Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Evaluasi Sensori Minuman Serbuk Air Kelapa Tua Dan Sari Temulawak Delvia, Vanessa; Raharjo, Dwi; Sholahuddin, Sholahuddin
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 2 (2025): June
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/snja.v1i2.94947

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik sensori minuman serbuk instan berbahan dasar air kelapa tua dan sari temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan variasi proporsi bahan. Formulasi disusun dengan komposisi air kelapa tua lebih tinggi hingga sebaliknya, lalu ditambahkan gula pasir sebanyak 150 gram. Campuran tersebut dimasak dengan api kecil hingga mengalami proses kristalisasi dan menghasilkan serbuk. Evaluasi sensori dilakukan secara deskriptif oleh 30 panelis terlatih menggunakan skala 1"“5. Parameter yang dinilai meliputi warna, aroma kelapa, aroma temulawak, rasa manis, rasa kelapa, rasa temulawak, dan kesukaan keseluruhan. Hasil menunjukkan bahwa proporsi air kelapa tua yang lebih tinggi memberikan aroma dan rasa kelapa yang lebih kuat serta tingkat kemanisan yang lebih disukai. Sementara itu, peningkatan jumlah temulawak memberikan warna kuning yang lebih intens dan aroma rempah yang khas, namun cenderung menurunkan tingkat kesukaan jika terlalu dominan. Formulasi dengan keseimbangan bahan yang tepat menghasilkan skor kesukaan tertinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pemilihan komposisi bahan sangat memengaruhi kualitas sensori minuman serbuk instan yang dihasilkan.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK COOKIES DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG UBI JALAR UNGU (IPOMOEA BATATAS L.) TERMODIFIKASI FISIK PASERANG, ALGUINA DORDIA; MAHERAWATI, MAHERAWATI; RAHARJO, DWI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98885

Abstract

Cookies merupakan salah satu produk pangan populer yang umumnya berbahan dasar tepung terigu, namun ketergantungan pada terigu impor mendorong perlunya pemanfaatan bahan lokal alternatif. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) memiliki potensi besar sebagai sumber tepung karena kandungan antosianin dan antioksidannya yang tinggi, meskipun penggunaannya terbatas akibat sifat fisik tepung yang kurang sesuai. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik sensori cookies dengan substitusi tepung ubi jalar ungu termodifikasi fisik (pregelatinisasi). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor berupa variasi rasio tepung terigu dan tepung ubi jalar ungu termodifikasi (100:0, 70:30, 60:40, 50:50, 0:100) dengan lima ulangan, sehingga diperoleh 25 unit percobaan. Evaluasi sensori menggunakan metode deskriptif, dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih menggunakan skala deskriptif, 1 hingga 5 berdasarkan lima parameter : warna, tekstur, aroma, rasa, dan keseluruhan. Formulasi terbaik diperoleh pada 50% tepung terigu: 50 % tepung ubi jalar ungu termodifikasi dengan nilai sensori warna 2,90%, aroma 2,97%, rasa 3,53%, tekstur 3,60%, dan kesukaan keseluruhan 3,23%. Penggunaan tepung ubi jalar ungu termodifikasi dapat meningkatkan nilai fungsional cookies melalui kandungan antioksidan tinggi, sekaligus memberikan kontribusi dalam diversifikasi pangan lokal sebagai substitusi tepung terigu impor.
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI KERIPIK TEMPE KACANG KEDELAI - KACANG TUNGGAK Warong, Sepiana Debora; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98070

Abstract

Keripik tempe merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk tempe yang digemari masyarakat karena teksturnya yang renyah dan masa simpannya yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio kacang kedelai dan kacang tunggak terhadap karakteristik fisikokimia keripik tempe yang dihasilkan. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima taraf perlakuan, yaitu rasio kacang kedelai dan kacang tunggak (100%:0%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; 0%:100%) dan lima kali ulangan. Parameter fisikokimia yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu tidak larut asam, kadar protein, dan kadar lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi rasio kacang kedelai dan kacang tunggak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan kadar protein, namun tidak berpengaruh nyata terhadap kadar abu tidak larut asam dan kadar lemak. Perlakuan terbaik terdapat pada rasio 75% kedelai dan 25% kacang tunggak, dengan karakteristik fisikokimia yaitu kadar air 2,23%, kadar abu tidak larut asam 0,09%, kadar protein 15,06%, dan kadar lemak 31,84%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi kacang tunggak hingga 25% masih dapat menghasilkan keripik tempe dengan mutu fisikokimia yang baik sesuai SNI 2602-2018.
DESKRIPSI SENSORI MINUMAN LIDAH BUAYA-NANAS DENGAN PENAMBAHAN MADU Dhitasari, Rochmah Mira; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.98021

Abstract

Minuman yang digemari saat ini adalah minuman fungsional, yaitu minuman yang menyehatkan karena mengandung nutrisi dan senyawa bioaktif. Lidah buaya dan nanas berpotensi sebagai bahan minuman fungsional karena mengandung senyawa bioaktif seperti fenol dan vitamin C yang berperan sebagai antioksidan. Minuman fungsional umumnya perlu bahan tambahan seperti pemanis. Alternatif pemanis alami yang memiliki efek kesehatan sebagai pengganti sukrosa/gula pasir adalah madu. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi madu terbaik terhadap karakteristik sensori minuman fungsional lidah buaya-nanas. Perlakuan konsentrasi madu yang digunakan adalah 0%, 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, dan 15%. Uji sensori dilakukan secara deskriptif dengan atribut penilaian meliputi warna, aroma, rasa, kekentalan/mouth feel, dan kesukaan keseluruhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi madu berpengaruh nyata terhadap seluruh atribut sensori. Tingkat kesukaan terbaik berada pada kategori suka, yaitu pada konsentrasi madu 10%, 12,5%, dan 15%. Konsentrasi madu 10% dapat dijadikan rekomendasi dalam mengkonsumsi minuman lidah buaya-nanas. Perlakuan tersebut secara deskriptif memiliki karakteristik warna agak kuning, agak beraroma madu, rasa lebih manis, dan kekentalan agak kental.
KARAKTERISTIK SENSORI KERIPIK TEMPE KACANG KEDELAI-KACANG MERAH Erawati, Erawati; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96174

Abstract

Pembuatan keripik tempe umumnya menggunakan kacang kedelai sebagai bahan baku, namun sebagian besar kebutuhan kedelai didalam negeri masih impor. Upaya untuk mengurangi ketergantungan impor kedelai dan diversifikasi bahan baku salah satunya yaitu menggunakan kacang merah yang berpotensi untuk diolah menjadi olahan produk tempe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui deskripsi sensori keripik tempe kacang kedelai dan kacang merah pada berbagai rasio kacang kedelai dan kacang merah. Parameter yang diamati meliputi warna, rasa, aroma, tekstur, dan kesukaan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan 5 formulasi rasio kacang kedelai dan kacang merah (100%:0%; 75%:25%; 50%:50%; 25%:75%; 0%:100%). Data sensori dianalisis menggunakan statistik non parametrik (Kruskal Wallis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio kacang kedelai dan kacang merah berpengaruh nyata terhadap warna dan juga rasa. Hasil diperoleh nilai rata-rata atribut warna 1,8-3,6 (putih lebih kuning hingga kuning kecoklatan), rasa 2,43-3,40 (agak berasa khas tempe-rasa khas tempe), aroma 2,70-3,23 (aroma khas tempe), tekstur 2,80-3,27 (renyah), dan kesukaan keseluruhan 3,13-3,57 (suka-lebih suka).
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK KOMBUCHA BUNGA TELANG (CLITORIA TERNATEA) DENGAN PERBEDAAN KONSENTRASI NIRA KELAPA Alvionita, Neni; Raharjo, Dwi; Maherawati, Maherawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96667

Abstract

Kombucha adalah minuman fermentasi yang terbuat dari teh (Camellia sinensis) sebagai substrat, dicampur dengan gula sebagai sumber karbon, dan difermentasi oleh scoby (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast), sehingga menghasilkan rasa asam yang khas. Penggunaan nira kelapa sebagai sumber karbon dapat memengaruhi kesukaan panelis terhadap kualitas sensori produk. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi nira kelapa dalam formulasi kombucha bunga telang yang menghasilkan atribut sensori terbaik. Uji sensori dilakukan terhadap atribut warna, aroma, rasa, sensasi soda, dan kesukaan keseluruhan menggunakan uji Kruskal-Wallis dan DMRT. Hasil menunjukkan bahwa nira kelapa berpengaruh nyata terhadap warna (p
STUDI JENIS PEMANIS TERHADAP KARAKTERISTIK SENSORI PADA TEH HERBAL DAUN KEJI BELING-KUMIS KUCING Sakapani, Patricia Dayu; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.94813

Abstract

Teh herbal merupakan salah satu bentuk minuman fungsional yang banyak dikembangkan dari berbagai tanaman berkhasiat, seperti daun keji beling (Strobilanthes crispus) dan kumis kucing (Orthosiphon aristatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai jenis pemanis terhadap karakteristik sensori teh herbal dari kombinasi kedua daun tersebut. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam perlakuan pemanis, yaitu tanpa pemanis, gula pasir, gula kelapa, madu Tj, madu kelulut, dan stevia. Uji sensori dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih terhadap atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan dengan skala skoring 1-5. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa jenis pemanis memberikan pengaruh nyata terhadap atribut warna, rasa, dan kesukaan keseluruhan (p < 0,05), namun tidak berpengaruh nyata terhadap aroma dan tekstur. Perlakuan dengan penambahan gula pasir memberikan nilai tertinggi pada rasa (2,77) dan kesukaan keseluruhan (3,10), sedangkan madu kelulut memberikan nilai tertinggi pada warna (3,80). Berdasarkan hasil tersebut, pemanis gula pasir memberikan karakteristik sensori terbaik dan paling disukai oleh panelis dalam formulasi teh herbal daun keji beling dan kumis kucing.
EVALUASI SENSORI KEFIR AIR KELAPA HIJAU DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI GULA KELAPA Panjaitan, Pritania Selena; Raharjo, Dwi; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.96960

Abstract

This study aims to evaluate the sensory characteristics of green coconut water kefir with the addition of various concentrations of coconut sugar. The concentrations tested were 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. A total of 30 untrained panelists participated in the sensory evaluation, which was conducted descriptively based on four attributes: aroma, taste, color, and overall preference. The results showed that coconut sugar concentration significantly affected the sensory quality of the kefir. The 20% concentration produced the highest scores in aroma (4.17), taste (3.60), and color (4.80), indicating a stronger coconut sugar aroma, more pronounced sourness, and a darker brown appearance. However, the highest overall preference was observed at the 15% concentration, with a score of 4.20, suggesting that this level was most acceptable to the panelists. It can be concluded that while 20% coconut sugar enhances certain sensory attributes, the 15% concentration provides the best balance between flavor, appearance, and consumer acceptability. These findings can support further development of coconut water kefir as a functional fermented beverage with desirable sensory quality.
Rancang Bangun dan Pengujian Instalasi Pompa Air Type Centrifugal Untuk Alat Praktikum Mesin Fluida STTI Bontang Yani, Ahmad; Istiqomah, Nurul; Armiyanto, Eko; Raharjo, Dwi; Hariyadi, Hanif
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 2 No. 02 (2022): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i02.5798

Abstract

Pompa sentrifugal adalah suatu alat atau mesin untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan gaya sentrifugal yang diakibatkan gerak impeller dan sekaligus mengubah tenaga kinetik fluida menjadi tenaga tekan pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa prototype instalasi pompa sentrifugal yang dapat digunakan untuk alat praktikum mahasiswa STTI Bontang sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berpikir ilmiah mahasiswa dalam pembelajaran matakulaih mesin-mesin fluida. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan merangcang alat, membuat alat dan  melakukan pengujian langsung terhadap alat yang telah dibuat. Hasil rancang bangun instalasi pompa air type centrifugal bekerja secara normal. Hasil pengujian tersebut didapatkan nilai head dikoreksi (H) sebesar 10,4563 m. sedangkan nilai debit  (Q) sebesar  5,320621 m3/jam, untuk nilai daya poros pompa (PS) sebesar 0,4527 hp, nilai daya hidrolis (PH) sebesar 0.2019 hp, dan nilai effisiensi pompa (ηp) sebesar 42,90%.
Studi Eksperimental Variasi Tekanan Keluar (Discharger) Terhadap Kinerja Pompa Air Sentrifugal: Pada Alat Praktikum Mesin Fluida STTI Bontang Yani, Ahmad; Istiqomah, Nurul; Junaini, Junaini; Hariyadi, Hanif; Raharjo, Dwi
AutoMech : Jurnal Teknik Mesin Vol. 2 No. 02 (2022): Nopember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jtm.v2i02.5992

Abstract

Pompa sentrifugal adalah suatu alat atau mesin untuk memindahkan cairan dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan gaya sentrifugal yang diakibatkan gerak impeller dan sekaligus mengubah tenaga kinetik fluida menjadi tenaga tekan pada cairan yang dipindahkan dan berlangsung secara terus menerus. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa prototype instalasi pompa sentrifugal yang dapat digunakan untuk alat praktikum mahasiswa STTI Bontang sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berpikir ilmiah mahasiswa dalam pembelajaran matakulaih mesin-mesin fluida. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan merangcang alat, membuat alat dan  melakukan pengujian langsung terhadap alat yang telah dibuat. Hasil rancang bangun instalasi pompa air type centrifugal bekerja secara normal. Hasil pengujian tersebut didapatkan nilai head dikoreksi (H) sebesar 10,4563 m. sedangkan nilai debit  (Q) sebesar  5,320621 m3/jam, untuk nilai daya poros pompa (PS) sebesar 0,4527 hp, nilai daya hidrolis (PH) sebesar 0.2019 hp, dan nilai effisiensi pompa (ηp) sebesar 42,90%.Kata Kunci: Rancang bangun, pengujian, pompa sentrifugal, alat praktikum.