Claim Missing Document
Check
Articles

Menginjili Anak Secara Kreatif: Analisis Dampak Program Unit Pembinaan Pelayanan Anak (UPPA) STT ATI di Kalangan Mahasiswa Blegur, Romelus; Gea, Leniwan Darmawati; Atty, Sonya Debora; Mangngi, Yovita; Yosua, Yosua
Missio Ecclesiae Vol 14 No 1 (2025): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v14i1.331

Abstract

Anak adalah ciptaan Allah yang serupa dan segambar dan Allah, namun disamping itu mereka pun orang berdosa yang memerlukan keselamatan. Oleh karena itu, pemberitaan Injil merupakan hal yang penting bagi mereka. Meskipun demikian, tugas tersebut tidak mudah karena itu diperlukan kreativitas untuk menyampaikan Injil sesuai dengan minat dan pemahaman mereka. Hal inilah yang menjadi fokus pelayanan UPPA STT ATI dalam rangka memperlengkapi mahasiswa dan pelayan gereja untuk menghasilkan para pelayan anak yang kreatif dan inovatif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak program UPPA STT ATI di kalangan mahasiswa STT ATI melalui berbagai pembinaan yang telah dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa temuan pada para informan yaitu: pertama, mahasiswa memahami tentang penginjilan. Kedua, mahasiswa memahami bahwa penginjilan terhadap anak sangat penting. Ketiga, mahasiswa terlibat dalam program UPPA STT ATI dan memperoleh pembekalan yang memadai untuk melayani anak. Keempat, program UPPA STT ATI efektif bagi mahasiswa dalam melayani anak. Kelima, mahasiswa memiliki kemampuan dan terlibat secara efektif dalam mengijili anak secara kreatif. Keenam, program UPPA berdampak secara signifikan bagi mahasiswa, baik dalam hal membangun kemampuan mereka secara internal, maupun dampak eksternal bagi anak-anak yang diinjili.
Peran Sentral Roh Kudus Bagi Pertobatan Orang Kristen di Tengah Relativisme Budaya Etis Blegur, Romelus; Yudas, Andre; Eliana, Eliana; Solsepa, Cindy C.; Waromi, Isac Orgenos
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 1 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertobatan merupakan prinsip hidup yang penting bagi orang Kristen, sebabmelaluinya seseorang mengalami anugerah Allah dan diperkenankan menjadi milikkepunyaan-Nya. prinsip tersebut penting tetapi kini diperhadapkan dengan relativismebudaya etis yang turut menawarkan patokan-patokan etis guna memperbaharui hidup daridampak kejahatan. Hal tersebut turut menjerumuskan generasi orang percaya masa kini,karena itu mesti ditegaskan kembali. Melalui penelitian ini penulis menyelidiki sentralitaspertobatan Kristen melalui karya Roh Kudus dan melihat relevansinya dimasa kini. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan melaluipenyelidikan literatur baik dalam bentuk cetak maupun elektronik. Hasil dari penelitian iniadalah: pertama, peranan Roh Kudus sangat penting dalam hidup orang Kristen, karenahidup Kristen bergantung sepenuhnya pada kehadiran Roh kudus. Kedua, budaya etis masakini yang bersifat relatif tidak dapat menyelesaikan masalah moral manusia, karena itu tidakmungkin dapat menyaingi otoritas Roh Kudus dalam menyelesaikan dosa. Ketiga, perananRoh Kudus sangat sentral dan sebagai satu-satunya jalan bagi orang percaya untukmengalami pertobatan, dan hal tersebut tetap relevan pada masa kini dan masa yang akandatang.
Kemuliaan Berita Injil dalam Konstruksi Kesederhanaan Cerita: Efektivitas Metode Cerita Bagi Anak Blegur, Romelus; Gea, Leniwan Darmawati
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 15 No. 1 (2025): Pemikiran Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v19i1.642

Abstract

Stories are an effective communication method to convey the meaning of news in a simple and interesting way. This method is also relevant in all related contexts, as well as all age groups. Until now, stories are still a popular method. Apart from its general use, stories are also a method used in the Bible to convey the truth as was done many times by Jesus, even now it is also seen in the practice of preaching the Gospel in the church. The purpose of this research is to investigate the glory of the Gospel message in the simplicity of the story with a focus on its effectiveness through preaching the Gospel to children. The method used in this research is a library research method by analyzing texts sourced from online and printed literature. The results of this research are that the story method is effective for preaching the Gospel to children. The supporting factor is that, this method has been predominantly used in the Bible with a percentage of 75%. Apart from that, the story method is effective as a forum for preaching the Gospel, even though the Gospel message is constructed simply according to children's capacities, it does not erode the glory of the Gospel message.
Tanggapan Etis Kristen Terhadap Pengaruh Budaya Digital di Kalangan Mahasiswa Blegur, Romelus; Sinaga, Rajokiaman; Susanto, Sulianus
Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia Vol. 4 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/jtki.v4i2.662

Abstract

Digital culture seems to be well received in society because the benefits are unavoidable. This should be acknowledged, but this welcome should also be anticipated with a critical attitude because in contrast to its usefulness, digital technology also contributes to the emergence of negative influences and impacts on its users. This is also a concern for STT ATI students because digital culture has also permeated their life context. In this regard, the purpose of this study is to examine the experiences of STT ATI students amid digital flow to see these problems. This study uses a qualitative research method with a phenomenological study. The results of this study are that: first, STT ATI students quite understand digital culture based on their experience; second, digital culture has an impact on them, both positively and negatively; third, ethically they have a fairly good response in dealing with digital challenges, but on the other hand there are also weaknesses in perceptions about the subject. In this regard, more intense training is needed so that they are ready to face the digital era with all its consequences.
Menjadi Manusia Seutuhnya: Menelisik Tegangan Identitas Remaja Kristen di Era Digital Blegur, Romelus
Forum Vol 54 No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia dan Filsafat Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/forum.v54i2.811

Abstract

Adolescents are individuals who are experiencing identity tension between childhood and adulthood. They face a challenging transition phase to strengthen their sense of self, making them easily influenced by various factors in an effort to gain self-recognition. This presents a challenge for them in navigating digital culture, with its unstoppable and uncontrolled openness to all kinds of information. The purpose of this study is to investigate the problems faced by Christian adolescents in facing identity tension amidst the changing times and to provide solutions to overcome these problems and shape them into whole human beings amidst the challenges of digital culture. The method used is a library research method with references to literature related to the research topic. In this regard, the author conducted a review of 33 pieces of literature consisting of 30 journal articles and 3 reference books. The results of this study indicate that to become a whole human being in this digital era, it is necessary to develop intellectual intelligence, foster social and emotional maturity, and foster spiritual-ethical maturity. These principles are important to prevent adolescents from developing false identities in cyberspace and the artificiality projected by the digital era. This formation also includes intensive mentoring as a practical step by increasing the strengthening of Christian values with methods that are relevant to the youth context.
Membidik Pertautan Teologis antara Tubuh dan Ibadah Menurut Roma 12:1 Blegur, Romelus
Studia Philosophica et Theologica Vol 24 No 1 (2024)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v24i1.620

Abstract

The orientation of the body to worship God through worship is an important principle in Christianity because it is for this purpose that humans were created by God. However, the problem that is immediately faced is the emergence of various discourses about the body which tend not to open up space for connectivity between the body and worship as a meaningful relationship for human existence as religious beings. The problem is that the body is often seen as a material object that is mortal and does not contain any special qualities in the practice of worship. Even if the body is useful, it is only a means that is limited in time and space. The aim of this research is to question this perspective based on the text Romans 12:1 and target the theological connection between the body and worship in their respective specialties. This research uses a library research method by investigating through literature selected according to the objectives of this research and supported by hermeneutics as a method of interpreting biblical texts. The results of this research show that the theological link between the body and worship is visible through the destination of the body and the continuity of worship which is eternal or eternal. This is what allows the offering of the body to become a manifestation of true worship to God.
Menggoyang Ruang Isolasi dalam Dunia Pendidikan: Berteologi di Tengah Masyarakat Plural Blegur, Romelus; Illu, Grace Enting Alfrianne
Didache: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/djce.v4i1.657

Abstract

Restricting the space for the freedom of other religions to become an issue that continues to surface until now, and this has damaged the fact of plurality. Coexistence among religious adherents is a serious problem characterized by fanatical attitudes that isolate religious adherents for theological reasons. This then led to religious warnings that propagated in various sectors of human life including education. To overcome this problem, the purpose of this research is to provide space for theology to exist through the role of Christian education to shake up the space of isolation which continues to narrow relations between religious adherents. The method used in this research is content analysis concerning texts related to research topics in the form of journal articles, books, and online media which are selected according to research interests. The result of this study is that the role of education is needed as a vehicle for educating the intelligence of religious adherents in realizing theology both explicitly and implicitly in a pluralistic society. Through educated people, the isolation space can be shaken, and theology can exist creatively and proportionately in caring for the diversity of religious life.
Mendidik Kesadaran Gereja Terhadap Tugas Misi Allah Blegur, Romelus; Gea, Leniwan Darmawati; Illuko, Markus Domilius Mastilia; Franky, Franky; Praing, Jitro Remi
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 2 No 2 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v2i2.239

Abstract

Misi Allah adalah tugas utama gereja dan orang percaya yang mesti ditunaikan, namun hal tersebut tampaknya kurang disadari oleh kalangan tertentu dalam tubuh gereja. Penelitian ini bertujuan mengemukakan pentingnya kesadaran gereja sebagai jalan meningkatkan pemahaman tentang misi Allah yang menghantar gereja berpartisipasi aktif di dalamnya demi menyelamatkan dunia dari dosa. Salah satu upaya yang efektif dalam membangun kesadaran gereja adalah melalui pendidikan sebagai wadah membentuk murid Kristus secara berkelanjutan. Pendidikan yang dimaksudkan adalah pendidikan secara formal maupun non formal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan buku dan artikel jurnal secara selektif sesuai pokok penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan merupakan upaya yang efektif dan efisien dalam membangun kesadaran gereja akan tugas dan tanggung jawab misionernya. Perkembangan kekristenan dan pertumbuhan gereja, serta pergerakan misi yang meluas di berbagai belahan dunia mengonfirmasi indikator tersebut.
Menyasar Peluang Pemberitaan Injil dalam Lintasan Arus Informasi di Media Sosial Blegur, Romelus
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i1.261

Abstract

Injil adalah berita keselamatan yang harus diberitakan dan semua orang percaya bertanggung jawab atas tugas tersebut. Untuk menjalankan peran tersebut media sosial adalah salah satu ruang yang tersedia serta peluang untuk memerankan tugas pemberitaan Injil. Tujuan penelitian ini adalah menyasar peluang pemberita Injil di tengah ruang bebas teknologi informasi yang terbuka lebar serta padat dengan lalu lintas informasi yang tidak terbendung. Ruang tersebut dengan sendirinya menjadi peluang sebab informasi yang disebarkan adalah hak pengguna media sosial. Meskipun bebas, namun tidak mudah untuk menarik pengunjung yang sedang mengalihkan perhatian pada ragam informasi menarik lainnya. Kenyataan ini dengan sendirinya memerlukan kreatifitas gereja dan orang percaya dalam mempresentasikan berita Injil melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa, media sosial adalah ruang bebas bagi para penggunannya untuk menyebarkan informasi yang mereka inginkan. Dalam ruang tersebut berita Injil mendapat peluang yang efektif, namun diperlukan kemasan yang menarik untuk dikunjungi oleh para penjelajah informasi di media sosial. Untuk menyikapinya, maka diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkompetensi guna menjalankan perannya secara professional dengan keahlian yang dimilikinya untuk mempresentasikan kemuliaan Allah secara kreatif bagi generasi masa kini.
Mengusik Ekslusivisme dalam Pelayanan Okultisme Serta Tanggapan Teologisnya: Harus Memiliki Kualifikasi, Namun Tidak Ekslusif Blegur, Romelus; Wahyudi, Hari
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.310

Abstract

Pelayanan okultisme merupakan salah satu pelayanan yang penting dalam kekristenan, sebab berkaitan langsung dengan tantangan utama iman Kristen yaitu kuasa Iblis. Sudah semestinnya pelayanan ini dapat dilakukan oleh semua orang percaya yang telah diselamatkan, namun kenyataannya tidak demikian sebab yang sering tampak adalah pelayanan tersebut ditangani oleh figur-figur ekslusif yang dianggap khusus dan lebih berkompetensi. Hal ini menjadi masalah sebab dapat menggiring pelayanan Tuhan Yesus yang telah didelegasikan kepada gereja dan orang percaya masuk dalam ekslusivisme yang sempit. Tujuan penelitian ini adalah mengusik masalah eksluvisme dalam pelayanan okultisme sebagaimana yang sering terjadi melalui penyelidikan, dan kemudian memberikan tanggapan teologis atas masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis isi dengan mengacu pada teks-teks jurnal online dan buku cetak. Hasil dari pembahasan ini adalah bahwa pelayanan okultisme dapat dilakukan oleh semua orang percaya yang telah diselamatkan dan hidup di bawah kuasa Tuhan Yesus Kristus. Beberapa kualifikasi yang perlu adalah kualifikasi diri yang diselamatkan, kualifikasi spiritualitas hidup yang baik berdasarkan prinsi-prinsip teologis dan alkitabiah, serta kualifikasi moral yang baik menurut iman dan etika Kristen. Kualifikasi-kualifikasi tersebut mutlak diperlukan, namun tidak bersifat ekslusif.