter circle in class VIII B of SMP  State 3 Batukliang in the academic year  2015/2016. This research is a classroom action research (CAR) conducted in two cycles. The instrument used in this study is the observation sheet activities of teachers, students' learning motivation questionnaire and evaluation test. Based on the analysis of data obtained by the results of analysis activities of teachers in the first cycle Quite good and well, while on the second cycle well. Analysis of motivation in the first cycle Says gori high motivation and the second cycle Uncategorised very high motivation, problem-solving ability evaluation test on the first cycle with an average value of 66.5 and yet get the average value that has been set is ? 70 and the results of tests evaluating the ability of problem solving cycle II, the average value reached 77.85.So the results obtained from each cycle increasing. Based on these results it can be concluded that the application of learning methods Problem Solving can increase motivation and problem solving skills math class VIII B subject matter circle in the academic year 2016/2017.p
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASEDINSTRUCTION (PBI) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELASVII MTs AR-RUSYDINY TAHUNPELAJARAN 2016/2017 Hendrawadi, Yayan; Syahrir, Syahrir; Abidin, Zainal
Media Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.242 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v5i1.508

Abstract

low student learning outcomes and lack of activity due to the students' learning in the learning process is more focused only on the teacher. Teachers do not fully engage students in learning. Students are more dominant as a receiver only so that students tend to passive learning. This will result in mathematics boring and unpleasant. The implication of activity and student learning was low. So that the learning process goes well it needs a setrategi active learning that engages students in the learning process that is expected to increase the activity and student learning outcomes. Therefore, this study was conducted to improve learning outcomes math class VII MTs Ar-rusydiny through the implementation of learning model of problem-basedinstruction.This type of research is a classroom action research conducted in two cycles. An instrument which is used mainly obserpasi and test sheets. From the results of research in proleh that the number of students in the activity scores 2 sisklus always increase. In the first cycle of activity percentage is 56.41% with the active category, while in the second cycle the percentage of student activity is 69, 23% to the category of active while classical completeness obtained 60% in the first cycle and 90% in the II.Hal cycle already addressed achievement research indicator that the set, so it can be concluded that through the implementation of learning model of problem-based instruction can improve students' mathematics learning outcomes kelasVII MTs Ar-rusydiny the school year 2016/2017
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 9 MATARAM Hidayah, Novianti; Syahrir, Syahrir
Media Pendidikan Matematika Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.65 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v3i1.1824

Abstract

Penelitian eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap Aktivitas dan hasil belajar matematika siswa materi statistika di SMPN 9 Mataram. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII Semester I SMPN 9 Mataram. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Purposive Sumpling, terpilih 2 kelas sampel yaitu kelas VII-A (kelas eksperimen) menggunakan model Student Facilitator and Explaining dan kelas VII-B (kelas kontrol) menggunakan model Ceramah,Tanya jawab dan Latihan. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, Adapun desain eksperimen yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan Nonequivalent Control Group  Design. Hasil perhitungan uji t-test penelitian aktivitas siswa diperoleh thitung = 2,480 > ttabel= 1,66901 dan hasil belajar siswa diperoleh thitung = 2,052 > ttabel= 1,99773 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh aktivitas dan hasil belajar siswa kelas eksperimen (model Student Facilitator and Explaining) dan kelas kontrol (model Ceramah,Tanya jawab dan Latihan).
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR YANG MENYENANGKAN DAN MENANTANG Syahrir, Syahrir; Kusnadin, Kusnadin
Media Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.411 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v1i2.1897

Abstract

Guru hanya mengejar target kurikulum, tidak peduli siswa sudah mengerti atau belum yang penting sudah diajarkan. Akibatnya anak tidak mengerti, makin lama makin tidak mengerti yang akhirnya hilang kepercayaan diri anak terhadap matematika dan menganggapnya sebagai pelajaran yang susah dan tidak menyenangkan. Guru kurang memperhatikan peningkatan kualitas kemampuan dirinya, sehingga proses pembelajaran berlangsung monoton dan tidak berkembang. Guru kurang memperhatikan hubungan ikatan emosional dengan para siswanya. Sehingga banyak guru yang hanya kejengkelan, dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan kasar terhadap para siswanya. Tetapi sebaliknya, jarang yang memuji terhadap siswa yang berprilaku positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menghasilkan suatu model pembelajaran Sekolah Dasar yang menyenangkan dan menantang dengan  menggunakan model penemuan terbimbing dan pemecahan masalah; 2) mendeskripsikan model pembelajaran yang valid dan efektif pada model pembelajaran matematika Sekolah Dasar yang menyenangkan dan menantang. Pengembangan model pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model Kemp. Pengembangan model ini dimulai dari tahap investigasi awal, perancangan, realisasi,  dan  evaluasi.  Produk yang dikembangkan berupa perangkat pembelajaran  yang terdiri dari; (1) buku  siswa; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran; dan (3) tes hasil belajar. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari; (1) lembar penilaian instumen; (2) lembar validasi; (3) lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran; (4) lembar observasi aktivitas siswa; dan (5) angket respons siswa. Instrumen dan perangkat pembelajaran divalidasi terlebih dahulu sebelum diujicobakan di lapangan. Pada penelitian ini dilakukan 2 kali uji coba. Uji coba 1 dilakukan di kelas IV SD Negeri 19 Ampenan dan uji coba 2 dilakukan di kelas IV-A dan IV-B pada SD Negeri 44 Ampenan. Dengan demikian melalui penelitian ini menghasilkan produk, yakni rencana pelaksanaan pembelajaran, dan buku siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran sebagai pendukung penerapan model pembelajaran yang menyenangkan dan menantang dalam pelaksanaan pembelajaran. Perangkat pembelajaran tersebut terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Buku Siswa (BS). Perangkat-perangkat pembelajaran tersebut telah memenuhi kriteria kevalidan menurut ahli dan hasil uji coba menunjukan bahwa perangkat pembelajaran tersebut dapat mendukung penerapan model pembelajaran terlaksana secara efektif
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MATEMATIKA SEKOLAH DASAR YANG MENYENANGKAN DAN MENANTANG SYAHRIR, SYAHRIR; KUSNADIN, KUSNADIN
Media Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : IKIP Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.493 KB) | DOI: 10.33394/mpm.v1i2.1883

Abstract

Guru hanya mengejar target kurikulum, tidak peduli siswa sudah mengerti atau belum yang penting sudah diajarkan. Akibatnya anak tidak mengerti, makin lama makin tidak mengerti yang akhirnya hilang kepercayaan diri anak terhadap matematika dan menganggapnya sebagai pelajaran yang susah dan tidak menyenangkan. Guru kurang memperhatikan peningkatan kualitas kemampuan dirinya, sehingga proses pembelajaran berlangsung monoton dan tidak berkembang. Guru kurang memperhatikan hubungan ikatan emosional dengan para siswanya. Sehingga banyak guru yang hanya kejengkelan, dengan mudahnya mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan kasar terhadap para siswanya. Tetapi sebaliknya, jarang yang memuji terhadap siswa yang berprilaku positif. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) menghasilkan suatu model pembelajaran Sekolah Dasar yang menyenangkan dan menantang dengan  menggunakan model penemuan terbimbing dan pemecahan masalah; 2) mendeskripsikan model pembelajaran yang valid dan efektif pada model pembelajaran matematika Sekolah Dasar yang menyenangkan dan menantang. Pengembangan model pembelajaran dalam penelitian ini menggunakan model Kemp. Pengembangan model ini dimulai dari tahap investigasi awal, perancangan, realisasi,  dan  evaluasi.  Produk yang dikembangkan berupa perangkat pembelajaran  yang terdiri dari; (1) buku  siswa; (2) rencana pelaksanaan pembelajaran; dan (3) tes hasil belajar. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari; (1) lembar penilaian instumen; (2) lembar validasi; (3) lembar observasi kemampuan guru mengelola pembelajaran; (4) lembar observasi aktivitas siswa; dan (5) angket respons siswa. Instrumen dan perangkat pembelajaran divalidasi terlebih dahulu sebelum diujicobakan di lapangan. Pada penelitian ini dilakukan 2 kali uji coba. Uji coba 1 dilakukan di kelas IV SD Negeri 19 Ampenan dan uji coba 2 dilakukan di kelas IV-A dan IV-B pada SD Negeri 44 Ampenan. Dengan demikian melalui penelitian ini menghasilkan produk, yakni rencana pelaksanaan pembelajaran, dan buku siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran sebagai pendukung penerapan model pembelajaran yang menyenangkan dan menantang dalam pelaksanaan pembelajaran. Perangkat pembelajaran tersebut terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Buku Siswa (BS). Perangkat-perangkat pembelajaran tersebut telah memenuhi kriteria kevalidan menurut ahli dan hasil uji coba menunjukan bahwa perangkat pembelajaran tersebut dapat mendukung penerapan model pembelajaran terlaksana secara efektif
APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL INDEX CARD MATCH TYPE IN IMPROVING STUDENT LEARNING RESULTS ON COMPOSITION AND COMPOSITION FUNCTIONS OF FUNCTIONS INVERS IN MAN 1 MATARAM Syahrir Syahrir
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.638 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v6i3.1153

Abstract

Lack of student response in learning mathematics caused by passive of student in process of learning progress so that student consider mathematics subject is difficult subject to be understood. The research is Classroom Action Research (PTK) using 2 cycles, then the purpose of this research is how the implementation of cooperative learning type of index card match in improving student learning outcomes on the subject matter of composition function and inverse function in MAN 1 Mataram. While the results of the analysis in the study showed that there is in cycle I obtained classical completeness 78.79% with the average score of student learning outcomes 69.78 and the average value of student learning responses with the category Enough, then in cycle II shows that classical thoroughness 87 , 89% with mean score of student learning result 78,94 and average value of student learning response with good category. So it can be concluded that the implementation of Model Cooperative Learning Type Index Card Match can improve student learning outcomes on the subject matter of composition function and inverse function.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Memahami Masalah Matematika Materi Fungsi Muhammad Salahuddin; Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.017 KB) | DOI: 10.36312/jime.v6i1.1122

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami masalah matematika materi fungsi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian soal tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa S1 dan S2 belum memenuhi ke empat kriteria berpikir kritis sehingga bisa dikatakan bahwa S1 dan S2 belum berpikir kritis.
Problematika Pembelajaran Matematika Materi Teorema Pythagoras Berdasarkan Kurikulum 2013 Rizcky Juliawan; Azra Fauzi; Lisda Ramdhani; Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.533 KB) | DOI: 10.36312/jime.v6i1.1118

Abstract

Penelitian ini membahas pembelajaran Matematika materi Teorema Pythagoras di SMP Negeri 2 Palibelo dalam kebijakan Kurikulum 2013. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problem proses pembelajaran Matematika materi Teorema Pythagoras dengan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru matematika SMP Negeri 2 Palibelo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk melakukan pengamatan pada saat pembelajaran berlangsung, sehingga peneliti mendapatkan gambaran tentang implementasi pembelajaran matematika sesuai dengan kurikulum 2013. Dokumentasi digunakan untuk menganalisis pembelajaran dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Wawancara digunakan untuk mengetahui keabsahan data yang peneliti dapatkan dari hasil observasi dan dokumentasi. Implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika materi teorema pythagoras dalam pelaksanaannya belum maksimal. Guru sudah menerapkan pendekatan saintifik. Penilaian yang dilaksanakan pada mata pelajaran Matematika mengarah pada penilaian hasil belajar yang menilai pengetahuan, keterampilan dan sikap tetapi belum optimal. Kendala implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika materi teorema pythagoras yaitu aspek menanya sulit dilaksanakan karena siswa tidak tahu apa yang ingin ditanyakan dan adanya sikap tidak percaya diri siswa.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMP Syahrir Syahrir; Susilawati Susilawati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.755 KB) | DOI: 10.36312/jime.v1i2.235

Abstract

Modul pembelajaran saat ini belum mampu membangkitkan kesadaran dan kemampuan  siswa  dalam  mengelolah  pemikirannya  sendiri,  serta  belum  mampu  untuk memenuhi tuntutan kurikulum. Untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengembangkan modul pembelajaran dengan pendekatan problem based leraning pada materi persegi panjang dan persegi yang menuntun siswa lebih aktif untuk mengeksplorasikan berdasarkan kemampuannya sehingga tercipta belajar lebih mandiri dan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.  Perangkat  pembelajaran yang dikembangkan adalah modul dan RPP yang mengacu pada silabus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul pembelajaran dengan pendekatan problem based learning pada materi segiempat  untuk Kelas VII MTs. Hidayatullah Mataram  serta  menguji  tingkat  kelayakannya.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian pengembangan dengan rancangan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) tahap (Define, (2) tahap  (Design), (3) tahap  (Develop), dan tidak sampai tahap (disseminate) dengan beberapa penyesuaian. Hasil pengembangan divalidasikan   oleh ahli 4 validator dan diujicobakan pada guru dan 10 orang siswa MTs. Hidayatullah Mataram. Hal ini ditunjukkan dari hasil validasi ahli matematika  terhadap  modul  pembelajaran  menunjukkan  skor  rata-rata  82,73%  yang  berarti sangat  layak,  pada  validasi  praktisi  diperoleh  92,85%    dengan  katagori  sangat  layak,  pada ujicoba kelompok terbatas pada siswa MTs. Hidayatullah Mataram diperoleh rata-rata 80,89% dengan kategori sangat layak. Dilihat dari persentase uji kelayakan bahwa produk pengembangan modul pembelajaran telah berhasil dikembangkan dan produk yang dikembangkan layak untuk digunakan di MTs. Hidayatullah Mataram
Kesulitan Guru Pada Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar Azra Fauzi; Deni Sawitri; Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jime.v6i1.1119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan apa saja yang guru hadapi pada proses pembelajaran matematika di sekolah dasar dan bagaimana solusi yang ditawarkan terkait kesulitan yang dihadapi oleh guru pada proses pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif. Subjek penelitian yaitu guru kelas 6 sekolah dasar. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa kesulitan yang dialami guru dalam pembelajaran matematika yang meliputi: 1) kurangnya minat belajar siswa pada pelajaran matematika; 2) siswa malas dalam menghafal rumus; 3) bedanya system pembelajaran dulu dan sekarang; 4) penggunaan buku tematik yang kurang efektif untuk pembelajaran matematika, dan 5) guru kesulitan mengembangkan materi yang ada dalam buku. Solusi yang ditawarkan terkait kesulitanyang dihadapi yaitu: 1) Guru harus memberikan motivasi belajar kepada siswa; 2) menggunakan media belajar yang tepat; 3) penggunaan metode campuran pada saat proses pembelajaran, dan 4) ikut aktif dalam kelompok kerja guru (KKG).