Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Etanol Kulit Buah Kopi Robusta (Coffea Canephora) dan Rimpang Temulawak (Curcuma zanthorrizha) Terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Intan Furnamasari; Suci Rahmawati; Septi Wulandari; Ikhsan Ikhsan; Yogie Andika Tri Nanda
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i1.13391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri serta konsentrasi efektif dari kombinasi ekstrak etanol 70% kulit buah kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode penelitian yang digunakan adalah metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 40%, 60%, dan 80% dengan perbandingan ekstrak 1:1. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, kemudian dipekatkan menggunakan rotary evaporator hingga diperoleh ekstrak kental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada seluruh konsentrasi uji. Diameter zona hambat yang dihasilkan berturut-turut yaitu 0,40 mm; 1,33 mm; 1,96 mm; 2,73 mm; dan 2,70 mm, yang seluruhnya termasuk dalam kategori lemah. Kontrol positif menggunakan ciprofloxacin menunjukkan zona hambat sebesar 20,70 mm dengan kategori sangat kuat, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan aktivitas antibakteri. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis menunjukkan adanya perbedaan signifikan antar konsentrasi (p
Uji Efektivitas Antiinflamasi Gel Ekstrak Etanol 70% Kulit Buah Jeruk Gerga Lebong Pada Mencit Charly Agustin; Oktoviani Oktoviani; Tri Danang Kurniawan; Ikhsan Ikhsan; Reza Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1135

Abstract

Inflamasi merupakan proses normal tubuh terhadap rangsangan yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan, ditandai dengan kemerahan, nyeri, rasa panas, pembengkakan, dan gangguan fungsi. Kulit buah jeruk Gerga Lebong mengandung flavonoid, alkaloid, saponin dan tanin yang memiliki potensi antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat antiinflamasi gel ekstrak etanol 70% dari kulit buah jeruk Gerga Lebong. Penelitian ini merupakan studi eksperimental yang menggunakan 30 mencit yang dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol negatif, kontrol positif, Formula 1 (5%), Formula 2 (15%), dan Formula 3 (25%). Mencit-mencit tersebut dipuasakan 18 jam, kemudian diinduksi dengan karagenan dan edema diukur menggunakan plethysmometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gel ekstrak etanol 70% yang diekstrasi dari kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki aktivitas antiinflamasi terhadap edema mencit. Uji ANOVA menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antar kelompok perlakuan. F1 (5%) menunjukkan efektivitas antiinflamasi terbaik dibandingkan dengan F2 (15%) dan F3 (25%), karena menghasilkan persentase rata-rata penghambatan edema tertinggi. F2 dan F3 kurang optimal karena formulasi terlalu encer, sehingga tidak dapat membentuk gel dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa gel ekstrak etanol 70% kulit buah jeruk Gerga Lebong memiliki khasiat antiinflamasi, dengan konsentrasi optimal ditemukan pada F1 (5%).
Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Tahu Putih Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Menggunakan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Guntur Saputra; Putri Mulia; Dwi Kurnia Putri; Ikhsan Ikhsan; Oky Hermansyah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1267

Abstract

Penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada pangan masih ditemukan pada tahu putih yang dijual di pasar tradisional dan dapat membahayakan kesehatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya formalin serta menentukan kadar formalin pada tahu putih di pasar tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 12 tahu putih yang diambil dari tiga pasar tradisional yaitu Pasar Panorama, Pasar Minggu, dan Pasar Kaget Pematang Gubernur. Analisis kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi KMnO₄, asam kromatofat, dan pereaksi Schiff, sedangkan analisis kuantitatif dilakukan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 3 dari 12 sampel (25%) positif mengandung formalin, sedangkan 9 sampel (75%) negatif formalin. Kurva kalibrasi menghasilkan persamaan regresi linear y = 0,0775x + 0,0957 dengan nilai koefisien korelasi r = 0,998 yang menunjukkan linearitas sangat baik. Hasil penetapan kadar formalin pada sampel positif berturut-turut sebesar 6,02%, 6,56%, dan 9,36%. Keberadaan formalin pada tahu putih menunjukkan masih adanya penyalahgunaan bahan tambahan pangan yang dilarang penggunaannya dalam makanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa masih terdapat tahu putih yang mengandung formalin di pasar tradisional Kota Bengkulu sehingga diperlukan peningkatan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat mengenai keamanan pangan.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol 70% Kulit Jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis Osbeck.) Dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Riani Apriwindi; Oktoviani Oktoviani; Suci Rahmawati; Ikhsan Ikhsan; Tri Danang Kurniawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total pada ekstrak etanol 70% kulit jeruk Gerga Lebong (Citrus nobilis Blanco x sinensis Osbeck.) menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Metode yang digunakan meliputi ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70%, diikuti dengan penetapan kadar flavonoid menggunakan pereaksi AlCl₃ dan standar kuersetin. Analisis dilpenuliskan melalui pembuatan kurva kalibrasi pada panjang gelombang maksimum, kemudian nilai absorbansi sampel diukur dan dihitung menggunakan persamaan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kental yang diperoleh memiliki rendemen sebesar 30,871% dan mengandung senyawa flavonoid berdasarkan uji fitokimia. Penetapan kadar flavonoid total menunjukkan bahwa kulit jeruk Gerga Lebong berpotensi sebagai sumber senyawa bioaktif yang dapat dimanfaatkan dalam bidang farmasi dan kesehatan. Metode spektrofotometri UV-Vis terbukti efektif, sensitif, dan penulisrat dalam analisis kuantitatif flavonoid. Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan pemanfaatan limbah kulit jeruk sebagai bahan alami bernilai tambah.
Analisis Penyalahgunaan Formalin Pada Mie Basah Yang Di Jual Di Pasar Tradisional Kota Bengkulu Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Syahbananda Zulyan Palse; Putri Mulia; Tri Danang Kurniawan; Ikhsan Ikhsan; Suci Rahmawati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1326

Abstract

Mie basah merupakan salah satu pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena praktis dan ekonomis. Namun, masih ditemukan penyalahgunaan formalin sebagai bahan pengawet pada mie basah, formalin dilarang digunakan dalam pangan karena berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyalahgunaan formalin pada mie basah yang dijual di Pasar Tradisional Kota Bengkulu menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan sampel sebanyak 12 mie basah  yang diambil dari Pasar Tradisional di Kota Bengkulu. Uji kualitatif dilakukan menggunakan pereaksi Schiff, KMnO₄, dan asam kromatofat. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa dari 12 sampel mie basah, terdapat 4 sampel positif mengandung formalin, yaitu sampel B1, B2, C1, dan C4.  Pada uji kuantitatif  menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 590 nm. Kurva kalibrasi yang diperoleh memiliki persamaan regresi y = 0,0775x + 0,0957 nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,996 menunjukkan hubungan linear yang baik antara konsentrasi dan absorbansi. Hasil uji kuantitatif kadar formalin pada sampel B1 sebesar 0,00319 mg/g, sampel B2 sebesar 0,005655 mg/g, sampel C1 sebesar 0,005036 mg/g, dan sampel C4 sebesar 0,003642 mg/g. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa masih terdapat formalin pada mie basah yang dijual di pasar tradisional Kota Bengkulu.