Articles
Khotbah sebagai Karya Teologis: Meninjau Pentingnya Pengajaran Iman dalam Praksis Khotbah Masa Kini
Blegur, Romelus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol 9 No 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37368/ja.v9i1.828
Preaching is an important means for the growth of the congregation's faith, because through it the word of God is proclaimed. Based on that, the preaching service must be actualized properly as a forum for serving the word of God. The challenge of today's sermons is the emergence of sermons that arouse the psychology of the listener and are full of humanist messages without theological depth. Such sermons tend to be entertaining and do not prepare the faith of the congregation and believers to face today's doctrinal challenges. This problem must be addressed by returning the sermon to its substance. One important offer to address this problem is to make sermons a theological work in which the Christian faith can be taught. The method used in this research is the library method through literary sources, both books and scientific journal articles. The results of this research are, first. Preaching is an important service that supports the existence of the church because through it the word of God is preached and builds the faith of the congregation. Second, the challenge of contemporary preaching that deviates from its objectives is a reality that cannot be ignored, therefore it must be addressed. Third, the sermon should be a theological work, because through it Christian doctrines are taught as a solid foundation for the congregation's faith both cognitively and practically in facing today's challenges.
Menilik Keharmonisan Keluarga Kristen: Menakar Ego dan Membangun Kesatuan Secara Teologis
Blegur, Romelus
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 1 (2025): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47596/sg.v6i1.370
Harmony in the family is an ideal principle in building a household, but this principle is not easy in practice due to various factors, one of which is the problem of ego. The aim of this research is to examine the influence of ego in the turmoil of Christian family life, which on the one hand can create disharmony, nevertheless on the other hand can create harmony. This depends on how to measure ego so that harmony is created among family members. The theological perspective is used in this research as a lens for solving the problem of family harmony. The method used is literature method through analyzing the text according to the research problem. The results of the research shows that ego plays an important role in building family harmony, nevertheless it must be based on theological awareness about the Christian family. However, the ego’s vulnerability to bad influences can harm family harmony, so it must be measured properly to create balance between family members. This can be established through good communication relationships, as well as loving relationships between family members that are based on God’s love.
Tanggung Jawab Sosial Misi Kristen: Sebuah Panggilan bagi Gereja untuk Berpartisipasi dalam Misi Allah
Blegur, Romelus;
Wahyudi, Hari;
Gading, Nico Pabayo;
Gea, Leniwan Darmawati
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.128
Masalah-masalah sosial yang terus berkembang menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia, sehingga memerlukan tanggapan serta partisipasi aktif untuk penyelesaiannya. Dalam konteks ini, gereja memiliki peran dan tanggung jawab yang penting sebagai bagian dari misi Allah yang harus diwujudkan secara nyata. Penelitian ini bertujuan menyelidiki prinsip panggilan misi Kristen dalam kaitannya dengan masalah-masalah sosial yang belum sepenuhnya menjadi fokus perhatian gereja global. Penelitian dilakukan melalui metode kepustakaan dengan pendekatan sosiologis. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah sosial merupakan bagian integral dari tanggung jawab gereja dalam menjalankan misi Allah. Sebagaimana Allah berkarya di tengah umat-Nya, gereja pun dipanggil untuk berperan aktif dalam menyikapi tantangan sosial masa kini. Penelitian ini menyoroti isu dunia kerja, lingkungan hidup, dan pengaruh dunia digital, yang semuanya menuntut keterlibatan gereja secara holistik dalam menjalankan misi ilahi di tengah dunia.
Menginjili Anak Secara Kreatif: Analisis Dampak Program Unit Pembinaan Pelayanan Anak (UPPA) STT ATI di Kalangan Mahasiswa
Blegur, Romelus;
Gea, Leniwan Darmawati;
Atty, Sonya Debora;
Mangngi, Yovita;
Yosua, Yosua
Missio Ecclesiae Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Injil Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52157/me.v14i1.331
Anak adalah ciptaan Allah yang serupa dan segambar dan Allah, namun disamping itu mereka pun orang berdosa yang memerlukan keselamatan. Oleh karena itu, pemberitaan Injil merupakan hal yang penting bagi mereka. Meskipun demikian, tugas tersebut tidak mudah karena itu diperlukan kreativitas untuk menyampaikan Injil sesuai dengan minat dan pemahaman mereka. Hal inilah yang menjadi fokus pelayanan UPPA STT ATI dalam rangka memperlengkapi mahasiswa dan pelayan gereja untuk menghasilkan para pelayan anak yang kreatif dan inovatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak program UPPA STT ATI di kalangan mahasiswa STT ATI melalui berbagai pembinaan yang telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa temuan pada para informan yaitu: pertama, mahasiswa memahami tentang penginjilan. Kedua, mahasiswa memahami bahwa penginjilan terhadap anak sangat penting. Ketiga, mahasiswa terlibat dalam program UPPA STT ATI dan memperoleh pembekalan yang memadai untuk melayani anak. Keempat, program UPPA STT ATI efektif bagi mahasiswa dalam melayani anak. Kelima, mahasiswa memiliki kemampuan dan terlibat secara efektif dalam mengijili anak secara kreatif. Keenam, program UPPA berdampak secara signifikan bagi mahasiswa, baik dalam hal membangun kemampuan mereka secara internal, maupun dampak eksternal bagi anak-anak yang diinjili.
Peran Sentral Roh Kudus Bagi Pertobatan Orang Kristen di Tengah Relativisme Budaya Etis
Blegur, Romelus;
Yudas, Andre;
Eliana, Eliana;
Solsepa, Cindy C.;
Waromi, Isac Orgenos
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 1 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertobatan merupakan prinsip hidup yang penting bagi orang Kristen, sebabmelaluinya seseorang mengalami anugerah Allah dan diperkenankan menjadi milikkepunyaan-Nya. prinsip tersebut penting tetapi kini diperhadapkan dengan relativismebudaya etis yang turut menawarkan patokan-patokan etis guna memperbaharui hidup daridampak kejahatan. Hal tersebut turut menjerumuskan generasi orang percaya masa kini,karena itu mesti ditegaskan kembali. Melalui penelitian ini penulis menyelidiki sentralitaspertobatan Kristen melalui karya Roh Kudus dan melihat relevansinya dimasa kini. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan melaluipenyelidikan literatur baik dalam bentuk cetak maupun elektronik. Hasil dari penelitian iniadalah: pertama, peranan Roh Kudus sangat penting dalam hidup orang Kristen, karenahidup Kristen bergantung sepenuhnya pada kehadiran Roh kudus. Kedua, budaya etis masakini yang bersifat relatif tidak dapat menyelesaikan masalah moral manusia, karena itu tidakmungkin dapat menyaingi otoritas Roh Kudus dalam menyelesaikan dosa. Ketiga, perananRoh Kudus sangat sentral dan sebagai satu-satunya jalan bagi orang percaya untukmengalami pertobatan, dan hal tersebut tetap relevan pada masa kini dan masa yang akandatang.
Kemuliaan Berita Injil dalam Konstruksi Kesederhanaan Cerita: Efektivitas Metode Cerita Bagi Anak
Blegur, Romelus;
Gea, Leniwan Darmawati
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 15 No. 1 (2025): Pemikiran Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47154/sjtpk.v19i1.642
Stories are an effective communication method to convey the meaning of news in a simple and interesting way. This method is also relevant in all related contexts, as well as all age groups. Until now, stories are still a popular method. Apart from its general use, stories are also a method used in the Bible to convey the truth as was done many times by Jesus, even now it is also seen in the practice of preaching the Gospel in the church. The purpose of this research is to investigate the glory of the Gospel message in the simplicity of the story with a focus on its effectiveness through preaching the Gospel to children. The method used in this research is a library research method by analyzing texts sourced from online and printed literature. The results of this research are that the story method is effective for preaching the Gospel to children. The supporting factor is that, this method has been predominantly used in the Bible with a percentage of 75%. Apart from that, the story method is effective as a forum for preaching the Gospel, even though the Gospel message is constructed simply according to children's capacities, it does not erode the glory of the Gospel message.
Dimensi Etis-Teologis Kegagalan Kepemimpinan Raja Saul: Sebuah Antisipasi bagi Pemimpin Kristen Masa Kini
Blegur, Romelus;
Manihuruk, Meldaria;
Gea, Leniwan Darmawati
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (210.379 KB)
|
DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.22
Kepemimpinan merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup manusia, dan sejak semula manusia sudah terhubung dengan soal-soal kepemimpinan dengan berbagai persoalannya. Kadang sejarah menyuguhkan kepada kita tentang kisah-kisah sukses seorang pemimpin, tetapi di pihak lain kisah-kisah kegagalan pemimpin pun menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Diantara kedua hal tersebut, penelitian ini terfokus pada kegagalan pemimpin yang masih menjadi problem hingga masa kini. Hal tersebut penting karena, dengan memahami seluk-beluk penyebab kegagalan kepemimpinan maka, masalah tersebut dapat diantisipasi dan tidak diulangi lagi pada masa kini dan masa yang akan datang. Diantara sekian banyak kisah-kisah kegagalan, penulis memilih kisah kegagalan Raja Saul sebagai acuannya. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menggunakan sumber-sumber pustaka yang relevan. Metode ini digunakan untuk membangun wacana intelektual tentang kegagalan kepemimpinan yang mendasari penyimpangan-penyimpangan yang secara umum dilakukan oleh para pemimpin.
Menilik Efektivitas Konseling Pranikah Terhadap Pencegahan Disharmoni Dalam Rumah Tangga Kristen
Blegur, Romelus;
Gea, Leniwan Darmawati
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (232.694 KB)
|
DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.37
Artikel ini difokuskan pada persoalan disharmoni rumah tangga Kristen yang rentan terjadi, serta upaya pencegahannya melalui konseling pranikah. Sejauh ini gereja telah melaksanakan konseling pranikah untuk mempersiapkan pasangan yang akan memasuki kehidupan rumah tangga, namun berdampingan dengan itu kasus ketidakharmonisan keluarga pun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan keadaan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menilik efektivitas konseling pranikah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif guna menggambarkan fenomena terkait topik penelitian tersebut. Fenomena tersebut diperoleh melalui sumber-sumber literatur, karena itu menggunakan kajian Pustaka dengan acuan kepada buku dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa konseling pranikah efektif bagi pencegahan disharmoni rumah tangga Kristen, sebab melaluinya pasangan Kristen dibimbing untuk masuk dalam kehidupan rumah tangga dengan dasar yang kokoh sesuai dengan kehendak Allah.
Tanggapan Etis Kristen Terhadap Pengaruh Budaya Digital di Kalangan Mahasiswa
Blegur, Romelus;
Sinaga, Rajokiaman;
Susanto, Sulianus
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46445/jtki.v4i2.662
Digital culture seems to be well received in society because the benefits are unavoidable. This should be acknowledged, but this welcome should also be anticipated with a critical attitude because in contrast to its usefulness, digital technology also contributes to the emergence of negative influences and impacts on its users. This is also a concern for STT ATI students because digital culture has also permeated their life context. In this regard, the purpose of this study is to examine the experiences of STT ATI students amid digital flow to see these problems. This study uses a qualitative research method with a phenomenological study. The results of this study are that: first, STT ATI students quite understand digital culture based on their experience; second, digital culture has an impact on them, both positively and negatively; third, ethically they have a fairly good response in dealing with digital challenges, but on the other hand there are also weaknesses in perceptions about the subject. In this regard, more intense training is needed so that they are ready to face the digital era with all its consequences.
Menjadi Manusia Seutuhnya: Menelisik Tegangan Identitas Remaja Kristen di Era Digital
Blegur, Romelus
Forum Vol 54 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35312/forum.v54i2.811
Adolescents are individuals who are experiencing identity tension between childhood and adulthood. They face a challenging transition phase to strengthen their sense of self, making them easily influenced by various factors in an effort to gain self-recognition. This presents a challenge for them in navigating digital culture, with its unstoppable and uncontrolled openness to all kinds of information. The purpose of this study is to investigate the problems faced by Christian adolescents in facing identity tension amidst the changing times and to provide solutions to overcome these problems and shape them into whole human beings amidst the challenges of digital culture. The method used is a library research method with references to literature related to the research topic. In this regard, the author conducted a review of 33 pieces of literature consisting of 30 journal articles and 3 reference books. The results of this study indicate that to become a whole human being in this digital era, it is necessary to develop intellectual intelligence, foster social and emotional maturity, and foster spiritual-ethical maturity. These principles are important to prevent adolescents from developing false identities in cyberspace and the artificiality projected by the digital era. This formation also includes intensive mentoring as a practical step by increasing the strengthening of Christian values with methods that are relevant to the youth context.