Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Mengubah Sampah menjadi Peluang: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Menjadi Barang Bernilai di Desa Woromarto, Kediri Firmansyah, Edo Prastiko Fredi; Prayoga, Reksa Nanda; Probojati, Rasyadan Taufiq; Nareswari, Aptika Hana Prastiwi; Supandji, Supandji; Saptorini, Saptorini; Sutiknjo, Tutut Dwi; Aji, Satriya Bayu; Rahardjo, Djoko
JATIMAS : Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): MAY
Publisher : Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jatimas.v5i1.6470

Abstract

Plastic waste represents a significant global environmental challenge due to its resistance to natural degradation and its widespread pollution impact. In Indonesia, the management of household plastic waste remains inadequate, largely due to limited public awareness and engagement. To address this issue, a community-based initiative was developed to build local capacity for managing plastic waste by creatively repurposing used water gallons into functional trash bins. This approach involved direct, hands-on training and ongoing mentoring of residents in Bangi, Woromarto Village, Purwoasri District, Kediri Regency. The effectiveness of the program was evaluated through participatory observation and systematic documentation of the products created by community members. The findings revealed a significant increase in community participation in recycling activities and the strategic placement of the repurposed trash bins throughout the village, thereby improving local waste management practices. Beyond providing a practical solution for reducing plastic waste accumulation, this initiative fostered positive behavioral changes by encouraging residents to adopt more responsible and sustainable practices centered on environmental stewardship and maximizing the value of discarded materials. Permasalahan sampah plastik merupakan isu global yang memberikan dampak serius terhadap pencemaran lingkungan karena sifat plastik yang sangat sulit terurai secara alami. Di Indonesia, pengelolaan sampah rumah tangga terutama plastik, masih belum optimal akibat rendahnya tingkat kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mengelola limbah tersebut. Untuk mengatasi permasalahan ini, kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik melalui pemanfaatan galon bekas sebagai bahan utama pembuatan tempat sampah. Pendekatan yang digunakan adalah metode partisipatif melalui pelatihan dan pendampingan langsung kepada warga Dusun Bangi, Desa Woromarto, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan observasi partisipatif dan dokumentasi hasil karya warga. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterlibatan masyarakat dalam proses daur ulang serta tersebarnya tempat sampah hasil olahan di berbagai titik desa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan solusi praktis dalam pengurangan sampah plastik, tetapi memicu perubahan perilaku masyarakat menuju pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggung jawab, berkelanjutan, dan bernilai guna.
Manajemen Faktor Produksi Usahatani Padi Dengan Pupuk Tambahan POC Andajani, Wiwiek; Pamujiati, Agustia Dwi; Aji, Satriya Bayu; Saadati, Neli; Rahardjo, Djoko
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 6 No 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v6i2.3122

Abstract

Increasing rice production is an absolute thing to support national food security. This is inseparable from the inputs used by farmers in farming activities, one of which is the use of fertilizers. Fertilization is an important factor for nutrient supply during the plant growth cycle. There are two types of fertilizers used in the community, namely chemical fertilizers and organic fertilizers. The development of the two types of fertilizers is like two sides of a coin. Chemical fertilizers do have the advantage of speeding up the harvest process more than organic fertilizers. Some of the effects of chemical fertilizers are starting from an unbalanced ecosystem. The price of chemical fertilizers is getting more and more expensive amid the farmers' need to accelerate and increase the amount of production. This can be avoided by starting to use organic fertilizers. A study was conducted on the efficiency of rice farming with additional liquid organic fertilizer (POC). Using quantitative research methods, its approach was descriptive and associative analysis. The sample used was 50 farmers in Sawuh Village, Siman District, Ponorogo Regency. The sample was taken from 94 rice farmers who used additional POC fertilizer. Rice farming with additional POC fertilizer can be considered efficient and affects rice production. The average production per hectare was 7,296 Kg of harvested dry grain. The average cost incurred for rice farming using additional POC fertilizer was IDR18,263,319 per hectare. The income of rice farming using additional POC fertilizer per hectare was IDR14,932,207 in one growing season.Peningkatan produksi padi adalah suatu hal yang mutlak demi menunjang ketahanan pangan nasional. Hal ini tidak terlepas dari input yang digunakan oleh petani dalam aktifitas bercocok tanam, salah satunya adalah penggunaan pupuk. Pemupukan sebagai faktor penting untuk persediaan unsur hara selama siklus pertumbuhan tanaman. Penggunaan pupuk di masyarakat ada dua jenis, yaitu pupuk kimia dan pupuk organik. Perkembangan kedua jenis pupuk tersebut seakan seperti dua sisi koin. Pupuk kimia memang memiliki keunggulan untuk mempercepat proses panen daripada pupuk organik. Beberapa dampak pupuk kimia ialah mulai dari ekosistem yang menjadi tidak seimbang. Harga pupuk kimia yang semakin hari semakin mahal di tengah kebutuhan petani untuk mempercepat dan memperbanyak jumlah produksinya. Hal tersebut bisa dihindari dengan mulai penggunaan pupuk organik. Artikel ini melakukan peneltian yang berfokus pada efisiensi usahatani padi dengan pupuk tambahan Pupuk Organik Cair (POC). Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis asosiatif. Sampel yang digunakan sebanyak 50 petani di Desa Sawuh Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo. Sampel tersebut diambil dari 94 petani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC. usahatani padi dengan pupuk tambahan POC bisa dinilai efisien beserta memiliki pengaruh terhadap produksi padi. Rata-rata produksi per Hektar adalah 7.296 Kg gabah kering panen. Rata-rata biaya yang dikeluarkan untuk usahatani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC adalah sebesar Rp18.263.319 per hektar. Pendapatan usahatani padi yang menggunakan pupuk tambahan POC per Hektarnya sebesar Rp14.932.207 dalam satu musim tanam.
Percontohan taman toga serta produksi jamu berbasis tanaman berkhasiat untuk peningkatan kesehatan dan ekonomi masyarakat Rahardjo, Djoko; Mularum, Seta Nurhayati; Madyaningrana, Kukuh; Ariestanti, Catarina Aprilia; Prasetyaningsih, Aniek; Widayanti, Nurlia
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 2 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i2.14328

Abstract

Tanaman berkhasiat obat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat di Indonesia secara turun-temurun untuk mendukung kesehatan. Inventarisasi dan pemanfaatan beragam tanaman obat mutlak dilakukan untuk pengembangan potensinya dalam menunjang kesehatan. Pemanfaatan jamu sebagai produk olahan tanaman obat mulai mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah melalui institusi kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk membuat percontohan taman tanaman obat keluarga (Toga) di Dusun Ngelosari, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul yang memadukan rintisan ekowisata lereng bukit dan pengolahan tanaman obat keluarga. Kegiatan pengabdian ini didasarkan pada analisis situasi dan permasalahan kesehatan di lingkup Puskesmas Piyungan. Berdasarkan identifikasi masalah dan analisis kebutuhan yang dilakukan bersama puskesmas dan kader kesehatan maka pendekatan pengembangan percontohan taman toga, pelatihan dan pendampingan pada kelompok wanita tani (KWT) dipilih sebagai pendekatan yang diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan kesehatan dan ekonomi masyarakat. Program terealisir dalam bentuk persiapan dan observasi lokasi taman Toga, pengembangan taman Toga percontohan, pelatihan budidaya tanaman obat, pasca panen dan pengolahan, serta pengemasan dan pemasaran produk herbal. Kegiatan ini mempunyai hasil berupa Taman Toga Ngupoyo Sehat yang menjadi sumber bahan baku produk jamu yang dihasilkan oleh KWT setempat. Selain meningkatkan pendapatan KWT setempat, pelaksanaan program dapat dipergunakan sebagai model sinergisme pengembangan konservasi dan peningkatan kesehatan masyarakat.
ANALISIS RISIKO KESEHATAN MERKURI DALAM IKAN YANG DI PASARKAN DI KAWASAN TELUK KAO HALMAHERA UTARA: Health Risk Analysis of Mercury In Fish Marketed in the Kao Bay Area North Halmahera Makahenggang, Kristin Natalia H; Rahardjo, Djoko; Kisworo, Kisworo
Biospecies Vol. 15 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biospecies.v15i2.14468

Abstract

Penelitian analisa risiko kesehatan merkuri dalam ikan yang dipasarkan di kawasan teluk Kao bertujuan untuk mengetahui tingkat konsentrasi merkuri pada ikan, pola konsumsi dan laju asupan merkuri pada masyarakat konsumen serta identifikasi potensi risiko kesehatan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan bulan Juli  tahun 2021 pada pasar-pasar tradisional dikawasan teluk Kao dan Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Sampel ikan yang diambil pada setiap pasar meliputi 6 spesies ikan yaitu : Katsuwonus pelamis, Nemipterus sp, Caranx ciliarus, Leiognathidae, Upeneus moluccensis Blkr dan Lates calcarifer. Penelitian dilakukan terdiri dari tiga tahapan yaitu pengambilan sampel di lapangan, preparasi sampel dan analisis merkuri dan analisis data. Analisis sampel menggunakan Mercury Analyzer. Terdapat 90 responden dan masing-masing kecamatan diambil 30 responden dengan menggunakan instrumen kuesioner dilakukan interview untuk mengetahui pola konsumsi ikan masyarakat di lokasi penelitian. Data dianalisis secara diskpritf kualitatif dan kuantitatif dengan korelasi-regresi untuk mengetahui hubungan antara faktor risk agent dengan risiko kesehatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa semua spesies ikan yang diambil dari pasar tradisional Teluk Kao dan Kecamatan Tobelo telah terkontaminasi merkuri dengan kisaran 0,1-5,4 mg/kg (rata-rata sebesar 1,49 mg/kg) dan telah melebihi dari standar baku mutu yang ditetapkan sebesar 1,0 mg/kg. konsentrasi merkuri dipengaruhi oleh lokasi pengambilan sampel dan spesies ikan. Berdasarkan lokasi pengambilan sampel konsentrasi tertinggi di temukan pada kecamatan Tobelo sebesar 1,5 mg/kg dalam, kecamatan Malifut 1,4 mg/kg dan kecamatan Kao 1,0 mg/kg. Berdasarkan dengan spesies ikan kosentrasi merkuri tertinggi ditemukan dalam spesies Caranx ciliarus  5,4 mg/kg, Katsuwonus pelamis sebesar 4,7 mg/kg, spesies Katsuwonus pelamis sebesar 4,0 mg/kg dan terendah ditemukan pada spesies Katsuwonus pelamis sebesar 2,7 mg/kg. Terdapat perbedaan pola konsumsi ikan pada kedua kecamatan dimana pada kecamatan Kao memiliki pola konsumsi lebih tinggi sebesar 780 g dibandingkan kecamatan Malifut 541 g, dan laju asupan pada kecamatan Kao lebih besar 0,0042 g/hari dan kecamatan Malifut 0,0026 g/hari. Pola konsumso olan terkontaminasi merkuri oleh masyarakat teluk Kao tidak aman dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dengan nilai risk quotient (RQ) semuanya diatas batas aman yang ditetapkan oleh WHO yaitu RQ 1