Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Roh Kudus dalam Doa: Landasan Teologis-Alkitabiah Percakapan dengan Allah Blegur, Romelus; Priscilla, Debora
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i1.374

Abstract

Peranan Roh Kudus dalam doa merupakan landasan ultimat percakapan dengan Allah, karena itu tidak mungkin doa dapat berkenan kepada Allah tanpa prinsip tersebut. Hal inilah yang tidak dipahami oleh kebanyakan orang dan kemudian berdampak pada ketakutan dalam berdoa karena berbagai alasan, misalnya kurang keahlian dalam berkomunikasi dengan Allah karena keterbatasan kata-kata. Untuk mengatasi hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menyelidiki landasan teologis-alkitabiah mengenai peranan Roh Kudus dalam doa sebagai medium percakapan dengan Allah yang dapat mengakomodir semua permohonan orang percaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan melalui analisis teks dan wacana. Hasil penelitian ini adalah: pertama, Roh Kudus memegang peranan penting dalam hidup orang percaya dalam segala aspeknya, termasuk dalam hal berdoa; Kedua, doa merupakan medium percakapan dengan Allah yang dianugerahkan oleh Allah kepada manusia untuk berelasi dengan-Nya; Ketiga, peranan Roh Kudus dalam doa merupakan prinsip mutlak, baik secara alkitabiah maupun teologis, sebab melalui Roh Kudus komunikasi manusia yang terbatas disempurnakan untuk selaras dengan maksud dan kehendak Tuhan. Berdasarkan prinsip itulah semua orang percaya dapat melakukan percakapan dengan Allah menurut kapaditasnya dengan bantuan dan bimbingan Roh Kudus.
Khotbah sebagai Karya Teologis: Meninjau Pentingnya Pengajaran Iman dalam Praksis Khotbah Masa Kini Blegur, Romelus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.828

Abstract

Preaching is an important means for the growth of the congregation's faith, because through it the word of God is proclaimed. Based on that, the preaching service must be actualized properly as a forum for serving the word of God. The challenge of today's sermons is the emergence of sermons that arouse the psychology of the listener and are full of humanist messages without theological depth. Such sermons tend to be entertaining and do not prepare the faith of the congregation and believers to face today's doctrinal challenges. This problem must be addressed by returning the sermon to its substance. One important offer to address this problem is to make sermons a theological work in which the Christian faith can be taught. The method used in this research is the library method through literary sources, both books and scientific journal articles. The results of this research are, first. Preaching is an important service that supports the existence of the church because through it the word of God is preached and builds the faith of the congregation. Second, the challenge of contemporary preaching that deviates from its objectives is a reality that cannot be ignored, therefore it must be addressed. Third, the sermon should be a theological work, because through it Christian doctrines are taught as a solid foundation for the congregation's faith both cognitively and practically in facing today's challenges.
Workshop dan Pelatihan Kreativitas dalam Pelayanan Anak terhadap Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi ATI Blegur, Romelus; Atty, Sonya Debora; Eusun, Eusun; Kim, Doye; Yanti, Yanti; Marlita, Leni
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2023)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v3i2.184

Abstract

Creativity is fundamental in teaching children, because generally children's understanding is formed through teaching and activities through means or things that interest them, for example pictures, videos, props, movements and songs, as well as other activities. The problem is that creativity in teaching children is not easy both in terms of human resources (teachers) and the facilities used (preparation and use of teaching aids). These obstacles are also faced by STT ATI students in dealing with service routines that demand new creativity and innovation. Starting from this, Community Service through creativity workshops in serving children was carried out. The aim of this activity is to equip STT ATI students to serve children creatively in order to build their understanding effectively and efficiently. The methods used in this Community Service activity are lectures, training and presentation of training results. The result of this activity is that students understand the importance of creativity in serving children, they are able to make props from simple and easily available materials, and through this activity students' creativity is also increased to carry out new innovations in teaching children. These PkM activities make an important contribution to students in preparing themselves to serve children and the church as the context for their service. Kreativitas merupakan hal mendasar dalam mengajar anak, sebab umummya pemahaman anak terbentuk melalui pengajaran dan aktivitas melalui sarana atau hal-hal yang menarik minat mereka, misalnya gambar, video, alat peraga, gerak dan lagu, serta aktivitas lainnya. Persoalannya adalah bahwa kreativitas dalam mengajar anak tidaklah mudah baik dari segi sumber daya manusia (pengajar) maupun sarana yang digunakan (persiapan dan penggunaan alat peraga). Kendala itu pun dihadapi oleh mahasiswa-mahasiswi STT ATI dalam menghadapi rutinitas pelayanan yang menuntut kreatifitas dan inovasi baru. Bertolak dari hal itulah Pengabdian kepada Masyarakat melalui workshop kreativitas dalam melayani anak ini dilakukan. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membekali mahasiswa/mahasiswi STT ATI dalam melayani anak secara kreatif guna membangun pemahaman mereka secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian dan Masyarakat ini adalah ceramah, pelatihan, dan presentasi hasil latihan. Hasil dari kegiatan tersebut adalah para mahasiswa/ mahasiswi memahami pentingnya kreatifitas dalam melayani anak, mereka mampu membuat alat peraga dari bahan-bahan yang sederhana dan mudah diperoleh, serta melalui kegiatan tersebut juga daya kreativitas para mahasiswa/ mahasiswi ditingkatkan untuk melakukan inovasi-inovasi baru dalam mengajar anak. Kegiatan PkM tersebut memberi kontribusi penting bagi para mahasiswa/mahasiswi dalam mempersiapkan diri untuk melayani anak-anak maupun gereja sebagai konteks pelayanan mereka.
Basis Teologis Partnership dalam Misi Kristen: Menilik Problem Partnership dalam Misi Kristen Masa Kini serta Evaluasinya Karo, Dinar Br; Blegur, Romelus
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.217

Abstract

The purpose of this study is to re-emphasize the importance of partnership from a Christian theological perspective, that partnership initiated by the Triune God and the church or believer must be based on that basis. Partnerships are now increasingly narrowed in their realization so that a re-evaluation is needed with theological and Biblical foundations. This research uses descriptive qualitative research methods with reference to literary sources that are relevant to the subject of this research. The findings in this study to answer the problem of partnership in Christian mission are that partnership must be global and universal, must plunge into the boundaries of the organization that governs it, and be based on the ultimate relationship of the Triune God.
Yesus sebagai Potret Ideal Gembala Masa Kini: Suatu Studi Biblis-Teologis atas Teks Yohanes 10:11 Blegur, Romelus; Kasipka, Enos; Kotte, Yohanis
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.224

Abstract

Gembala merupakan figur utama dalam organisasi gereja, sebab seluk beluk kemajuan maupun kemunduran gereja secara organisatoris ditentukan oleh peran dan fungsi gembala sebagai pemimpinnya. Karena itu status sebagai gembala menuntut pertanggungjawaban yang besar pula. Hal itu jugalah yang dipraktekkan oleh Yesus ketika Ia hadir di dunia dan berhadapan dengan kondisi domba-domba gembalaan-Nya. Yesus menunjukkan peran yang sempurna tentang apa dan bagaimana menjadi gembala, karena itu gembala masa kini harus bercermin pada-Nya. Terkait itu, maka tujuan penelitian ini adalah menemukan figur Yesus sebagai potret ideal gembala yang tampak tidak umum dalam praktek penggembalaan masa kini. Hal tersebut penting bagi gembala masa kini untuk memahami dan mendalami peran dan fungsinya dengan baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan adalan metode hermeneutik atau penafsiran Alkitab guna menemukan makna teks yang diteliti sehubungan dengan pokok penelitian. Teks yang diteiti adalah Yohanes 10:11. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa gembala yang ideal adalah, Berlandas Pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Dasar Penggembalaan, rela berkorban, Setia dan Taat Terhadap Panggilan, tidak mencari kepentingan sendiri. Prinsip inilah yang dijalankan secara radikal oleh Yesus dan menjadi potret ideal bagi praksis gembala masa kini.
Pelatihan Membuat Sabun Cuci Piring: Upaya Membangun Ekonomi Jemaat Blegur, Romelus; Siregar, Esron Mangatas; Karo, Dinar Br; Gea, Leniwan Darmawati; Mbinu, Eni Loda
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI
Publisher : Universitas Methodist Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Economic pressures require hard work to overcome them. This can be done through innovation and creativity to find job opportunities that can be economically profitable, but also useful for society, especially in the context of church congregations. Related to that, one important effort is training to make useful dishwashing soap, but also a business opportunity in relation to the need for the use of dishwashing soap in society. Based on that, STT ATI carries out training activities to make dishwashing soap to equip lecturers and students to answer the needs of the church. The methods used in this training are presentations, tutorials and practice. The results of this activity are that the participants understand the material presented, and gain direct experience in the practice of making dishwashing soap. In addition, the participants gain benefits and economic advantages from the activity.
Dimensi Etis-Teologis Kegagalan Kepemimpinan Raja Saul: Sebuah Antisipasi bagi Pemimpin Kristen Masa Kini Romelus Blegur; Meldaria Manihuruk; Leniwan Darmawati Gea
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.379 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i1.22

Abstract

Kepemimpinan merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup manusia, dan sejak semula manusia sudah terhubung dengan soal-soal kepemimpinan dengan berbagai persoalannya. Kadang sejarah menyuguhkan kepada kita tentang kisah-kisah sukses seorang pemimpin, tetapi di pihak lain kisah-kisah kegagalan pemimpin pun menjadi perhatian yang tidak kalah penting. Diantara kedua hal tersebut, penelitian ini terfokus pada kegagalan pemimpin yang masih menjadi problem hingga masa kini. Hal tersebut penting karena, dengan memahami seluk-beluk penyebab kegagalan kepemimpinan maka, masalah tersebut dapat diantisipasi dan tidak diulangi lagi pada masa kini dan masa yang akan datang. Diantara sekian banyak kisah-kisah kegagalan, penulis memilih kisah kegagalan Raja Saul sebagai acuannya. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan menggunakan sumber-sumber pustaka yang relevan. Metode ini digunakan untuk membangun wacana intelektual tentang kegagalan kepemimpinan yang mendasari penyimpangan-penyimpangan yang secara umum dilakukan oleh para pemimpin.
Menilik Efektivitas Konseling Pranikah Terhadap Pencegahan Disharmoni Dalam Rumah Tangga Kristen Romelus Blegur; Leniwan Darmawati Gea
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.694 KB) | DOI: 10.55649/skenoo.v2i2.37

Abstract

Artikel ini difokuskan pada persoalan disharmoni rumah tangga Kristen yang rentan terjadi, serta upaya pencegahannya melalui konseling pranikah. Sejauh ini gereja telah melaksanakan konseling pranikah untuk mempersiapkan pasangan yang akan memasuki kehidupan rumah tangga, namun berdampingan dengan itu kasus ketidakharmonisan keluarga pun terus mengalami peningkatan. Berdasarkan keadaan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menilik efektivitas konseling pranikah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif guna menggambarkan fenomena terkait topik penelitian tersebut. Fenomena tersebut diperoleh melalui sumber-sumber literatur, karena itu menggunakan kajian Pustaka dengan acuan kepada buku dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa konseling pranikah efektif bagi pencegahan disharmoni rumah tangga Kristen, sebab melaluinya pasangan Kristen dibimbing untuk masuk dalam kehidupan rumah tangga dengan dasar yang kokoh sesuai dengan kehendak Allah.
Figur Gembala Sidang sebagai Cerminan bagi Pendidikan Karakter Jemaat dan Implikasi Praktisnya Ronald Nersada Eryono Aulu; Romelus Blegur; Leniwan Darmawati Gea; Stephanie Selan; Dinar Br Karo
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i2.71

Abstract

Gembala sidang adalah figur yang khusus karena ia berpartisipasi dalam karya penggembalaan yang dimulai oleh Allah. Hal tersebut sekaligus menekankan bahwa posisi serta tugas gembala sangat istimewa. Melalui gembala, jemaat dapat hidup sebagaimana mestinya sebagai jemaat Allah. Figur gembala merupakan cerminan hidup yang diharapkan di tengah jemaat, namun realitas mempertontonkan kehadiran gembala tidak turut menghadirkan kompetensi spiritual yang seharusnya menjadi paket lengkap dari kehadirannya. Beberapa gembala kehilangan fungsi teologisnya karena penyalahgunaan keuangan, terjerumus dalam tindakan asusila dengan jemaat, hedonis dan sumber konflik, menjadi faktor penyebab. Penelitian ini bertujuan mengemukakan pentingnya figur gembala sebagai teladan yang dapat mendidik karakter jemaat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber-sumber berupa buku dan artikel jurnal. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa sebagai figur bagi jemaat, gembala harus menghamba dalam hidup dan pelayanan, berintegritas, serta menjadi penjaga kawanan domba.
Tanggung Jawab Sosial Misi Kristen: Sebuah Panggilan bagi Gereja untuk Berpartisipasi dalam Misi Allah Romelus Blegur; Hari Wahyudi; Nico Pabayo Gading; Leniwan Darmawati Gea
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v5i1.128

Abstract

Masalah-masalah sosial yang terus berkembang menjadi ancaman nyata bagi kehidupan manusia, sehingga memerlukan tanggapan serta partisipasi aktif untuk penyelesaiannya. Dalam konteks ini, gereja memiliki peran dan tanggung jawab yang penting sebagai bagian dari misi Allah yang harus diwujudkan secara nyata. Penelitian ini bertujuan menyelidiki prinsip panggilan misi Kristen dalam kaitannya dengan masalah-masalah sosial yang belum sepenuhnya menjadi fokus perhatian gereja global. Penelitian dilakukan melalui metode kepustakaan dengan pendekatan sosiologis. Hasilnya menunjukkan bahwa masalah sosial merupakan bagian integral dari tanggung jawab gereja dalam menjalankan misi Allah. Sebagaimana Allah berkarya di tengah umat-Nya, gereja pun dipanggil untuk berperan aktif dalam menyikapi tantangan sosial masa kini. Penelitian ini menyoroti isu dunia kerja, lingkungan hidup, dan pengaruh dunia digital, yang semuanya menuntut keterlibatan gereja secara holistik dalam menjalankan misi ilahi di tengah dunia.