Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku cuci tangan pakai sabun di Sekolah Dasar Islam Darul Muttaqien tahun 2025 Lilian Bunga Andinie; Noor Latifah; Luqman Effendi; Nur Romdhona
FLORONA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Florona: Jurnal Ilmiah Kesehatan (In Press)
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/florona.v5i1.1589

Abstract

Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) esensial untuk mencegah penyakit menular seperti diare dan ISPA. Meskipun efektif, penerapannya masih rendah, termasuk di Indonesia. Studi pendahuluan di SDI Darul Muttaqien menunjukkan perilaku CTPS siswa belum konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan CTPS pada siswa kelas 4, 5, dan 6 SDI Darul Muttaqien tahun 2025. Penelitian kuantitatif cross-sectional ini dilakukan di SDI Darul Muttaqien pada Maret-April 2025, melibatkan 103 siswa kelas 4, 5, dan 6 sebagai populasi dan sampel (total sampling). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan maupun peran guru dengan perilaku CTPS. Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap serta ketersediaan fasilitas cuci tangan dengan perilaku CTPS. Sikap dan ketersediaan fasilitas cuci tangan berpengaruh signifikan terhadap perilaku CTPS siswa, sementara pengetahuan dan peran guru tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Upaya peningkatan fasilitas dan pembentukan sikap positif perlu dilakukan untuk meningkatkan perilaku CTPS siswa. 
Faktor Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Anak Revanza Putra Pratama; Noor Latifah A
Calory Journal Medical Laboratory Journal Vol. 3 No. 3 (2025): September : Medical Laboratory Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/caloryjournal.v3i2.764

Abstract

Diarrhea remains a significant health problem among children, especially school-aged students. This study aims to identify factors associated with the occurrence of diarrhea in students. A literature review method was used by analyzing ten relevant scientific articles published within the last five years (2019–2024). Significant factors influencing diarrhea incidence include handwashing habits, environmental sanitation conditions such as availability of latrines and clean water, nutritional status, immunization, and health knowledge. The findings indicate that diarrhea prevention requires a multidimensional approach involving education on healthy behaviors, improvement of sanitation facilities, and family empowerment through nutrition and immunization. These results are expected to serve as a basis for schools, parents, and government in designing effective diarrhea prevention programs for students.
Penyuluhan Batuk pada Pra Lansia dan Lansia Rayhana Rayhana; Dayu Swasti Kharisma; Noor Latifah Amin; Jihan Samira
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/haxazf49

Abstract

Pra lansia terutama lansia merupakan kelompok rentan yang mengalami penurunan fungsi fisiologis, termasuk sistem pernapasan, sehingga lebih berisiko mengalami batuk kronis. Kurangnya pengetahuan mengenai penyebab, pencegahan, dan penanganan batuk menyebabkan kondisi ini sering diabaikan dan berpotensi menurunkan kualitas hidup pra lansia dan lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pra lansia dan lansia terkait pencegahan batuk melalui penyuluhan kesehatan. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat melalui ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet edukatif kepada peserta di Majelis Taklim Almarzuqiah dengan jumlah peserta sebanyak 100 orang. Hasil Tanya jawab menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pra lansia dan lansia terkait faktor risiko, gejala, dan upaya pencegahan batuk. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran pra lansia dan lansia untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari paparan asap rokok dan polusi. Penyuluhan kesehatan terbukti efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas hidup pra lansia dan lansia. Saran diperlukan pengembangan metode edukasi yang lebih variatif dan interaktif agar dapat menjangkau pra lansia dan lansia dengan berbagai karakteristik.
Edukasi Diabetes Mellitus dan Penyakit Kardiovaskular pada Lansia Tri Wahyuni; Murni Sri Hastuti; Wiwit Ida Cahyani; Noor Latifah Amin; Fida Alia Shabrina; Syafa Tazkya Nafsa; Inas Farida
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.1.2.89-94

Abstract

Tingginya angka epidemiologi Diabetes Mellitus di dunia maupun di Indonesia, ditambah resiko komplikasi yang semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Perlu adanya skrining rutin dan pemantauan terhadap lansia agar penyakit, khususnya Diabetes Mellitus dapat terdeteksi lebih awal dan mendapatkan penanganan lebih cepat dalam menghindari keparahan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi mengenai diabetes mellitus dan pencegahannya, serta memberikan skrining gratis terhadap lansia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan mengenai diabetes mellitus dan penyakit kardiovaskular pada geriatrik atau lansia serta skrining gula darah dan kolesterol. Lokasi pengabdian masyarakat bertempat di Rumah Qur'an Cahaya Ilmu Kebagusan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Peserta yang hadir sebanyak 39 orang. Monitoring evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengisian lembar pre test dan post test. Hasil pre test dan post test menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan sebelum dan setelah diberikan edukasi yaitu dari 79,62 menjadi 88. Hasil skrining menunjukkan persentase yang cukup baik yaitu 64% memiliki kadar gula darah yang normal dan 56% masuk dalam kategori kadar kolesterol normal.
Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Terhadap Kejadian Stunting di Satuan Pemukiman Bekkae SP 2 Kabupaten Wajo Fini Fajrini; Andriyani Andriyani; Noor Latifah; Nur Romdhona; Meita Veruswati; Nurmalia Lusida
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 22 No 2 (2026): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Faculty of Medicine and Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan berperan dalam pemantauan pertumbuhan, pencegahan masalah gizi, dan deteksi dini gangguan pertumbuhan pada balita, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pemanfaatan pelayanan kesehatan dengan kejadian stunting pada balita di Satuan Pemukiman Bekkae SP 2 Kabupaten Wajo. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Sampel terdiri atas 25 balita yang diperoleh melalui total sampling di Posyandu Bekkae SP 2. Status stunting ditentukan berdasarkan indeks panjang/tinggi badan menurut umur dengan z-score < -2 SD. Pemanfaatan pelayanan kesehatan diukur menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi-square dan Fisher’s exact test pada tingkat kemaknaan 5%. Sebanyak 16 balita (64,0%) memanfaatkan pelayanan kesehatan dan 8 balita (32,0%) mengalami stunting. Proporsi stunting lebih tinggi pada kelompok yang tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan (66,7%) dibandingkan kelompok yang memanfaatkan pelayanan kesehatan (12,5%). Terdapat hubungan bermakna antara pemanfaatan pelayanan kesehatan dan kejadian stunting (p=0,010; OR=14,00; 95% CI: 1,841–106,465). Rendahnya pemanfaatan pelayanan kesehatan berhubungan dengan peluang kejadian stunting yang lebih tinggi. Penguatan akses dan pemanfaatan layanan kesehatan ibu dan anak perlu diprioritaskan pada wilayah permukiman terpencil.
Determinan Stunting pada Anak Balita di Kawasan Marginal Perkotaan Indonesia: Sebuah Tinjauan Literatur Sistematis Dadang Herdiansyah; Noor Latifah A; Iseu Siti Aisyah; Nur Romdhona; Dihartawan
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol. 7 No. 1 (2026): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/mjnf.7.1.10-27

Abstract

Latar belakang: penelitian ini berfokus pada fenomena stunting pada balita berusia dibawah 5 tahun di kawasan miskin pinggiran perkotaan Indonesia, terutama komunitas miskin perkotaan, masih menjadi masalah serius yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan. Tujuan: penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor penentu stunting melalui tinjauan literatur sistematis dengan pendekatan PRISMA. Metode: yang digunakan dalam penelitian ini adalah pencarian artikel di PubMed, Google Scholar, dan Garuda dengan kata kunci terkait stunting pada kawasan marginal perkotaan Indonesia, menggunakan filter tahun 2020–2026. Dari total 814 artikel yang teridentifikasi, setelah proses penyaringan dan penilaian kelayakan sesuai pedoman PRISMA, diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi untuk dianalisis lebih lanjut. Hasil: menunjukkan bahwa faktor ibu, khususnya status gizi kehamilan (LILA <23,5 cm; OR=3,37; p=0,016), berat badan ibu selama hamil (OR=8,1; p<0,01), pengetahuan gizi (OR=18,2; p<0,001), dan pendidikan ibu (OR=7,278; p=0,003), merupakan determinan paling konsisten. Pemanfaatan Posyandu muncul sebagai platform strategis dalam pencegahan stunting. Temuan ini didasarkan pada analisis 10 artikel dengan dominasi desain cross-sectional, sehingga simpulan perlu ditafsirkan secara hati-hati. Simpulan: penelitian bahwa stunting di kawasan miskin pinggiran perkotaan Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh faktor gizi-perilaku dibandingkan faktor struktural. Oleh karena itu, strategi intervensi perlu diarahkan pada penguatan gizi dan pendidikan ibu sejak masa prakonsepsi dan 1.000 HPK, revitalisasi Posyandu sebagai simpul layanan komunitas, serta perbaikan lingkungan pangan yang komprehensif.