Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengembangan Online Shop Pasgehadebatik Sebagai Saluran Pemasaran Produk Batik Griya Harapan Difabel Anwar, Ali; Sariningsih, Yuce
Abdimas Galuh Vol 7, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v7i2.20137

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan judul pengembangan online shop PasgehadeBatik sebagai saluran pemasaran produk batik Griya Harapan Difabel, dengan Pasgehade (Pasundan Griya Harapan Difabel) Batik sebagai mitra bertujuan meningkatkan kemampuan mitra dalam pelaksanaan alur penjualan online melalui bantuan peralatan, dan meningkatnya volume penjualan batik karya difabel serta pendapatan PasgehadeBatik melalui penjualan online produk batik. Kegiatan ini dirancang sebagai solusi atas berbagai kendala yang dihadapi mitra, seperti keterbatasan alat untuk melaksanakan alur penjualan online, serta rendahnya kemampuan volume penjualan. Upaya pemberdayaan dilakukan melalui serangkaian pelatihan dan pendampingan dalam mewujudkan alur penjualan online yang berkelanjutan. Bantuan alat produksi dalam bentuk pemberian mesin pencetak resi untuk mendukung pemasaran digital, serta pelatihan alur penjualan online. Melalui pendekatan ini, diharapkan mitra dapat meningkatkan daya saing produk di pasar online, memperluas jaringan pemasaran, serta menciptakan keberlanjutan ekonomi bagi komunitas difabel. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan volume penjualan dan pendapatan PasgehadeBatik. Permasalahan yang ditemukan adalah bahwa harga produk batik dan lainnya karya difabel yang dijual tidak dapat bersaing di pasar online secara maksimal karena harga produk batik yang masih tinggi. Secara praktis, penjualan barang karya difabel di Shopee hanya untuk segmen tertentu mengingat produk unik tetapi harga terlalu tinggi dibandingkan dengan pesaing, solusinya adalah diversifikasi produk yang dijual. Secara teoretis, perlu adanya pengembangan teori pekerjaan sosial yang mengakomodir pentingnya kewirausahaan sosial dalam kurikulum pelatihan keterampilan bagi difabel, yang di dalam kurikulum tersebut hendaknya disertakan sesi pemasaran online untuk menjual produk yang dihasilkan.
Opportunities and Challenges for "Karang Taruna" as a Human Service Organization to Strengthening KUBE's Management Sariningsih, Yuce; Gunawan, Uga Pratama; Inayah, Fathiya Nur
Journal of Economic Empowerment Strategy (JEES) Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, February 2024
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jees.v7i1.12517

Abstract

Karang Taruna is a voluntary youth organization that focuses on the growth and development of social welfare businesses, productive economic businesses, recreation, sports and the arts. One of  the important goal is to develop the spirit of social entrepreneurship in the younger generation towards independence in their efforts improving social welfare, however, this goal has not been achieved yet, Karang Taruna requires a strategy. This study used qualitative research methods to find out: 1) How is the management of the youth organization; 2) What are the strengths, weaknesses, opportunities and threats; 3) What is the strategy for their developing and implementing youth activities. The research finding showed that it is necessary to implement a strategy to improve KUBE management as a matrix result of weakness and opportunity factors. The weakness of Karang Taruna is that the purpose of developing entrepreneurial activities has not been achieved yet, and the other side there is an opportunity to develop entrepreneurship through Business Group (KUBE) management intervention to improve its performance. KUBE is a kind of social assistance program for underprivileged people by forming micro mini enterprises so that they can become economically empowered.
Pengembangan Usaha “Keito Coffee” di Masa Pandemi Covid 19 Riany Laila Nurwulan; Yuce Sariningsih; Nina Kurniasih
Jurnal Kewarganegaraan Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i4.4397

Abstract

Abstrak Program Kemitraan Masyarakat dilaksanakan melalui Pengembangan Usaha Kuliner “Keito Coffee”, salah satu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung. Berdasarkan observasi yang dilakukan, Tim pelaksana kegiatan menilai terdapat permasalahan mitra yaitu bahwa dalam situasi Pandemi COVID 19, Pelaku UMKM khususnya bidang usaha kuliner mengalami penurunan penjualan yang cukup drastis. sehingga berpengaruh terhadap penjualan, yakni penurunan penjualan yang cukup drastis sehingga mengakibatkan menurunnya pula pendapatan dan menimbulkan permasalahan lain, yakni: masalah kemampuan pemenuhan kebutuhan usaha, baik kebutuhan modal, kebutuhan penggajian pegawai, dan kebutuhan sewa tempat. Berdasarkan hal tersebut tim pengusul memberikan solusi pemasalahan mitra yaitu pengembangan usaha guna menanggulangi dan memulihkan kondisi, sehingga pelaku UMKM dapat bangkit dari situasi ini. Adapun Pokok-pokok kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: Engagement intake dan kontrak, yaitu tahap pelamaran terhadap mitra, yakni mengenai kesediaannya untuk menjadi mitra dalam kegiatan PKM dan kesepakatan bekerjasama; Asesment; yaitu mengidentifikasi potensi dan kendala kegiatan, Menyusun/kompilasi rencana kegiatan berdasarkan data kebutuhan. Pada tahap pelaksanaan kegiatan memberikan penyuluhan mengenai Pemeliharaan Lingkungan sekitar café, Penyuluhan Optimalisasi Pelayanan Konsumen, Penyuluhan Manajemen SDM, serta Penyerahan bantuan fasilitas, Evaluasi hasil kegiatan dan terminasi. Hasil dari kegiatan Pengembangan Usaha ini adalah bertambahnya pengetahuan dan pemahaman pelaku usaha mengenai daya tarik tempat usaha dan hal-hal yang mendukung terhadap pengembangan usaha yang berdampak pada meningkatnya jumlah pelanggan, sehingga dapat menambah penghasilan serta dapat memenuhi kebutuhan usahanya. Dengan demikian dalam masa pandemi ini kegiatan usaha masih bisa bertahan. Kata Kunci: Usaha Kuliner, Dampak Pandemi, Pengembangan Usaha, Penyuluhan.