Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Peningkatan Pemahaman Lintas Budaya (Cross Culture Understanding) Bagi Pokdarwis di Kota Mataram Nusa Tenggara Barat Lutfi Saksono; Raden Roro Dyah Woroharsi Parnaningroem; Agus Ridwan; Meilita Hardika; Fahmi Wahyuningsih; Prima Vidya Asteria
ABISATYA : Journal of Community Engagement Vol. 3 No. 1 (2025): ABISATYA: Journal of Community Engagement
Publisher : Center for Community Service and Science and Technology Marketing - The Institute for Research and Community Service Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abisatya.v3i1.41429

Abstract

Pelatihan pemahaman lintas budaya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pariwisata yang inklusif dan ramah budaya. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota Pokdarwis di Kota Mataram mengenai budaya Jerman, guna menghadapi tantangan interaksi antarbudaya dalam konteks pariwisata internasional. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif selama dua hari yang mencakup sesi pengenalan budaya, simulasi layanan wisata, dan diskusi reflektif. Kegiatan ini melibatkan lima Pokdarwis dengan total sepuluh peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap nilai-nilai budaya, etiket wisata, dan strategi komunikasi lintas budaya. Pelatihan juga memunculkan inisiatif peserta dalam mengembangkan narasi wisata berbasis potensi lokal yang sesuai dengan karakteristik wisatawan Jerman. Program ini memberikan dampak positif terhadap kesiapan Pokdarwis dalam menyambut wisatawan mancanegara dan memperkuat citra pariwisata Kota Mataram sebagai destinasi berkelas internasional.
The Effectiveness of Interactive Video Tutorials in Enhancing Students’ Procedural Text Mastery Based on the Cognitive Multimedia Learning Theory Emi Normanda; Prima Vidya Asteria; Trinil Dwi Turistiani
Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 02 (2026)
Publisher : UIN Raden Mas Said Surakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22515/tabasa.v7i02.14915

Abstract

This study addresses the low level of procedural text mastery among junior high school students, as evidenced by 67% of eighth-grade students at SMP Negeri 2 Sampang failing to achieve the Minimum Mastery Criterion (MMC = 75). This situation highlights the need for more effective digital learning media to support Indonesian language instruction. The study aimed to develop and evaluate the effectiveness of interactive video tutorials based on the Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) in improving students’ procedural text mastery. The research employed the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation) using a mixed-methods approach. A total of 240 eighth-grade students participated in the study. Data were collected through expert validation, learning achievement tests, and student perception surveys. The results indicated that the developed media was categorized as “Very Good” based on expert evaluations. A paired-samples t-test revealed a significant improvement in student learning outcomes (t = 15.47, p < 0.001), with mean scores increasing from 65 to 82. Cohen’s d value of 1.42 indicated a large practical effect. The percentage of students achieving mastery increased from 33% to 87%, exceeding the predetermined target. In addition, students expressed highly positive perceptions of the interactive video tutorials. These findings suggest that CTML-based interactive video tutorials effectively enhance procedural text mastery and can serve as an innovative instructional medium that supports the digital transformation of Indonesian language learning at the junior high school level.   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya penguasaan teks prosedur siswa SMP, yang ditunjukkan oleh 67% siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Sampang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM = 75). Kondisi tersebut menunjukkan perlunya media pembelajaran yang lebih efektif untuk mendukung pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengevaluasi efektivitas tutorial video interaktif berbasis Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML) dalam meningkatkan penguasaan teks prosedur siswa. Penelitian menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan pendekatan mixed methods. Sebanyak 240 siswa kelas VIII dilibatkan sebagai subjek penelitian. Data diperoleh melalui validasi ahli, tes hasil belajar, dan survei respons siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memperoleh kategori “Sangat Baik” berdasarkan penilaian ahli. Uji paired t-test menunjukkan peningkatan hasil belajar yang signifikan (t = 15,47; p < 0,001), dengan rata-rata nilai meningkat dari 65 menjadi 82. Nilai Cohen’s d sebesar 1,42 menunjukkan pengaruh praktis yang besar. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 33% menjadi 87%, melampaui target yang ditetapkan. Selain itu, sebagian besar siswa memberikan respons positif terhadap penggunaan video interaktif dalam pembelajaran. Temuan ini menunjukkan bahwa tutorial video interaktif berbasis CTML efektif meningkatkan penguasaan teks prosedur dan berpotensi menjadi alternatif media pembelajaran yang mendukung transformasi digital pendidikan bahasa Indonesia di tingkat sekolah menengah pertama.
Representasi Identitas Gender Dan Seksualitas Tokoh Marginal Dalam Novel Rima Rima Tiga Jiwa Karya Akasa Dwipa: Kajian Teori Queer Tiara Adenia; Prima Vidya Asteria
Jurnal Ilmu Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): BASADYA - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/basadya.v2i2.1782

Abstract

Individuals with non-heteronormative gender identities and sexualities in Indonesia continue to face systemic social pressure through religious, legal, and media discourses. Akasa Dwipa's novel Rima Rima Tiga Jiwa presents three marginal characters Silvy (a waria), Susanto (bisexual), and Rima (a sex worker) whose representations will be examined using a queer theory framework. This study aims to analyze the construction of gender identity, synthesize the representation of sexuality, and critically examine forms of resistance to heteronormativity within the novel. The method employed is descriptive qualitative. The study was conducted through intensive reading of Rima Rima Tiga Jiwa as the primary data source. Data consist of words, phrases, sentences, and paragraphs representing the gender identity, sexuality, and resistance of marginal characters. Data analysis employed Judith Butler's gender performativity framework (1990) and Michel Foucault's notion of sexuality as a discursive product (1978). The study identified that gender identity is represented as an active construction built through language, the body, and early-life experiences, sexuality is represented as a product of power discourse that is never neutral, and resistance manifests in four complementary forms.
Transformasi Diri Pemelajar BIPA melalui Penulisan Ulang Cerita Rakyat: Pendekatan Hermeneutik terhadap Nilai Budaya dan Karakter Wahyudi Siswanto; Dwi Sulistyorini; Dewi Ariani; Prima Vidya Asteria; Madiawati Binti Mamat
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21598

Abstract

Indonesian folktales, as part of the nation’s cultural heritage, contain local wisdom that reflects the worldview and collective values of Indonesian society. In the context of teaching Indonesian to speakers of other languages (BIPA), folktales serve not only as linguistic input but also as pedagogical tools for introducing cultural values and fostering character development among foreign learners. This study aims to examine the forms of self-transformation experienced by BIPA learners through the activity of rewriting Indonesian folktales. A descriptive qualitative approach was employed, grounded in transformative learning theory and hermeneutic analysis. The participants consisted of five advanced-level BIPA learners from Malaysia, South Korea, and China enrolled in a language program at an Indonesian state university. Data were collected through rewritten narrative texts and in-depth interviews, then analyzed hermeneutically through stages of initial comprehension, theme identification, contextual interpretation, and reflection on transformation. The findings reveal that learners experienced personal growth by interpreting cultural values such as livelihood, cooperation, and deliberation, and internalizing character traits such as honesty, responsibility, and respect for others. The act of rewriting served as a reflective process that fostered cross-cultural understanding and cognitive-affective transformation, thereby enriching BIPA learning experiences. This study recommends the integration of folktales as value-based and culturally grounded learning materials in BIPA instruction.
Model Ecopreneurship Wayang Limbah Plastik Untuk Pemberdayaan Santri Nadia Nur Thahirrah; Resdianto Permata Raharjo; Prima Vidya Asteria; Respati Retno Utami; Ephrilia Noor Fitriana; Yogi Bagus Adhimas; Arisni Kholifatu Amalia Shofiani; Dhani Kristiandri; Raden Roro Maha Kalyana Mitta Anggoro
KOMUNITA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2026): Februari
Publisher : PELITA NUSA TENGGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60004/komunita.v5i1.384

Abstract

Permasalahan limbah plastik di pesantren belum dikelola secara produktif sehingga menimbulkan pencemaran sekaligus hilangnya potensi ekonomi kreatif. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan santri melalui pelatihan ecopreneurship wayang berbasis limbah plastik. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, pendampingan kreatif, serta pemasaran digital yang melibatkan 50 santri Pondok Pesantren Tebuireng dan mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari. Evaluasi dilakukan melalui pre–post test pengetahuan, observasi keterampilan, wawancara, dan dokumentasi produk. Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan peserta dari 46,2 menjadi 78,5 (+70%), keterampilan teknis menghasilkan 15 wayang plastik, dan 80% peserta menyatakan siap memproduksi secara mandiri. Uji coba pemasaran melalui media sosial memperoleh respons positif dari komunitas seni dan masyarakat sekitar. Program ini berkontribusi pada pengurangan limbah plastik sekaligus membuka peluang wirausaha kreatif berbasis budaya. Dengan demikian, ecopreneurship wayang limbah plastik dapat dijadikan model pemberdayaan santri yang selaras dengan SDGs.
E-Komik untuk Meningkatkan Kompetensi Plurikultural Pemelajar BIPA Pemula dalam Menggunakan Kalimat Imperatif Alda Clarissa Aurellia; Alifiatus Zahra Salsabila; Prima Vidya Asteria
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 8, No 1 (2026): JANUARI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v8i1.8973

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa e-komik iklan hari raya bermuatan nilai plurikultural dalam format flipbook bagi pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) tingkat pemula (level 2), khususnya pada keterampilan memahami dan menggunakan kalimat imperatif. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Media divalidasi oleh ahli materi dengan hasil 78% (cukup valid) dan ahli media dengan hasil 74% (cukup valid). Implementasi dilakukan pada tujuh pemelajar BIPA dari berbagai negara. Hasil uji coba menunjukkan bahwa media tidak hanya membantu pemelajar memahami bentuk dan penggunaan kalimat imperatif secara kontekstual, tetapi juga secara signifikan meningkatkan kompetensi plurikultural mereka. Pemelajar mampu mengenali makna budaya dari setiap perayaan hari raya, memahami nilai keberagaman, serta menghubungkan penggunaan bahasa dengan norma sosial budaya Indonesia. Keefektifan media mencapai 93,21% (sangat efektif) dan kepraktisan sebesar 71% (efektif), sehingga e-komik dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran yang mampu mengintegrasikan unsur kebahasaan dan budaya secara seimbang. Media ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan berbahasa sekaligus menumbuhkan sensitivitas lintas budaya pemelajar BIPA.
Representasi Romantisme Dalam Lirik Lagu Karya For Revenge: (Kajian Semiotika Peirce) Samuel Dhody Pratama; Syamsul Sodiq; Prima Vidya Asteria
Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol 19 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/st.v19i2.31994

Abstract

This study aims to describe the representation of romanticism in the song lyrics of For Revenge using Charles Sanders Peirce’s semiotic approach. The research employed a qualitative descriptive method, with data sourced from six songs: Jentaka, Jakarta Hari Ini, Sadrah, Ada Selamanya, Pulang, and Serana. The data consisted of words, phrases, and sentences containing signs in the form of icons, indexes, and symbols that represent romanticism. Data were collected through documentation and note-taking techniques, while data analysis was conducted through sign identification, object interpretation, and meaning interpretation. The findings reveal that romanticism is represented through six major patterns: loss and emotional wounds, longing, maturity, sacrifice, enduring memories, and the search for life’s meaning. These representations are constructed through the interaction of icons, indexes, and symbols, producing complex, reflective, and philosophical meanings of romanticism. The study concludes that romanticism in For Revenge’s song lyrics is not only associated with love but also with broader existential human experiences.