Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Integrasi Strategic Group Model dan Enterprise Risk Management dalam Mendukung Keunggulan Bersaing pada Industri Pangan Fungsional: Studi Kasus B-FLESA Ririn Khoerunnisa; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2167

Abstract

Industri pangan fungsional mengalami pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif. Namun, tingginya risiko operasional pada produk fermentasi menuntut perusahaan untuk memiliki strategi bisnis yang kompetitif sekaligus sistem manajemen risiko yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan bisnis B-FLESA melalui pemetaan posisi kompetitif menggunakan Strategic Group Model dan mengevaluasi penerapan Enterprise Risk Management berdasarkan ISO 31000:2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada B-FLESA, perusahaan pangan fungsional berbasis fermentasi dengan produk yoghurt, kefir, kombucha, dan snack bar. Data primer diperoleh dari Business Plan B-FLESA, sedangkan data sekunder berasal dari literatur, laporan industri, dan standar ISO 31000:2018. Analisis dilakukan melalui pemetaan posisi kompetitif berdasarkan dimensi diferensiasi produk dan cakupan pasar, serta identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko.Hasil penelitian menunjukkan bahwa B-FLESA berada pada kelompok focused differentiation dengan keunggulan pada inovasi produk, bahan alami, kandungan probiotik terstandarisasi, dan edukasi kesehatan. Risiko prioritas tertinggi adalah kegagalan fermentasi dan produk basi sebelum kedaluwarsa yang berdampak pada kualitas dan reputasi merek. Strategi mitigasi difokuskan pada pengendalian mutu, monitoring cold chain, SOP, dan kepatuhan regulasi. Integrasi antara Strategic Group Model dan Enterprise Risk Management menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif hanya dapat dipertahankan apabila didukung oleh pengelolaan risiko yang sistematis. Dengan demikian, pendekatan terintegrasi ini dapat meningkatkan daya saing dan ketahanan bisnis B-FLESA secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pangan Fungsional, Fermentasi, Strategic Group Model, Focus Differentiation, Enterprise Risk Management, ISO 31000:2018, Manajemen Risiko, B-FLESA
EVALUASI KINERJA KEUANGAN DAN KELAYAKAN BISNIS MANUFAKTUR REFRAKTORI LOKAL: STUDI KASUS PT VARDHANA INTI PRATAMA Willi; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1546

Abstract

Industri refraktori memegang peranan krusial dalam mendukung sektor bersuhu tinggi seperti semen, smelter, dan pembangkit listrik di Indonesia. Tingginya angka ketergantungan impor material refraktori membuka peluang strategis bagi produsen lokal untuk melakukan substitusi impor. Penelitian ini mengevaluasi kinerja keuangan dan kelayakan bisnis pada rencana pendirian PT Vardhana Inti Pratama (VIP), sebuah perusahaan manufaktur Plastic Ramming Refractory. Analisis dilakukan melalui evaluasi struktur modal awal sebesar Rp 27.000.000.000, proyeksi pengeluaran modal (Capital Expenditure) sebesar Rp 5.378.479.943, serta estimasi arus pendapatan selama periode operasional lima tahun. Evaluasi kelayakan diukur menggunakan kerangka perencanaan investasi yang mencakup Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), serta analisis rasio keuangan. Hasil proyeksi menunjukkan tren pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan, dimulai dari Rp 50.160.000.000 pada tahun pertama hingga mencapai Rp 126.000.000.000 pada tahun kelima, yang mengindikasikan prospek kelayakan finansial dan struktur permodalan yang kuat bagi PT VIP.
MANAJEMEN RISIKO PT VARDHANA INTI PRATAMA BERBASIS ISO 31000:2018 UNTUK MENDUKUNG DAYA SAING INDUSTRI REFRAKTORI DALAM NEGERI Suphita Yasoladdha Widjaja; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1547

Abstract

Industri refraktori memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan sektor strategis seperti semen, smelter, pembangkit listrik, metalurgi, petrokimia, dan kaca. Namun, kemampuan produksi dalam negeri yang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan nasional menyebabkan ketergantungan pada produk impor, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi harga, gangguan pasokan, dan tekanan daya saing. Penelitian ini bertujuan menyusun perencanaan manajemen risiko PT Vardhana Inti Pratama (PT VIP) sebagai perusahaan mixing plant plastic ramming refractory berbasis ISO 31000:2018. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis semi-kuantitatif melalui tahapan identifikasi, analisis, evaluasi, dan perlakuan risiko. Data diperoleh dari studi dokumen, hasil wawancara, dan penilaian risiko perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 35 risiko yang terdiri atas 16 risiko internal dan 19 risiko eksternal pada fungsi marketing, operational, human resources, dan finance. Risiko inheren tertinggi terdapat pada ketidakkonsistenan kualitas bahan baku dan proses (R5), downtime mesin dan kegagalan peralatan kritis (R6), serta ketidakseimbangan arus kas proyek (R13), masing-masing dengan skor 20. Pada sisi eksternal, risiko dominan meliputi penurunan permintaan industri pengguna (R17), penundaan proyek pelanggan (R18), masuknya produk impor berharga lebih rendah (R19), fluktuasi harga bahan baku (R22), kelangkaan tenaga kerja terampil (R27), fluktuasi nilai tukar (R32), dan keterlambatan pembayaran pelanggan (R35), masing-masing dengan skor 16. Hasil ini menunjukkan bahwa stabilitas operasional, daya saing pasar, dan ketahanan keuangan merupakan area paling kritis bagi perusahaan. Penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018 diharapkan mampu menurunkan tingkat eksposur risiko, memperkuat tata kelola perusahaan, dan mendukung keberlanjutan industri refraktori nasional.
PERANCANGAN MARKETING PLAN PRODUK PLASTIC RAMMING REFRAKTORI PADA PT VARDHANA INTI PRATAMA Ahmad Nurpuad; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1548

Abstract

Perencanaan Bisnis PT Vardhana Inti Pratama (PT VIP) dirancang sebagai panduan strategis pendirian pabrik pencampuran (mixing plant) material refraktori monolitik berbasis teknologi plastik (V-RAM) untuk memenuhi kebutuhan industri bersuhu tinggi di Indonesia. Tingginya ketergantungan impor refraktori nasional (mencapai 64,8% pada tahun 2023) di tengah masifnya program hilirisasi mineral dan pembangunan infrastruktur energi menciptakan urgensi penguatan industri domestik. Melalui pendekatan input-matching-decision, penelitian ini memformulasikan arah strategis perusahaan menggunakan EFE, IFE, SWOT, IE Matrix, QSPM, dan Porter’s Generic Strategy. Rencana pemasaran difokuskan pada strategi penetrasi awal di industri semen domestik dan ekspansi gradual ke sektor smelter serta pembangkit listrik melalui optimalisasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hasil analisis menunjukkan model bisnis PT Vardhana Inti Pratama memiliki keunggulan kompetitif struktural dan prospek finansial yang kokoh untuk mendukung kemandirian rantai pasok nasional.
ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN KEKUATAN KOMPETITIF PADA INDUSTRI CUSTOMIZE FURNITURE Tanti Suteja; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1549

Abstract

Industri customize furniture di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk furnitur yang sesuai dengan karakteristik ruang, gaya hidup, dan preferensi individu. Perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumen, serta dukungan pemerintah terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut mendorong perkembangan industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor eksternal yang memengaruhi industri customize furniture serta mengidentifikasi tingkat persaingan industri menggunakan pendekatan PEST (Political, Economic, Social, Technological) dan Porter’s Five Forces. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan pemerintah, regulasi, publikasi industri, serta hasil survei terhadap konsumen potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi memberikan peluang yang signifikan bagi pertumbuhan industri customize furniture. Di sisi lain, industri juga menghadapi ancaman berupa meningkatnya persaingan, perubahan tren konsumen, fluktuasi ekonomi, dan munculnya produk substitusi. Analisis Porter’s Five Forces menunjukkan bahwa tingkat ancaman pendatang baru berada pada kategori sedang, sedangkan ancaman produk substitusi berada pada kategori sedang cenderung rendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi diferensiasi melalui inovasi desain, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing industri customize furniture di Indonesia.
PENERAPAN SISTEM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI KARYAWAN PADA WORKSHOP PT MAJU BERSAMA - TANGERANG Widodo; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1557

Abstract

Sumber daya manusia merupakan aset yang menentukan keberhasilan suatu organisasi ditengah persaingan bisnis yang semakin kuat dalam dunia usaha. Untuk bertahan dan berkembang maka organisasi harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten, adaptif dan produktif. Salah satu strategi yang diterapkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja setiap individu melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan yang terencana, sistematis dan berkelanjutan. Dalam kenyataannya, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan tuntutan pasar bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan individu seorang karyawan. Hal ini akan menciptakan kesenjangan kompetensi antara kemampuan yang dimiliki seorang karyawan dengan standar yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kesenjangan tersebut berakibat terhadap penurunan produktivitas, menghambat pencapaian target dan menurunkan daya saing perusahaan di masa depan. Pelatihan memiliki fokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja, sedangkan pengembangan kompetensi bersifat jangka panjang yang bertujuan untuk mempersiapkan karyawan mengahadapi tanggungjawab dan tantangan yang lebih besar. Pelatihan dan pengembangan kompetensi memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan. Selain meningkatkan kinerja karyawan, pelatihan dan pengembangan kompetensi akan memberikan motivasi kepada setiap karyawan, meningkatkan loyalitas serta retensi karyawan, sehingga dapat menciptakan efisiensi operasional, kualitas layanan, inovasi produk, dan akhirnya memberikan keunggulan yang kompetitif. Dengan penerapan program pelatihan dan pengembangan kompetensi, diharapakan akan membantu operasional perusahaan untuk tercapainya visi, misi dan tujuan perusahaan melalui kolaborasi yang baik diantara unsur stakeholder baik karyawan maupun manajemen perusahaan.