Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN JAMU SOKO ALAM TERHADAP PERFORMA AYAM BROILER Raharjo, Dwi; Arnayulis, Arnayulis; Alfikri, Alfikri
STOCK Peternakan Vol 6, No 1 (2024): Stock Peternakan
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/sptr.v6i1.1254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian jamu soko alam terhadap kinerja ayam broiler, penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni tahun 2023 di Jorong Purwajaya, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau. Rancangan yang digunakan dalam penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 100 ekor ayam yang terdiri atas 5 perlakuan dan 4 kali ulangan dengan masing-masing ulangan terdiri dari 5 ekor. Data parameter yang diukur berupa konsumsi pakan, bobot badan, pertambahan bobot badan, rasio konversi pakan, populasi deplesi dan indeks kinerja. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam ANOVA kemudian dilakukan uji lanjutan menggunakan uji DMRT 5%. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lebih lanjut DMRT menunjukkan bahwa pemberian jamu bagas memberikan respon positif (P0,05) terhadap parameter bobot badan, pertambahan bobot badan, rasio konversi pakan, deplesi populasi dan indeks kinerja dengan dosis yang direkomendasikan adalah P3 (2 gram jamu/2 liter udara) namun tidak memberikan respon positif (P0,05) terhadap parameter feed intake. 
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK MANISAN KERING JAHE GAJAH (Zingiber officinale R.) DENGAN FORMULASI GULA PASIR DAN GULA KELAPA Pangesti, Nira Aulia; Raharjo, Dwi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98662

Abstract

Manisan jahe merupakan produk olahan dengan jahe sebagai bahan utama yang dibuat dengan cara mengawetkan jahe segar menggunakan gula. Manisan jahe memiliki rasa pedas yang khas dari jahe dan rasa manis dari gula yang digunakan. Jahe merupakan rimpang yang banyak digunakan sebagai rempah-rempah masakan dan obat tradisional. Jahe memiliki tiga jenis, yaitu jahe gajah, jahe merah dan jahe emprit. Jenis jahe yang digunakan pada penelitian ini yaitu jenis jahe gajah. Jenis gula yang digunakan yaitu gula pasir dan gula kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik organoleptik menggunakan metode hedonik manisan kering jahe dengan formulasi konsentrasi gula pasir banding gula kelapa. Formulasi konsentrasi gula pasir dan gula kelapa yaitu, 100%:0%, 80%:20%, 60%:40%, 40%:60%, 20%:80% dan 0%:100%. Pengujian dilakukan oleh 30 orang panelis semi-terlatih menggunakan skala 1 sampai 5 dengan parameter: aroma, warna, rasa, tekstur dan kesukaan keseluruhan. Hasil menunjukkan formulasi 80% gula pasir : 20% gula kelapa pada produk manisan kering jahe menunjukkan nilai organoleptik terbaik dengan nilai organoleptik warna 3,73, organoleptik aroma 3,70, organoleptik rasa 3,63, organoleptik tekstur 3,67 dan organoleptik kesukaan keseluruhan 3,73.
The Effect of Ethrel Solution Concentration on the Degreening Process of Orange (Citrus reticulata) Muharraran, Nazha Duta Ulkitasalka; Raharjo, Dwi; Priyono, Suko
FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan Vol 8, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jft.v8i2.102646

Abstract

Oranges are among the most widely cultivated fruits in Indonesia. Generally, the skin color of oranges at harvest is still greenish. Most consumers prefer oranges with orange-colored skin as the color indicates full ripeness and a sweet taste. The green color on orange skin can be improved through postharvest treatment known as degreening, using an ethrel solution. The study goal is to determine the optimal concentration of ethrel solution for the degreening process of honey milk oranges. The research employed a Randomized Block Design (RBD) with one factor that is ethrel solution concentration, consisting of six treatments (0, 250, 500, 750, 1000, and 1250 ppm). Each treatment was repeated four times, resulting in 24 sample units. The observed parameters included weight loss, color, total titratable acidity, total soluble solids, vitamin C, and total chlorophyll content. The optimal ethrel solution concentration was determined by using the De Garmo effectiveness index method. The results showed that an ethrel solution concentration of 1250 ppm was the best treatment based on the effectiveness index, with the following characteristics: weight loss of 2.34%, total acidity of 0.71%, total chlorophyll of 1.97 mg/L, total soluble solids of 10.8°Brix, vitamin C content of 213.40 mg, L value of 40.79, a* value of 8.19, and b* value of 48.70.
KARAKTERISTIK ORGANOLEPTIK SIRUP JERUK SIAM DENGAN PENAMBAHAN FILTRAT BUAH KECOMBRANG Qalbi, Chesarani Nur; Raharjo, Dwi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.100028

Abstract

Saat ini industri pangan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumen terhadap produk minuman. Jeruk siam (Citrus nobilis var. Microcarpa) merupakan salah satu komoditas hortikultura potensial dai Indonesia yang produksinya melimpah, namun pemanfaatannya sebagai produk belum optimal. Inovasi yang dapat dikembangkan adalah pengolahannya menjadi sirup dengan penambahan filtrat buah kecombrang sebagai penambah rasa, yang diketahui buah kecombrang memiliki aroma dan rasa yang khas seperti asam, pedas, dan sepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan filtrat buah kecombrang terhadap karakteristik organoleptik sirup jeruk siam. Evaluasi sensori dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif yang dilakukan oleh 30 orang panelis. Parameter penilaian meliputi rasa, tekstur, aroma, warna, dan kesukaan keseluruhan dengan skala 1-5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi 20% filtrat buah kecombrang dan 15% sari jeruk siam merupakan formulasi terbaik dengan hasil skor tertinggi pada rasa (3,00), tekstur (3,28), aroma (3,16), warna (3,20), dan kesukaan keseluruhan (3,72). Penambahan filtrat buah kecombrang dapat meningkatkan karakteristik organoleptik dari sirup jeruk siam yang memiliki cita rasa unik, sehingga berpotensi sebagai inovasi minuman berbasis bahan lokal.
POTENSI ALAT PENGERING EFEK RUMAH KACA (ERK) DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS UMKM KERUPUK IKAN Febryani, Angelina Laurent; Sholahuddin, Sholahuddin; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99602

Abstract

Kerupuk ikan adalah jenis makanan ringan yang dibuat dengan bahan utama pati dan dikonsumsi masyarakat sebagai cemilan dan juga sebagai lauk pelengkap pada menu utama masyarakat di Indonesia. Proses pembuatan kerupuk memerlukan pengeringan yang umumnya masih dilakukan dengan penjemuran sinar matahari sehingga membutuhkan waktu lama dan adanya risiko kontaminasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi penggunaan alat pengering Efek Rumah Kaca (ERK) dalam meningkatkan produktivitas UMKM kerupuk ikan melalui aspek teknis dan kelayakan ekonomi. Penelitian dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan percobaan langsung dan perhitungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu pengeringan pada pengering ERK lebih tinggi dibandingkan penjemuran dengan rata-rata 37,9 oC dibandingkan 35,5 oC. Kondisi ini mempercepat waktu pengeringan hingga 12,5% dengan kadar air ≤ 11% tercapai dalam 3,5 jam dengan penggunaan pengering ERK. Analisis finansial menunjukkan biaya pokok pengeringan sebesar Rp 16.164/kg dengan nilai NPV positif Rp 12.286.195, rasio B/C sebesar 1,17, dan Payback Period 0,65 tahun sehingga alat pengering ERK dinilai layak untuk digunakan sebagai alternatif teknologi pengeringan pada skala UMKM.
EVALUASI SENSORI GULA KELAPA SERBUK DENGAN PENAMBAHAN LARUTAN TEMPURUNG KELAPA PADA SAAT PENYADAPAN NIRA Azhari, Adinda Salwa; Raharjo, Dwi; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102394

Abstract

Powdered coconut sugar is a processed product derived from the coconut plant, namely sap through a tapping process that contains various nutrients, making it a good place for microbial growth and must be overcome by using natural ingredients with antimicrobial properties, namely coconut shells. The use of natural ingredients can affect the panelists' assessment. The purpose of this study was to obtain the concentration of coconut shell solution that produces the best sensory characteristics of powdered coconut sugar. The sensory characteristics of powdered coconut sugar observed were color, aroma, sweetness level, and overall preference. The results of the sensory test were analyzed using the Kruskal-Wallis test. The test results showed that the coconut shell solution had a significant effect on color, sweetness level, and overall preference (KW>11.07), but had no significant effect on aroma. The 0 mL/L treatment gave the highest value for color (4.73), while the 15 mL/L coconut shell solution gave the highest value for aroma (3.27), sweetness level (3.83), and overall preference (3.77). Based on these results, a coconut shell solution of 15 mL/L provided the best sensory characteristics and was most preferred by panelists in powdered coconut sugar products.
KARAKTERISTIK SENSORI MINUMAN SARI KULIT BUAH NAGA MERAH-ROSELLA Fitriani, Wini Dwi; Lestari, Oke Anandika; Raharjo, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.102085

Abstract

ABSTRAK Minuman sari adalah produk minuman berbahan dasar ekstrak buah yang ditambahkan air, Minuman sari dapat diformulasikan dari satu jenis buah maupun kombinasi dari beberapa jenis buah untuk memperkaya karakteristik produk. Selain daging buah, fraksi albedo juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan campuran minuman sari guna mendukung upaya pengurangan limbah pangan. Penelitian ini bertujuan Menganalisis pengaruh perbedaan rasio formulasi antara kulit buah naga merah dan rosella terhadap karakteristik fisikokimia. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu variasi rasio sari kulit buah naga merah : sari rosella (100:0, 75:25, 50:50, 25:75, 0:100) dengan lima ulangan sehingga didapatkan 25 unit percobaan. Evaluasi sensori menggunakan metode deskriptif, dilakukan oleh 30 panelis semi terlatih menggunakan skala deskriptif, 1 hingga 5 berdasarkan lima parameter : warna, tekstur, aroma, rasa, dan keseluruhan. Formulasi terbaik diperoleh pada formulasi 50 kulit buah naga merah:50 rosella dengan karakteristik total padatan terlarut 13,78oBrix, pH 3,81%, total asam 0,11%, flavonoid 5,59 mgQE/mL, antioksidan 87,42%., serta skor organoleptik cukup disukai panelis Kombinasi kulit buah naga merah dan rosella berpotensi dikembangkan sebagai minuman sari fungsional berbasis pewarna dan antioksidan alami dengan penerimaan konsumen yang baik.