Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisa Faktor Internal dan Perencanaan Operasional PT Nuno Care Post Partum Depression Pusat Perawatan Pasca Melahirkan Novika Dwi Anggraini; Dimas Angga Negoro; Unggul Kustiawan; Mohamad Reza Hilmy
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i5.5865

Abstract

This study aims to identify and analyze internal factors that influence operational planning at PT Nuno Care, a postpartum care center with a focus on handling postpartum depression, understand the role of human resources, facilities, management processes, and technological capabilities in improving the effectiveness and efficiency of operational services. To develop strategic recommendations for PT Nuno Care management to improve service quality, operational effectiveness, and business sustainability of the postpartum care center. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through literature studies, interviews with staff and management, and direct observation in the center's operations. The results of the analysis revealed that human resource factors, facility availability, management processes, and technological capabilities are crucial aspects that influence the effectiveness of operational planning. This study provides strategic recommendations for improving service quality and operational efficiency that can support the success of PT Nuno Care in providing optimal postpartum care. Nuno Birth makes services easier by creating an application that is integrated with payment systems, registration, communities and patient history checking.
Teknologi Live Streaming Agency" menjadi "Kapabilitas Inti dan Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Berbasis VRIO pada Live Streaming Agency PT Check Out Time (COT) Brian Kalti Pranata; Edi Hamdi; Dimas Angga Negoro; Muhammad Dhafi Iskandar
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i6.6491

Abstract

This study aims to analyze PT COT's internal factors by identifying its strengths and weaknesses, as well as evaluating its resources and capabilities using a SWOT analysis and the VRIO framework. The research method used was a descriptive qualitative case study approach, with data collected through interviews, observations, and documentation studies. The results indicate that PT COT possesses key strengths in the form of high-quality studios and production equipment, data analytics technology (BICOT), a competent production team, a relevant KOL network, pricing flexibility, content creativity, and strategic partnerships with major brands. However, its weaknesses include limited access to marketplace platforms and low brand awareness. Therefore, the recommended strategy is to strengthen digital marketing to increase brand visibility, expand business partnerships, and continue investing in technology and human resource development. This study confirms that PT COT has a strong internal foundation to compete in the e-commerce live streaming industry, but further optimization is needed to build a sustainable competitive advantage.
Kesiapan Strategic Human Capital Pada Perancangan Business Plan B-Flesa: Studi Dokumen Rencana Bisnis Tahap Awal Louise Vincent; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2163

Abstract

Business Plan tidak hanya berperan sebagai pedoman dalam merancang strategi bisnis, tetapi juga menjadi dasar dalam merencanakan pengelolaan sumber daya manusia yang mendukung pertumbuhan startup. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Strategic Human Capital Management diterapkan dalam Business Plan B-FLESA untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia sejak tahap perencanaan bisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen terhadap Business Plan B-FLESA. Analisis dilakukan dengan mengkaji keterkaitan antara strategi bisnis dan strategi Human Capital yang meliputi workforce planning, recruitment and selection, training and development, performance management, serta compensation and benefits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aspek Human Capital telah dirancang selaras dengan arah strategi bisnis sehingga mampu mendukung kebutuhan organisasi pada tahap pengembangan startup. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi bisnis dan strategi Human Capital menjadi landasan penting dalam penyusunan Business Plan yang mendukung pengembangan startup. Kata kunci: Strategic Human Capital Management, Business Plan, Human Capital, Business Strategy, Startup
Strategi Operasional B-FLESA: Menjaga Konsistensi Quality dan Cold Chain Dalam Scale-Up Produk Fermentasi Chrysnawati Yuel Parinding; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2164

Abstract

Penelitian ini merumuskan desain operasional B-FLESA, bisnis pangan fungsional berbasis fermentasi dengan empat kelompok produk yaitu yoghurt, susu kefir, kombucha, dan snack bar. Dengan strategi focused differentiation dan product development, desain operasi dibangun untuk menjamin keamanan pangan, konsistensi mutu antarbatch, serta viabilitas kultur mikroba fungsional hingga ke tangan konsumen. Pemisahan jalur produksi untuk produk cair dan produk kering diintegrasikan melalui perencanaan permintaan, SOP, ketertelusuran batch, dan pengendalian parameter kritis suhu, pH, waktu, dan sanitasi sesuai prinsip ISO 22000:2018 dan HACCP. Target tahun pertama adalah 116.000 unit dengan sistem rolling schedule, FEFO, dan cold chain yang andal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keunggulan B-FLESA tidak hanya terletak pada narasi kesehatan, melainkan pada disiplin sistem operasional end-to-end yang memungkinkan scale-up bertahap tanpa mengorbankan mutu, sehingga proposisi nilai produk fermentasi yang ilmiah, konsisten, dan mudah diakses dapat diwujudkan secara operasional. Kata Kunci: Pangan Fungsional, Fermentasi, Desain Operasional, Keamanan Pangan, ISO 22000, HACCP, Konsistensi Mutu, Cold Chain, B-FLESA
Pengembangan Strategi Pemasaran Berbasis STP, Marketing Mix 4P, dan NICE Framework untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis Functional Food B-FLESA Anisa Miranti; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2166

Abstract

Perkembangan industri functional food global dan nasional menunjukkan tren peningkatan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran B-FLESA sebagai perusahaan premium functional food berbasis fermentasi dengan pendekatan Customer Value Proposition, Segmentation, Targeting, Positioning (STP), Marketing Mix 4P, dan strategi Focus Differentiation. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi NICE Framework yaitu Networking, Interaction, Common Interest, dan Experience sebagai strategi Relationship Marketing untuk memperkuat customer engagement dan loyalitas pelanggan. Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen utama B-FLESA adalah konsumen berusia di atas 40 tahun, kelas menengah atas, health-conscious di wilayah urban dengan perilaku preventive health. B-FLESA memposisikan diri sebagai premium functional food melalui inovasi produk berbasis riset ilmiah, formulasi rendah gula, kandungan probiotik terstandarisasi, dan slogan "Healthier Tomorrow". Strategi Marketing Mix diimplementasikan melalui pengembangan produk diferensiatif, value-based pricing, distribusi omnichannel, serta promosi Integrated Marketing Communication berbasis edukasi. Implementasi NICE Framework terbukti mampu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui kemitraan strategis, komunikasi dua arah, kesamaan visi kesehatan, dan penciptaan pengalaman konsumsi yang positif. Dengan demikian, integrasi seluruh strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, trial, repeat purchase, dan mendukung pertumbuhan bisnis B-FLESA secara berkelanjutan. Kata Kunci: Functional Food, Fermentasi, Strategi Pemasaran, Customer Value Proposition, STP, Marketing Mix 4P, Focus Differentiation, NICE Framework, Relationship Marketing, B-FLESA.
Integrasi Strategic Group Model dan Enterprise Risk Management dalam Mendukung Keunggulan Bersaing pada Industri Pangan Fungsional: Studi Kasus B-FLESA Ririn Khoerunnisa; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2167

Abstract

Industri pangan fungsional mengalami pertumbuhan signifikan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif. Namun, tingginya risiko operasional pada produk fermentasi menuntut perusahaan untuk memiliki strategi bisnis yang kompetitif sekaligus sistem manajemen risiko yang terintegrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan bisnis B-FLESA melalui pemetaan posisi kompetitif menggunakan Strategic Group Model dan mengevaluasi penerapan Enterprise Risk Management berdasarkan ISO 31000:2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus pada B-FLESA, perusahaan pangan fungsional berbasis fermentasi dengan produk yoghurt, kefir, kombucha, dan snack bar. Data primer diperoleh dari Business Plan B-FLESA, sedangkan data sekunder berasal dari literatur, laporan industri, dan standar ISO 31000:2018. Analisis dilakukan melalui pemetaan posisi kompetitif berdasarkan dimensi diferensiasi produk dan cakupan pasar, serta identifikasi, analisis, evaluasi, dan mitigasi risiko.Hasil penelitian menunjukkan bahwa B-FLESA berada pada kelompok focused differentiation dengan keunggulan pada inovasi produk, bahan alami, kandungan probiotik terstandarisasi, dan edukasi kesehatan. Risiko prioritas tertinggi adalah kegagalan fermentasi dan produk basi sebelum kedaluwarsa yang berdampak pada kualitas dan reputasi merek. Strategi mitigasi difokuskan pada pengendalian mutu, monitoring cold chain, SOP, dan kepatuhan regulasi. Integrasi antara Strategic Group Model dan Enterprise Risk Management menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif hanya dapat dipertahankan apabila didukung oleh pengelolaan risiko yang sistematis. Dengan demikian, pendekatan terintegrasi ini dapat meningkatkan daya saing dan ketahanan bisnis B-FLESA secara berkelanjutan. Kata Kunci: Pangan Fungsional, Fermentasi, Strategic Group Model, Focus Differentiation, Enterprise Risk Management, ISO 31000:2018, Manajemen Risiko, B-FLESA
EVALUASI KINERJA KEUANGAN DAN KELAYAKAN BISNIS MANUFAKTUR REFRAKTORI LOKAL: STUDI KASUS PT VARDHANA INTI PRATAMA Willi; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1546

Abstract

Industri refraktori memegang peranan krusial dalam mendukung sektor bersuhu tinggi seperti semen, smelter, dan pembangkit listrik di Indonesia. Tingginya angka ketergantungan impor material refraktori membuka peluang strategis bagi produsen lokal untuk melakukan substitusi impor. Penelitian ini mengevaluasi kinerja keuangan dan kelayakan bisnis pada rencana pendirian PT Vardhana Inti Pratama (VIP), sebuah perusahaan manufaktur Plastic Ramming Refractory. Analisis dilakukan melalui evaluasi struktur modal awal sebesar Rp 27.000.000.000, proyeksi pengeluaran modal (Capital Expenditure) sebesar Rp 5.378.479.943, serta estimasi arus pendapatan selama periode operasional lima tahun. Evaluasi kelayakan diukur menggunakan kerangka perencanaan investasi yang mencakup Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), serta analisis rasio keuangan. Hasil proyeksi menunjukkan tren pertumbuhan pendapatan yang sangat signifikan, dimulai dari Rp 50.160.000.000 pada tahun pertama hingga mencapai Rp 126.000.000.000 pada tahun kelima, yang mengindikasikan prospek kelayakan finansial dan struktur permodalan yang kuat bagi PT VIP.
MANAJEMEN RISIKO PT VARDHANA INTI PRATAMA BERBASIS ISO 31000:2018 UNTUK MENDUKUNG DAYA SAING INDUSTRI REFRAKTORI DALAM NEGERI Suphita Yasoladdha Widjaja; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1547

Abstract

Industri refraktori memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan sektor strategis seperti semen, smelter, pembangkit listrik, metalurgi, petrokimia, dan kaca. Namun, kemampuan produksi dalam negeri yang belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan nasional menyebabkan ketergantungan pada produk impor, sehingga meningkatkan kerentanan terhadap fluktuasi harga, gangguan pasokan, dan tekanan daya saing. Penelitian ini bertujuan menyusun perencanaan manajemen risiko PT Vardhana Inti Pratama (PT VIP) sebagai perusahaan mixing plant plastic ramming refractory berbasis ISO 31000:2018. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis semi-kuantitatif melalui tahapan identifikasi, analisis, evaluasi, dan perlakuan risiko. Data diperoleh dari studi dokumen, hasil wawancara, dan penilaian risiko perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 35 risiko yang terdiri atas 16 risiko internal dan 19 risiko eksternal pada fungsi marketing, operational, human resources, dan finance. Risiko inheren tertinggi terdapat pada ketidakkonsistenan kualitas bahan baku dan proses (R5), downtime mesin dan kegagalan peralatan kritis (R6), serta ketidakseimbangan arus kas proyek (R13), masing-masing dengan skor 20. Pada sisi eksternal, risiko dominan meliputi penurunan permintaan industri pengguna (R17), penundaan proyek pelanggan (R18), masuknya produk impor berharga lebih rendah (R19), fluktuasi harga bahan baku (R22), kelangkaan tenaga kerja terampil (R27), fluktuasi nilai tukar (R32), dan keterlambatan pembayaran pelanggan (R35), masing-masing dengan skor 16. Hasil ini menunjukkan bahwa stabilitas operasional, daya saing pasar, dan ketahanan keuangan merupakan area paling kritis bagi perusahaan. Penerapan manajemen risiko berbasis ISO 31000:2018 diharapkan mampu menurunkan tingkat eksposur risiko, memperkuat tata kelola perusahaan, dan mendukung keberlanjutan industri refraktori nasional.
PERANCANGAN MARKETING PLAN PRODUK PLASTIC RAMMING REFRAKTORI PADA PT VARDHANA INTI PRATAMA Ahmad Nurpuad; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1548

Abstract

Perencanaan Bisnis PT Vardhana Inti Pratama (PT VIP) dirancang sebagai panduan strategis pendirian pabrik pencampuran (mixing plant) material refraktori monolitik berbasis teknologi plastik (V-RAM) untuk memenuhi kebutuhan industri bersuhu tinggi di Indonesia. Tingginya ketergantungan impor refraktori nasional (mencapai 64,8% pada tahun 2023) di tengah masifnya program hilirisasi mineral dan pembangunan infrastruktur energi menciptakan urgensi penguatan industri domestik. Melalui pendekatan input-matching-decision, penelitian ini memformulasikan arah strategis perusahaan menggunakan EFE, IFE, SWOT, IE Matrix, QSPM, dan Porter’s Generic Strategy. Rencana pemasaran difokuskan pada strategi penetrasi awal di industri semen domestik dan ekspansi gradual ke sektor smelter serta pembangkit listrik melalui optimalisasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Hasil analisis menunjukkan model bisnis PT Vardhana Inti Pratama memiliki keunggulan kompetitif struktural dan prospek finansial yang kokoh untuk mendukung kemandirian rantai pasok nasional.
ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN KEKUATAN KOMPETITIF PADA INDUSTRI CUSTOMIZE FURNITURE Tanti Suteja; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1549

Abstract

Industri customize furniture di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk furnitur yang sesuai dengan karakteristik ruang, gaya hidup, dan preferensi individu. Perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumen, serta dukungan pemerintah terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut mendorong perkembangan industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor eksternal yang memengaruhi industri customize furniture serta mengidentifikasi tingkat persaingan industri menggunakan pendekatan PEST (Political, Economic, Social, Technological) dan Porter’s Five Forces. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan pemerintah, regulasi, publikasi industri, serta hasil survei terhadap konsumen potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi memberikan peluang yang signifikan bagi pertumbuhan industri customize furniture. Di sisi lain, industri juga menghadapi ancaman berupa meningkatnya persaingan, perubahan tren konsumen, fluktuasi ekonomi, dan munculnya produk substitusi. Analisis Porter’s Five Forces menunjukkan bahwa tingkat ancaman pendatang baru berada pada kategori sedang, sedangkan ancaman produk substitusi berada pada kategori sedang cenderung rendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi diferensiasi melalui inovasi desain, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing industri customize furniture di Indonesia.