Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL DAN KEKUATAN KOMPETITIF PADA INDUSTRI CUSTOMIZE FURNITURE Tanti Suteja; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1549

Abstract

Industri customize furniture di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap produk furnitur yang sesuai dengan karakteristik ruang, gaya hidup, dan preferensi individu. Perkembangan teknologi digital, perubahan perilaku konsumen, serta dukungan pemerintah terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut mendorong perkembangan industri ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor eksternal yang memengaruhi industri customize furniture serta mengidentifikasi tingkat persaingan industri menggunakan pendekatan PEST (Political, Economic, Social, Technological) dan Porter’s Five Forces. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder dari laporan pemerintah, regulasi, publikasi industri, serta hasil survei terhadap konsumen potensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor politik, ekonomi, sosial, dan teknologi memberikan peluang yang signifikan bagi pertumbuhan industri customize furniture. Di sisi lain, industri juga menghadapi ancaman berupa meningkatnya persaingan, perubahan tren konsumen, fluktuasi ekonomi, dan munculnya produk substitusi. Analisis Porter’s Five Forces menunjukkan bahwa tingkat ancaman pendatang baru berada pada kategori sedang, sedangkan ancaman produk substitusi berada pada kategori sedang cenderung rendah. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi diferensiasi melalui inovasi desain, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam mempertahankan daya saing industri customize furniture di Indonesia.
PENERAPAN SISTEM PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI KARYAWAN PADA WORKSHOP PT MAJU BERSAMA - TANGERANG Widodo; Dimas Angga Negoro
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1557

Abstract

Sumber daya manusia merupakan aset yang menentukan keberhasilan suatu organisasi ditengah persaingan bisnis yang semakin kuat dalam dunia usaha. Untuk bertahan dan berkembang maka organisasi harus memiliki sumber daya manusia yang kompeten, adaptif dan produktif. Salah satu strategi yang diterapkan oleh perusahaan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan, maupun sikap kerja setiap individu melalui program pelatihan dan pengembangan kompetensi karyawan yang terencana, sistematis dan berkelanjutan. Dalam kenyataannya, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan tuntutan pasar bergerak jauh lebih cepat dibanding kemampuan individu seorang karyawan. Hal ini akan menciptakan kesenjangan kompetensi antara kemampuan yang dimiliki seorang karyawan dengan standar yang dibutuhkan oleh perusahaan. Kesenjangan tersebut berakibat terhadap penurunan produktivitas, menghambat pencapaian target dan menurunkan daya saing perusahaan di masa depan. Pelatihan memiliki fokus pada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja, sedangkan pengembangan kompetensi bersifat jangka panjang yang bertujuan untuk mempersiapkan karyawan mengahadapi tanggungjawab dan tantangan yang lebih besar. Pelatihan dan pengembangan kompetensi memiliki dampak yang signifikan terhadap perubahan. Selain meningkatkan kinerja karyawan, pelatihan dan pengembangan kompetensi akan memberikan motivasi kepada setiap karyawan, meningkatkan loyalitas serta retensi karyawan, sehingga dapat menciptakan efisiensi operasional, kualitas layanan, inovasi produk, dan akhirnya memberikan keunggulan yang kompetitif. Dengan penerapan program pelatihan dan pengembangan kompetensi, diharapakan akan membantu operasional perusahaan untuk tercapainya visi, misi dan tujuan perusahaan melalui kolaborasi yang baik diantara unsur stakeholder baik karyawan maupun manajemen perusahaan.
Perencanaan Pemasaran dan Manajemen Risiko Bisnis Pengolahan Garam Industri Berkualitas dengan Berbasis Implementasi Teknologi Nadia Widni Putri; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Dimas Angga Negoro; Endang Ruswanti
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i3.5371

Abstract

PT Ladang Garam Nasional (PT LGN) aims to be a pioneer in the caustic soda salt industry in Indonesia by utilizing modern technology to meet the needs of the national chemical industry. This project is driven by Indonesia's dependence on industrial salt imports, especially for the chemical sector, which reaches more than 3 million tons per year. With the establishment of a factory in Tegal, Central Java, PT LGN will produce high-quality salt with a NaCl content of ≥99% through Fluidized Bed Dryer (FBD) technology and apply the principles of Good Manufacturing Practice (GMP). The global industrial salt market is projected to grow by 2.4% per year. PT LGN takes advantage of this opportunity by offering products that meet the specific needs of the caustic soda industry. The results of the study show that the adoption of technology in the production and distribution process can increase the added value of products and reduce operational risks significantly. Marketing strategies that focus on product diversification and market penetration have also proven effective in expanding consumer reach. This study contributes to the development of a sustainable business model in the industrial salt processing sector.
Implementasi Teknologi Flaudized Bed Cover (FBD) dan Perencanaan Human Capital untuk Peningkatan Kualitas Garam Indonesia di PT. Ladang Garam Indonesia Muhammad Iqbal Ramadhan; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Dimas Angga Negoro; Endang Ruswanti
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i4.5688

Abstract

PT Ladang Garam Nasional (PT LGN) aims to be a pioneer in the caustic soda salt industry in Indonesia by utilizing modern technology to meet the needs of the national chemical industry. This project is driven by Indonesia's dependence on industrial salt imports, especially for the chemical sector, which reaches more than 3 million tons per year. With the establishment of a factory in Tegal, Central Java, PT LGN will produce high-quality salt with a NaCl content of ≥99% through Fluidized Bed Dryer (FBD) technology and apply the principles of Good Manufacturing Practice (GMP). The global industrial salt market is projected to grow by 2.4% per year. PT LGN takes advantage of this opportunity by offering products that meet the specific needs of the caustic soda industry. This project will also support the government's program for salt self-sufficiency, create jobs, and reduce imports. The method used in this study is a qualitative approach with case studies on several industrial salt processing companies that have adopted advanced technology. The results of the study indicate that mature internal planning, including supply chain management, production management, and quality control, is very important in increasing the competitiveness of the salt industry. This study provides recommendations for salt processing companies to maximize the potential of technology in supporting business planning and HR management, as well as increasing global market competitiveness.
Analisa Faktor Eksternal pada Perencanaan Aplikasi Jasa Titip Barang Diki Ihwan Mulhaedi; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Dimas Angga Negoro; Suwarto Suwarto
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i5.5858

Abstract

This study aims to analyze external factors that influence the planning of a personal shopping service application, a service that is increasingly in demand in today's digital era. External factors such as market conditions, industry competition, government regulations, and technological developments are important variables that need to be considered in the development of this application in order to meet consumer needs and compete effectively. The research method uses a qualitative descriptive approach with data collection through literature studies, expert interviews, and market observations. Data analysis was carried out thematically with a focus on identifying and evaluating the influence of these external factors on application development planning. The results of the analysis show that changes in local and global regulations, trends in digital consumer behavior, and advances in communication technology have a significant impact on the planning strategy of personal shopping service applications. This study provides practical recommendations for application developers to anticipate external dynamics and increase the competitiveness of their products in the market. In terms of external strategy, the PEST (Political, Economic, Social and Technology) analysis shows that technological developments and the growth of e-commerce in Indonesia provide great opportunities for Titip.in to grow.
Analisa Faktor Internal dan Perencanaan Operasional PT Nuno Care Post Partum Depression Pusat Perawatan Pasca Melahirkan Novika Dwi Anggraini; Dimas Angga Negoro; Unggul Kustiawan; Mohamad Reza Hilmy
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 5 (2025): Oktober 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i5.5865

Abstract

This study aims to identify and analyze internal factors that influence operational planning at PT Nuno Care, a postpartum care center with a focus on handling postpartum depression, understand the role of human resources, facilities, management processes, and technological capabilities in improving the effectiveness and efficiency of operational services. To develop strategic recommendations for PT Nuno Care management to improve service quality, operational effectiveness, and business sustainability of the postpartum care center. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through literature studies, interviews with staff and management, and direct observation in the center's operations. The results of the analysis revealed that human resource factors, facility availability, management processes, and technological capabilities are crucial aspects that influence the effectiveness of operational planning. This study provides strategic recommendations for improving service quality and operational efficiency that can support the success of PT Nuno Care in providing optimal postpartum care. Nuno Birth makes services easier by creating an application that is integrated with payment systems, registration, communities and patient history checking.
Teknologi Live Streaming Agency" menjadi "Kapabilitas Inti dan Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Berbasis VRIO pada Live Streaming Agency PT Check Out Time (COT) Brian Kalti Pranata; Edi Hamdi; Dimas Angga Negoro; Muhammad Dhafi Iskandar
INSOLOGI: Jurnal Sains dan Teknologi Vol. 4 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/insologi.v4i6.6491

Abstract

This study aims to analyze PT COT's internal factors by identifying its strengths and weaknesses, as well as evaluating its resources and capabilities using a SWOT analysis and the VRIO framework. The research method used was a descriptive qualitative case study approach, with data collected through interviews, observations, and documentation studies. The results indicate that PT COT possesses key strengths in the form of high-quality studios and production equipment, data analytics technology (BICOT), a competent production team, a relevant KOL network, pricing flexibility, content creativity, and strategic partnerships with major brands. However, its weaknesses include limited access to marketplace platforms and low brand awareness. Therefore, the recommended strategy is to strengthen digital marketing to increase brand visibility, expand business partnerships, and continue investing in technology and human resource development. This study confirms that PT COT has a strong internal foundation to compete in the e-commerce live streaming industry, but further optimization is needed to build a sustainable competitive advantage.
Kesiapan Strategic Human Capital Pada Perancangan Business Plan B-Flesa: Studi Dokumen Rencana Bisnis Tahap Awal Louise Vincent; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2163

Abstract

Business Plan tidak hanya berperan sebagai pedoman dalam merancang strategi bisnis, tetapi juga menjadi dasar dalam merencanakan pengelolaan sumber daya manusia yang mendukung pertumbuhan startup. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Strategic Human Capital Management diterapkan dalam Business Plan B-FLESA untuk mendukung kebutuhan sumber daya manusia sejak tahap perencanaan bisnis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis dokumen terhadap Business Plan B-FLESA. Analisis dilakukan dengan mengkaji keterkaitan antara strategi bisnis dan strategi Human Capital yang meliputi workforce planning, recruitment and selection, training and development, performance management, serta compensation and benefits. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap aspek Human Capital telah dirancang selaras dengan arah strategi bisnis sehingga mampu mendukung kebutuhan organisasi pada tahap pengembangan startup. Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi bisnis dan strategi Human Capital menjadi landasan penting dalam penyusunan Business Plan yang mendukung pengembangan startup. Kata kunci: Strategic Human Capital Management, Business Plan, Human Capital, Business Strategy, Startup
Strategi Operasional B-FLESA: Menjaga Konsistensi Quality dan Cold Chain Dalam Scale-Up Produk Fermentasi Chrysnawati Yuel Parinding; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2164

Abstract

Penelitian ini merumuskan desain operasional B-FLESA, bisnis pangan fungsional berbasis fermentasi dengan empat kelompok produk yaitu yoghurt, susu kefir, kombucha, dan snack bar. Dengan strategi focused differentiation dan product development, desain operasi dibangun untuk menjamin keamanan pangan, konsistensi mutu antarbatch, serta viabilitas kultur mikroba fungsional hingga ke tangan konsumen. Pemisahan jalur produksi untuk produk cair dan produk kering diintegrasikan melalui perencanaan permintaan, SOP, ketertelusuran batch, dan pengendalian parameter kritis suhu, pH, waktu, dan sanitasi sesuai prinsip ISO 22000:2018 dan HACCP. Target tahun pertama adalah 116.000 unit dengan sistem rolling schedule, FEFO, dan cold chain yang andal. Hasil kajian menunjukkan bahwa keunggulan B-FLESA tidak hanya terletak pada narasi kesehatan, melainkan pada disiplin sistem operasional end-to-end yang memungkinkan scale-up bertahap tanpa mengorbankan mutu, sehingga proposisi nilai produk fermentasi yang ilmiah, konsisten, dan mudah diakses dapat diwujudkan secara operasional. Kata Kunci: Pangan Fungsional, Fermentasi, Desain Operasional, Keamanan Pangan, ISO 22000, HACCP, Konsistensi Mutu, Cold Chain, B-FLESA
Pengembangan Strategi Pemasaran Berbasis STP, Marketing Mix 4P, dan NICE Framework untuk Mendukung Pertumbuhan Bisnis Functional Food B-FLESA Anisa Miranti; Dimas Angga Negoro; Tantri Yanuar Rahmat Syah; Jul Aidil Fadli
Benefit: Journal of Bussiness, Economics, and Finance Vol. 4 No. 5 (2026): BENEFIT: Journal Of Business, Economics, and Finance
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Publikasi Ilmiah (lppi) Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/benefit.v4i5.2166

Abstract

Perkembangan industri functional food global dan nasional menunjukkan tren peningkatan yang signifikan seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan preventif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran B-FLESA sebagai perusahaan premium functional food berbasis fermentasi dengan pendekatan Customer Value Proposition, Segmentation, Targeting, Positioning (STP), Marketing Mix 4P, dan strategi Focus Differentiation. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi NICE Framework yaitu Networking, Interaction, Common Interest, dan Experience sebagai strategi Relationship Marketing untuk memperkuat customer engagement dan loyalitas pelanggan. Hasil analisis menunjukkan bahwa segmen utama B-FLESA adalah konsumen berusia di atas 40 tahun, kelas menengah atas, health-conscious di wilayah urban dengan perilaku preventive health. B-FLESA memposisikan diri sebagai premium functional food melalui inovasi produk berbasis riset ilmiah, formulasi rendah gula, kandungan probiotik terstandarisasi, dan slogan "Healthier Tomorrow". Strategi Marketing Mix diimplementasikan melalui pengembangan produk diferensiatif, value-based pricing, distribusi omnichannel, serta promosi Integrated Marketing Communication berbasis edukasi. Implementasi NICE Framework terbukti mampu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan melalui kemitraan strategis, komunikasi dua arah, kesamaan visi kesehatan, dan penciptaan pengalaman konsumsi yang positif. Dengan demikian, integrasi seluruh strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan brand awareness, trial, repeat purchase, dan mendukung pertumbuhan bisnis B-FLESA secara berkelanjutan. Kata Kunci: Functional Food, Fermentasi, Strategi Pemasaran, Customer Value Proposition, STP, Marketing Mix 4P, Focus Differentiation, NICE Framework, Relationship Marketing, B-FLESA.