Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : POLYGLOT

Pengaruh Brain Gym terhadap Konsentrasi Belajar Siswa Kelas IX IPA dalam Pembelajaran Matematika di SMA XYZ Tangerang [The Effects of Brain Gym in Helping Students' Concentration in Learning Math in Grade XI Science at XYZ Senior High School Tangerang] Tica Chyquitita; Yonathan Winardi; Dylmoon Hidayat
Polyglot Vol 14, No 1 (2018): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i1.438

Abstract

Math is considered to be one of the subjects that make it difficult for students to concentrate during the learning process because their brains become tired and tense. One of the most popular and trusted ways to improve learning is by using a 'gym gym' approach. Therefore, the researchers wanted to see whether the 'gym gym' approach could improve learning concentration. The research used a quasi-experimental post-test only control group design. The population was the students of class XI Science Basic General Math A and B, while the sample was 15 students from XI Science B as the experimental group. Using the Mann-Whitney U-test with an alpha level of 0.05 indicated the asymptote Sig of 0.001 <0.05. This means that the concentration of learning in the experimental group was lower than that of the control group so it is concluded that the ‘brain gym’ approach did not significantly affect students’ concentrationBAHASA INDONESIA ABSTRAK: Matematika menjadi salah satu pelajaran sulit yang menyebabkan siswa susah untuk berkonsentrasi selama belajar karena otak menjadi lelah dan tegang. Salah satu cara yang populer dan dipercaya dapat meningkatkan konsentrasi belajar adalah brain gym. Sehingga peneliti ingin melihat apakah terdapat  pengaruh brain gym terhadap konsentrasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan kuasi eksperimen desain post-test only control group. Populasi penelitian ini adalah kelas XI IPA A dan B dengan sampel 15 siswa dari kelas XI IPA B sebagai kelompok kontrol dan 15 siswa dari kelas XI IPA A sebagai kelompok eksperimen. Dengan menggunakan Mann-Whitney U-test dengan tingkat alfa 0,05 menunjukkan asymp. Sig sebesar 0,001<0,05. Hal ini berarti konsentrasi belajar pada kelompok eksperimen lebih rendah dari pada kelompok kontrol sehingga disimpulkan bahwa brain gym tidak berpengaruh terhadap konsentrasi belajar siswa.
USING OAS.WEB.ID TO CREATE ENGLISH VOCABULARY SIZE QUIZ Winardi, Yonathan; Hananto, Hananto
Polyglot Vol 19, No 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v1i19.5703

Abstract

ABSTRACTA systematic and continuous vocabulary assessment is required to monitor the progress of learners’ learning and readiness to follow certain instr8uctional programs. The purpose of this study is to report a tryout of constructing an online quiz using http://oas.web.id/.  OAS is an ongoing R&D project to help teachers and/or educational researchers create an online quiz by converting multiple-choice questions from a spreadsheet program (i.e. MS Excel or Google Sheets) into a Google Forms quiz, Moodle, paper-based quiz, Kahoot, or any other quiz makers that have import facility. This paper focuses on describing the making and tryout of a vocabulary-size quiz into Google Forms quiz to find out whether the resulting quiz works. The result shows that OAS offered an easy and very quick way in creating a vocabulary-size quiz successfully by copying the already available vocabulary-size questions based on Nation and Beglar’s Vocabulary Size Test. The researcher and the voluntary test students got the scores immediately after they had submitted the Google Forms. It can then be concluded that the OAS created the vocabulary quiz successfully without any serious technical problems.BAHASA INDONESIA ABSTRAKSebuah asesmen kosakata yang sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk memonitor kemajuan dan kesiapan pembelajar untuk mengikuti program-program pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaporkan sebuah uji coba dari penyusunan sebuah kuis dalam jaringan menggunakan http://oas.web.id/.  OAS adalah sebuah proyek penelitian dan pengembangan untuk menolong guru-guru dan/atau peneliti-peneliti pendidikan membuat sebuah kuis dalam jaringan dengan cara mengonversi pertanyaan-pertanyaan pilihan berganda dari sebuah program lembar kerja (misalnya Microsoft Excel atau Google Sheets) ke dalam kuis Google Forms, Moodle, lembar kuis cetak, Kahoot, atau program-program pembuat kuis lainnya yang memiliki fitur impor. Paper ini fokus pada penggambaran proses pembuatan dan uji coba sebuah kuis kosakata dengan Google Forms untuk mengetahui apakah kuis tersebut bisa digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa OAS menawarkan sebuah cara yang mudah dan sangat cepat dalam membuat sebuah kuis kosakata dengan menyalin pertanyaan-pertanyaan kosakata yang telah disediakan berdasarkan tes kosakata Nation and Beglar’s. Peneliti dan mahasiswa/i yang berpartisipasi di uji coba, langsung mendapatkan hasil kuis setelah mereka mengumpulkan Google Forms. Kemudian dapat disimpulkan bahwa OAS sukses membuat kuis kosakata tanpa ada masalah-masalah teknis yang berarti.
PEMBELAJARAN BERBASIS RISET (RESEARCH-BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF DAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI [RESEARCH-BASED LEARNING TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING, CREATIVE THINKING AND REFLECTIVE THINKING SKILLS IN BIOLOGY LEARNING] Supit, Patryks Gerald Yeheskiel; Winardi, Yonathan
Polyglot Vol 20, No 2 (2024): JULY 2024
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i2.8355

Abstract

AbstractThe development of the 21st century learning era and the development of the industrial revolution 4.0, brings the world of education into the arena of competition in all aspects of life. Current advances in science and technology provide their own challenges for teachers in designing a learning model to produce learners according to 21st century competencies. Current education has not been able to produce the quality of 21st century learners who have the ability to think critically, think creatively and think reflectively. It is a challenge for an educator to design the right learning model. This study aims to see whether the application of research-based learning model can develop students' critical thinking, creative thinking, and reflective thinking skills in learning biology. The method used in this research is Classroom Action Research according to Mc. Kernans which was conducted for two cycles in class XI Major A. Data collection techniques used rubrics to measure the achievement of indicators through tests. The results showed that the application of the research-based learning model was able to improve students' critical thinking, creative thinking, and reflective thinking skills in learning biology. Bahasa Indonesia AbstrakPerkembangan era 21 century learning dan perkembangan revolusi industri 4.0, membawa dunia pendidikan memasuki arena kompetisi dalam segala aspek kehidupan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi guru dalam merancang sebuah model pembelajaran untuk menghasilkan peserta didik sesuai kompetensi abad 21 saat ini. Pendidikan saat ini belum mampu menghasilkan kualitas peserta didik abad 21 yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif dan berpikir reeflektif. Sebuah tantangan tersendiri bagi seorang pendidik dalam merancang sebuah pemodelan pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penerapan model research-based learning mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir reflektif peserta didik dalam pembelajaran biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas oleh Mc. Kernans yang dilakukan selama dua siklus di kelas XI Major A. Instrumen penelitian berupa tes yang telah divalidasi oleh dua orang ahli. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan model research-based learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir reflektif peserta didik dalam pembelajaran biologi.
PEMBELAJARAN BERBASIS RISET (RESEARCH-BASED LEARNING) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS, BERPIKIR KREATIF DAN BERPIKIR REFLEKTIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI [RESEARCH-BASED LEARNING TO IMPROVE STUDENTS' CRITICAL THINKING, CREATIVE THINKING AND REFLECTIVE THINKING SKILLS IN BIOLOGY LEARNING] Supit, Patryks Gerald Yeheskiel; Winardi, Yonathan
Polyglot Vol 20 No 2 (2024): JULY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v20i2.8355

Abstract

AbstractThe development of the 21st century learning era and the development of the industrial revolution 4.0, brings the world of education into the arena of competition in all aspects of life. Current advances in science and technology provide their own challenges for teachers in designing a learning model to produce learners according to 21st century competencies. Current education has not been able to produce the quality of 21st century learners who have the ability to think critically, think creatively and think reflectively. It is a challenge for an educator to design the right learning model. This study aims to see whether the application of research-based learning model can develop students' critical thinking, creative thinking, and reflective thinking skills in learning biology. The method used in this research is Classroom Action Research according to Mc. Kernans which was conducted for two cycles in class XI Major A. Data collection techniques used rubrics to measure the achievement of indicators through tests. The results showed that the application of the research-based learning model was able to improve students' critical thinking, creative thinking, and reflective thinking skills in learning biology. Bahasa Indonesia AbstrakPerkembangan era 21 century learning dan perkembangan revolusi industri 4.0, membawa dunia pendidikan memasuki arena kompetisi dalam segala aspek kehidupan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini memberikan tantangan tersendiri bagi guru dalam merancang sebuah model pembelajaran untuk menghasilkan peserta didik sesuai kompetensi abad 21 saat ini. Pendidikan saat ini belum mampu menghasilkan kualitas peserta didik abad 21 yang memiliki kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif dan berpikir reeflektif. Sebuah tantangan tersendiri bagi seorang pendidik dalam merancang sebuah pemodelan pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah penerapan model research-based learning mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir reflektif peserta didik dalam pembelajaran biologi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas oleh Mc. Kernans yang dilakukan selama dua siklus di kelas XI Major A. Instrumen penelitian berupa tes yang telah divalidasi oleh dua orang ahli. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa penerapan model research-based learning mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, dan berpikir reflektif peserta didik dalam pembelajaran biologi.
INVESTIGATING LOW ATTENTION SPAN IN KINDERGARTEN 3: A CASE STUDY AT SCHOOL XYZ [PENYELIDIKAN RENDAHNYA RENTANG PERHATIAN DI TAMAN KANAK-KANAK 3: SEBUAH STUDI KASUS DI SEKOLAH XYZ] Manalu, Tania Theresia; Winardi, Yonathan
Polyglot Vol 21 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i1.8684

Abstract

The attention span of early childhood children is a critical factor in forming their developmental foundation, encompassing physical, cognitive, social, and emotional growth. Informal interviews with classroom teachers reveal that students struggle to maintain attention during instruction, often displaying behaviors such as restlessness and lack of focus immediately after the lesson begins. This thesis aims to investigate the impact of internal and external factors on the attention span among Kindergarten 3 students at Sekolah XYZ, focusing on regular classroom settings and specialized classes (music and art). This research employs a case study method by combining observations, interviews, and documentation to provide a comprehensive understanding of the issue. The findings of this research include a limited direct exploration within the classroom and the type of curriculum currently used, which are reasons for the low attention span of Kindergarten 3 students. This study highlights the novelty of tactile learning approaches to enhance attention span. To expand these findings, future research is expected to consider comparative studies across Yayasan XYZ network, investigating the impact of direct exploration and different educational approaches on the attention and learning outcomes of students in specialist classes. Abstrak bahasa Indonesia Rentang perhatian anak usia dini adalah faktor kritis dalam pembentukan dasar perkembangan mereka, mencakup pertumbuhan fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Wawancara informal dengan guru-guru kelas mengungkapkan bahwa murid kesulitan untuk mempertahankan perhatian selama instruksi, sering menunjukkan perilaku seperti gelisah dan ketidakfokusan segera setelah pembelajaran dimulai. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dari faktor internal dan eksternal terhadap rentang perhatian di kalangan murid Kindergaten 3 di Sekolah XYZ, berfokus pada setting kelas reguler dan khusus (musik dan seni). Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan menggabungkan observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang isu tersebut. Hasil dari penelitian ini ialah eksplorasi langsung yang terbatas dalam kelas, juga jenis kurikulum yang digunakan saat ini yang menjadi alasan rendahnya rentang perhatian siswa TK 3. Penelitian ini menyoroti kebaruan dari pendekatan pembelajaran taktil untuk meningkatkan rentang perhatian. Untuk memperluas temuan ini, penelitian masa depan diharapkan mempertimbangkan studi perbandingan di seluruh jaringan Yayasan XYZ, menyelidiki dampak eksplorasi langsung dan pendekatan pendidikan yang berbeda terhadap perhatian dan hasil belajar murid di kelas-kelas khusus. 
PENGEMBANGAN HANDBOOK STRATEGI PEMBELAJARAN INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU HOMESCHOOLING DI KOTA BANDUNG [THE DEVELOPMENT OF AN INNOVATIVE LEARNING STRATEGY HANDBOOK TO IMPROVE THE COMPETENCE OF HOMESCHOOLING TEACHERS IN BANDUNG CITY] Jeremy, Edsel; Winardi, Yonathan
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.10027

Abstract

Homeschooling is increasingly popular as an alternative educational model, but it faces challenges, including the need for competent teachers who can cater to diverse student needs. This study aimed to develop and evaluate a competency development program for homeschooling teachers in Bandung City, packaged as a handbook titled "Strategi Pembelajaran Inovatif" (Innovative Learning Strategies). The research utilized a Research and Development (R&D) method with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The Define stage involved a Focus Group Discussion (FGD) with homeschooling leaders and interviews with teachers, revealing a need for enhanced teacher competency, particularly in innovative learning strategies. The Design stage focused on creating the handbook structure and content, covering "Mengenal Homeschooling" (Understanding Homeschooling) and "Strategi Pembelajaran Inovatif," which includes personalized learning, project-based learning, inquiry-based learning, and technology integration. The Develop stage included expert validation (content, design, technology) which rated the handbook favorably (average scores 2.8, 2.9, and 2.9 out of 3, respectively, leading to minor revisions) and a trial with homeschooling teachers. The trial showed an increase in participants' understanding, with average pre-test scores of 61.17 and post-test scores of 70.75. Feedback on the training program and handbook was generally "good" (average rating 83.77). The Disseminate stage involved distributing the handbook to four other homeschooling institutions in Bandung, which provided "sufficient" feedback (average rating 75/100) and positive impressions. The study concludes that the developed handbook is a viable and relevant tool for enhancing the competencies of homeschooling teachers in Bandung. Abstrak Bahasa Indonesia Homeschooling semakin diminati sebagai model pendidikan alternatif, namun menghadapi berbagai tantangan, termasuk kebutuhan akan guru yang kompeten dan mampu melayani kebutuhan siswa yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi program pengembangan kompetensi bagi guru homeschooling di Kota Bandung, yang dikemas dalam bentuk sebuah handbook berjudul "Strategi Pembelajaran Inovatif". Penelitian ini menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Tahap Define melibatkan Focus Group Discussion (FGD) dengan pimpinan homeschooling dan wawancara dengan guru, yang mengungkap kebutuhan peningkatan kompetensi guru, khususnya dalam strategi pembelajaran inovatif. Tahap Design berfokus pada perancangan struktur dan konten handbook, yang mencakup materi "Mengenal Homeschooling" dan "Strategi Pembelajaran Inovatif" (pembelajaran personalisasi, project-based learning, inquiry-based learning, dan integrasi teknologi). Tahap Develop meliputi validasi ahli (konten, desain, teknologi) yang menilai handbook secara positif (rata-rata skor 2,8, 2,9, dan 2,9 dari 3, yang mengarah pada revisi minor) dan uji coba kepada guru homeschooling. Hasil uji coba menunjukkan peningkatan pemahaman peserta, dengan skor rata-rata pre-test 61,17 dan post-test 70,75. Umpan balik terhadap program pelatihan dan handbook umumnya "baik" (rata-rata penilaian 83,77). Tahap Disseminate melibatkan pendistribusian handbook ke empat institusi homeschooling lain di Kota Bandung, yang memberikan umpan balik "cukup" (rata-rata penilaian 75/100) dan kesan positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa handbook yang dikembangkan merupakan alat yang layak dan relevan untuk meningkatkan kompetensi guru homeschooling di Kota Bandung.
USING OAS.WEB.ID TO CREATE ENGLISH VOCABULARY SIZE QUIZ Winardi, Yonathan; Hananto, Hananto
Polyglot Vol 19 No 1 (2023): JANUARY
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v1i19.5703

Abstract

ABSTRACTA systematic and continuous vocabulary assessment is required to monitor the progress of learners’ learning and readiness to follow certain instr8uctional programs. The purpose of this study is to report a tryout of constructing an online quiz using http://oas.web.id/.  OAS is an ongoing R&D project to help teachers and/or educational researchers create an online quiz by converting multiple-choice questions from a spreadsheet program (i.e. MS Excel or Google Sheets) into a Google Forms quiz, Moodle, paper-based quiz, Kahoot, or any other quiz makers that have import facility. This paper focuses on describing the making and tryout of a vocabulary-size quiz into Google Forms quiz to find out whether the resulting quiz works. The result shows that OAS offered an easy and very quick way in creating a vocabulary-size quiz successfully by copying the already available vocabulary-size questions based on Nation and Beglar’s Vocabulary Size Test. The researcher and the voluntary test students got the scores immediately after they had submitted the Google Forms. It can then be concluded that the OAS created the vocabulary quiz successfully without any serious technical problems.BAHASA INDONESIA ABSTRAKSebuah asesmen kosakata yang sistematis dan berkelanjutan diperlukan untuk memonitor kemajuan dan kesiapan pembelajar untuk mengikuti program-program pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melaporkan sebuah uji coba dari penyusunan sebuah kuis dalam jaringan menggunakan http://oas.web.id/.  OAS adalah sebuah proyek penelitian dan pengembangan untuk menolong guru-guru dan/atau peneliti-peneliti pendidikan membuat sebuah kuis dalam jaringan dengan cara mengonversi pertanyaan-pertanyaan pilihan berganda dari sebuah program lembar kerja (misalnya Microsoft Excel atau Google Sheets) ke dalam kuis Google Forms, Moodle, lembar kuis cetak, Kahoot, atau program-program pembuat kuis lainnya yang memiliki fitur impor. Paper ini fokus pada penggambaran proses pembuatan dan uji coba sebuah kuis kosakata dengan Google Forms untuk mengetahui apakah kuis tersebut bisa digunakan. Hasilnya menunjukkan bahwa OAS menawarkan sebuah cara yang mudah dan sangat cepat dalam membuat sebuah kuis kosakata dengan menyalin pertanyaan-pertanyaan kosakata yang telah disediakan berdasarkan tes kosakata Nation and Beglar’s. Peneliti dan mahasiswa/i yang berpartisipasi di uji coba, langsung mendapatkan hasil kuis setelah mereka mengumpulkan Google Forms. Kemudian dapat disimpulkan bahwa OAS sukses membuat kuis kosakata tanpa ada masalah-masalah teknis yang berarti.
THE DEVELOPMENT OF SURVEYS FOR BINTANG HARAPAN HOMESCHOOLING BANDUNG INTERNAL QUALITY ASSURANCE [PENGEMBANGAN SURVEI-SURVEI BAGI PENJAMINAN MUTU INTERNAL HOMESCHOOLING BINTANG HARAPAN BANDUNG] Yohanita Kristin; Winardi, Yonathan
Polyglot Vol 22 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v22i1.10819

Abstract

Quality management, which is commonly manifested in the form of internal and external quality assurance, is an important aspect in both formal and nonformal education for continuous improvement. However, many informal education institutions have no structured quality management system yet, and this condition is also found in Homeschooling Bintang Harapan Bandung that has no systematic internal quality assurance instruments. Therefore, this research is aimed at developing survey instruments for internal quality assurance, limited to elementary schools, particularly grades 4-6. This research uses the 4D method (Define, Design, Develop, and Disseminate). In the Define stage, problems and needs of developing the survey instruments identification were done through interviews, observation, and document analysis with the leaders and staff administration as the research subjects. In the Design stage, survey instruments are designed considering Bintang Harapan’s characteristics, which are heterogeny and inclusive, while referring to the national education standard and accreditation components. The development stage then applied experts’ validation and pilot tests to the teachers, students, parents, alumni, and alumni’s parents to produce the final survey instruments using Google Forms. The Disseminate stage was marked by socialization and instruments handover to the homeschooling stakeholders to be utilized systematically as structured and data-driven internal quality assurance tools. Finally, three surveys are developed, named SPARK, SAFE, and GLOW. It is recommended to integrate the survey into the routine IQA cycle to support decision-making based on the data collected and improve quality, with future studies applying it longitudinally and developing automated analysis or audit systems. Abstrak Bahasa Indonesia  Manajemen mutu (quality management) yang pada umumnya diwujudkan dengan penjaminan mutu internal dan eksternal merupakan aspek penting dalam pendidikan, baik formal maupun nonformal untuk perbaikan berkelanjutan. Namun, banyak institusi pendidikan nonformal belum memiliki sistem manajemen mutu yang terstruktur. Kondisi ini juga ditemukan di Homeschooling Bintang Harapan Bandung yang belum memiliki instrumen penjaminan mutu internal yang sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen survei untuk penjaminan mutu internal yang terbatas pada jenjang Sekolah Dasar, khususnya kelas 4–6. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Disseminate). Pada tahap Define, identifikasi permasalahan dan kebutuhan akan pengembangan instrumen dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen dengan pimpinan dan staf administrasi sebagai subjek penelitian. Pada tahap Design, instrumen survei dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik Bintang Harapan yang heterogen dan inklusif, serta mengacu pada standar nasional pendidikan dan komponen akreditasi. Tahap Develop kemudian dilakukan melalui validasi ahli dan uji coba terbatas kepada guru, siswa, orang tua, alumni, dan orang tua alumni untuk memperoleh instrumen final menggunakan media Google Forms. Tahap Disseminate ditandai dengan sosialisasi dan penyerahan instrumen kepada pihak Homeschooling untuk digunakan sebagai alat penjaminan mutu internal yang terstruktur dan berbasis data. Akhirnya, tiga jenis survei berhasil dikembangkan dalam penelitian ini yang diberi nama SPARK, SAFE, dan GLOW. Direkomendasikan untuk mengintegrasikan survei ke dalam siklus penjaminan mutu internal untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam peningkatan mutu, dengan penelitian lanjutan yaitu menerapkannya secara berkelanjutan dan mengembangkan sistem analisis otomatis atau sistem audit.