Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

EVALUASI PEKERJAAN PERAWATAN PIPA JARINGAN DISTRIBUSI AIR LIMBAH KOTA BALIKPAPAN Ashari, Awaluddin Ghozali; Dzulfikar, Iwan; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.780

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada aktivitas pekerjaan perawatan pipa jaringan distribusi air limbah di Instalasi pengolahan Air Limbah (IPAL) Margasari, Kota Balikpapan. Evaluasi dilakukan menggunakan pendekatan Hazard Identification, Risk Assessment, dan Determining Control (HIRADC) sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah No.50 Tahun 2012 dan Permenaker No. 5 Tahun 2018. Metode yang digunakan adalah deskriftif kualitatif melalui observasi langsung dilapangan dan wawancara dengan empat orang pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam aktivitas utama dalam perawatan jaringan pipa, yaitu persiapan alat, persiapan lokasi, pembersihan pipa, pemeliharaan manhole, pembersihan inspection chamber (IC) dan pembersihan lokasi kerja. Dari keenam aktivitas tersebut, diidentifikasi sebanyak 31 potensi bahaya yang terbagi dalam kategori fisik, biologi, dan ergonomis. Penialain risiko berdasarkan matrik AS/NZS 4360 menunjukkan bahwa seluruh aktivitas tergolong dalamn kategori risiko tinggi. Pengendalian risiko telah dilakukan melalui penyediaan alat pelindung diri (APD), pelatihan K3, dan pemasangan rambu, namun implementasinya belum konsisten. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun sistem manajemen K3 telah diimplementasikan secara formal, efektivitasnya dalam mengurangi risiko residu dilapangan masih perlu ditingkatkan. Oleh karna itu, dibutuhkan penguatan pelatihan, pengawasan, serta pendekatan partisipatif untuk membentuk budaya kerja yang aman dan berkelanjutan.
ANALISIS KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PEKERJAAN PEMBUBUTAN PADA PT SANGGAR SARANA BAJA DI BALIKPAPAN Sanjaya, Sardi; Mulya, Widya; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.792

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam setiap proses industri, terutama pada proses pembubutan yang memiliki potensi bahaya cukup tinggi. PT Sanggar Sarana Baja Balikpapan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dan rekayasa teknik, menjalankan berbagai aktivitas yang menuntut perhatian serius terhadap faktor keselamatan kerja, salah satunya adalah pekerjaan pembubutan komponen alat berat. Penelitian ini, penulis menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA) untuk menganalisis potensi bahaya, risiko, serta upaya pengendalian pada tahapan proses pembubutan. JSA digunakan sebagai alat sistematis untuk mengidentifikasi bahaya kerja pada setiap langkah aktivitas, serta menyusun langkah-langkah pengendalian yang sesuai berdasarkan prinsip hirarki pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa tahapan kerja yang mengandung risiko tinggi, antara lain akibat paparan benda berputar, serpihan logam, penggunaan mesin bubut tanpa pelindung, serta postur kerja yang kurang ergonomis. Risiko-risiko tersebut dapat diminimalisir dengan tindakan pengendalian seperti rekayasa teknis, prosedur kerja aman, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. Melalui penelitian ini, diharapkan perusahaan dapat lebih mengoptimalkan penerapan JSA sebagai bagian dari sistem manajemen K3 untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan K3 di sektor manufaktur serupa.
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3) PADA PT GEOSERVICES DI BALIKPAPAN Sari, Iin Pratama; Zainul, L.M.; Sesariyanto, Alif
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.804

Abstract

Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan aspek penting dalam menjamin keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah B3 pada tahap penyimpanan serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada PT Geoservices di Balikpapan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi sebagian ketentuan penyimpanan limbah B3 sesuai regulasi. Namun demikian, masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian. Selain itu, fasilitas K3 belum tersedia di area penyimpanan limbah B3. Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun upaya pengelolaan limbah B3 telah dilaksanakan, peningkatan sarana teknis dan kepatuhan terhadap aspek K3 masih sangat diperlukan untuk mendukung pengelolaan yang lebih aman dan berkelanjutan.
PENGARUH PENCAHAYAAN RUANGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PT ATHAR JASA TRANSPORTASI Mulya, Widya; Pratamasari, Iin; Hasibuan, Imam Syuhada Lukman
IDENTIFIKASI Vol 11 No 4 (2025): November 2025
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v11i4.813

Abstract

Pencahayaan merupakan salah satu faktor penting dalam lingkungan kerja yang dapat memengaruhi kenyamanan visual, kesehatan, konsentrasi, serta produktivitas karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pencahayaan ruangan kerja terhadap kinerja karyawan di PT Athar Jasa Transportasi. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan melalui pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter serta penyebaran kuesioner kepada 31 responden karyawan kantor. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa intensitas pencahayaan rata-rata di ruang kerja sebesar 145,7 lux, yang berada di bawah standar pencahayaan perkantoran menurut Permenaker No. 5 Tahun 2018 sebesar 300 lux. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS dengan tahapan uji Validitas, Reliabilitas, uji Normalitas (menggunakan Shapiro-Wilk), serta uji Hipotesis melalui metode Anova Two-Way dan Crosstab. Hasil uji Anova Two-Way menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara pencahayaan ruangan kerja terhadap kinerja karyawan. Dengan demikian, pencahayaan yang optimal perlu diperhatikan oleh perusahaan untuk meningkatkan kinerja dan kenyamanan kerja karyawan.
ANALISIS PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN MEDIS PADA RUMAH SAKIT Dr. R. HARDJANTO DI BALIKPAPAN Arghovan, Nur Ahmad; Zulfikar, Iwan; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.820

Abstract

Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menghasilkan limbah medis, sebagian di antaranya termasuk dalam kategori limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah ini dapat menimbulkan risiko serius terhadap kesehatan manusia dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, pengelolaan limbah B3 di rumah sakit harus mengikuti ketentuan teknis yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Dr. R. Hardjanto Balikpapan, khususnya pada tahap penyimpanan dan pengangkutan, dengan mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 56 Tahun 2015 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara dengan petugas terkait, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan metode reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan membandingkan kondisi eksisting dengan peraturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek penyimpanan dan pengangkutan limbah medis padat di RS Dr. R. Hardjanto sudah sesuai dengan ketentuan. Namun, masih terdapat beberapa ketidaksesuaian, seperti pencampuran limbah benda tajam dengan limbah infeksius, kerusakan mesin pendingin pada Tempat Penyimpanan Sementara (TPS), ketiadaan sistem drainase, serta belum tersedianya APAR dan spillkit di area penyimpanan. Sementara itu, pengangkutan limbah medis oleh pihak ketiga (PT. BES) telah memenuhi persyaratan teknis dan legal sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021. Secara umum, pengelolaan limbah medis padat di RS Dr. R. Hardjanto Balikpapan telah berjalan cukup baik, tetapi belum sepenuhnya sesuai dengan regulasi. Kekurangan terutama ada pada aspek pemisahan limbah, kelengkapan fasilitas pendukung, dan perawatan sarana penyimpanan. Rumah sakit perlu memperbaiki mesin pendingin TPS, menyediakan sistem drainase, menempatkan APAR dan spillkit di area strategis, serta meningkatkan pengawasan praktik pemisahan limbah sesuai kategori agar pengelolaan limbah B3 lebih aman dan sesuai regulasi.
IMPLEMENTASI 5R (RINGKAS, RAPI, RESIK, RAWAT, RAJIN) PADA TOOLS STORAGE DI PT. PLN NUSA DAYA BALIKPAPAN Mulya, Widya; Justine, Dave; Sari, Iin Pratama
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.837

Abstract

Lingkungan kerja yang tidak tertata secara sistematis dapat menimbulkan berbagai risiko keselamatan, penurunan produktivitas, serta ketidakefisienan operasional. Salah satu pendekatan strategis yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah penerapan prinsip 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Konsep 5R ini merupakan adaptasi dari metode Jepang 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) yang menurut Osada (1995) dan Gaspersz (2011) terbukti meningkatkan efisiensi kerja, kualitas lingkungan kerja, serta keselamatan kerja secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi prinsip 5R pada area penyimpanan alat (tools storage) di PT PLN Nusa Daya Balikpapan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi berupa observasi langsung, wawancara terstruktur, dan dokumentasi. Penilaian dilakukan berdasarkan indikator operasional dari kelima prinsip 5R, dan dianalisis menggunakan persentase skor terhadap standar ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip Ringkas, Resik, dan Rajin masing-masing memperoleh skor 80%, 90%, dan 80% yang dikategorikan sebagai sangat baik. Namun, implementasi Rapi (55%) dan Rawat (65%) masih dalam kategori baik, dengan kelemahan utama terletak pada ketiadaan layout ruangan, pembagian zona kerja, serta minimnya visualisasi standar seperti poster dan penanda. Penerapan prinsip 5R yang efektif tidak hanya berdampak pada kebersihan dan keteraturan, tetapi juga terbukti dapat menurunkan potensi kecelakaan kerja (Ramli, 2010; Suma’mur, 2014 Penelitian ini merekomendasikan penguatan sosialisasi budaya 5R, penambahan fasilitas visual (layout, signage, poster), serta peningkatan pelatihan K3 berbasis prinsip 5R sebagai langkah perbaikan berkelanjutan.
IDENTIFIKASI POTENSI BAHAYA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA MENGGUNAKAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS DI PT HALIK KARYA MANDIRI BALIKPAPAN Afrianto, Yudha; Rusba, Komeyni; Pratamasari, Iin
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.849

Abstract

Tujuan daripada pengkajian ini guna menemukan potensi berbahaya yang terdapat dalam kegiatan pekerjaan workshop di PT. Halik Karya Mandiri Balikpapan dengan memakai metodologi Job Safety Analysis (JSA). Melalui identifikasi ini, peneliti dapat mengetahui sembilan potensial berbahaya dengan tingkat risiko tinggi yang muncul dari enam tahapan pekerjaan, termasuk persiapan, pengoperasian pompa, pemeliharaan pompa, instalasi listrik, dan pembersihan. Sebelum dilakukan pengendalian, semua potensi bahaya tersebut dinyatakan berisiko tinggi. Namun, setelah penerapan langkah-langkah pengendalian, penilaian risiko beralih menjadi medium untuk semua aktivitas yang diteliti. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan bagi PT. Halik Karya Mandiri dalam menambah lindungan pada keselamatan serta Kesehatan kerja juga berfungsi sebagai referensi bagi penelitian selanjutnya di bidang K3. Harapannya, penelitian ini bisa membantu perusahaan dalam menerapkan prosedur keselamatan yang lebih baik dan mengurangi risiko celaka saat kerja di tempat kerja.
ANALISIS PENYIMPANAN LIMBAH B3 PADA KEGIATAN OPERASIONAL WORKSHOP PT. COATES HIRE INDONESIA DI BALIKPAPAN Pratamasari, Iin; Naufal, Ridho Agung; Mulya, Widya
IDENTIFIKASI Vol 12 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/identifikasi.v12i1.1276

Abstract

Perkembangan industri memberikan banyak manfaat, namun juga menimbulkan dampak negatif berupa limbah hasil proses industri, termasuk limbah B3. Apabila limbah B3 tidak dikelola dengan baik dan dibuang langsung ke lingkungan, hal tersebut dapat membahayakan kesehatan manusia, makhluk hidup, serta merusak keseimbangan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan perusahaan terhadap penerapan kegiatan penyimpanan limbah B3. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Informan terdiri dari HSE Manager dan HSE Officer PT. Coates Hire Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penerapan kegiatan penyimpanan limbah B3 PT. Coates Hire Indonesia terhadap Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 6 Tahun 2021 mencapai 73%, dengan nilai terendah terdapat pada indikator pengemasan limbah B3. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan perbaikan dan pengendalian sesuai rekomendasi yang ditawarkan pada penelitian ini guna meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi serta mendukung pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Efektivitas Training Refresh Terhadap Keselamatan Kerja Operator Forklift Di PT X Ananda Dita Syahhana Putri; Iwan Zulfikar; Muhammad Fajar Fauzi Desianto; Iin Pratama Sari
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.916

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisa training refresh terhadap keselamatan kerja operator forklift yang menjadi objek kajian. Permasalahan yang diteliti adalah mengukur keefektivitasan training refresh yang didapat karyawan terhadap keselamatan kerja operasional. Digunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk memperoleh hasil analisis mengenai persepsi responden terhadap variabel keefektivitasan training refresh dan keselamatan kerja operator forklift. Data primer didapatkan dari kuesioner serta data sekunder dokumen pendukung insiden register. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa training refresh memberikan pengaruh positif terhadap keterampilan, pengalaman, pengetahuan serta keahlian pekerja. Analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan searah dan signifikan antara dua variabel tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengadaan training refresh berperan penting terhadap kinerja pekerja.
Evaluasi Penerapan Keselamatan Kerja Pada Area Stockpile Di PT Multi Harapan Utama Loa Kulu Kalimantan Timur Ade Lanu Harebuon; Iwan Zulfikar; Putu Ayu Tina Trisna Dewi; Iin Pratama Sari
EUNOIA Vol 5 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Program Studi D4 K3 Universitas Balikpapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36277/eunoia.v5i1.1022

Abstract

Area stockpile batubara merupakan zona kritis dengan risiko kecelakaan dan kebakaran yang tinggi. Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi penerapan keselamatan kerja di area stockpile PT Multi Harapan Utama menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan observasi lapangan dan tinjauan dokumen, ditemukan bahwa meskipun infrastruktur dasar memadai, distribusi hydrant belum merata menjangkau seluruh area risiko swabakar. Selain itu, terdapat inkonsistensi penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang mengindikasikan budaya keselamatan belum matang. Pengabdian merekomendasikan perluasan jaringan hydrant, peningkatan frekuensi inspeksi, dan kewajiban simulasi tanggap darurat untuk memitigasi risiko operasional secara efektif.