Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI KARYAWAN PADA WORKSHOP PT MAJU BERSAMA - TANGERANG Widodo; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1557

Abstract

Sumber daya manusia merupakan aset yang menentukan keberhasilan suatu organisasi ditengah persaingan bisnis yang semakin kuat dalam dunia usaha. Untuk bertahan dan berkembang maka organisasi harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten, adaptif dan produktif. Salah satu strategi yang diterapkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja setiap individu melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan yang terencana, sistematis dan berkelanjutan. Dalam kenyataannya, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan tuntutan pasar bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan individu seorang karyawan. Hal ini akan menciptakan kesenjangan kompetensi antara kemampuan yang dimiliki seorang karyawan dengan standar yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kesenjangan tersebut berakibat terhadap penurunan produktivitas, menghambat pencapaian target dan menurunkan daya saing perusahaan di masa depan. Pelatihan memiliki fokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja, sedangkan pengembangan kompetensi bersifat jangka panjang yang bertujuan untuk mempersiapkan karyawan mengahadapi tanggungjawab dan tantangan yang lebih besar. Pelatihan dan pengembangan kompetensi memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan. Selain meningkatkan kinerja karyawan, pelatihan dan pengembangan kompetensi akan memberikan motivasi kepada setiap karyawan, meningkatkan loyalitas serta retensi karyawan, sehingga dapat menciptakan efisiensi operasional, kualitas layanan, inovasi produk, dan akhirnya memberikan keunggulan yang kompetitif. Dengan penerapan program pelatihan dan pengembangan kompetensi, diharapakan akan membantu operasional perusahaan untuk tercapainya visi, misi dan tujuan perusahaan melalui kolaborasi yang baik diantara unsur stakeholder baik karyawan maupun manajemen perusahaan.
Kesiapan Strategic Human Capital Management pada Perancangan Business Plan PT Sindopaint Aditama: Studi Dokumen Rencana Bisnis Cat Pelapis Antimikroba untuk Fasilitas Kesehatan Nurul Trisnawati; Dimas Angga Negoro; Edi Hamdi; Mira Kartika Dewi Djunaedi
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2224

Abstract

Perencanaan bisnis cat pelapis antimikroba tidak hanya membutuhkan strategi pemasaran, operasional, dan keuangan, tetapi juga kesiapan Human Capital yang mampu menjalankan proses produksi, quality control, jasa aplikator, layanan purna jual, serta keselamatan kerja. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan Strategic Human Capital Management dalam dokumen Business Plan PT Sindopaint Aditama sebagai dasar pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia pada tahap perencanaan bisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen terhadap Business Plan PT Sindopaint Aditama yang masih berada pada tahap perancangan. Analisis difokuskan pada keterkaitan strategi bisnis, khususnya market penetration, grow and build, dan diferensiasi layanan terpadu, dengan lima pilar Human Capital: workforce planning, recruitment and selection, training and development, performance management, serta compensation and benefits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Human Capital PT Sindopaint Aditama telah dirancang secara bertahap untuk mendukung kebutuhan produksi dan proyek, dengan perencanaan tenaga kerja yang meningkat dari 51 karyawan pada tahun pertama menjadi 141 karyawan pada tahun kelima. Proses rekrutmen, pelatihan teknis, pengukuran KPI, sistem kompensasi, serta budaya kerja berbasis SOP dan mutu disusun untuk memperkuat kesiapan organisasi. Penelitian menyimpulkan bahwa Human Capital berperan sebagai fondasi strategis dalam mendukung penetrasi pasar, konsistensi kualitas layanan, dan pertumbuhan bisnis cat antimikroba PT Sindopaint Aditama. Kata kunci: Strategic Human Capital Management, Human Capital, Business Plan, Cat Antimikroba, Fasilitas Kesehatan
Strategi Pemasaran B2b Cat Pelapis Antimikroba Masterguard Hygienix Pada PT Sindopaint Aditama Elis Lisnawati; Dimas Angga Negoro; Edi Hamdi; Mira Kartika Dewi Djunaedi
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2232

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pemasaran business-to-business (B2B) untuk meningkatkan penetrasi pasar Masterguard Hygienix, cat pelapis antimikroba yang ditujukan terutama bagi fasilitas kesehatan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan desain studi kasus pada PT Sindopaint Aditama. Data bersumber dari dokumen business plan perusahaan, analisis pasar, asumsi penjualan, rancangan aktivitas pemasaran, anggaran, serta proyeksi pendapatan lima tahun. Analisis dilakukan melalui kerangka Segmentation, Targeting, and Positioning (STP), NICE (Networking, Interaction, Common Interest, Experience), dan bauran pemasaran 7P. Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen prioritas adalah rumah sakit, klinik, laboratorium, dan puskesmas di Jabodetabek, kemudian diperluas ke Pulau Jawa dan wilayah nasional. Produk diposisikan sebagai cat antimikroba premium dengan harga kompetitif, didukung pengujian ISO 22196 dan ASTM G21 serta layanan terintegrasi berupa survei lokasi, penyusunan RAB, aplikasi profesional, inspeksi, garansi pemasangan, dan layanan purna jual. Implementasi strategi dilakukan melalui penjualan langsung, tender dan e-katalog LKPP, jaringan distributor, mitra aplikator, pameran industri, serta digital marketing. Anggaran pemasaran meningkat dari Rp1,15 miliar pada tahun pertama menjadi Rp5,95 miliar pada tahun kelima, sedangkan pendapatan diproyeksikan tumbuh dari Rp25,92 miliar menjadi Rp112,32 miliar. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi STP, NICE, dan 7P dapat membangun proposisi nilai yang relevan bagi pelanggan institusional dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.
ANALISIS KESIAPAN MANAJEMEN OPERASIONAL : STUDI KASUS PT SINDOPAINT ADITAMA DALAM PERANCANGAN BUSINESS PLAN CAT PELAPIS ANTIMIKROBA UNTUK FASILITAS KESEHATAN Muhammad Farhan Pradana; Dimas Angga Negoro; Edi Hamdi; Mira Kartika Dewi Djunaedi
MANAGER: Journal of Management and Administration Science Vol. 5 No. 1 (2026): MANAGER: Journal of Management and Administration Science, Agustus 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/manager.v5i1.1901

Abstract

Antimicrobial coating business planning requires operational readiness that integrates product design, manufacturing processes, supply chains, inventory, quality control, application services, and after-sales support. This study aims to analyze operational management readiness in the PT Sindopaint Aditama Business Plan as a basis for implementing the antimicrobial coating business during the planning stage. The study employs a descriptive qualitative approach using document analysis of the revised PT Sindopaint Aditama Business Plan. The analysis focuses on five components: process and capacity design, supply chain management, inventory planning and control, quality management, and operational cost and investment. The findings show that the operational flow has been designed from raw-material receiving, mixing and dispersion, tinting, filtration, filling and packaging, storage, to distribution, supported by a one-way flow, a Production Controlling System, and a Warehouse & MRP System. Planned production capacity reaches 7,280 pails per month, while production requirements increase from 8,600 pails in Year 1 to 30,341 pails in Year 5. Inventory is separated into retail and installed-project categories with a 10% buffer stock, while quality control covers incoming inspection, in-process control, final quality control, batch traceability, calibration, internal audits, nonconforming-product handling, warranties, and claim handling. The analysis indicates that the operational design provides sufficient capacity and control mechanisms to support market penetration and expansion; however, inventory data need to be synchronized, the treatment of buffer stock within production targets must be clarified, and production volumes should be periodically validated against operational-cost projections. The study concludes that operational readiness is an important foundation for consistent quality, reliable demand fulfillment, and sustainable growth of PT Sindopaint Aditama.
ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI DAN KINERJA KEUANGAN PT SINDOPAINT ADITAMA PABRIK CAT PELAPIS ANTIMIKROBA Vina Yulianita; Dimas Angga Negoro; Edi Hamdi; Mira Kartika Dewi Djunaedi
MANAGER: Journal of Management and Administration Science Vol. 5 No. 1 (2026): MANAGER: Journal of Management and Administration Science, Agustus 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/manager.v5i1.1903

Abstract

The growing need for building materials that support cleanliness and health has created opportunities for antimicrobial coating paint products, particularly in healthcare facilities and buildings with high sanitation standards. This study aims to analyze the investment feasibility and financial performance of the Master Guard Hygienix antimicrobial paint business plan developed by PT Sindopaint Aditama. The study employs a descriptive-quantitative approach using a case study method based on five-year projected financial statements contained in Chapter VIII of the business plan. Investment feasibility is analyzed using the indicators of Return on Investment (ROI), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), and Payback Period. Meanwhile, the company’s financial performance is evaluated through liquidity, solvency, and profitability ratios. The analysis results indicate that business revenue is projected to increase from IDR 25.92 billion in Year 1 to IDR 112.32 billion in Year 5. In line with this revenue growth, net profit is estimated to increase from IDR 3.60 billion to IDR 28.66 billion. With an initial investment value of IDR 14 billion and a Weighted Average Cost of Capital (WACC) of 13.97%, the project generates a positive NPV of IDR 16.56 billion and an IRR of 26.17%. The IRR value, which is higher than the WACC, indicates that the rate of return on investment is able to exceed the company’s cost of capital. The investment is estimated to be recovered within 3 years and 1 month, while ROI in Year 5 reaches 204.74%. The financial ratio analysis also indicates that the company is projected to have an adequate ability to meet short-term obligations, manage its financing structure, and generate profits during the planning period. Based on these results, the Master Guard Hygienix business plan is considered feasible to implement and has promising growth prospects as well as an attractive rate of return on investment. Nevertheless, the company still needs to monitor working capital requirements, the use of debt, the achievement of sales targets, and the alignment of actual cash flows with projections. Periodic financial evaluations are required to maintain liquidity, control investment risks, and ensure long-term business sustainability.