Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

APPLICATION OF COOPERATIVE LEARNING MODEL INDEX CARD MATCH TYPE IN IMPROVING STUDENT LEARNING RESULTS ON COMPOSITION AND COMPOSITION FUNCTIONS OF FUNCTIONS INVERS IN MAN 1 MATARAM Syahrir Syahrir
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 6, No 3 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.638 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v6i3.1153

Abstract

Lack of student response in learning mathematics caused by passive of student in process of learning progress so that student consider mathematics subject is difficult subject to be understood. The research is Classroom Action Research (PTK) using 2 cycles, then the purpose of this research is how the implementation of cooperative learning type of index card match in improving student learning outcomes on the subject matter of composition function and inverse function in MAN 1 Mataram. While the results of the analysis in the study showed that there is in cycle I obtained classical completeness 78.79% with the average score of student learning outcomes 69.78 and the average value of student learning responses with the category Enough, then in cycle II shows that classical thoroughness 87 , 89% with mean score of student learning result 78,94 and average value of student learning response with good category. So it can be concluded that the implementation of Model Cooperative Learning Type Index Card Match can improve student learning outcomes on the subject matter of composition function and inverse function.
Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dalam Memahami Masalah Matematika Materi Fungsi Muhammad Salahuddin; Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (697.017 KB) | DOI: 10.36312/jime.v6i1.1122

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memahami masalah matematika materi fungsi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pengamatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam memecahkan masalah. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara pemberian soal tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa S1 dan S2 belum memenuhi ke empat kriteria berpikir kritis sehingga bisa dikatakan bahwa S1 dan S2 belum berpikir kritis.
Problematika Pembelajaran Matematika Materi Teorema Pythagoras Berdasarkan Kurikulum 2013 Rizcky Juliawan; Azra Fauzi; Lisda Ramdhani; Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.533 KB) | DOI: 10.36312/jime.v6i1.1118

Abstract

Penelitian ini membahas pembelajaran Matematika materi Teorema Pythagoras di SMP Negeri 2 Palibelo dalam kebijakan Kurikulum 2013. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan problem proses pembelajaran Matematika materi Teorema Pythagoras dengan kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah guru matematika SMP Negeri 2 Palibelo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk melakukan pengamatan pada saat pembelajaran berlangsung, sehingga peneliti mendapatkan gambaran tentang implementasi pembelajaran matematika sesuai dengan kurikulum 2013. Dokumentasi digunakan untuk menganalisis pembelajaran dan rencana pelaksanaan pembelajaran. Wawancara digunakan untuk mengetahui keabsahan data yang peneliti dapatkan dari hasil observasi dan dokumentasi. Implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika materi teorema pythagoras dalam pelaksanaannya belum maksimal. Guru sudah menerapkan pendekatan saintifik. Penilaian yang dilaksanakan pada mata pelajaran Matematika mengarah pada penilaian hasil belajar yang menilai pengetahuan, keterampilan dan sikap tetapi belum optimal. Kendala implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran matematika materi teorema pythagoras yaitu aspek menanya sulit dilaksanakan karena siswa tidak tahu apa yang ingin ditanyakan dan adanya sikap tidak percaya diri siswa.
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA SMP Syahrir Syahrir; Susilawati Susilawati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.755 KB) | DOI: 10.36312/jime.v1i2.235

Abstract

Modul pembelajaran saat ini belum mampu membangkitkan kesadaran dan kemampuan  siswa  dalam  mengelolah  pemikirannya  sendiri,  serta  belum  mampu  untuk memenuhi tuntutan kurikulum. Untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengembangkan modul pembelajaran dengan pendekatan problem based leraning pada materi persegi panjang dan persegi yang menuntun siswa lebih aktif untuk mengeksplorasikan berdasarkan kemampuannya sehingga tercipta belajar lebih mandiri dan mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.  Perangkat  pembelajaran yang dikembangkan adalah modul dan RPP yang mengacu pada silabus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan modul pembelajaran dengan pendekatan problem based learning pada materi segiempat  untuk Kelas VII MTs. Hidayatullah Mataram  serta  menguji  tingkat  kelayakannya.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian pengembangan dengan rancangan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu: (1) tahap (Define, (2) tahap  (Design), (3) tahap  (Develop), dan tidak sampai tahap (disseminate) dengan beberapa penyesuaian. Hasil pengembangan divalidasikan   oleh ahli 4 validator dan diujicobakan pada guru dan 10 orang siswa MTs. Hidayatullah Mataram. Hal ini ditunjukkan dari hasil validasi ahli matematika  terhadap  modul  pembelajaran  menunjukkan  skor  rata-rata  82,73%  yang  berarti sangat  layak,  pada  validasi  praktisi  diperoleh  92,85%    dengan  katagori  sangat  layak,  pada ujicoba kelompok terbatas pada siswa MTs. Hidayatullah Mataram diperoleh rata-rata 80,89% dengan kategori sangat layak. Dilihat dari persentase uji kelayakan bahwa produk pengembangan modul pembelajaran telah berhasil dikembangkan dan produk yang dikembangkan layak untuk digunakan di MTs. Hidayatullah Mataram
Kesulitan Guru Pada Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar Azra Fauzi; Deni Sawitri; Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jime.v6i1.1119

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan apa saja yang guru hadapi pada proses pembelajaran matematika di sekolah dasar dan bagaimana solusi yang ditawarkan terkait kesulitan yang dihadapi oleh guru pada proses pembelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif. Subjek penelitian yaitu guru kelas 6 sekolah dasar. Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara terstruktur dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada beberapa kesulitan yang dialami guru dalam pembelajaran matematika yang meliputi: 1) kurangnya minat belajar siswa pada pelajaran matematika; 2) siswa malas dalam menghafal rumus; 3) bedanya system pembelajaran dulu dan sekarang; 4) penggunaan buku tematik yang kurang efektif untuk pembelajaran matematika, dan 5) guru kesulitan mengembangkan materi yang ada dalam buku. Solusi yang ditawarkan terkait kesulitanyang dihadapi yaitu: 1) Guru harus memberikan motivasi belajar kepada siswa; 2) menggunakan media belajar yang tepat; 3) penggunaan metode campuran pada saat proses pembelajaran, dan 4) ikut aktif dalam kelompok kerja guru (KKG).
Penggunaan Pendekatan Pembelajaran Saintifik Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.338 KB) | DOI: 10.36312/jime.v5i2.817

Abstract

Proses pembelajaran guru cenderung menggunakan model konvensional selama proses pembelajaran berlangsung, siswa hanya terfokus untuk mendengarkan penyampaian pelajaran yang diberikan guru, sedangkan antara siswa satu dengan siswa yang lain tidak terlihat adanya hubungan komunikasi, karena pada saat pembelajaran berlangsung aktivitas siswa hanya mendengarkan penjelasan guru dan mencatan materi yang disamaikan guru. Hal ini berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa melalui pendekatan saintifik pada materi lingkaran pada siswa kelas VIII MTs Rabitatus Sa’adah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan antara lain,1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, 4) refleksi. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi siswa dan guru serta lembar soal. Hasil penelitian menunjukan pada siklus 1 ketuntasan klasikal siswa mencapai 65%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan klasikal siswa mencapai 85 %. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa dengan melalui pembelajaran saintifik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTs Rabitatus Saadah tahun pelajaran 2018/2019
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika SMP untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.244 KB) | DOI: 10.36312/jime.v2i1.195

Abstract

Perangkat Pembelajaran yang diterapkan oleh guru di kelas belum dilakukan perbaikan atau pengembangan sebelum digunakan dikelas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang layak digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu ahli menyatakan valid sesuai dengan teori, hasil ujicoba menyatakan praktis digunakan, dan efektif jika ditinjau dari kemampuan berfikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development), yang mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan model pengembangan 4-D yang dilakukan dengan 4 tahap utama yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran) yang telah dimodifikasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi perangkat, lembar observasi, dan  tes. Data yang dikumpulkan berupa data tentang kualitas produk yang dikembangkan yaitu kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran pada Standar Kompetensi “Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya”. Berdasarkan pendapat para ahli perangkat pembelajaran berada dalam kategori valid, sedangkan berdasarkan hasil ujicoba pengembangan yang dilakukan di Kelas VIII SMP Darul Hikmah Mataram dan Kelas VIII SMP Negeri 20 Mataram perangkat pembelajaran berada dalam kategori cukup praktis, dan efektif digunakan jika ditinjau dari kemampuan berfikir kreatif siswa.
ANALISIS MIND MAP SISWA KELAS VII C SMPN 6 KOPANG Syahrir Syahrir; Elma Heliati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.077 KB) | DOI: 10.36312/jime.v3i1.146

Abstract

Guru selalu memberikan tugas matematika dalam bentuk soal, merangkum, atau melakukan eksperimen. Tugas tersebut diyakini akan memberi pengalaman belajar, serta peningkatan pemahaman siswa. Mind map merupakan salah satu bentuk tugas yang mungkin dapat diberikan kepada siswa dengan tujuan agar siswa disamping memahami konsep matematika, juga diharapkan siswa mempunyai pemahaman yang komprehensif terhadap keseluruhan materi, serta aplikasi dari konsep tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mind map yang dibuat oleh siswa SMPN 6 Kopang Tahun Pelajaran 2016/2017. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian  siswa kelas VII C berjumlah 20 orang, 9 siswa perempuan dan 11 oarang siswa laki-laki dengan rata-rata umur sekitar 13 tahun. Desain penelitian  menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan pembuatan mind map, Kertas gambar dan pensil warna, pedoman wawancara. Mind map yang dibuat oleh siswa dianalisis menggunakan rubrik penilaian mind map. yang memiliki 5 kriteria penilaian yaitu kedalaman materi, kata kunci, warna, gambar, dan cabang. Masing-masing kriteria penilaian mind map memiliki 4 indikator yaitu sangat baik dengan skor 4, baik dengan skor 3, cukup dengan skor 2. dan kurang dengan skor 1. Proses analisis data  pada penelitian ini antara lain reduksi data, penyajian dan  penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil  analisis mind map siswa kelas VII C SMPN 6 Kopang alamat Bodo Berak, desa Dasan Baru, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah  adalah kedalaman materi pada mind map yang dibuat siswa rata-rata mendaptkan skor 1 dengan presentase 45 %, Pada kriteria kata kunci rata-rata siswa mendapatkan skor 3 dengan presentase 65%. Dalam kriteria warna 2 orang siswa mampu mendapatkan skor 4. Dari 5 kriteria penilaian mind map, hanya kriteria warna yang mendapatkan skor 4 atau sangat baik. Pada Mind map yang dibuat siswa tidak terdapat gambar yang menonjol yang berkaitan dengan ide yaitu himpunan. Hal tersebut ditunjukkan dari rata-rata hasil penilaian mind map pada kriteria gambar adalah 1 dan 2 dengan presentase masing-masing 45% dan 40%. Pada kriteria cabang, mind map siswa mendapatkan  skor 1 atau 45%. Semua siswa kelasVII C baru pertama kali membuat mind map dan berpendapat bahwa metode mencatat mind map menyenangkan
PEMBANGUNAN PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR (TELAAH METODE PEMBELAJARAN) Muhammad Yamin; Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.563 KB) | DOI: 10.36312/jime.v6i1.1121

Abstract

Artikel ini menelaah metode pembelajaran dalam pembangunan Pendidikan Merdeka Belajar. Pendidikan Merdeka Belajar merupakan respon terhadap kebutuhan sistem pendidikan pada era Revolusi Industri 4.0. Di era Revolusi Industri 4.0 kebutuhan utama yang ingin dicapai dalam sistem pendidikan atau lebih khusus dalam metode pembelajaran yaitu siswa atau peserta didik yaitu penguasaan terhadap literasi baru. Literasi baru tersebut yaitu. Pertama, literasi data. Kedua, literasi teknologi. Terakhir, literasi manusia. Selain itu, dalam sistem Pendidikan Merdeka Belajar tetap mengutamakan juga pendidikan karakter. Artikel ini menggunakan penelitian pustaka (library research). Dengan sumber data dari jurnal, laporan hasil penelitian, majalah ilmiah, surat kabar, buku yang relevan, hasil-hasil seminar, artikel ilmiah yang belum dipublikasi, narasumber, surat-surat kepustakaan, vidio grafik, dan sebagainya. Maka dalam penelitian ini, metode pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0 dapat menentukan kesuksesan pembelajaran. Dan metode yang digunakan beragam, namun dalam sistem pendidikan merdeka belajar metode Blended Learning sangat ideal sebagai metode pembelajaran. Metode Blended Learning yaitu menggabungkan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual. Dalam penelitian ini menguatkan teori dari Peter Fisk tentang tren kecenderungan pendidikan pada era industri 4.0.
Pengembangan Pola Berpikir Siswa Kelas Xi Tentang Pengoprasian Dasar Pada Matriks Identitas melaui metode pembelajaran Tanya jawab Syahrir Syahrir
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.095 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i1.611

Abstract

Pada dasarnya model pembelajaran yang diterapkan guru justru membuat siswa menganggap bahwa pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang membosankan, sulit dipahami dan tidak menarik untuk dibahas sehingga menunjukan kecenderungan hubungan yang kurang selaras antara guru bidang studi matematika dan siswa itu sendiri. Hal ini disebabkan masih menggunakan metode pembelajaran konvensianal atau ceramah, yang masih belajarnya berpusat pada guru. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui sejauh mana Pengaruh Penerapan Model pembelajaran Tanya jawab tentang pengembangan pola berpikir siswa kelas XI tentang pengoprasian dasar pada matriks identitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat pengembangan pola berpikir siswa, pengoprasian pada matriks identitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Tanya jawab pada pembelajaran metematika telah terlaksana dengan baik, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran operasi dasar matriks identitas setelah menggunakan model pembelajaran Tanya jawab cukup meningkat hal ini terbukti terlihat dari keaktifan siswa di kelas