Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Desain Instruksional Sebagai Strategi Peningkatan Efektivitas Pembelajaran di Era Digital Wilda Afhosma Amwa; Muhammad Bayu Pratama; Nazwa Aurina; Zunidar Zunidar
Analysis Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v4i1.2053

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap proses pembelajaran, sehingga diperlukan strategi yang mampu mengoptimalkan pencapaian tujuan pendidikan. Desain instruksional menjadi salah satu pendekatan yang berperan penting dalam merancang, mengembangkan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran secara sistematis agar lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran desain instruksional sebagai strategi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti jurnal, buku, dan hasil penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan desain instruksional yang terencana mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik, mempermudah pencapaian tujuan pembelajaran, serta mendukung pemanfaatan teknologi secara optimal dalam proses belajar mengajar. Selain itu, desain instruksional membantu pendidik dalam menyusun materi, memilih metode, dan menentukan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Dengan demikian, desain instruksional memiliki peran strategis dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Analisis Model Pengembangan Kurikulum pada Jenjang MI/SD: Studi Kasus di SD Yayasan Pendidikan Nursyamsiani Fadillah Fadillah; Yuliananda Yuliananda; Della Salsabila Jannah; Zunidar Zunidar
Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan | E-ISSN : 3062-7788 Vol. 3 No. 1 (2026): April - Juni
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jimp.v3i1.2119

Abstract

This study aims to analyze the curriculum development model applied at the elementary school level using a case study at the Nursyamsiani Education Foundation Elementary School. Curriculum development is a crucial aspect of education delivery because it serves as a guideline for achieving learning objectives that align with student needs and current developments. This study employed a qualitative research method with a case study approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation conducted at the Nursyamsiani Education Foundation Elementary School. The results indicate that the school implements an eclectic curriculum development approach, combining several curriculum development models: the Tyler, Taba, and Wheeler models. The Tyler model is evident in goal-oriented lesson planning, the Taba model is seen in active teacher involvement in the development of learning materials, and the Wheeler model is seen through continuous evaluation and improvement of the curriculum. The implementation of the Independent Curriculum also encourages more flexible, student-centered learning and supports the development of 21st-century character and competencies. Supporting factors for curriculum development include principal leadership, teacher competence, Teacher Working Group (KKG) activities, and professional training. Inhibiting factors include differences in teachers' understanding of the curriculum, time constraints, and the need to adapt to changing education policies. Overall, curriculum development at the Nursyamsiani Education Foundation Elementary School has been successful and has contributed to improving the quality of learning and education at the elementary school level.
Landasan Teori Pembelajaran Multimedia: Teori Kognitif, Konstruktivisme, Behaviorisme, dan Cognitive Load Theory Mhd Hafis Sitorus; Khairul Abdul Muizz; Muhammad Dolly Fahrianysah Siagian; Zunidar Zunidar
Edukatif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/je.v4i1.2059

Abstract

Pembelajaran multimedia merupakan pendekatan yang memanfaatkan berbagai bentuk media, seperti teks, gambar, audio, video, dan animasi untuk mendukung proses penyampaian materi pembelajaran. Kehadiran multimedia dalam pendidikan memberikan peluang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan efektif dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Kajian mengenai landasan teori pembelajaran multimedia penting dilakukan untuk memahami prinsip-prinsip yang mendasari penggunaan multimedia dalam kegiatan belajar mengajar. Berbagai teori belajar, seperti teori kognitif, teori konstruktivisme, dan teori pemrosesan informasi, menjadi dasar dalam pengembangan media pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman peserta didik. Melalui pemanfaatan multimedia yang dirancang sesuai dengan karakteristik peserta didik, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal serta membantu meningkatkan motivasi, perhatian, dan hasil belajar. Oleh karena itu, pemahaman terhadap landasan teori pembelajaran multimedia menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan strategi pembelajaran yang efektif dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan.
Landasan Teori Pembelajaran Multimedia dan Hubungannya dengan Desain Instruksional Zunidar Zunidar; Suhaila Syafiqah Rangkuti; Bina Putri; Rahmad Kurniawan
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran multimedia adalah suatu metode pengajaran yang menggunakan berbagai jenis media seperti teks, gambar, suara, video, animasi, dan elemen interaktif dalam proses penyampaian materi. Kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong pemanfaatan multimedia untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Tujuan artikel ini adalah untuk meneliti dasar teori pembelajaran multimedia, teori belajar yang menjadi landasannya, serta kaitan antara desain instruksional dan efektivitas proses belajar. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis beragam sumber ilmiah yang relevan. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa multimedia dapat meningkatkan motivasi belajar, mendukung pemahaman konsep, dan memenuhi berbagai gaya belajar peserta didik. Selain itu, penerapan teori behavioristik, kognitivistik, dan konstruktivistik dalam konteks multimedia dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan berarti. Desain instruksional yang baik juga memiliki peran vital dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran sehingga sasaran belajar dapat tercapai dengan optimal.
Mengembangkan Kurikulum Mata Pelajaran Agama Di MI/SD Annisa At Thohiroh; Fitri Khairani Pardede; Fikriah Amanda; Zunidar Zunidar
Jurnal Sains, Teknik, Ekonomi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): SATEDIK - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/satedik.v2i2.1650

Abstract

The development of the religious education curriculum in Madrasah Ibtidaiyah (MI) and Elementary Schools (SD) is a strategic effort to achieve educational goals focused on fostering students who are faithful, pious, and possess noble character. This study aims to describe the nature and characteristics of religious education subjects in MI/SD, analyze the foundations of curriculum development, and examine the components that support the development of the religious education curriculum. The study employs a library research method with a qualitative descriptive approach. Data were collected from various literature sources, including books, scientific journals, and academic documents relevant to religious education curriculum development. Data analysis was conducted using content analysis techniques through the processes of data collection, reduction, presentation, and conclusion drawing. The findings indicate that religious education subjects encompass cognitive, affective, and psychomotor aspects, thereby playing a significant role in character formation among students. The development of the religious education curriculum is based on philosophical, psychological, sociological, and religious foundations that complement one another in supporting the achievement of educational objectives. Furthermore, the components of objectives, content, learning strategies, and assessment serve as the main elements determining the successful implementation of the curriculum. Through appropriate curriculum development, religious education in MI/SD is expected to produce students who possess strong religious competencies, good character, and the ability to face the challenges of life in the modern era.
Pendidik Dan Pengembangan Kurikulum Di MI/SD Putri Sa’adah Siregar; Ahmad Sarkawi Efendi; Alyatun Nazmi; Zunidar Zunidar
Jurnal Sains, Teknik, Ekonomi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): SATEDIK - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/satedik.v2i2.1651

Abstract

Educators and curriculum are two fundamental components that determine the success of educational implementation in Madrasah Ibtidaiyah (MI) and Elementary Schools (SD). Educators not only serve as learning practitioners but also as curriculum developers who are responsible for adapting the learning process to students’ needs. This study aims to describe the concept of educators and curriculum development in MI/SD, analyze the role of educators in curriculum development, and examine the competencies that educators must possess to support curriculum development. The study employs a qualitative approach using library research. Data were collected through documentation studies of books, scientific journals, and relevant legislation, and then analyzed using content analysis techniques. The findings indicate that educators play strategic roles as curriculum implementers, developers, facilitators, and evaluators. The success of curriculum development is strongly influenced by educators’ pedagogical, personal, social, and professional competencies. Furthermore, a continuously developed curriculum supported by competent educators can create effective, innovative, and student-centered learning that aligns with students’ developmental needs. Therefore, improving the quality of educators is a crucial factor in supporting successful curriculum development and enhancing the quality of education in MI/SD.
Hakikat Pengembangan Kurikulum Di MI/SD Nurfitri Apriliani; Zunidar Zunidar; Mischa Danira S. Maha; Slamet Arianto
Jurnal Sains, Teknik, Ekonomi, dan Pendidikan Vol. 2 No. 2 (2026): SATEDIK - Juli
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/satedik.v2i2.1652

Abstract

The curriculum has an important position in the implementation of education at Madrasah Ibtidaiyah/Elementary Schools (MI/SD), as it serves as a guideline for teachers in conducting the learning process at school. This paper discusses the roles, functions, dimensions, and position of the curriculum, as well as its differences from learning at the MI/SD level. The discussion is carried out by reviewing various sources related to curriculum and learning. The curriculum functions as a guide and direction in achieving educational goals and maintaining coherence among educational components within the school. Its functions include adaptation, integration, differentiation, preparation, selection, and diagnostic functions. From its dimensions, the curriculum can be understood as a plan or document, as a system, and as a field of study. In addition, the curriculum serves as a link between educational goals and the implementation of classroom learning. The discussion shows that curriculum and learning are two different but closely related concepts. The curriculum is conceptual in nature because it is a plan, whereas learning is practical because it represents the implementation of the curriculum itself. Therefore, the success of learning in MI/SD is largely determined by how the curriculum is designed and implemented in practice.
Urgensi Multimedia dalam Pembelajaran: Kajian Literatur tentang Pengaruhnya terhadap Motivasi dan Hasil Belajar Peserta Didik Zunidar Zunidar; Afsar Alysha Syadzwana Nasution; Jannah Nur Hidayah; Tiara Jeanita Iffah; Muhammad Abrar Muda
Pedagogik Vol. 4 No. 2 (2026): In Progress
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v4i2.2056

Abstract

Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan telah mendorong pemanfaatan multimedia sebagai sarana utama dalam mendukung proses pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan bermakna. Namun, efektivitas multimedia dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik masih memerlukan kajian yang lebih komprehensif dan terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai temuan penelitian terdahulu mengenai pengaruh multimedia dalam pembelajaran terhadap motivasi dan hasil belajar peserta didik.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) atau studi pustaka (library research). Data dikumpulkan dari berbagai artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi dengan rentang publikasi 2019–2026. Proses seleksi literatur mengikuti alur PRISMA serta dianalisis menggunakan teknik content analysis dan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola, tema, dan hubungan antarvariabel dalam kajian multimedia pembelajaran.Hasil kajian menunjukkan bahwa multimedia berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar melalui aspek perhatian, relevansi, kepercayaan diri, dan kepuasan belajar. Selain itu, multimedia juga meningkatkan hasil belajar melalui peningkatan pemahaman konsep dan retensi informasi dengan dukungan pengelolaan beban kognitif yang tepat. Secara keseluruhan, multimedia terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di era digital.Kesimpulannya, multimedia merupakan komponen penting dalam desain pembelajaran modern yang tidak hanya meningkatkan motivasi, tetapi juga hasil belajar peserta didik. Oleh karena itu, integrasi multimedia dalam pembelajaran perlu dirancang secara sistematis berbasis teori dan prinsip desain instruksional.
Model-Model Desain Instruksional (ADDIE, DICK & CAREY, dan ASSURE) Dwy Putri; Ainun Rafiqah; Zunidar Zunidar
Khidmat Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v4i1.2062

Abstract

Desain instruksional merupakan proses sistematis yang digunakan untuk merancang pembelajaran agar tujuan belajar dapat tercapai secara efektif dan efisien. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji tiga model desain instruksional yang sering digunakan dalam dunia pendidikan, yaitu ADDIE, Dick & Carey, dan ASSURE. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber terkait desain instruksional. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap model memiliki karakteristik, langkah-langkah, serta kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Model ADDIE dikenal sederhana dan fleksibel, model Dick & Carey lebih rinci dan sistematis, sedangkan model ASSURE berfokus pada penggunaan media dan keterlibatan aktif peserta didik. Pemahaman terhadap ketiga model tersebut dapat membantu pendidik memilih desain pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tujuan pembelajaran.
Proses dan Evaluasi Pengembangan Kurikulum di MI/SD: Studi Observasi di MIN 1 Medan Habiba Nur Hasanah Daulay; Amelia Rahmawati; Sahron Aminah Siregar; Zunidar Zunidar
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 6 (2025): JUNI 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan multilevel pengembangan kurikulum, menganalisis proses dan tahapan pengembangan kurikulum, serta mengevaluasi implementasi pengembangan kurikulum di MIN 1 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, serta dokumen kurikulum yang digunakan dalam penyelenggaraan pendidikan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum di MIN 1 Medan telah menerapkan pendekatan multilevel yang melibatkan tingkat nasional dan satuan pendidikan melalui penyusunan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP). Proses pengembangan kurikulum dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang saling berkaitan. Implementasi kurikulum telah berjalan cukup baik dengan dukungan kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Namun, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran serta perbedaan tingkat pemahaman guru terhadap implementasi kurikulum. Evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala melalui penilaian hasil belajar peserta didik dan supervisi pembelajaran, meskipun evaluasi terhadap proses pembelajaran masih perlu ditingkatkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, optimalisasi fasilitas pembelajaran, dan evaluasi yang berkelanjutan untuk mendukung efektivitas pengembangan kurikulum. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum yang sistematis dan kolaboratif dapat mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tingkat MI/SD