Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penggunaan Pendekatan Pembelajaran Saintifik Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.338 KB) | DOI: 10.36312/jime.v5i2.817

Abstract

Proses pembelajaran guru cenderung menggunakan model konvensional selama proses pembelajaran berlangsung, siswa hanya terfokus untuk mendengarkan penyampaian pelajaran yang diberikan guru, sedangkan antara siswa satu dengan siswa yang lain tidak terlihat adanya hubungan komunikasi, karena pada saat pembelajaran berlangsung aktivitas siswa hanya mendengarkan penjelasan guru dan mencatan materi yang disamaikan guru. Hal ini berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa.Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses dan hasil belajar matematika siswa melalui pendekatan saintifik pada materi lingkaran pada siswa kelas VIII MTs Rabitatus Sa’adah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan antara lain,1) perencanaan, 2) pelaksanaan, 3) observasi, 4) refleksi. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi siswa dan guru serta lembar soal. Hasil penelitian menunjukan pada siklus 1 ketuntasan klasikal siswa mencapai 65%. Selanjutnya pada siklus II ketuntasan klasikal siswa mencapai 85 %. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa dengan melalui pembelajaran saintifik dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII MTs Rabitatus Saadah tahun pelajaran 2018/2019
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika SMP untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kreatif Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.244 KB) | DOI: 10.36312/jime.v2i1.195

Abstract

Perangkat Pembelajaran yang diterapkan oleh guru di kelas belum dilakukan perbaikan atau pengembangan sebelum digunakan dikelas. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran matematika yang layak digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu ahli menyatakan valid sesuai dengan teori, hasil ujicoba menyatakan praktis digunakan, dan efektif jika ditinjau dari kemampuan berfikir kreatif siswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development), yang mengembangkan perangkat pembelajaran menggunakan model pengembangan 4-D yang dilakukan dengan 4 tahap utama yaitu Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran) yang telah dimodifikasi. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar validasi perangkat, lembar observasi, dan  tes. Data yang dikumpulkan berupa data tentang kualitas produk yang dikembangkan yaitu kevalidan, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran pada Standar Kompetensi “Memahami sifat-sifat kubus, balok, prisma, limas, dan bagian-bagiannya, serta menentukan ukurannya”. Berdasarkan pendapat para ahli perangkat pembelajaran berada dalam kategori valid, sedangkan berdasarkan hasil ujicoba pengembangan yang dilakukan di Kelas VIII SMP Darul Hikmah Mataram dan Kelas VIII SMP Negeri 20 Mataram perangkat pembelajaran berada dalam kategori cukup praktis, dan efektif digunakan jika ditinjau dari kemampuan berfikir kreatif siswa.
ANALISIS MIND MAP SISWA KELAS VII C SMPN 6 KOPANG Syahrir Syahrir; Elma Heliati
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.077 KB) | DOI: 10.36312/jime.v3i1.146

Abstract

Guru selalu memberikan tugas matematika dalam bentuk soal, merangkum, atau melakukan eksperimen. Tugas tersebut diyakini akan memberi pengalaman belajar, serta peningkatan pemahaman siswa. Mind map merupakan salah satu bentuk tugas yang mungkin dapat diberikan kepada siswa dengan tujuan agar siswa disamping memahami konsep matematika, juga diharapkan siswa mempunyai pemahaman yang komprehensif terhadap keseluruhan materi, serta aplikasi dari konsep tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis mind map yang dibuat oleh siswa SMPN 6 Kopang Tahun Pelajaran 2016/2017. Pada penelitian ini jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian  siswa kelas VII C berjumlah 20 orang, 9 siswa perempuan dan 11 oarang siswa laki-laki dengan rata-rata umur sekitar 13 tahun. Desain penelitian  menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan pembuatan mind map, Kertas gambar dan pensil warna, pedoman wawancara. Mind map yang dibuat oleh siswa dianalisis menggunakan rubrik penilaian mind map. yang memiliki 5 kriteria penilaian yaitu kedalaman materi, kata kunci, warna, gambar, dan cabang. Masing-masing kriteria penilaian mind map memiliki 4 indikator yaitu sangat baik dengan skor 4, baik dengan skor 3, cukup dengan skor 2. dan kurang dengan skor 1. Proses analisis data  pada penelitian ini antara lain reduksi data, penyajian dan  penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil  analisis mind map siswa kelas VII C SMPN 6 Kopang alamat Bodo Berak, desa Dasan Baru, Kecamatan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah  adalah kedalaman materi pada mind map yang dibuat siswa rata-rata mendaptkan skor 1 dengan presentase 45 %, Pada kriteria kata kunci rata-rata siswa mendapatkan skor 3 dengan presentase 65%. Dalam kriteria warna 2 orang siswa mampu mendapatkan skor 4. Dari 5 kriteria penilaian mind map, hanya kriteria warna yang mendapatkan skor 4 atau sangat baik. Pada Mind map yang dibuat siswa tidak terdapat gambar yang menonjol yang berkaitan dengan ide yaitu himpunan. Hal tersebut ditunjukkan dari rata-rata hasil penilaian mind map pada kriteria gambar adalah 1 dan 2 dengan presentase masing-masing 45% dan 40%. Pada kriteria cabang, mind map siswa mendapatkan  skor 1 atau 45%. Semua siswa kelasVII C baru pertama kali membuat mind map dan berpendapat bahwa metode mencatat mind map menyenangkan
PEMBANGUNAN PENDIDIKAN MERDEKA BELAJAR (TELAAH METODE PEMBELAJARAN) Muhammad Yamin; Syahrir Syahrir
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 6, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.563 KB) | DOI: 10.36312/jime.v6i1.1121

Abstract

Artikel ini menelaah metode pembelajaran dalam pembangunan Pendidikan Merdeka Belajar. Pendidikan Merdeka Belajar merupakan respon terhadap kebutuhan sistem pendidikan pada era Revolusi Industri 4.0. Di era Revolusi Industri 4.0 kebutuhan utama yang ingin dicapai dalam sistem pendidikan atau lebih khusus dalam metode pembelajaran yaitu siswa atau peserta didik yaitu penguasaan terhadap literasi baru. Literasi baru tersebut yaitu. Pertama, literasi data. Kedua, literasi teknologi. Terakhir, literasi manusia. Selain itu, dalam sistem Pendidikan Merdeka Belajar tetap mengutamakan juga pendidikan karakter. Artikel ini menggunakan penelitian pustaka (library research). Dengan sumber data dari jurnal, laporan hasil penelitian, majalah ilmiah, surat kabar, buku yang relevan, hasil-hasil seminar, artikel ilmiah yang belum dipublikasi, narasumber, surat-surat kepustakaan, vidio grafik, dan sebagainya. Maka dalam penelitian ini, metode pembelajaran di era Revolusi Industri 4.0 dapat menentukan kesuksesan pembelajaran. Dan metode yang digunakan beragam, namun dalam sistem pendidikan merdeka belajar metode Blended Learning sangat ideal sebagai metode pembelajaran. Metode Blended Learning yaitu menggabungkan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual. Dalam penelitian ini menguatkan teori dari Peter Fisk tentang tren kecenderungan pendidikan pada era industri 4.0.
Pengembangan Pola Berpikir Siswa Kelas Xi Tentang Pengoprasian Dasar Pada Matriks Identitas melaui metode pembelajaran Tanya jawab Syahrir Syahrir
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.095 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i1.611

Abstract

Pada dasarnya model pembelajaran yang diterapkan guru justru membuat siswa menganggap bahwa pelajaran matematika adalah mata pelajaran yang membosankan, sulit dipahami dan tidak menarik untuk dibahas sehingga menunjukan kecenderungan hubungan yang kurang selaras antara guru bidang studi matematika dan siswa itu sendiri. Hal ini disebabkan masih menggunakan metode pembelajaran konvensianal atau ceramah, yang masih belajarnya berpusat pada guru. Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui sejauh mana Pengaruh Penerapan Model pembelajaran Tanya jawab tentang pengembangan pola berpikir siswa kelas XI tentang pengoprasian dasar pada matriks identitas. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat pengembangan pola berpikir siswa, pengoprasian pada matriks identitas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Tanya jawab pada pembelajaran metematika telah terlaksana dengan baik, dan hasil belajar siswa pada pembelajaran operasi dasar matriks identitas setelah menggunakan model pembelajaran Tanya jawab cukup meningkat hal ini terbukti terlihat dari keaktifan siswa di kelas
Kompetensi Guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Dalam Pelaksanaan Evaluasi Pembelajaran SMAN 1 Praya Barat Daya Tahun 2018 Rindawan Rindawan; Syahrir Syahrir
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 3, No 1 (2019): JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.565 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v3i1.621

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kompetensi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang berkaitan dengan evaluasi pembelajaran, serta untuk mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di sekolah. Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kompetensi guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan dalam melaksanakan tugas-tugasnya yang berkaitan dengan evaluasi proses pembelajaran dan mengetahui pelaksanaan evaluasi pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMAN 1 Praya Barat Daya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah deskriptif. Yang menjadi subjek penelitian ini adalah seluruh guru Pendidikan Olahraga dan Kesehatan yang ada di SMAN 1 Praya Barat Daya yang berjumlah 3 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Wawancara, dan Angket. Teknik Analisis Data ialah Editing, Skoring, dan Tabulating dan Analisis. Dari data hasil penelitian diperoleh ada satu guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan yang memperoleh nilai 61, dan dua orang masing-masing memperoleh nilai 114 dan 110. Adapun yang menjadi tolok ukur kompetensi guru dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran adalah skor acuan yang dapat mengkategorikan guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan berkompetensi tinggi, sedang atau rendah. Dan setelah dilakukan penelitian di SMAN 1 Praya Barat Daya, maka dapat disimpulkan bahwa guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan di SMAN 1 Praya Barat Daya memiliki kompetensi yang rendah dalam pelaksanaan evaluasi pembelajaran
The Relationship Between Problem Solving Methods and Student Learning Outcomes Wa Jumina; Syahrir Syahrir; Mahatma Mahatma
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 1 No. 1 (2020): Indo-MathEdu Intellectuals Journal (IMEIJ)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between problem solving learning methods and student learning outcomes in trigonometry material. The type of research used in this study is descriptive quantitative, which is a study that aims to determine the magnitude of the relationship between problem solving learning methods and student learning outcomes in trigonometry material. The sample was selected using the cluster random sampling technique and obtained by 28 students. Research variables consist of problem solving methods (X) and learning outcomes (Y). The instruments used are tests and questionnaires. The test is used to determine student learning outcomes and questionnaires are used to determine the use of problem solving learning methods in the learning process. The data analysis technique used is Product Moment Correlation. The results of the data analysis obtained rhitung value = 0.7417 While the conversion results based on the rtabel value distribution table were obtained at the level of 5% which was 0.347 and at the level of 1 % of 0.478. So that it can be written into rvalue ≥ rtable or 0.7417 ≥ 0.347 at the level of 5% and rvalue ≥ rtable or 0.7417 ≥ 0.478 at the testing level of 1% or in other words, there is a strong relationship between problem solving learning methods and student learning outcomes in trigonometry material or a large coefficient of determination of 55.01%.
Berpikir Kreatif Merupakan Bagian Terpenting dalam Meningkatkan Life Skills di Era Industri 4.0 W Widia; S Syahrir; Fitria Sarnita
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 1, No 02 (2020): JP-IPA: November 2020
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.291 KB)

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi (IMTEK) semakin berkembang, sehingga siswa dituntut untuk berfikir kreatif. Perkembangan IMTEK berpengaruh pada dunia pendidikan. Tujuan pendidikan dapat dicapai,  jika selama proses pembelajaran guru mampu merangsang siswa untuk menggali ide-ide siswa, siswa mampu menyelesaikan masalah, menganalisis dan membuat kesimpulan berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh siswa itu sendiri. Guru sebagai pembimbing dan fasilitator dapat memilih model dan strategi yang tepat, agar siswa mampu berfikir kreatif. Model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat melatih keterampilan dan berfikir kreatif siswa, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi era globalisasi dan bermanfaat bagi masyarakat dan negara. 
Budidaya Jamur Tiram Di Desa Darek Ali Imran; Supriadin Supriadin; Nune Wire Panji Sakti; Syahrir Syahrir
Abdi Masyarakat Vol 1, No 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1497.432 KB) | DOI: 10.36312/abdi.v1i1.1001

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini akan dilaksanakan di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Pemilihan tempat pengabdian ini dilakukan berdasarkan potensi yang ada dan kondisi suhu serta kelembaban dilingkungan desa Darek sangat memadai dan mendukung untuk pembudidayaan jamur tiram.Selain itu, penduduk Desa tidak punya pekerjaan tetap sehingga sangat perlu untuk diberdayakan. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan  untuk memberdayakan kelompok masyarakat yang tidak produktif menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi. Kegiatan pengabdian ini akan sangat bermanfaat begi masyarakat Desa Darek, diantaranya: (1) membantu masyarakat untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dapat dikembangkan secara mandiri atau kelompok sebagai sistem mata pencaharian alternatif;(2) meningkatkan perekonomian masyarakat yang mandiri melalui pembudidayaan Jamur Tiram yang bernilai ekonomi; (3) menghasilkan bahan pangan berupa jamur tiram yang dapat dikonsumsi oleh masyarakat setempat maupun masyarakat lainnya. Oleh karena itu, program pengabdian ini sangat penting dilakukan. Dalam pelaksaannya, pengabdian kepada masyarakat ini akan menghasilkan luaran berupa: (1) menghasilkan bahan pangan berupa jamur tiram; dan (2) Laporan Pengabdian
Mengoptimalkan Pelaksanaan Pendampingan Berbasis KKG Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Kelas Dalam Penyusunan RPP Berdasarkan KTSP Di SD Negeri 42 Ampenan Semester Satu Tahun Pelajaran 2018/2019 Supriadin Supriadin; Syahrir Syahrir; Ali Imran
Abdi Masyarakat Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.68 KB) | DOI: 10.36312/abdi.v1i2.902

Abstract

banyaknya guru SD Negeri 42 Ampenan yang tidak membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ketika mengajar di Kelas, penyebabnya karena rendahnya kompetensi guru SD Negeri 42 Ampenan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) berdasarkan KTSP yang berdampak kurang siapnya guru tampil di Kelas secara prima, solusinya adalah diadakan pembimbingan secara berkelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh efektifitas pelaksanaan pendampingan dalam upaya meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 42 Ampenan dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berdasarkan KTSP bermanfaat bagi guru dalam peningkatan profesionalisme guru dalam tugas sehari-hari. Dari berbagai kajian teori maka hipotesis tindakan pada penulisan ini adalah : “Pembimbingan kelompok kecil dan perorangan dapat meningkatkan kompetensi guru SD Negeri 42 Ampenan dalam penyusunan RPP berdasarkan KTSP tahun 2016”. Penelitian ini dipusatkan di SD Negeri 42 Ampenan sebagai tempat diselenggarakannya pendampingan. Dalam pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini sebanyak dua siklus, dimana masing-masing siklus terdapat empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah Kompetensi Guru PKn adalah : jika 85 % dari jumlah peserta pembimbingan telah memperleh nilai  rata-rata ≥ 85,00. Hasil Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) pada siklus II diperoleh data sebagai berikut ; 1) observasi Kepala Sekolah (4,40), 2) observasi guru (4,27), 3) Hasil kerja individual (86,66) dan 4) persentase ketuntasan (100%,). Indikator keberhasilan telah terlampaui Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dinyatakan berhasil, dan penelitian dihentikan pada siklus II. Bimbingan kelompok sangat efektif dalam upaya meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan RPP berbasis pendidikan karakter karena 100 % dari jumlah peserta sebanyak 6 (enam) orang guru telah berhasil menyusun RPP berbasis pendidikan karakter sesuai harapan. Disarankan kpada Kepala Sekolah sejawat untuk melakukan kegiatan pembimbingan bagi guru yang menjadi tanggungjawabnya dalam upaya peningkatan kompetensi guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas senyatanya