Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengembangan Media Peta Interaktif dalam Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Kelas VII Sekolah Indonesia Kota Kinabalu Achmad Sjarifudin Zein; Bachtiar Sjaiful Bachri; Utari Dewi
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i2.1097

Abstract

Proses pembelajaran yang ideal seharusnya mencakup aspek interaktif, menyenangkan, menantang, memotivasi, serta memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan kemandirian. Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan pemanfaatan alat bantu yang menunjang dalam dunia pendidikan, salah satunya Dengan memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi virtual seperti Augmented Reality (AR), penelitian ini menerapkan model pengembangan ADDIE, yang terdiri atas tahapan analisis (analyze), perancangan (design), pengembangan (development), penerapan (implementation), dan evaluasi (evaluation). Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah menghasilkan media pembelajaran yang berbasis teknologi augmented reality untuk pembelajaran peta interaktif di Sekolah Indonesia Kota Kinabalu. Instrumen yang digunakan dalam penelitian pengembangan media peta interaktif berbasis Augmented Reality (AR) meliputi angket dan pengujian pre test dan post test dengan teknik analisa data analisis statistik inferensial. Hasil pengembangan menunjukkan teknologi AR dalam media pembelajaran peta interaktif sudah berhasil diciptakan dan dinilai sangat ideal untuk diterapkan dalam proses pembelajaran. Penilaian dilakukan profesional dalam bidang media dan ahli materi, dengan fokus pada aspek kualitas media, penyampaian dan bahasa serta susunan materi. Mengacu pada hasil evaluasi muatan pembelajaran ini memperoleh tingkat kelayakan sebesar 93.13% oleh pakar media, 95% dari pakar media dan evaluasi awal skala terbatas menghasilkan nilai rata-rata 88.40%. Semua hasil ini termasuk dalam kategori sangat layak dan menunjukkan bahwa media ini efektif digunakan sebagai sarana pendukung pembelajaran. Media pembelajaran AR ini diharapkan dapat menjadi alternatif inovatif selama proses pengajaran dan pembelajaran, terutama dalam mengoptimalkan minat dan meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.
Evaluasi Pembelajaran Berbasis Proyek: Analisis Mahasiswa dan Kualitas Produk Pembelajaran di Perguruan Tinggi Hirnanda Dimas Pradana; Alim Sumarno; Utari Dewi; Citra Fitri Kholidya; Khusnul Khotimah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 8 (2024): August
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i8.7987

Abstract

This study aims to determine whether the implementation of project-based learning elevates product quality and student engagement levels. This study tries to find out the effect of project-based learning on product quality and the student engagement level in the learning process. During the conduct of the study, very few research methods were applied based mainly on observations. Observations were used to find levels of active engagement of students in project-based learning and assess the quality of their work. It would amount to observations conducted during the learning process for determining product quality in student-generated material. These observations would be made by checking the products against pre-designed criteria. The participants in this experiment were learners in classrooms specially reserved for the production of printed instructional materials. The participants in this experiment were the following people. From the findings of this study, it is concluded that project-based learning enhances not only what is learned but also the quality of whatever product is developed and student engagement with learning. An additional plus for project-based learning is that it really is a very effective way toward skill development among students. It further taps into student talent development. The recommendations that can be made to improve the implementation of project-based learning in tertiary institutions and better its effects on the learning by students.
Pengembangan AR-PBL Worksheet untuk Meningkatkan Penalaran Kritis dan Kolaborasi Siswa Kelas VIII dalam Pembelajaran Sistem Peredaran Darah Fatma Dewi Fitriatus Solichah; Bachtiar Sjaiful Bachri; Utari Dewi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4551

Abstract

Pembelajaran sistem peredaran darah di kelas VIII SMP membutuhkan media yang mampu mengonkretkan struktur jantung, pembuluh darah, dan mekanisme gangguan peredaran darah yang bersifat abstrak. Penelitian ini bertujuan menghasilkan AR-PBL Worksheet yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan penalaran kritis serta kolaborasi siswa pada materi sistem peredaran darah. Penelitian menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Produk yang dikembangkan berupa worksheet cetak berisi QR code yang menghubungkan siswa dengan konten Augmented Reality berupa model tiga dimensi jantung dan simulasi penyumbatan pembuluh darah, disertai aktivitas Problem-Based Learning berbasis kasus hipertensi. Validitas produk dinilai oleh ahli rencana pembelajaran, ahli materi, ahli media, dan ahli bahan penyerta, sedangkan kepraktisan diuji melalui uji coba satu-satu dan kelompok kecil. Efektivitas penalaran kritis dianalisis melalui pretest-posttest, N-Gain, dan perbandingan dengan kelas konvensional, sedangkan kolaborasi diamati menggunakan rubrik observasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata validitas sebesar 97,95% dengan kategori sangat valid dan kepraktisan sebesar 94,79% dengan kategori sangat praktis. Nilai N-Gain penalaran kritis sebesar 0,527 berada pada kategori sedang, hasil posttest kelas AR-PBL secara signifikan lebih tinggi daripada kelas konvensional, dan kolaborasi siswa mencapai 93,75% dengan kategori sangat baik. Dengan demikian, AR-PBL Worksheet layak digunakan sebagai inovasi pembelajaran IPA berbasis teknologi dan masalah autentik. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk menguji efektivitas produk pada jumlah siswa dan sekolah yang lebih luas, dengan durasi implementasi yang lebih panjang, serta mengkaji retensi pemahaman konsep dan kemandirian belajar siswa.
Model Product Based Learning dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Kemampuan Menganalisis dan Mengkreasi Poster Siswa SMP: Sebuah Systematic Literature Review Asep Gosaki Nata Miharja; Mustaji Mustaji; Utari Dewi
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i3.4759

Abstract

Pembelajaran IPA SMP membutuhkan strategi yang mampu menguatkan kemampuan menganalisis dan mengkreasi melalui aktivitas autentik, bukan sekadar hafalan konsep. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan model Product Based Learning dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan kemampuan menganalisis dan mengkreasi poster siswa SMP. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review dengan tahapan identifikasi, penyaringan, kelayakan, dan inklusi artikel mengacu pada prinsip PRISMA. Artikel yang dikaji berasal dari publikasi tahun 2016-2026 melalui Google Scholar, ERIC, DOAJ, ScienceDirect, dan Crossref. Kriteria inklusi mencakup kajian tentang pembelajaran berbasis produk atau proyek pada IPA/sains/STEM, kemampuan menganalisis, kreativitas, pembuatan poster atau produk visual, serta konteks pendidikan dasar-menengah. Dari 125 dokumen awal, 25 artikel dinyatakan relevan untuk dianalisis secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Product Based Learning mendukung kemampuan menganalisis karena siswa diarahkan mengidentifikasi masalah, menyeleksi informasi, menghubungkan data dengan konsep IPA, dan menyusun argumen ilmiah sebelum menghasilkan produk. Poster sebagai produk belajar memperkuat kemampuan mengkreasi karena menuntut siswa merancang pesan, memilih representasi visual, mengatur komposisi, dan merevisi produk berdasarkan umpan balik. Kajian ini merekomendasikan penelitian lanjutan berupa pengembangan perangkat ajar poster IPA, uji efektivitas pada kelas nyata, serta kajian komparatif antara poster manual dan digital.
Pendekatan Berdeferensiasi Proses dalam Pembelajaran IPS Sekolah Dasar Herawati Aisyah; Nasution Nasution; Utari Dewi
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol. 9 No. 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.828

Abstract

Learning, including the curriculum and approaches implemented, must continue to be adapted to student needs. Teachers need to know that each child has their own characteristics and learning styles, so that teachers can determine the right approach for their learning process. The appropriate approach in the independent learning perspective that is currently being implemented in the national education system is a differentiated learning approach that allows students to take a more active role in the learning process and the freedom to use their own learning styles to acquire skills and knowledge. This approach is appropriate if applied to social studies learning, social studies learning is a subject related to humans and the environment. The method used in this research is a literature study obtained by searching for literature sources that are relevant to the research topic. Through this differentiated learning, students can focus on their potential and skills and teachers can facilitate students by adjusting students' learning needs so that students can maximize their potential and skills.
PELATIHAN RESILIENSI UNTUK PENGUATAN KESEHATAN MENTAL WANITA PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI SINGAPURA: Resiliensi, Kesehatan Mental, Pekerja Migrant Indonesia Diana Rahmasari; Retno Tri Hariastuti; Wiwin Yulianingsih; Utari Dewi; Nunuk Hariyati; Vinda Maya Setianingrum; Ira Darmawanti
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 2 No. 1 (2024): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v2i1.29416

Abstract

Abstrak Pelatihan resiliensi penting diberikan mengingat sejumlah masalah yang menjadi stressor bagi para wanita PMI diantaranya penyesuaian diri dengan kebiasaan baru, bahasa yang berbeda, cara dan gaya hidup bahkan pada konsumsi kebutuhan sehari-hari. Selain itu jauh dari keluarga yang dapat menimbulkan masalah komunikasi interaksi, sebagai tulang punggung dengan tuntutan ekonomi dari keluarga di Indonesia, beban dan tuntutan kerja. Berbagai hal tersebut dapat menjadi stressor yang dapat menimbulkan gangguan kecemasan, stress bahkan depresi dengan perilaku bunuh diri yang kerap muncul.Penulisan artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pemberian pelatihan resiliensi untuk pemberdayaan kesehatan mental para wanita Pekerja Migrant Indonesia (PMI) di Singapura dengan memberikan pelatihan resiliensi. Pelatihan dilakukan di Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) untuk Singapura. Kegiatan pelatihan resiliensi diikuti oleh sekitar 20 orang PMI yang hadir secara langsung di KBRI Singapura Metode yang digunakan adalah pelatihan dan pendampingan. Pelatihan resiliensi untuk  pemberdayaan kesehatan mental para wanita PMI diberikan dengan bentuk psikoedukasi yang terdiri dari ceramah pentingnya menjaga kesehatan mental, mengenali perbedaan kecemasan, stres dan depresi serta pentingnya manajemen stres dilanjutkan dengan praktik latihan resiliensi teknik afirmasi diri, penguatan emosi dengan berpikir positif serta meditasi-self hypnosis-Butterfly Hug. Pasca kegiatan pemberdayaan, diberikan self report untuk mengukur kondisi psikologis yang dirasakan setelah mengikuti pelatihan resiliensi. Melalui analisis statistic deskriptif sederhana diperoleh data 70% % para PMI merasakan bangga, berharga, dan bahagia serta mendapatkan pemahaman mengenai cara mengelola stres dengan teknik sederhana yang mudah dipahami dan diterapkan. Sisanya merasa biasa karena merasa tidak memiliki permasalahan psikologis yang berarti. PMI yang merasa memiliki masalah berat melakukan konseling secara online dengan Ketua PKM. Kegiatan mendapatkan apresiasi dari pihak kedubes dan disnaker pusat yang menyatakan pelatihan resiliensi penting mengingat kejadian depresi dan bunuh diri masih banyak muncul PMI. Mengacu pada hasil tersebut, kegiatan pemberdayaan dengan pelatihan resiliensi memiliki nilai penting dan kebermanfaatan nyata dalam menjaga kesehatan mental para wanita PMI sebagai pahlawan devisa negara Indonesia.
The Effectiveness of Video Media in Religious Learning to Improve Memorization Skills of Children Aged 5–6 Years at Gondanglegi Kindergarten Ahmad Fathul Allam; Andi Kristanto; Utari Dewi
Ceria: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 15 No. 1 (2026): Ceria Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/ceria.v15i1.14194

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of video media in Islamic Religious Education (PAI) learning for early childhood students at PAUD Gondanglegi. The background of this research lies in the challenge of conveying religious concepts in a concrete and enjoyable way for young learners. The research employed classroom action research (CAR) in two cycles involving 20 children aged 4–5 years. Data collection instruments included observation, interviews, and documentation. The results showed a 45% increase in religious concept comprehension after using Islamic animated video media. Children were more enthusiastic, focused, and able to imitate prayers and behaviors presented in the videos. It is concluded that video media is effective in enhancing children's understanding and active participation in PAI learning.
Pengaruh Model Problem Based Learning (PBL) dengan Pendekatan Kontekstual Terhadap Kemampuan Menganalisis pada Materi Siklus Air Kelas V Di MI Miftahul Ulum Kraton Sidoarjo Sujud Widodo; Andi Mariono; Utari Dewi; Makbul Muavi
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (November - Desember 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i2.3338

Abstract

Kemampuan berpikir kritis siswa, khususnya pada aspek dan tingkatan kemampuan menganalisis di MI Miftahul Ulum Kraton Sidoarjo diketahui masih rendah. Hal tersebut diindikasikan dengan hasil belajar siswa yang masih belum memenuhi kriteria serta hasil wawancara terstruktur dengan guru kelas V yang menyatakan bahwa kemampuan siswa dalam menganalisis belum berkembang dengan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan menganalisis siswa pada materi siklus air kelas V di MI Miftahul Ulum Kraton Sidoarjo. Metode penelitian ini adalah kuantitatif true experiment dengan desain penelitian Posttest-only control-group design with randomization. Subjek penelitian adalah siswa kelas V MI Miftahul Ulum yang dipilih secara random berjumlah 60 siswa yang dibagi dalam kelompok eksperimen 30 siswa dan kelompok kontrol 30 siswa. Kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran PBL dengan pendekatan kontekstual, sedangkan kelompok kontrol menggunakan model pembelajaran kuis dan penugasan. Analisis data instrumen tes esai untuk mengukur kemampuan menganalisis menggunakan uji validitas isi. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan pengujian hipotesis. Penelitian ini menggunakan uji t untuk menguji perbedaan kemampuan menganalisis antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sekaligus untuk mengetahui hipotesis. Hasil penelitian melalui uji t menunjukkan bahwa ada perbedaan signifikan kemampuan menganalisis siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Sehingga, sejalan dengan tujuan penelitian dan uji hipotesis, kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan kontekstual terhadap kemampuan menganalisis siswa pada materi siklus air kelas V di MI Miftahul Ulum Kraton Sidoarjo.
OBE-Oriented Teaching Material for Visual Media Development: Supporting the Internationalization of the Educational Technology Study Program Utari Dewi; Andi Kristanto; Husni Mubarok; Kifle Kassaw Mulatu
International Journal of Research and Community Empowerment Vol. 4 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Mitra Edukasi dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58706/ijorce.v4n1.p42-49

Abstract

Globalization in higher education demands innovative learning resources that support international collaboration and digital-based instruction. Responding to this need, this study develops Outcome-Based Education (OBE)-based visual media lesson plans to strengthen the internationalization of the Educational Technology Study Program. This study used the ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) model. A research and development approach was employed, involving expert validation and limited field trials with students in an Educational Technology program. The developed materials include OBE-aligned digital modules, instructional videos, worksheets, and project-based assessments integrated into an online learning management system. Validation results indicate a high level of feasibility in terms of content relevance, media quality, and visual design, while student trials suggest that the materials are practical and supportive of independent and collaborative learning. This study contributes a practical model for integrating OBE principles into digitally mediated courses that support international collaboration in higher education. The impact of this study lies in its contribution to improving students' global competencies, encouraging inter-institutional collaboration, and accelerating the internationalization of the Educational Technology Study Program. In addition, this study contributes to improving the quality of education in alignment with SDG 4 on Quality Education and strengthening internationalization efforts through global partnerships consistent with SDG 17 on Partnerships for the Goals.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PEMANFAATAN KECERDASAN BUATAN (AI) DAN KONTEN INTERAKTIF H5P DALAM DESAIN PEMBELAJARAN Nadia Lutfi Choirunnisa; Andi Kristanto; Utari Dewi; Hirnanda Dimas Pradana
Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Volume 6, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpm.v6n1.p14-19

Abstract

This community service program aims to enhance teachers’ competencies in designing instruction, conducting digital assessments, and developing technology-based innovative learning media. The program was implemented in Mojokerto through training on the use of artificial intelligence (AI) for formative and summative assessment, the use of interactive H5P content, the application of MagicSchool.ai in instructional design, and the development of interactive learning media at MTs Miftahul Ulum Kemlagi. The method employed was a descriptive design with a survey approach, conducted through workshops, mentoring, and hands-on practice. Based on survey results from 35 participants, 92% of teachers stated that the training materials were highly relevant to their professional needs, 88% demonstrated improved skills in developing interactive content, and 85% reported increased confidence in using technology-based learning media. This program had a positive impact on teachers’ readiness to face educational transformation in the digital era and contributed to strengthening digital literacy and innovation in 21st-century learning