Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

IMPLEMENTASI SENAM PENGUIN SEBAGAI KEGIATAN OLAHRAGA RUTIN SANTRI PONPES SABILUNAJAT Dadang Herdiansyah; Noor Latifah; Oswin Yohsa Ibarahim
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.1.1.7-10

Abstract

Aktivitas fisik pada remaja, termasuk siswa, bermanfaat dalam meningkatkan status kesehatan dan meningkatkan pendapatan yang dapat mendukung produktivitas dan konsentrasi dalam pembelajaran. Selain itu, mencegah kanker kardiovaskular, diabetes, kanker usus besar dan kanker payudara dan depresi. aktivitas fisik memiliki tubuh dan tinggi yang panjang. Aktivitas fisik dapat berupa berlari, melompat dan melakukan latihan yang memiliki efek efektif pada peningkatan tulang. Anggota Pengabdian Masyarakat Ini untuk melihat dari pelaksanaan Senam Pingun pada siswa di Madrasah Sabilunnajat Ciamis Jawa Barat yang memiliki jadwal yang sangat baik untuk meningkatkan perlindungan otot. Latihan ini dilakukan ketika siswa melakukan olahraga rutin yang dilakukan oleh beberapa siswa untuk menemani mereka. Metode yang digunakan adalah menggunakan video senam penguin dengan durasi 3 menit dan diulang dua kali. Hasil yang diperoleh dari penerapan senam penguin adalah siswa baru yang disetujui yang berada dalam gerakan seperti ini yang unik dan tidak dikeluarkan. Semoga senam penguin ini bisa diterapkan oleh siswa dan pesantren.---Physical activity in adolescents, including students, is beneficial in improving health status and increasing income that can support productivity and concentration in learning. In addition, it prevents cardiovascular cancer, diabetes, colon cancer and breast cancer and depression. physical activity has a long body and height. Physical activity can take the form of running, jumping and doing exercises that have an effective effect on bone enhancement. Members of Community Service This is to see from the implementation of pingun gymnastics at students in the Madrasah Sabilunnajat Ciamis West Java who have an excellent schedule for improving muscle protection. This exercise is done when students do routine sports conducted by several students to accompany them. The method used is to use video penguin gymnastics with a duration of 3 minutes and repeated twice. The results obtained from the implementation of the penguin gymnastics are the new approved santri who are in movements like this that are unique and not issued. Hopefully this penguin gymnastics can be applied by students and Islamic boarding schools
EDUKASI KESEHATAN DIABETES MELLITUS DI RW.004 KELURAHAN BENDA BARU KOTA TANGERANG SELATAN Noor Latifah; Dadang Herdiansyah; Annisa Aulia Nasyithoh
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/assyifa.1.1.23-27

Abstract

Penyakit Diabetes Mellitus (DM) merupakan salah satu penyakit PTM penyebab kematian utama di Indonesia. Jika dibandingkan dengan tahun 2013, prevalensi Diabetes Mellitus berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia ≥ 15 tahun  hasil Riskesdas 2018 meningkat 2%. Pada tahun 2018 berdasarkan data Puskesmas Benda Baru diketahui bahwa penyakit Diabetes Mellitus merupakan peringkat kedua dari 10 besar penyakit yang diderita oleh warga di sekitar kelurahan Benda Baru. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan warga pada usia> 15 tahun mengenai penyakit Diabetes Mellitus melalui penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah ceramah dan diskusi, selain itu untuk melihat peningkatan pengetahuan warga dilakukan pre dan post test serta hasilnya akan dianalisis dengan uji t-dependent. Penyuluhan kesehatan dilakukan pada tanggal 09 Februari 2020 dengan sasarannya adalah warga RW 004 Kelurahan Benda Baru. Pada kegiatan penyuluhan kesehatan diperoleh hasil yaitu meningkatnya pengetahuan warga secara signifikan dalam mencegah Diabetes Mellitus dan mengendalikan gula darah. Selain penyuluhan kesehatan, dilakukan pengenalan media untuk mengontrol GGL (Gula, Garam, dan Lemak) berupa kalender KLG2 (Kontrol Lemak, Gula, dan Garam) dan kegiatan olahraga berupa senam aerobic. Pelayanan kesehatan yaitu Puskesmas Benda Baru diharapkan untuk aktif dalam memberikan edukasi secara berkala mengenai Diabetes Mellitus dan aktif menggerakkan program kesehatan lainnya bersama masyarakat untuk mencegah Diabetes Mellitus dan mengendalikan gula darah.---iabetes  Mellitus  (DM)  is  a  non-communicable  disease  which  is  the  main  cause  of  death  in Indonesia. When compared with 2013, the prevalence of Diabetes Mellitus based on the diagnosis of doctors  in  the  population  aged ≥15  years  the  results  of  Riskesdas  2018  increased  by  2%.  In  2018, based on data from Benda Baru Public Health Center, it was found that Diabetes Mellituswas ranked second  out  of  the  top  10  diseases  suffered  by  residents  around  Benda  Baru  village.  The  purpose  of Community Service activities is to increase the knowledge of citizens aged> 15 years about Diabetes Mellitus  through  health  education.The  method  used  in  counseling  is  lectures  and  discussions,  in addition to seeing an increase in citizen knowledge carried out pre and post test and the results will be  analyzed  by  t-dependent  test.  Health  education  was  carried  out  on  February  9,  2020  with  the target  being  RW  004  residents  of  Benda  Baru  Village.  In  the  health  counseling  activity,  the  results obtained  were  significantly  increased  knowledge  of  citizens  in  preventing  diabetes  and  controlling blood  sugar.  In  addition  to  health  education,  media  are  introduced  to  control  SSF  (Sugar,  Salt  and Fat) in the form of the FS2C calendar (Fat, Sugar and Salt Control) and sports activities in the form of  aerobics.Health  services  namely  the  Benda  Baru  Health  Center  are  expected  to  be  active  in providing  regular  education  about  Diabetes  Mellitus  and  actively  activating  other  health  programs with the community to prevent Diabetes Mellitus and control blood sugar.
GAMBARAN SISTEM PELAKSANAAN PENERAPAN MEDIA PROMOSI KESEHATAN DI RS MUHAMMADIYAH TAMAN PURING TAHUN 2019 Fanny Shafitri; Noor Latifah A; Fini Fajrini; Suherman Suherman; Dihartawan Dihartawan; Aragar Putri
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol 1, No 2 (2021): Annur:Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/an-nur, 1, 2, 185 - 200

Abstract

Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan di RS Muhammadiyah Taman Puring masih belum optimal, hal ini berdampak pada pasien atau pengunjung di rumah sakit kekurangan informasi mengenai kesehatan. Pentingnya media informasi sebagai alat untuk merubah pola fikir pasien atau pengunjung untuk berperilaku hidup sehat, maka perlu sebuah strategi dan inovasi dalam pelaksanaan media promosi kesehatan di RS Muhammadiyah Taman Puring. Tujuan penelitian adalah diketahuinya gambaran sistem pelaksanaan penerapan media promosi kesehatan dalam kegiatan Promosi kesehatan di RS Muhammadiyah Taman Puring Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif dan desain penelitian yang digunakan yaitu desain studi deskriptif observasional dengan melakukan wawancara mendalam (indepth interview), observasi langsung dengan pengisian checklist dan dokumetasi berupa foto serta telaah dokumen. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa hampir Seluruh ruangan di RS Muhamadiyah Taman Puring sudah tersedia media PKRS berupa leaflet, poster, banner dan TV Hospital dan di tempatkan di ruang Costumer Service, poliklinik, di ruang pelayanan fisioterapi, Bliing Rawat Inap, Mading Lorong menuju RS dan di ruang tunggu pasien. Namun tidak tersedianya media promosi kesehatan di ruang pendaftaran, di ruang laboratorium, di ruang rontgen dan di ruang obat/ apotik. Adanya komitmen direksi, unit PKRS, dana, lokasi media PKRS, tersedianya sarana dan peralatan, kegiatan pemasangan media PKRS, kondisi media PKRS dan media PKRS di RS Muhamamdiyah Taman Puring sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 004 tahun 2012. Perlu adanya ruang tersendiri bagi media PKRS di RS Muhammadiyah Taman Puring khususnya untuk ruang pendaftaran, laboratorium, rontgen dan ruang obat atau apotik.
HUBUNGAN ANTARA STRES KERJA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DAN OJEK PANGKALAN DI KOTA BEKASI TAHUN 2017 Novia Nurwidhiana; S.R. Tri Handari; Noor Latifah
ENVIRONMENTAL OCCUPATIONAL HEALTH AND SAFETY JOURNAL Vol 1, No 1 (2020): EOHSJ
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/eohjs.1.1.29-38

Abstract

Secara nasional 25,8% penduduk Indonesia menderita penyakit hipertensi. Jawa Barat menempati posisi ke-empat tertinggi dengan persentase 29,4% mengalami hipertensi yaitu sebanyak 13.612.359 jiwa menderita hipertensi. Untuk provinsi Jawa Barat prevalensi penderita hipertensi di Kota Bekasi 29.2%.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dan faktor lain dengan kejadian hipertensi pada pengemudi ojek di Kota Bekasi tahun 2017.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengemudi ojek yang ada di Bekasi. Jumlah responden sebanyak 192 orang, yang terdiri dari 96 orang pengemudi ojek online dan 96 pengemudi ojek pangkalan, dengan teknik accidental sampling dan dianalisis menggunakan Uji Chi-Square (X²).Penelitian menunjukkan responden yang megalami hipertensi adalah pengemudi ojek pangkalan (36.5%) dan ojek online (21.9%). Uji analisis univariat dengan distribusi variabel independen usia, riwayat keluarga, status gizi, pekerjaan, pendapatan, merokok, frekuensi konsumsi makanan pemicu hipertensi, kopi, aktivitas fisik dan stres. Berdasarkan analisis bivariat, terdapat variabel yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi yaitu variabel stres kerja (p=0,000, OR=18,3) usia (p=0,000, OR=4,2), pendapatan (p=0,035, OR=2,094), konsumsi makanan pemicu hipertensi (p=0,021, OR=0,154 dan 0,157) dan konsumsi kopi (p=0.035, 2.094). Variabel yang tidak berhubungan dengan hipertensi adalah riwayat keluarga, merokok dan olahraga.Stres kerja menunjukkan adanya hubungan dengan kejadian hipertensi pada pengemudi ojek di Kota Bekasi tahun 2017.Pengemudi ojek diharapkan memeriksa kesehatannya secara berkala agar terlihat riwayat penyakit yang diderita dan dapat ditangani lebih lanjut.---Background: Nationally  25.8%  of Indonesia's  population  suffer  from  hypertension.  West  Java occupies  the fourth highest position  with a percentage of 29.4% experiencing  hypertension, as  many as  13,612,359  people  suffer  from  hypertension.  For  the  province  of  West  Java  the  prevalence  of hypertension in Bekasi City is 29.2%. This study aims to determine the relationship of work stress and other factors with the incidence of hypertension in motorcycle taxi drivers in Bekasi City in 2017.Method: This research is a quantitative study with crosssectional study design. The population in this study  were  all  motorcycle  taxi  drivers  in  Bekasi.  The  number  of  respondents  was  192  people, consisting  of  96  online  motorcycle  taxi  drivers  and  96  base  motorcycle  taxi  drivers,  with  accidental sampling technique and analyzed using the Chi-Square Test (X²).Environmental Occupational Health and Safety Journal • Vol.1 No.1|  30Results:The study showed that respondents who experienced hypertension were base motorcycle taxi drivers (36.5%) and online motorcycle taxis (21.9%). Univariate analysis test with the distribution of independent  variables  age,  family  history,  nutritional  status,  work,  income,  smoking,  frequency  of consumption of foods that trigger hypertension, coffee, physical activity and stress. Based on bivariate analysis,  there  are  variables  that  show  a  significant  relationship  with  the  incidence  of  hypertension, namely  work stress variables  (p =  0,000, OR = 18.3) age (p =  0,000, OR =  4.2), income (p =  0.035, OR = 2,094), consumption of foods that trigger hypertension (p = 0.021, OR = 0.154 and 0.157) and coffee  consumption  (p  =  0.035,  2.094).  Variables  not  related  to  hypertension  are  family  history, smoking and exercise.Conclusion: Job  stress  shows  a  relationship  with  the  incidence  of  hypertension  in  motorcycle  taxi drivers in Bekasi City in 2017.Suggestion:Motorcycle taxi drivers are expected to check their health regularly to see a history of the disease suffered and can be treated further.Keywords: job stress, online motorcycle taxi driver, base motorcycle taxi driver, hypertension
Gambaran Perilaku Hygiene Menstruasi pada Siswi SMKN 8 Kota Bekasi Noor Latifah A
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.578 KB) | DOI: 10.24853/jkk.13.1.35-47

Abstract

Kesehatan reproduksi dikalangan remaja merupakan masalah yang sangat penting untuk mendapatkan perhatian. Upaya untuk menuju reproduksi sehat dapat dimulai pada saat usia remaja. Seorang remaja harus disiapkan baik pengetahuan, sikap, dan perilakunya ke arah pencapaian reproduksi yang sehat (WHO, 1995). Ketika remaja putri sudah mulai mendapatkan menstruasi, hal utama yang harus diperhatikan adalah kebersihan pada saat menstruasi (personal hygiene). Hal ini dikarenakan pembuluh darah pada rahim sangatmudah terinfeksi ketika menstruasi karena kuman mudah masuk dan menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi (Kusmiran, 2012). Kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada daerah leher rahim, dan paling sering disebabkan karena perilaku yang tidak higienis pada saat menstruasi. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel penelitian adalah siswi kelas 1, 2, dan 3 SMKN 8 Kota Bekasi yang diambil secara random sebanyak240 siswi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh hasil dimana sebanyak 134 (55,8%) siswi SMKN 8 Kota Bekasi memiliki perilaku kesehatan yang baik pada saat menstruasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa siswi SMKN 8 KotaBekasi sudah memiliki kesadaran yang baik dalam berperilaku sehat untuk menjaga kesehatan selama menstruasi.Kata kunci : Pengetahuan, Perilaku, Higiene, Menstruasi
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS pada Pasien RSIJ Sukapura Tahun 2018 Fini Fajrini; Nur Rizki Octaviana; Noor Latifah A
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2019): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.914 KB) | DOI: 10.24853/jkk.15.2.161-169

Abstract

Program Jaminan Kesehatan dijalankan secara nasional dengan prinsip asuransi sosial, prinsip equitas dan sistemnya berupa sistem gotong royong dimana peserta mampu dan sehat akan membantu peserta yang miskin dan sakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS pada pasien rawat jalan di RSIJ Sukapura Tahun 2018. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli 2018 dengan desain cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 responden. Tehnik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Hasil analisis bivariat diperoleh nilai p value pada variabel umur (p=0,492), jenis kelamin (p=0,118), pendidikan (p=0,083), pekerjaan (p=0,083), jumlah anggota keluarga (p=0,732), status kepesertaan (p=0,014), dan pengetahuan (p=0,033). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara faktor pekerjaan, status kepesertaan, dan pengetahuan dengan penggunaan Jaminan Kesehatan Nasional BPJS pada pasien rawat jalan di RSIJ Sukapura. Tidak ada hubungan yang signifikan antara faktor umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan jumlah anggota keluarga.Kata Kunci: Rumah Sakit, Rawat Jalan, Jaminan Kesehatan Nasional BPJS 
Determinan Kejadian Hipertensi pada Ibu Hamil di Kota Bekasi, Jawa Barat Andriyani Andriyani; Nurmalia Lusida; Munaya Fauziah; Masyitoh Chusnan; Noor Latifah
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 17, No 2 (2021): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.17.2.170-176

Abstract

Hipertensi (tekanan darah tinggi) biasa dijumpai pada perempuan hamil. Hipertensi yang diperberat oleh kehamilan ditandai paling tidak dengan peningkatan sebesar 15 mmHg untuk tekanan diastolik atau 30 mmHg untuk tekanan sistolik. Hipertensi berat dapat menyebabkan kematian pada wanita, baik dalam keadaan hamil maupun tidak. Penelitian ini dilaksanakan di RSIA Sayang Bunda, Pondok Ungu, Kota Bekasi pada tahun 2019. Metode yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah Ibu yang pernah melahirkan selama tahun 2019. Kriteria inklusi pada penelitian ini yaitu wanita umur subur dan pernah melahirkan. Hasil kriteria inklusi didapatkan sampel sebanyak 194 responden. Umur, riwayat keluarga, pekerjaan, dan paritas memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian hipertensi (OR=1,957; 5,119; 2,636; 2,025). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat keluarga merupakan determinan kejadian hipertensi pada ibu hamil (OR=5,733).Ibu yang memiliki riwayat keluarga hipertensi, perlu menjaga perilaku hidup sehat supaya tidak memiliki kecenderungan untuk menderita hipertensi ketika hamil. Hal ini dikarenakan riwayat keluarga merupakan salah satu faktor yang tidak dapat dimodifikasi, oleh karena itu ibu perlu melakukan perubahan pada faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti gaya hidup dan pola makan.
Strategi Bauran Pemasaran Rumah Sakit di Era Covid-19 (Study Rumah Sakit X) Fini Fajrini; Andriyani Andriyani; Suherman Suherman; Noor Latifah; Dadang Herdiansyah; Nur Romdhona; Ernyasih Ernyasih
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 18, No 1 (2022): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.18.1.113-122

Abstract

Pandemi Covid-19 mengubah banyak perilaku konsumen yang mengakibatkan berbagai macam bisnis menjadi anjlok, tak terkecuali rumah sakit. Hal ini berpengaruh pada biaya pemasukan penerimaan dan operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran strategi bauran pemasaran Rumah Sakit X di Era Covid 19. Penelitian ini merupakan analisis kualitatif dilaksanakan di RS X dan informan penelitian ini adalah manajer marketing unit pelayanan. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai dengan Oktober 2020. Hasil penelitian yang didapatkan pada faktor produk, RS X sudah melakukan dengan pelayanan drive thru, faktor harga RS X memiliki sistem virtual account dan juga bisa menggunakan jasa pembayaran lain, faktor promosi RS X merubah metode marketing ke versi digital, faktor petugas telah menggunakan APD sesuai protokol dan jika pasien membutuhkan perawatan rawat inap RS X akan memisahkan antara pasien covid dan tidak covid, faktor fasilitas fisik lokasi RS X berada di lokasi strategis walaupun banyak pelayanan kesehatan lain di wilayah tersebut. Strategi bauran pemasarran RS yang dilakukan RS X ini bisa menjadi bahan rujukan atau referensi RS lain untuk bisa survive di tengah badai Covid yang melanda dunia.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kepatuhan Peserta Mandiri Membayar Iuran BPJS di Kelurahan Benda Baru Noor Latifah; Wafa Nabila; Fini Fajrini
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 16, No 2 (2020): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkk.16.2.84-92

Abstract

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) merupakan badan penyelenggara yang kepesertaannya bersifat wajib sebagaimana tertuang dalam UU No.40 Tahun 2004. Di wilayah Banten, Kota Tangerang Selatan menduduki peringkat ke-2 sebagai wilayah dengan peserta BPJS terbanyak memiliki tunggakan dalam pembayaran BPJS di mana Kecamatan Pamulang memiliki jumlah tunggakan tertinggi yaitu 32.484 jiwa dan Kelurahan Benda Baru memiliki jumlah tunggakan tertinggi sebesar 4.586 jiwa. Iuran sangat berpengaruh terhadap kelancaran berjalannya BPJS Kesehatan agar tidak terjadi defisit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang Memengaruhi kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS di Kelurahan Benda Baru. Penelitian dilakukan di Kelurahan Benda Baru, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan pada bulan Juli-Agustus Tahun 2019. Sampel yang diambil adalah peserta BPJS mandiri sebanyak 102 orang. Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan  teknik pengambilan data purposive sampling. Analisis dilakukan dengan uji univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan peserta mandiri dalam membayar iuran BPJS (p-value = 0,000). Perlu adanya sosialisasi secara rutin dari petugas BPJS Kesehatan mengenai informasi pembayaran iuran tepat waktu.
Analisis Hubungan Iklim (Curah Hujan, Kelembaban, Suhu Udara dan Kecepatan Angin) dengan Kasus ISPA di DKI Jakarta Tahun 2011 – 2015 Ernyasih Ernyasih; Fini Fajrini; Noor Latifah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.301 KB) | DOI: 10.33221/jikm.v7i3.125

Abstract

Perubahan iklim menimbulkan efek terhadap kesehatan manusia secara langsung maupun tidak langsung, efek langsung berupa efek ekstrim dingin dan panas. Curah hujan yang ekstrim dapat meningkatkan kasus penyakit ISPA. Kasus ISPA dari tahun ketahun meningkat berdasarkan SDKI 2007, sebesar 11.2%. Penelitian ini menggunakan studi ekologi untuk melihat hubungan iklim (curah hujan, kelembaban, suhu udara, kecepatan angin) dengan kasus ISPA di DKI Jakarta Tahun 2011 – 2015. Populasi adalah seluruh data penderita ISPA tahun 2011 – 2015 di DKI Jakarta. Ada hubungan yang signifikan antara Curah hujan (p = 0,013) dan mempunyai hubungan sedang (r = 0.318) serta berpola positif, kelembaban (p = 0,001) dan mempunyai hubungan sedang (r = 0.432) serta berpola positif, suhu udara (p = 0,017) dan mempunyai hubungan sedang (r = 0.307) serta berpola positif dengan kasus ISPA, dan tidak ada hubungan antara kecepatan angin (p = 0,059) dengan kasus ISPA. Diharapkan pembuatan taman kota atau penanaman kembali pohon-pohon di DKI Jakarta dapat mengurangi efek gas rumah kaca.