Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Pengembangan Media Peta Interaktif dalam Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Kelas VII Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Achmad Sjarifudin Zein; Bachtiar Sjaiful Bachri; Utari Dewi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1097

Abstract

Proses pembelajaran yang ideal seharusnya mencakup aspek interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi, serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pemanfaatan alat bantu yang menunjang dalam dunia pendidikan, salah satunya Dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi virtual seperti Augmented Reality (AR), penelitian ini menerapkan model pengembangan ADDIE, yang terdiri atas tahapan analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), penerapan (implementation), dan evaluasi (evaluation). Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran yang berbasis teknologi augmented reality untuk pembelajaran peta interaktif di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian pengembangan media peta interaktif berbasis Augmented Reality (AR) meliputi angket dan pengujian pre test dan post test dengan teknik analisa data analisis statistik inferensial. Hasil pengembangan menunjukkan teknologi AR dalam media pembelajaran peta interaktif sudah berhasil diciptakan dan dinilai sangat ideal untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Penilaian dilakukan profesional dalam bidang media dan ahli materi, dengan fokus pada aspek kualitas media, penyampaian dan bahasa serta susunan materi. Mengacu pada hasil evaluasi muatan pembelajaran ini memperoleh tingkat kelayakan sebesar 93.13% oleh pakar media, 95% dari pakar media dan evaluasi awal skala terbatas menghasilkan nilai rata-rata 88.40%. Semua hasil ini termasuk dalam kategori sangat layak dan menunjukkan bahwa media ini efektif digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran. Media pembelajaran AR ini diharapkan dapat menjadi alternatif inovatif selama proses pengajaran dan pembelajaran, terutama dalam mengoptimalkan minat dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
Evaluasi Pembelajaran Berbasis Proyek: Analisis Mahasiswa dan Kualitas Produk Pembelajaran di Perguruan Tinggi Hirnanda Dimas Pradana; Alim Sumarno; Utari Dewi; Citra Fitri Kholidya; Khusnul Khotimah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 8 (2024): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i8.7987

Abstract

This study aims to determine whether the implementation of project-based learning elevates product quality and student engagement levels. This study tries to find out the effect of project-based learning on product quality and the student engagement level in the learning process. During the conduct of the study, very few research methods were applied based mainly on observations. Observations were used to find levels of active engagement of students in project-based learning and assess the quality of their work. It would amount to observations conducted during the learning process for determining product quality in student-generated material. These observations would be made by checking the products against pre-designed criteria. The participants in this experiment were learners in classrooms specially reserved for the production of printed instructional materials. The participants in this experiment were the following people. From the findings of this study, it is concluded that project-based learning enhances not only what is learned but also the quality of whatever product is developed and student engagement with learning. An additional plus for project-based learning is that it really is a very effective way toward skill development among students. It further taps into student talent development. The recommendations that can be made to improve the implementation of project-based learning in tertiary institutions and better its effects on the learning by students.
Pengembangan AR-PBL Worksheet untuk Meningkatkan Penalaran Kritis dan Kolaborasi Siswa Kelas VIII dalam Pembelajaran Sistem Peredaran Darah Fatma Dewi Fitriatus Solichah; Bachtiar Sjaiful Bachri; Utari Dewi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4551

Abstract

Pembelajaran sistem peredaran darah di kelas VIII SMP membutuhkan media yang mampu mengonkretkan struktur jantung, pembuluh darah, dan mekanisme gangguan peredaran darah yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan menghasilkan AR-PBL Worksheet yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan penalaran kritis serta kolaborasi siswa pada materi sistem peredaran darah. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Produk yang dikembangkan berupa worksheet cetak berisi QR code yang menghubungkan siswa dengan konten Augmented Reality berupa model tiga dimensi jantung dan simulasi penyumbatan pembuluh darah, disertai aktivitas Problem-Based Learning berbasis kasus hipertensi. Validitas produk dinilai oleh ahli rencana pembelajaran, ahli materi, ahli media, dan ahli bahan penyerta, sedangkan kepraktisan diuji melalui uji coba satu-satu dan kelompok kecil. Efektivitas penalaran kritis dianalisis melalui pretest-posttest, N-Gain, dan perbandingan dengan kelas konvensional, sedangkan kolaborasi diamati menggunakan rubrik observasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata validitas sebesar 97,95% dengan kategori sangat valid dan kepraktisan sebesar 94,79% dengan kategori sangat praktis. Nilai N-Gain penalaran kritis sebesar 0,527 berada pada kategori sedang, hasil posttest kelas AR-PBL secara signifikan lebih tinggi daripada kelas konvensional, dan kolaborasi siswa mencapai 93,75% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, AR-PBL Worksheet layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran IPA berbasis teknologi dan masalah autentik. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji efektivitas produk pada jumlah siswa dan sekolah yang lebih luas, dengan durasi implementasi yang lebih panjang, serta mengkaji retensi pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa.