Bambang Budi Raharjo
Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Published : 74 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBENTUKAN KADER KONSERVASI DI SEKOLAH SEKITAR KAMPUS UNNES MELALUI PEMBERDAYAAN KELOMPOK ILMIAH REMAJA Raharjo, Bambang Budi; Parmin, Parmin
Rekayasa : Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran Vol 16, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/rekayasa.v16i1.15088

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk membentuk kader konservasi pada siswa SMA Negeri 13 Semarang melalui kegiatan pembimbingan dan pendampingan penelitian dalam bidang Sains Dasar, Sains Terapan dan Humaniora. Pembentukan kader konservasi dilakukan melalui pendampingan kolaboratif antara dosen dan guru. Pendampingan yang telah dilakukan menghasilkan laporan karya ilmiah siswa sesuai dengan prinsip konservasi dan memenuhi kriteria penilaian Olimpiade Peneliti Siswa Indonesia (OPSI). Berdasarkan hasil pendampingan, dapat disimpulkan; pembentukan kader nkonservasi baru bagi siswa SMA dapat dilakukan melalui pemberdayaan ekstrakurikuler KIR melalui penelitian yang berkaitan dengan konservasi.
SUMBER DAYA LOKAL SEBAGAI DASAR PERENCANAAN PROGRAM GIZI DAERAH URBAN Oktia Woro Kasmini H; Bambang Budi Raharjo; Efa Nugroho; Bertakalswa Hermawati
Media Kesehatan Masyarakat Indonesia Vol. 13 No. 1: MARET 2017
Publisher : Faculty of Public Health, Hasanuddin University, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.006 KB) | DOI: 10.30597/mkmi.v13i1.1575

Abstract

Prevalensi gizi lebih dan buruk di Indonesia dan Kota Semarang, meningkat dari tahun 2007 sampai 2013. Program yang ada belum mengoptimalkan potensi yang dipunyai daerah. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan sumber daya lokal yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan program gizi untuk daerah urban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan fokus penelitian adalah potensi lokal yang terdiri dari unsur modal sosial, sistem sosial, sistem budaya. Penelitian dilakukan di Kota Semarang. Penentuan informan menggunakan teknik purposive dan snow ball. Instrumen yang digunakan adalah panduan observasi,wawancara, Focus Group Discussion dan Strengths Weaknesses Opportunities Threats Analysis. Hasil yang didapat, sumber daya lokal yang dipunyai dalam rangka perencanaan program gizi adalah: 1) adanya citizenship yaitu keaktivan dankreativitas kader, social organization terutama dari posyandu didukung dengan rumah gizi, dan sosial support dari keluarga. 2) Potensi lain berkaitan dengan efek dari daerah urban yaitu: (1) Ketersediaan bahan pangan yang mudah didapat, (2) Informasi kaitannya dengan kesehatan dan gizi lebih mudah didapat, dan (3) Tersedianya sarana transportasi dan infra struktur yang memadai. Sumber daya lokal di daerah urban dapat dimanfaatkan untuk perencanaan program gizi sehingga memberi peluang keberhasilan perbaikan status gizi di masyarakat menjadi lebih tinggi.
The Effect of Competence on Health Promotors Performance in Central Java Indonesia Indarjo, Sofwan; Azinar, Muhammad; Raharjo, Bambang Budi; Salma, Wanale Mafabi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 17, No 4 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v17i4.32778

Abstract

Health Promoter is one of the health professionals in all health institutions. Different educational backgrounds, educational levels, competencies and functional positions can affect performance in the field. This study aims to analyze competence and its effect on the performance of health promoters. This type of research is an exploratory survey with a quantitative approach. The research population is health promoters in Central Java. The research sample was 114 people and selected by simple random sampling technique. Data analysis used simple linear regression. The results showed that there was a strong positive correlation between competence and performance (r = 0.712), the coefficient of determination (R square) was 0.507. This explains that 46.3% of performance is influenced by competence.
Provision of Media Booklets on Increase Knowledge of Junior School Children Nusra, ST. Austa; Sudana, I Made; Raharjo, Bambang Budi
KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v18i2.37494

Abstract

The Indonesian government has implemented policies to improve the quality of human resources, namely efforts to improve community nutrition. But the implementation has not been optimal, and there are various problems with eating behavior, clean and healthy living behavior, and disease. A Quasi-experimental design with correlational design. The sampling technique was purposive, proportional, and random sampling with 100 samples. This research took time in June-July 2022. Univariate describes the characteristics of the subject. Bivariate on two variables related or correlated. Based on the Spearman correlation test, the p-value of work (0.634) with a value of (ρ) 0.048, education (0.085) with (ρ) -0.173, infrastructure (0.518) with a value of (ρ) 0.065, school support (0.127) with a value of (ρ) 0.062, parental support (0.010) with (ρ) 0.255 and peer support (0.005) with (ρ) -0.034. Predisposing factors on the variables of work and education through booklet media on knowledge of anemia prevention 0.005. Enabling factors through booklet media on knowledge of anemia prevention were not significantly related to p-value 0.005. The reinforcing factor on the variables of school support and peer support through booklet media on knowledge of anemia prevention, was not significantly related to a p-value of 0.005, but the parental support variable had a significant relationship p-value of 0.005.
Peran Orang Tua Dalam Menjaga Kebugaran Anak Pasca Pandemic Covid -19 : Studi Pustaka Andi Nova; Soegiyanto Soegiyanto; Bambang Budi Raharjo; Irwan Budiono
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang paling penting harus dijaga, menjaga imunitas tubuh dapatdilakukan dengan aktivitas olahraga yang didesain bisa dilakukan di rumah selama work fromhome. Pandemic COVID-19 membuat semua aktivitas anak terhenti termasuk aktivitas belajardisekolah. Selama aktivitas berkurang maka imunitas tubuh akan menurun, orang tua sebagaimotivator anak memiliki peran penting bagaimana mendesain bentuk latihan kebugaran yang dapatkembali meningkatkan kebugaran anak pasca Pandemic COVID-19. Bentuk latihan yang mudahdan tetap mematuhi protocol kesehatan sosial distancing antara lain bersepeda, jalan, jogging, bodyweigh training , circuit training yang desain dengan intensitas sesuai kemampuan anak secaraberkelanjutan sehingga menjadi otomatisasi gerakan anak. peran orang tua sangat penting karenamemiliki kedekatan emosional serta leader didalam rumah sehingga dapat mengakomodir anakmelakukan aktivitas kebugaran.
Integration of Minimum Initial Service Package for Reproductive Health in the Sister Village Program Hermawan, Dwi Yunanto; Widyaningrum, Heny; Lee, Sook Foong; Indarjo, Sofwan; Nugroho, Efa; Raharjo, Bambang Budi; Nisa, Alfiana Ainun; Ediyarsari, Puput; Wahyono, Bambang; Isniyati, Heni; Wasono, Edi; Prihatno, Bayu Eko; Rozali, Agus
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 19, No 2 (2023)
Publisher : Department of Public Health, Faculty of Sport Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v19i2.43465

Abstract

Indonesia’s high Disaster Risk Index (DRI) encourages the government to pay extra attention to disaster management efforts. MISP must be available in health crises because the need for reproductive health services remains and increases during the disaster response period because 4% of the affected people are pregnant women, and 75% are women, adolescent girls, and children. Integrating MISP into the Sister Village program is very important as an effort to reduce the impact of disasters on reproductive health due to the disruption of health services. This research was carried out in 2022 to explore opportunities and obstacles to integrating MISP in the sibling village program. The research uses a qualitative design with a phenomenological approach. Data collection used Focus Group Discussion techniques with 10 informants who were stakeholders related to the research topic. The research results show that in the integration of MISP and the Sister Village program, the role of each stakeholder is very important to achieve program objectives. Cooperation and coordination between stakeholders is the key to success. The integration of MISP in the Sister Village program can increase community participation in reproductive health services, strengthen the relationship between the health sector and the development sector, and improve public awareness of the importance of reproductive health. Limited accessibility and infrastructure in remote villages, stigma and cultural problems in village communities, lack of support and attention from the government and related parties, as well as security and conflict problems in several areas are obstacles to the integration of this program. High Disaster Risk Index (DRI) Indonesia encourages the government to pay extra attention to disaster management efforts. MISP must be available in health crises because the need for reproductive health services remains and increases during the disaster response period because 4% of the affected people are pregnant women, and 75% are women, adolescent girls, and children. Integrating MISP into the Sister Village program is very important as an effort to reduce the impact of disasters on reproductive health due to the disruption of health services. This research was carried out in 2022 to explore opportunities and obstacles to integrating MISP in the sibling village program. It uses a qualitative design with a phenomenological approach. Data collection used Focus Group Discussion techniques with 10 informants who were stakeholders related to the research topic. The research results show that in the integration of MISP and the Sister Village program, the role of each stakeholder is very important to achieve program objectives. Cooperation and coordination between stakeholders is the key to the success of the program. The integration of MISP in the Sister Village program can increase community participation in reproductive health services, strengthen the relationship between the health sector and the development sector, and improve public awareness of the importance of reproductive health. Limited accessibility and infrastructure in remote villages, stigma and cultural problems in village communities, lack of support and attention from the government and related parties, as well as security problems and conflicts in several areas, are obstacles to the integration of this program.
Analisis Penerapan Fungsi Manajemen pada Sistem Pengelolaan Rekam Medis Pasien di Puskesmas Rembang 1 Kabupaten Rembang Riyani, Yunita; Raharjo, Bambang Budi
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.46262

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu fasilitas pelayanan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Puskesmas didukung oleh beberapa pelayanan salah satunya rekam medis. Rekam medis adalah sebuah catatan yang berisi identitas pasien, pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Dalam pengelolaan rekam medis, diperlukan sebuah manajemen agar menghasilkan informasi yang bermutu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi manajemen pada sistem pengelolaan rekam medis pasien di Puskesmas Rembang 1 yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pelaksanaan, pengawasan dan pengendalian, serta evaluasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Informan utama dalam penelitian ini yaitu 3 orang petugas rekam medis. Informan triangulasi yaitu Kepala Seksi Sumber Daya Manusia Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, 2 orang staf adminsitarsi Puskesmas Rembang 1, dan 2 orang pasien yaitu sebelum dan semasa pandemi covid-19. Teknik pengembilan data dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan, pengawasan dan pengendalian serta evaluasi sudah berjalan dengan baik. Fungsi pengorganisasian belum berjalan dengan baik karena belum tedapat struktur rekam medis khusus bagian yang mengatur. Fungsi pengarahan belum berjalan dengan baik karena belum terdapat pengarahan terkait kegiatan yang dilakukan petugas. Fungsi pelaksanaan penerimaan pasien, filling, koding dan indeksing serta retensi dan pemusnahan sesuai dengan SOP. Assembling serta analising dan reporting belum sesuai dengan SOP. Puskesmas hendaknya melakukan pembuatan struktur dan pembagian tugas untuk setiap petugas di bagian rekam medis, memberikan pengarahan dan melakukan assembling, analising dan reporting sesuai dengan pedoman agar penerapan fungsi manajemen dalam pengelolaan rekam medis dapat terpenuhi.
Analisis Karakteristik dan Kepuasan Pasien terhadap Pelayanan Kunjungan Bayi Lahir Stunting di Puskesmas Se-Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang Hidayati, Fiki; Raharjo, Bambang Budi
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Special Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.46480

Abstract

Latar Belakang : Kunjungan bayi lahir stunting merupakan uoaya preventif yang dilakukan oleh Puskesmas di Kabupaten Rembang kepada anak berusia 0-2 tahun dengan panjang lahir laki-laki <48 cm dan perempuan <47 cm. Kepuasan pasien di pengaruhi oleh dimensi kepuasan yakni reability, assurance, tangible, emphaty, dan responsiveness. Selain itu, karakteristik pasien juga menentukan bagaimana tingkat kepuasan seseorang terhadap pelayanan. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui bagaimana analisis karakteristik dan kepuasan pasien terhadap pelayanan kunjungan bayi lahirstunting di Puskesmas se-Kecematan Rembang. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, dengan sampel adalah pasien berjumlah 60 responden di Puskesmas Rembang 1 dan Puskesmas Rembang 2 Kecamatan Rembang. Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa menurut perhitungan chi square dimensi kepuasan pasien reability, assurance, tangible, emphaty, dan responsivenesss, jenis kelamin , dan status BBLR memiliki p value kurang dari 0,001 sehingga ada hubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Sedangkan variabel karakteristik pendidikan ibu memiliki p value >0,05 sehingga tidak ada hubungan dengan tingkat kepuasan pasien. Kesimpulan : kepuasan pasien berhubungan dengan dimensi kepuasan, jenis kelamin, dan status berat bayi lahir rendah dan tidak berhubungan dengan tingkat pendidikan ibu.
Analisis Tingkat Kepuasan Masyarakat berdasarkan Kebijakan Penanggulangan Penyebaran Virus Covid 19 wardhani, iga kusuma; Raharjo, Bambang Budi
Indonesian Journal of Public Health and Nutrition Vol 1 No 3 (2021): Supplement Issue
Publisher : Center for Public Health Nutrition Studies, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijphn.v1i3.48301

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan. Untuk itu dalam rangka upaya penanggulangan dini wabah COVID-19, Menteri Kesehatan telah mengeluarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/104/2020 tentang Penetapan Infeksi Novel Coronavirus (Infeksi 2019-nCoV) sebagai jenis penyakit yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepuasan masyarakat di Perumnas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi deskriptif. Informan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah Informan utama adalah 5 warga masyarakat dan informan pendukung yaitu anggota gugus tugas Covid-19. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan masyarakat merasa puas dengan kebijakan yang berlaku di Perumnas Desa Katonsari, Kecamatan Demak. Namun masyarakat kurang puas dengan pelaksanaan kebijakan yang dirasa kurang serius dalam mengawasi jalannya kebijakan.
Kinerja Petugas Imunisasi dalam Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Sekolah Sekar, Anastasia Kinanti; Raharjo, Bambang Budi; Azam, Mahalul
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 7 No 2 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v7i2.63875

Abstract

ABSTRAK BIAS merupakan bentuk operasional imunisasi lanjutan bagi anak sekolah yang diberikan dua kali setahun pada bulan Agustus dan November dengan sasaran seluruh siswa kelas 1,2, dan 5 di seluruh Indonesia. Berdasarkan laporan hasil pelaksanaan BIAS di wilayah kerja Puskesmas Manyaran, cakupan untuk imunisasi pada pelaksanaan BIAS sudah 100% tersuntik. Tercapainya capaian BIAS di wilayah kerja Puskesmas Manyaran salah satunya dapat dilihat dari bagaimana kinerja petugas pelaksana selama menjalankan kegiatan BIAS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja petugas imunisasi dalam pelaksanaan BIAS dengan melihat pada tahap perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Jenis dan desain penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan teknik purposive sampling dengan melakukan wawancara kepada 10 orang informan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus – September 2022 di wilayah kerja Puskesmas Manyaran. Hasil penelitian menunjukkan kinerja petugas imunisasi mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pengawasan sudah berjalan dengan baik dan lancar, namun terjadi hambatan pada saat pelaksanaan BIAS. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kinerja petugas imunisasi dalam pelaksanaan BIAS sudah cukup baik dan optimal. ABSTRACT BIAS is an operational form of advanced immunization for school children which is given twice a year in August and November targeting all students in grades 1, 2 and 5 throughout Indonesia. Based on the report on the results of the implementation of BIAS in the working area of ​​the Manyaran Health Center, the coverage for immunization during the implementation of BIAS was 100% injected. One of the achievements of BIAS in the Manyaran Health Center work area can be seen from the performance of implementing officers while carrying out BIAS activities. The purpose of this study was to evaluate the performance of immunization officers in implementing BIAS by looking at the planning, organizing, implementing and monitoring stages. The type and design of this research used descriptive research with a qualitative approach using a purposive sampling technique by conducting interviews with 10 informants. The research was carried out in August - September 2022 in the working area of ​​the Manyaran Health Center. The results showed that the performance of immunization officers from the planning stage to the monitoring stage was running well and smoothly, but there were obstacles during BIAS implementation. The conclusion of the research shows that the performance of immunization officers in implementing BIAS is quite good and optimal.
Co-Authors Aer Sondari, Aer Afri Mughni Rufiati Agus Raharjo Agus Raharjo Ainun Nisa, Alfiana Ali Djamhuri Alifah, Rafidha Nur Andi Nova Ardiana Priharwanti Bambang Wahyono Dafitri, Ais Darmayanti, Laila Dwi Dianita, Rike Dina Nur Anggraini Ningrum Ediyarsari, Puput Efa Nugroho Farida, Eko Faturahmah, Erni Fitri Indrawati Fitriana, Nana Hartiyanti, Tri Hartiyanti, Tri Hermawan, Dwi Yunanto Hermawati, Bertakalswa Hidayati, Fiki I Made Sudana Ibrahim, Sultan Akbar Ingguniadi, Mateus Harry Intan Zainafree, Intan Irwan Budiono Ismatul Khasanah Isniyati, Heni Istiada, Ayu Istikomah, Triyanik Istikomah, Triyanik Junarti, Desti Kamka, Erry H Kurnia Lintang Larasati Kusuma, Aurima Hanun Lee, Sook Foong Lutfiyatul Wahdah Mahalul Azam Muhamad Syaiful Bachri Al Yunus Muhammad Azinar Murniati Murniati Najib Najib Nisa, Alfiana Ainun Nisa, Bunga Ifatun nisa, Makzizatun nisak Nuke Prasetyani Nurhayati Nusra, ST. Austa Oktia Woro Kasmini H Oktia Woro Kasmini Handayani Padma Nudesti, Nopri Parmin - Pratiwi, Imas Cahyaning Preztiana, Arnies Mega Prihatno, Bayu Eko Rachmawati, Latifah Rahmakusuma, Namira Aulia Rasajati, Qorry Putri Ratna Rahayu, Sri Ratna Sri Rahayu, RR Riska Agustina Riyani, Yunita Rosdiana, Ayu Imade Rosdiana, Ayu Imade Rozali, Agus Sahid, Masykur_ Salma, Wanale Mafabi Salsabila, Nurina Salsabila, Nurina Santi Ariyanti Saputri, Erina Slamet Sekar, Anastasia Kinanti Septiani, Riswanti Soegiyanto Soegiyanto Sofwan Indarjo Solihin Solihin Suherni Suherni, Suherni Susanti, Eka Mei Trisna, Intan Nurjannah Pratiwi Trisna, Intan Nurjannah Pratiwi Utami, Annisa Novanda Maharani wardhani, iga kusuma Wasono, Edi Widya Hary Cahyati Widyaningrum, Heny Wijayantiningrum, Tutuk Winnugroho Wiratman, Manfaluthy Hakim, Tiara Aninditha, Aru W. Sudoyo, Joedo Prihartono Yuni Wijayanti Zuhriyah, Aminatuz Zuhriyah, Aminatuz