Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Formulasi Sediaan Masker Gel Peel-Off Kombinasi Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera Lam.) dan Cangkang Telur sebagai Anti Jerawat (Propionibacterium acnes) Yuliana, Tri Puspita; Kusumo, Rudy Harjo; Hariadi, Puspawan
Sinteza Vol. 3 No. 1 (2023): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.087 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v3i1.7585

Abstract

Jerawat (Acne Vulgaris) dan komedo merupakan penyakit kulit yang sering ditemui dan bukan merupakan jenis penyakit yang berbahaya. jerawat dapat mempengaruhi kepercayaan diri, timbul rasa cemas, bahkan depresi yang berujung menutup diri dari kegiatan dan lingkungan. Daun kelor mempunyai senyawa alkaloid, flavonoid, polifenol, dan saponin yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan masker gel Peel Off  kombinasi ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lam.) Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan metode uji sumuran terhadap pertumbuhan bakteri P.acnes  menggunakan tiga reflikasi. kontrol positif Lea Gloria peel of mask, grup kontrol negatif sediaan masker gel peel of. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sediaan maskerp Peel off daun kelor (Moringa Oleifera L.)  kombinasi cangkang telur memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri p.acne. parameter uji organoleptis, uji pH, uji daya lekat serta uji daya sebar memenuhi setandar SNI.
Aktivitas Antioksidan Buah Sawo Manila (Manilkara zapota L) Sebagai Kandidat Produk Perawatan Kulit Azim, Muhlisun; Saputra, Dani; Hariadi, Puspawan
Sinteza Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.594 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i2.7662

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa-senyawa yang dapat mencegah terbentuknya radikal bebas yang akan menyerang dinding sel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada buah sawo manila (Manilkara zapota L). Senyawa antioksidan yang ditemukan pada buah sawo manila adalah senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimental di laboratorium farmasi Universitas Hamzanwadi. Sampel diekstraksi dengan etanol 96%, dilanjutkan dengan proses fraksinasi menggunakan kolom kromatografi. Eluen yang digunakan pada proses fraksinasi yaitu etil asetat, etil asetat-metanol, dan metanol. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil pengujian  secara kualitatif menunjukkan semua sampel mengandung antioksidan karena terlihat warna kuning ketika disemprotkan DPPH pada plat KLT. Sedangkan hasil pengujian secara kuantitatif menunjukkan bahwa nilai IC50 fraksi I 46 ppm dengan kategori sangat kuat, nilai IC50 fraksi II 97 ppm dengan kategori kuat, nilai IC50 fraksi III 149 ppm dengan kategori sedang, dan nilai IC50 vitamin C 29 ppm dengan kategori sangat kuat. Kesimpulannya yaitu fraksi buah sawo manila (Manilkara zapota L) memiliki aktivitas antioksidan dengan kategori sangat kuat, kuat dan sedang.
Uji Minyak Atsiri Daun Mengkudu (Morinda citrifolia L) terhadap Diameter Zona Hambat Staphylococcus aureus Wardani, Evi; Hariadi, Puspawan; Yuliana, Tri Puspita
Sinteza Vol. 4 No. 1 (2024): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v4i1.25237

Abstract

Infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak disebabkan oleh virus, jamur, bakteri atau parasit. Bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab infeksi pada manusia. Penggunaaan obat antibiotik dalam terapi infeksi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan jumlah resistensi bakteri terhadap antibiotik, oleh karena itu perlu adanya terapi alternatif dari bahan alam yang memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Daun mengkudu (Morinda citrifolia L) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri dengan kandungan metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan terpenoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh uji aktivitas minyak atsiri daun mengkudu terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan mengetahui konsentrasi optimum minyak atsiri daun mengkudu yang efektif dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Daun mengkudu diekstraksi secara destilasi dengan pelarut aquades. Destilat minyak atsiri daun mengkudu lalu diuji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi kertas cakram dengan konsentrasi 15%, 25%, dan 35% (b/v). Kontrol positif yang digunakan yaitu ciprofloxacin dengan kontrol negatif DMSO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak atsiri daun mengkudu memiliki aktivitas antibakteri pada bakteri Staphylococcus aureus dibuktikan dengan adanya zona bening disekitar kertas cakram. Aktivitas antbakteri tertinggi yaitu pada konsentrasi 35%. Diketahui bahwa semakin tinggi konsentrasi yang digunakan hasil diameter zona hambat bakteri yang dihasilkan juga akan semakin besar.
2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) Radical Scavenging Analysis and Antibacterial Activities of Renggak Seed (Amomum Dealbatum Roxb) Azim, Muhlisun; Hariadi, Puspawan; Fatmayanti, Baiq Risma; Febriani, Yuyun; Wazni, Annisa Rizqita; Anggraini, Virta Dwi
Sinteza Vol. 5 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v5i1.28683

Abstract

Natural sources have complex interaction mechanisms in providing inhibitory effects against various radical reactions and multi-drug resistance (MDR). Amomum dealbatum (Renggak in Lombok) seed phytochemistry and bioactivities have the potential to be investigated. This study aims to explore the bioactivity of extracts and fractions of renggak seeds in reducing reactive oxygen species and inhibiting bacterial growth to overcome MDR. The methods used to determine the level of free radical scavenging and antibacterial activity in this study were the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and agar diffusion methods. The results of the phytochemical tests of the ethanolic extract of Renggak seeds contain triterpenoids, alkaloids, saponins, and phenolics. Meanwhile, in the hexane fraction were found alkaloids, saponins, and phenolics. The results of antibacterial tests on Staphylococcus aureus using the agar diffusion method for ethanol and hexane extracts at concentrations of 20, 40 and 60% were 12.50±1.00, 19.00±0.00, and 21.8±0.76 for ethanol extracts, respectively. The hexane fraction was 5.33±0.57, 10.83±0.57, and 14.33±0.28 mm. For Salmonella sp bacteria, it was 9.00±1.00, 14.16±0.29, and 18.16±1.04 mm for ethanol extracts than was 7.50±0.50, 12.67±0.76, and 15.67±0.76 mm for hexane fractions. Moreover, the ethyl acetate fraction contains triterpenoids, alkaloids, saponins and phenolics which are responsible for giving antioxidant effects with an IC50 value of 66.515±2.37 ppm and is classified as a strong antioxidant to scavenging free radicals of DPPH. The higher the concentration of the fraction, the higher the inhibition of the growth of Salmonella sp and Staphylococcus aureus bacteria. The ability of the extract and fraction to inhibit bacterial growth and reduce free radicals makes renggak seeds very potential for further investigation.