Claim Missing Document
Check
Articles

Membidik Pertautan Teologis antara Tubuh dan Ibadah Menurut Roma 12:1 Blegur, Romelus
Studia Philosophica et Theologica Vol 24 No 1 (2024)
Publisher : Litbang STFT Widya Sasana Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/spet.v24i1.620

Abstract

The orientation of the body to worship God through worship is an important principle in Christianity because it is for this purpose that humans were created by God. However, the problem that is immediately faced is the emergence of various discourses about the body which tend not to open up space for connectivity between the body and worship as a meaningful relationship for human existence as religious beings. The problem is that the body is often seen as a material object that is mortal and does not contain any special qualities in the practice of worship. Even if the body is useful, it is only a means that is limited in time and space. The aim of this research is to question this perspective based on the text Romans 12:1 and target the theological connection between the body and worship in their respective specialties. This research uses a library research method by investigating through literature selected according to the objectives of this research and supported by hermeneutics as a method of interpreting biblical texts. The results of this research show that the theological link between the body and worship is visible through the destination of the body and the continuity of worship which is eternal or eternal. This is what allows the offering of the body to become a manifestation of true worship to God.
Menggoyang Ruang Isolasi dalam Dunia Pendidikan: Berteologi di Tengah Masyarakat Plural Blegur, Romelus; Illu, Grace Enting Alfrianne
Didache: Journal of Christian Education Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Simpson Ungaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46445/djce.v4i1.657

Abstract

Restricting the space for the freedom of other religions to become an issue that continues to surface until now, and this has damaged the fact of plurality. Coexistence among religious adherents is a serious problem characterized by fanatical attitudes that isolate religious adherents for theological reasons. This then led to religious warnings that propagated in various sectors of human life including education. To overcome this problem, the purpose of this research is to provide space for theology to exist through the role of Christian education to shake up the space of isolation which continues to narrow relations between religious adherents. The method used in this research is content analysis concerning texts related to research topics in the form of journal articles, books, and online media which are selected according to research interests. The result of this study is that the role of education is needed as a vehicle for educating the intelligence of religious adherents in realizing theology both explicitly and implicitly in a pluralistic society. Through educated people, the isolation space can be shaken, and theology can exist creatively and proportionately in caring for the diversity of religious life.
Mendidik Kesadaran Gereja Terhadap Tugas Misi Allah Blegur, Romelus; Gea, Leniwan Darmawati; Illuko, Markus Domilius Mastilia; Franky, Franky; Praing, Jitro Remi
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 2 No 2 (2023): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v2i2.239

Abstract

Misi Allah adalah tugas utama gereja dan orang percaya yang mesti ditunaikan, namun hal tersebut tampaknya kurang disadari oleh kalangan tertentu dalam tubuh gereja. Penelitian ini bertujuan mengemukakan pentingnya kesadaran gereja sebagai jalan meningkatkan pemahaman tentang misi Allah yang menghantar gereja berpartisipasi aktif di dalamnya demi menyelamatkan dunia dari dosa. Salah satu upaya yang efektif dalam membangun kesadaran gereja adalah melalui pendidikan sebagai wadah membentuk murid Kristus secara berkelanjutan. Pendidikan yang dimaksudkan adalah pendidikan secara formal maupun non formal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan menggunakan buku dan artikel jurnal secara selektif sesuai pokok penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa pendidikan merupakan upaya yang efektif dan efisien dalam membangun kesadaran gereja akan tugas dan tanggung jawab misionernya. Perkembangan kekristenan dan pertumbuhan gereja, serta pergerakan misi yang meluas di berbagai belahan dunia mengonfirmasi indikator tersebut.
Menyasar Peluang Pemberitaan Injil dalam Lintasan Arus Informasi di Media Sosial Blegur, Romelus
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 1 (2024): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i1.261

Abstract

Injil adalah berita keselamatan yang harus diberitakan dan semua orang percaya bertanggung jawab atas tugas tersebut. Untuk menjalankan peran tersebut media sosial adalah salah satu ruang yang tersedia serta peluang untuk memerankan tugas pemberitaan Injil. Tujuan penelitian ini adalah menyasar peluang pemberita Injil di tengah ruang bebas teknologi informasi yang terbuka lebar serta padat dengan lalu lintas informasi yang tidak terbendung. Ruang tersebut dengan sendirinya menjadi peluang sebab informasi yang disebarkan adalah hak pengguna media sosial. Meskipun bebas, namun tidak mudah untuk menarik pengunjung yang sedang mengalihkan perhatian pada ragam informasi menarik lainnya. Kenyataan ini dengan sendirinya memerlukan kreatifitas gereja dan orang percaya dalam mempresentasikan berita Injil melalui media sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa, media sosial adalah ruang bebas bagi para penggunannya untuk menyebarkan informasi yang mereka inginkan. Dalam ruang tersebut berita Injil mendapat peluang yang efektif, namun diperlukan kemasan yang menarik untuk dikunjungi oleh para penjelajah informasi di media sosial. Untuk menyikapinya, maka diperlukan Sumber Daya Manusia yang berkompetensi guna menjalankan perannya secara professional dengan keahlian yang dimilikinya untuk mempresentasikan kemuliaan Allah secara kreatif bagi generasi masa kini.
Mengusik Ekslusivisme dalam Pelayanan Okultisme Serta Tanggapan Teologisnya: Harus Memiliki Kualifikasi, Namun Tidak Ekslusif Blegur, Romelus; Wahyudi, Hari
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 3 No 2 (2024): November
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v3i2.310

Abstract

Pelayanan okultisme merupakan salah satu pelayanan yang penting dalam kekristenan, sebab berkaitan langsung dengan tantangan utama iman Kristen yaitu kuasa Iblis. Sudah semestinnya pelayanan ini dapat dilakukan oleh semua orang percaya yang telah diselamatkan, namun kenyataannya tidak demikian sebab yang sering tampak adalah pelayanan tersebut ditangani oleh figur-figur ekslusif yang dianggap khusus dan lebih berkompetensi. Hal ini menjadi masalah sebab dapat menggiring pelayanan Tuhan Yesus yang telah didelegasikan kepada gereja dan orang percaya masuk dalam ekslusivisme yang sempit. Tujuan penelitian ini adalah mengusik masalah eksluvisme dalam pelayanan okultisme sebagaimana yang sering terjadi melalui penyelidikan, dan kemudian memberikan tanggapan teologis atas masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analisis isi dengan mengacu pada teks-teks jurnal online dan buku cetak. Hasil dari pembahasan ini adalah bahwa pelayanan okultisme dapat dilakukan oleh semua orang percaya yang telah diselamatkan dan hidup di bawah kuasa Tuhan Yesus Kristus. Beberapa kualifikasi yang perlu adalah kualifikasi diri yang diselamatkan, kualifikasi spiritualitas hidup yang baik berdasarkan prinsi-prinsip teologis dan alkitabiah, serta kualifikasi moral yang baik menurut iman dan etika Kristen. Kualifikasi-kualifikasi tersebut mutlak diperlukan, namun tidak bersifat ekslusif.
Peran Roh Kudus dalam Doa: Landasan Teologis-Alkitabiah Percakapan dengan Allah Blegur, Romelus; Priscilla, Debora
Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual Vol 4 No 1 (2025): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/mak.v4i1.374

Abstract

Peranan Roh Kudus dalam doa merupakan landasan ultimat percakapan dengan Allah, karena itu tidak mungkin doa dapat berkenan kepada Allah tanpa prinsip tersebut. Hal inilah yang tidak dipahami oleh kebanyakan orang dan kemudian berdampak pada ketakutan dalam berdoa karena berbagai alasan, misalnya kurang keahlian dalam berkomunikasi dengan Allah karena keterbatasan kata-kata. Untuk mengatasi hal tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah menyelidiki landasan teologis-alkitabiah mengenai peranan Roh Kudus dalam doa sebagai medium percakapan dengan Allah yang dapat mengakomodir semua permohonan orang percaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan melalui analisis teks dan wacana. Hasil penelitian ini adalah: pertama, Roh Kudus memegang peranan penting dalam hidup orang percaya dalam segala aspeknya, termasuk dalam hal berdoa; Kedua, doa merupakan medium percakapan dengan Allah yang dianugerahkan oleh Allah kepada manusia untuk berelasi dengan-Nya; Ketiga, peranan Roh Kudus dalam doa merupakan prinsip mutlak, baik secara alkitabiah maupun teologis, sebab melalui Roh Kudus komunikasi manusia yang terbatas disempurnakan untuk selaras dengan maksud dan kehendak Tuhan. Berdasarkan prinsip itulah semua orang percaya dapat melakukan percakapan dengan Allah menurut kapaditasnya dengan bantuan dan bimbingan Roh Kudus.
Khotbah sebagai Karya Teologis: Meninjau Pentingnya Pengajaran Iman dalam Praksis Khotbah Masa Kini Blegur, Romelus
Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Abdiel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37368/ja.v9i1.828

Abstract

Preaching is an important means for the growth of the congregation's faith, because through it the word of God is proclaimed. Based on that, the preaching service must be actualized properly as a forum for serving the word of God. The challenge of today's sermons is the emergence of sermons that arouse the psychology of the listener and are full of humanist messages without theological depth. Such sermons tend to be entertaining and do not prepare the faith of the congregation and believers to face today's doctrinal challenges. This problem must be addressed by returning the sermon to its substance. One important offer to address this problem is to make sermons a theological work in which the Christian faith can be taught. The method used in this research is the library method through literary sources, both books and scientific journal articles. The results of this research are, first. Preaching is an important service that supports the existence of the church because through it the word of God is preached and builds the faith of the congregation. Second, the challenge of contemporary preaching that deviates from its objectives is a reality that cannot be ignored, therefore it must be addressed. Third, the sermon should be a theological work, because through it Christian doctrines are taught as a solid foundation for the congregation's faith both cognitively and practically in facing today's challenges.
Workshop dan Pelatihan Kreativitas dalam Pelayanan Anak terhadap Mahasiswa Sekolah Tinggi Teologi ATI Blegur, Romelus; Atty, Sonya Debora; Eusun, Eusun; Kim, Doye; Yanti, Yanti; Marlita, Leni
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2023)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v3i2.184

Abstract

Creativity is fundamental in teaching children, because generally children's understanding is formed through teaching and activities through means or things that interest them, for example pictures, videos, props, movements and songs, as well as other activities. The problem is that creativity in teaching children is not easy both in terms of human resources (teachers) and the facilities used (preparation and use of teaching aids). These obstacles are also faced by STT ATI students in dealing with service routines that demand new creativity and innovation. Starting from this, Community Service through creativity workshops in serving children was carried out. The aim of this activity is to equip STT ATI students to serve children creatively in order to build their understanding effectively and efficiently. The methods used in this Community Service activity are lectures, training and presentation of training results. The result of this activity is that students understand the importance of creativity in serving children, they are able to make props from simple and easily available materials, and through this activity students' creativity is also increased to carry out new innovations in teaching children. These PkM activities make an important contribution to students in preparing themselves to serve children and the church as the context for their service. Kreativitas merupakan hal mendasar dalam mengajar anak, sebab umummya pemahaman anak terbentuk melalui pengajaran dan aktivitas melalui sarana atau hal-hal yang menarik minat mereka, misalnya gambar, video, alat peraga, gerak dan lagu, serta aktivitas lainnya. Persoalannya adalah bahwa kreativitas dalam mengajar anak tidaklah mudah baik dari segi sumber daya manusia (pengajar) maupun sarana yang digunakan (persiapan dan penggunaan alat peraga). Kendala itu pun dihadapi oleh mahasiswa-mahasiswi STT ATI dalam menghadapi rutinitas pelayanan yang menuntut kreatifitas dan inovasi baru. Bertolak dari hal itulah Pengabdian kepada Masyarakat melalui workshop kreativitas dalam melayani anak ini dilakukan. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membekali mahasiswa/mahasiswi STT ATI dalam melayani anak secara kreatif guna membangun pemahaman mereka secara efektif dan efisien. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian dan Masyarakat ini adalah ceramah, pelatihan, dan presentasi hasil latihan. Hasil dari kegiatan tersebut adalah para mahasiswa/ mahasiswi memahami pentingnya kreatifitas dalam melayani anak, mereka mampu membuat alat peraga dari bahan-bahan yang sederhana dan mudah diperoleh, serta melalui kegiatan tersebut juga daya kreativitas para mahasiswa/ mahasiswi ditingkatkan untuk melakukan inovasi-inovasi baru dalam mengajar anak. Kegiatan PkM tersebut memberi kontribusi penting bagi para mahasiswa/mahasiswi dalam mempersiapkan diri untuk melayani anak-anak maupun gereja sebagai konteks pelayanan mereka.
Basis Teologis Partnership dalam Misi Kristen: Menilik Problem Partnership dalam Misi Kristen Masa Kini serta Evaluasinya Karo, Dinar Br; Blegur, Romelus
SCRIPTA: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kontekstual Vol. 16 No. 2 (2023): Pelayanan di Era Industri 4.0
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Ebenhaezer Tanjung Enim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47154/sjtpk.v16i2.217

Abstract

The purpose of this study is to re-emphasize the importance of partnership from a Christian theological perspective, that partnership initiated by the Triune God and the church or believer must be based on that basis. Partnerships are now increasingly narrowed in their realization so that a re-evaluation is needed with theological and Biblical foundations. This research uses descriptive qualitative research methods with reference to literary sources that are relevant to the subject of this research. The findings in this study to answer the problem of partnership in Christian mission are that partnership must be global and universal, must plunge into the boundaries of the organization that governs it, and be based on the ultimate relationship of the Triune God.
Yesus sebagai Potret Ideal Gembala Masa Kini: Suatu Studi Biblis-Teologis atas Teks Yohanes 10:11 Blegur, Romelus; Kasipka, Enos; Kotte, Yohanis
Missio Ecclesiae Vol 13 No 1 (2024): April
Publisher : Institut Injil Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52157/me.v13i1.224

Abstract

Gembala merupakan figur utama dalam organisasi gereja, sebab seluk beluk kemajuan maupun kemunduran gereja secara organisatoris ditentukan oleh peran dan fungsi gembala sebagai pemimpinnya. Karena itu status sebagai gembala menuntut pertanggungjawaban yang besar pula. Hal itu jugalah yang dipraktekkan oleh Yesus ketika Ia hadir di dunia dan berhadapan dengan kondisi domba-domba gembalaan-Nya. Yesus menunjukkan peran yang sempurna tentang apa dan bagaimana menjadi gembala, karena itu gembala masa kini harus bercermin pada-Nya. Terkait itu, maka tujuan penelitian ini adalah menemukan figur Yesus sebagai potret ideal gembala yang tampak tidak umum dalam praktek penggembalaan masa kini. Hal tersebut penting bagi gembala masa kini untuk memahami dan mendalami peran dan fungsinya dengan baik dan benar. Metode penelitian yang digunakan adalan metode hermeneutik atau penafsiran Alkitab guna menemukan makna teks yang diteliti sehubungan dengan pokok penelitian. Teks yang diteiti adalah Yohanes 10:11. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa gembala yang ideal adalah, Berlandas Pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Dasar Penggembalaan, rela berkorban, Setia dan Taat Terhadap Panggilan, tidak mencari kepentingan sendiri. Prinsip inilah yang dijalankan secara radikal oleh Yesus dan menjadi potret ideal bagi praksis gembala masa kini.