Claim Missing Document
Check
Articles

Pembinaan Rohani Kategorial Anak-Anak dan Dewasa di GPPIK “Bukit Torsina” Runut, Kab. Landak, Kalimantan Barat Blegur, Romelus; Gea, Leniwan Darmawati; Siging, Stevani; Linda, Linda; Anda, Matalius; Yudas, Andre; Oskaliandi, Oktavianus; Yosua, Yosua; Sardi, Sardi
Devotion: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): April
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This PkM activity is carried out in the context of spiritual formation for groups in the categories of children and adults. One of the focuses is serving children creatively. This is necessary because children's services experience problems in various churches, due to a lack of human resources, but also a lack of creativity in children's services which has an impact on reducing children's interest in attending worship services. These concerns prompted the STT ATI team to carry out PkM activities as a way to overcome them. The activity was carried out at GPPIK "Bukit Torsina" Runut, Landak Regency, West Kalimantan. The methods used in this PkM activity are stories, movements and songs, games, creations, and sermons or lectures. The results of this activity show that the activity had a good impact on the congregation and received a positive response from the local church. Apart from that, children learn new things through creative children's services. Services in the adult category also received a good response.
Menilik Keharmonisan Keluarga Kristen: Menakar Ego dan Membangun Kesatuan Secara Teologis Romelus Blegur
SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Vol 6, No 1 (2025): SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Aletheia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47596/sg.v6i1.370

Abstract

Harmony in the family is an ideal principle in building a household, but this principle is not easy in practice due to various factors, one of which is the problem of ego. The aim of this research is to examine the influence of ego in the turmoil of Christian family life, which on the one hand can create disharmony, nevertheless on the other hand can create harmony. This depends on how to measure ego so that harmony is created among family members. The theological perspective is used in this research as a lens for solving the problem of family harmony. The method used is literature method through analyzing the text according to the research problem. The results of the research shows that ego plays an important role in building family harmony, nevertheless it must be based on theological awareness about the Christian family. However, the ego’s vulnerability to bad influences can harm family harmony, so it must be measured properly to create balance between family members. This can be established through good communication relationships, as well as loving relationships between family members that are based on God’s love.
Otentisitas Injil dalam Literasi Generasi Milenial: Peluang dan Strategi Penginjilan Di Era Digital Romelus Blegur; Ronald Nersada Eryono Aulu
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/zebxtw41

Abstract

Penelitian ini hendak menekankan bahwa kehadiran Injil merupakan Kabar Baik bagi semua umat di segala bangsa dan segala abad, serta tetap relevan hingga kini meskipun menghadapi trend-trend baru. Walau demikian, Injil pun menghadapi tantangan baru dalam berbagai konteks, misalnya perkembangan teknologi digital pada masa kini yang mencerminkan peradaban dan budaya baru dengan jenis literasi yang baru pula. Pola literasi yang mengemuka pada masa kini di kalangan generasi milenial, pada satu sisi dapat mendistorsi otentisitas Injil melalui jargon-jargonnya, tetapi juga di sisi yang lain dapat menjadi peluang pengijian. Dua sisi inilah yang perlu disikapi dengan baik agar sesuai dengan maksud Injil Tuhan Yesus Kristus. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki konsep dan konteks literasi generasi milenial, serta otentisitas Injil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Terkait itu, maka sumber-sumber yang digunakan berupa buku, jurnal dan referensi lainnya yang relevan dengan topik kajian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa literasi generasi milenial dapat menjadi peluang bagi pemberitaan Injil tanpa mengorbankan otentisitas Injil. Hal tersebut dapat dimungkinkan melalui sarana-sarana yang digunakan generasi milenial, yaitu media digital yang dapat juga menjadi media pemberitaan Injil dengan penyesuaian yang sewajarnya dan relevan untuk menjaga kemurnian maksud Injil.
Sentralitas Kerajaan Allah dalam Perjanjian Baru sebagai Basis Otoritas Gereja Romelus Blegur
JURNAL SABDA HOLISTIK Vol. 2 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STAK Sabda Holistik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63218/2pz8qh64

Abstract

Kerajaan Allah adalah berita utama dan berotoritas dalam kehidupan umat Allah, sebab melaluinya umat Allah dapat mengalami karya Allah yang besar. Di bawah otoritas itulah gereja mesti bergantung untuk menyatakan kehendak Allah yang dianugerahkan kepadanya. Penelitian ini bertujuan menyelidiki tentang Kerajaan Allah dalam Perjanjian Baru sebagai basis otoritas gereja guna mencegah potensi penyalahgunaan wewenang dalam gereja. Penelitian ini menggunakan metode riset literatur dengan rujukan pada buku dan artikel jurnal online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kerajaan Allah memiliki kuasa dan otoritas mutlak sebab Allah sendiri memerintah dan berkarya atasnya. Perjanjian Baru menunjukkan tentang otoritas Kerajaan Allah yang atasnya Tuhan Yesus Kristus memerintah dan melakukan karya-karya ajaib. Di bawah kuasa Kerajaan Allah itulah otoritas gereja memperoleh pijakan dan berkarya sesuai dengan maksud dan tujuannya di hadapan Allah, sebab gereja dipanggil untuk memberitakan dan mengimplementasikan kuasa Kerajaan Allah di tengah dunia.
Eskalasi Kompetensi Generasi Gereja di Tengah Tantangan Globalisasi Romelus Blegur; Erikson SM; Betesda Sinaga
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 5 No 1 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v5i1.496

Abstract

Globalisasi merupakan tantangan bagi generasi gereja, karena itu mesti dihadapi dengan kepribadian yang tangguh. Gereja perlu memahami bahwa, globalisasi merupakan ancaman yang nyata diberbagai segi hidup manusia termasuk generasi gereja. Hal ini mendesak gereja untuk berperan dalam menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi diri yang baik agar teguh di tengah arus globalisasi. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki tantangan globalisasi, serta menawarkan solusi bagi gereja untuk menyiapkan generasinya tangguh yang berkompetensi diri yang baik untuk menghadapinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tantangan globalisasi dapat diatasi melalui kesiapan diri generasi gereja dengan penekanan pada beberapa aspek ketangguhan, yaitu ketangguhan spiritual, emosional, karakter, dan intelektual yang berpusat pada kebenaran Allah.
Studi tentang Realitas Kerajaan Seribu Tahun Kaum Postmilenialisme dari Perspektif Eskatologis Misi Kristen Leniwan Darmawati Gea; Romelus Blegur; Juliasmi Juliasmi; Elika Megi
Davar : Jurnal Teologi Vol. 7 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sangkakala Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55807/davar.v7i1.219

Abstract

Abstract The reality of the millennial Kingdom has now given rise to various approaches that tend to disagree with one another, one of which is postmillennialism. The purpose of this study is to investigate the main ideas of postmillennialists about the millennial Kingdom in relation to evangelism and the progress of civilization as its manifestation in the eschatological perspective of Christian mission. The method used in this study is the library research method. The results of this study are that evangelism to all nations is the responsibility of believers with an eschatological dimension, but the Bible reveals that not everyone will believe and become Christians. In addition, the Millennial Kingdom is spiritual or symbolic and is a reality that believers are experiencing amidst the reality of a world that is heading towards its misery. Another point is that the Kingdom of God does not depend on the progress of civilization, because the Kingdom comes from God. Therefore, the mission must be carried out with full responsibility, but not oriented towards such speculations.   Key words: christian mission, eschatology, millennial Kingdom, postmillennialism   Abstrak Realitas Kerajaan seribu tahun kini menimbulkan berbagai pendekatan yang cenderung tidak sepakat antara satu dengan yang lainnya, salah satunya adalah postmilenialisme. Tujuan penelitian ini adalah menyelidiki pokok pikiran kaum postmilenialisme tentang Kerajaan seribu tahun dalam kaitan dengan penginjilan dan kemajuan peradaban sebagai perwujudannya dalam perspektif eskatologis misi Kristen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penginjilan kepada semua bangsa merupakan tanggung jawab orang percaya yang berdimensi eskatologis, namun Alkitab mengungkapkan bahwa tidak semua orang akan percaya dan menjadi Kristen. Selain itu Kerajaan Seribu Tahun bersifat rohani atau simbolis dan merupakan kenyataan yang sedang dialami oleh orang percaya di tengah realitas dunia yang sedang menuju kedusahannya. Pokok lainnya adalah bahwa, Kerajaan Allah tidak bergantung pada kemajuan peradaban, sebab Kerajaan itu berasal dari Allah. Dengan demikian, maka misi haruslah dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tetapi tidak berorientasi pada spekulasi-spekulasi yang demikian.   Kata kunci: misi Kristen, eskatologi, Kerajaan seribu tahun, postmilenialisme
Peran Sentral Roh Kudus Bagi Pertobatan Orang Kristen di Tengah Relativisme Budaya Etis Romelus Blegur; Andre Yudas; Eliana Eliana; Cindy C. Solsepa; Isac Orgenos Waromi
YADA : Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi Vol. 3 No. 1 (2025): YADA: Jurnal Teologi Biblika dan Reformasi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Providensia Adonay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertobatan merupakan prinsip hidup yang penting bagi orang Kristen, sebabmelaluinya seseorang mengalami anugerah Allah dan diperkenankan menjadi milikkepunyaan-Nya. prinsip tersebut penting tetapi kini diperhadapkan dengan relativismebudaya etis yang turut menawarkan patokan-patokan etis guna memperbaharui hidup daridampak kejahatan. Hal tersebut turut menjerumuskan generasi orang percaya masa kini,karena itu mesti ditegaskan kembali. Melalui penelitian ini penulis menyelidiki sentralitaspertobatan Kristen melalui karya Roh Kudus dan melihat relevansinya dimasa kini. Metodeyang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan melaluipenyelidikan literatur baik dalam bentuk cetak maupun elektronik. Hasil dari penelitian iniadalah: pertama, peranan Roh Kudus sangat penting dalam hidup orang Kristen, karenahidup Kristen bergantung sepenuhnya pada kehadiran Roh kudus. Kedua, budaya etis masakini yang bersifat relatif tidak dapat menyelesaikan masalah moral manusia, karena itu tidakmungkin dapat menyaingi otoritas Roh Kudus dalam menyelesaikan dosa. Ketiga, perananRoh Kudus sangat sentral dan sebagai satu-satunya jalan bagi orang percaya untukmengalami pertobatan, dan hal tersebut tetap relevan pada masa kini dan masa yang akandatang.
Mengembangkan Pengetahuan Anak Sekolah Minggu tentang Cerita Alkitab Melalui Alat Peraga Romelus Blegur; Eni Loda Mbinu; Elika Megi; Jufen Ledo
Akoloutheo: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2024): Pengajaran Teologi, Pelayanan Gereja, dan Pengembangan Spiritualitas
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Gereja Kalimantan Evangelis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

anak memerlukan cara-cara penyampaian yang menarik minat mereka, serta tidak monoton dan membosankan. Untuk mengatasai hal tersebut maka diperlukan kreatifitas dalam mengajar anak. Tujuan kegiatan ini adalah selain mengaktualisasikan cara mengajar anak secara kreatif, tetapi juga secara langsung memperkenalkan metode mengajar anak secara kreatif dan inovatif. Terkait itu maka beberapa pola pengajaran yang diterapkan adalah gelang Injil, kreasi dari kertas origami, panggung boneka, dan cerita bergambar. Metode dalam pelaksanaan kegiatan PkM ini dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu tahap persiapan, pelaksaan program, serta analisis dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini adalah anak-anak mudah menangkap dan mengingat pesan-pesan Injil yang disampaikan melalui alat peraga. Selain itu mereka memiliki antusiasme yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran yang melibatkan mereka, serta tidak bosan sebab pengajaran yang dilakukan menarik dan interaktif, sehingga tidak monoton dan membosankan. Kegiatan tersebut mendapat respon yang baik dari anak-anak yang memperoleh pengajaran maupun gereja secara institusional.