Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

FORMULATION A NATURAL COSMETIC SCRUB OF DURIAN HUSK (DURIO ZIBETHINUS MURR.) AND THE CHARACTERISTIC TESTS) Febriani, Yuyun; Yuliana, Tri Puspita; Hariadi, Puspawan; Gemantari, Baiq Maylinda; Minawati, Minawati
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 6 No 1 (2023)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.vol6no1p25-32

Abstract

The high production of durian fruit gives an environmental problem if it is not used properly. Durian fruit skin contains flavonoids, phenolic compounds, saponins, and tannins which have antioxidant activity. Its antioxidant activity makes durian husk a candidate as a basic ingredient for natural cosmetics. Producing a formulation of scrub preparations as natural cosmetics based on the results of the characteristic test was the purpose in this research. Experimental research with a post-test design technique was carried out by making the changes of the concentration of durian husk as an active ingredient in the scrub preparations used in this study. The form of an oil-in-water cream scrub was used as the formulation in a change of concentration range of 1% (F1), 1.5% (F2), and 3% (F3) for each formula. Furthermore, the characteristic test was carried out which included organoleptic test, homogeneity test. pH test, viscosity test, spreadability test, and adhesion test. In this research also used statistica tests. The results showed that the best formulation is obtained from formulation 3 (F3) with a concentration of 3% durian rind. The characteristic test results include: stable organoleptic test for storage in terms of shape, color and odor; homogeneity test formed granules and there was no separation between the oil and water phases; Stable pH test according to skin pH at 5.05; spreadability test 7.3 cm; viscosity test 64 dPa.s; and 2.41 minutes of adhesion test. It pointed that all formulations fulfilled the requirements for topical scrubs in each characteristic test.
EVALUASI FORMULA SEDIAAN GEL FRAKSI N-HEKSAN DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini) Hariadi, Puspawan; Hidayati, Kartika; Gemantari, Baiq Maylinda
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1144

Abstract

Tanaman jamblang merupakan tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangakan menjadi sediaan farmasi. Tanaman ini diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, dan saponin. Dalam beberapa penelitian tanaman ini dilaporkan memiliki aktifitas antibakteri dan antioksidan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik dari formula gel fraksi n-heksan daun jamblang. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 96% dan difraksinasi menggunakan n-heksan. Sediaan gel fraksi n-heksana diformulasikan menjadi 3 formula, F1 sebagai basis tanpa fraksi n-heksan daun jamblang yang berisi carbomer, propilenglikol, trietanolamin dan metil paraben, F2 dengan konsentrasi fraksi n-heksan daun jamblang 3% dan F3 dengan konsentrasi fraksi n-heksan daun jamblang 5%, sediaan gel fraksi n-heksan diuji organoleptis, pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil penelitian pada formulasi F1 diperoleh pH 6,42 daya sebar 4,46 daya lekat 1,87 pada formulasi F2 diperoleh pH 6,37 daya sebar 5,56 dan daya lekat 2,56 pada formulasi F3 diperoleh pH 6,08 daya sebar 6,33 dan daya lekat 2,71. Dari hasi penelitian disimpulkan bahwa sediaan gel fraksi n-heksan daun jamblang F2, dan F3 memiliki sifat fisik sesuai standar sediaan gel. Pada sediaan gel F3 memilik sifat fisik terbaik berdasarkan evaluasi sifat fisik sediaan gel.
Penyuluhan Pemanfaatan Sampah Sebagai Bahan Kosmetika Alami di Desa Rempung Kec. Pringgasela Rahim, Abdul; Haritani, Hartini; Nurmayanti, Wiwit Putra; Ihsan, Ersi Arviana; Hariadi, Puspawan
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20, No 3 (2020): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.0660

Abstract

Kosmetika merupakan suatu bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Kosmetika bahan dasar sampah ini meliputi kosmetika pada wajah karena wajah merupakan bagian tubuh yang paling sering diperhatikan dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, terutama bagi wanita. Tujuan utama Pengabdian ini yaitu membangun kesadaran serta menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat dalam pemanfaatan sampah buah sebagai kosmetika, sehaingga dapat meminimalisis sampah di masyarakat. Kelompok yang menjadi target utama pelaksanaan program pelatihan ini ialah warga Desa Rempung. Metode yang dilakukan berupa pemberian informasi (edukasi/penyuluhan) mengenai pemanfaatan sampah buah sebagai jamu kesehatan atau bahan baku kosmetika merupakan komponen kunci untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan herbal. Selain itu juga dapat meningkatkan nilai ekonomis nilai ekonomi tanaman herbal di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan bahwa kegiatan penggunaan obat tradisonal dan pembuatan kosmetik alami berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini diketahui dari tingkat kehadiran dan keaktifan para peserta. Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya dan membuat produk masker bayam yang akan menigkatkan perekonomian masyarakat.
Efektivitas Infusa Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) terhadap Kadar Kolesterol Total dan HDL Serum Darah Tikus Galur Wistar Hikmah, Rani Anggraini; Hariadi, Puspawan; Sovia, Fitriwati
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.569 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4367

Abstract

Jarak  kepyar (Ricinus communis L.) adalah salah satu tanaman herbal yang mengandung flavonoid khususnya kuersetin, tanin, dan saponin dimana senyawa-senyawa ini dipercaya dapat memberikan efek antihiperlipidemia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas infusa dan untuk mendapatkan konsentrasi infusa daun jarak kepyar yang paling efektif sebagai antihiperlipidemia pada tikus galur wistar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian true exsperimental dengan rancangan pretest-postest kelompok. Hewan uji terbagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif dan perlakuan (infusa daun jarak kepyar) dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%  dengan masing-masing kelompok sebanyak 5 ekor. Sebelum perlakuan hewan uji diberikan induksi kuning telur selama 25 hari kemudian diukur kadar kolesterol total, trigliserida, dan HDL. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah induksi kuning telur kemudian dilakukan kembali setelah infusa daun jarak kepyar diberikan. Parameter yang diukur adalah kadar kolesterol total, trigliserida dan HDL. Berdasarkan hasil pengukuran kadar setelah pemberian infusa daun jarak kepyar diperoleh hasil persentasi penurunan kolesterol total yaitu kontrol negatif (8.43%), kontrol positif (15.28%), konsentrasi 10% (10.23%), konsentrasi 20% (20.03%), dan kelompok konsentrasi 30% (27.13%) dan peningkatan  HDL yaitu kelompok kontrol negatif (1.23%), kontrol positif (9.23%), konsentrasi 10% (2.96%), konsentrasi 20% (7.85%), dan kelompok konsentrasi 30% (5.14%).  Konsentrasi 20% dan 30% memberikan penururunan kadar kolesterol total secara signifikan (p<0.05)  dan peningkatan kadar HDL secara signifikan (p<0.05) oleh kontrol 20% jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Infusa daun jarak kepyar (Ricinus communis L.) konsentrasi 30% paling efektif menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida, sedangkan yang paling efektif untuk meningkatkan kadar HDL  adalah konsentrasi 20%.
Efek Sinergisme Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dengan Obat Antidiabetik Oral terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Puasa pada Mencit Khairurrizki, Amanda; Rafsanjani, Arief; Hariadi, Puspawan
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.586 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4385

Abstract

Tanaman pegagan (Centella asiatica L.) mengandung senyawa triterpenoid dan flavonoid yang memiliki mekanisme penurunan kadar glukosa dalam darah dan aktivitas antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sinergisme antara ekstrak daun pegagan dengan obat antidiabetik oral dalam menurunan kadar glukosa darah puasa pada mencit. Desain penelitian ini menggunakan pre dan post test control group design. Induksi hiperglikemia pada mencit menggunakan aloksan, pengujian pada mencit terbagi dalam 12 kelompok, diantaranya kontrol negatif, kontrol positif (metformin dan glibenklamid), dan kelompok perlakuan pertama (I,II,IIII), kedua (IV, V, VI), dan ketiga (VII, VIII, IX) yang diberikan ekstrak daun pegagan dengan 3 dosis yang berbeda, yaitu 56,7 mg/kgBB; 113,4 mg/kgBB; dan 170,1mg/kgBB. Pada kelompok perlakuan kedua, ekstrak daun pegagan dikombinasikan dengan metformin 1,75 mg/kgBB dan glibenklamid 0,0175 mg/kgBB pada kelompok perlakuan ketiga.  Data dianalisis menggunakan Oneway Anova dan uji lanjut LSD. Hasil analisis menunjukkan terdapat efek sinergisme pada kelompok perlakuan V (Ekstrak Daun Pegagan 113,4 mg/kgBB dengan metformin 1,75 mg/kgBB), dimana terdapat penurunan kadar glukosa darah puasa yang signifikan dibandingkan penurunan kadar ekstrak tunggal, yaitu 93 mg/dL dan 77,66 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kombinasi ekstrak etanol daun pegagan pada dosis 113,4 mg/kgBB dengan 1,75 mg/kgBB metformin merupakan dosis yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah puasa.
Formulasi dan Evaluasi Krim Pelembab Kulit Ekstrak Mahkota Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) Nopita, Rati Astuti Dewi; Ihsan, Ersi Arviana; Hariadi, Puspawan
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4391

Abstract

Bunga sepatu merupakan tanaman yang memiliki kandungan flavonoid yang  berfungsi sebagai antioksidan dan sebagai pelembab. Pelembab merupakan sediaan yang digunakan untuk memperbaiki kulit kering, sediaan ini dapat menurunkan Trans Evidermal Water Loss (TEWL) dengan membentuk lapisan lemak tipis di permukaan  kulit. Penelitian bertujuan untuk mengetahui formulasi dan evaluasi sifat fisik sedian krim ekstrak etanol mahkota bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) sebagai pelembab kulit. Metode yang digunakan pada penelitian ini eksperimental labolatorium. Evaluasi sifat fisik sediaan krim meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi sediaan krim ekstrak etanol mahkota bunga sepatu dari ketiga formula uji organoleptis pada F1 (semi padat, abu muda, kakao), F2 (semi padat, drak sea green, kakao), kontrol (semi padat, putih, kakao), uji homogenitas dari ketiga formula menunjukkan hasil yang homogen, uji pH pada ketiga formula F1 6,22, F2 6,23, kontrol 5,91, uji viskositas F1 318, F2 1138, kontrol 992, hasil uji daya sebar memiliki diameter pada F1 5,59 cm; F2 5,9 cm; kontrol 5,2 cm  dan uji daya lekat pada F1 2,72 detik; F2 278 detik; dan kontrol 2,65 detik. Hasil uji pelembab menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara formula 2 dengan kelompok kontrol negatif. Sediaan krim ekstrak mahkota bunga sepatu F2 dengan sebelum pengolesan 22,64 % pada hari ke 10 rata-rata 52, 48%.
Kombinasi Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica L.) dengan Obat Anti Diabetik Oral (ADO) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Mencit Hamidah, Laeli Aminatul; Rafsanjani, Arief; Hariadi, Puspawan
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.3 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4398

Abstract

ABSTRAKDiabetes Melitus adalah penyakit yang ditandai dengan konsentrasi glukosa yang tinggi di dalam darah. Pederita diabetes perlu mengkonsumsi obat untuk mengontrol konsentrasi glukosa yang tinggi dalam darah. Selain mengggunakan terapi tunggal, penggunaan terapi kombinasi juga sering diterapkan oleh penderita diabetes untuk mengatur keseimbangan glukosa darah dalam tubuh, baik terapi kombinasi dari dua obat sintetis ataupun kombinasi sintetis dan obat herbal. Masyarakat percaya bahwa kombinasi obat herbal dan obat sintetis lebih baik dari pada menggunakan salah satu diantaranya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kombinasi ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dengan obat anti diabetik oral dapat memberikan efek yang lebih baik dibandingkan pemberian tunggalnya dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit. Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorium dengan desain pre-test and post-test with control group menggunakan hewan uji mencit sebanyak 36 ekor yang dibagi menjadi 12 kelompok. Evaluasi pengukuran kadar glukosa darah untuk setiap kelompok mencit dilakukan sebanyak empat kali, yakni sebelum induksi aloksan (T0), setelah induksi aloksan(T1), hari ke 7(T7) dan hari ke 14 (T14) setelah pemberian bahan uji. Data dianalisis secara statistik menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) dengan metode uji One way anova dan uji Tukey HSD. Hasil analisis menunujukkan bahwa pemberian ADO (metformin tunggal, glibenklamid tunggal), tiga variasi ekstrak pegagan tunggal (EEP D1, EEP D2, EEP D3) ataupun kombinasi antara keduanya (KMP D1, KMP D2, KMP D3, KGP D1, KGP D2, KGP D3) mampu memberikan penurunan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (p=0.00). Dapat disimpulkan bhwa dari hasil uji tukey kelompok uji kombinasi ekstrak etanol daun pegagan+Metformin (KMP) dan Kombinasi ekstrak etanol daun pegagan+Glibenklamid (KGP) menunjukkan efek yang yang tidak lebih baik atau sebanding dengan kelompok uji tunggal masing-masing dalam menurunkan kadar glukosa darah sewaktu pada mencit (p>0.05).
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Sabun Mandi Cair Ekstrak Kulit Buah Manggis (Gracinia mangostana L.) dan Uji Aktivitas terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Shakila, Shakila; Hariadi, Puspawan; Yuliana, Tri Puspita
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.5269

Abstract

Infeksi merupakan salah satu jenis penyakit yang sering terjadi, terutama infeksi kulit. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi yaitu bakteri staphylococcus aureus. Kulit manggis (Gracinia mangostana L.) memiliki kandungan senyawa kimia flavonoid, saponin, tanin, dan alkaloid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri.Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri sabun cair ekstrak kulit buah manggis (Gracinia mangostana L.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan metode sumuran terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan tiga kelompok perlakuan. Kontrol positif sipofloxacin, kontrol negatif basis sabun, formulasi 1 (50%), formulasi 2 (60%), formulasi 3 (80%). Parameter yang diamati berupa uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan stabilitas busa dan viskositas. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sabun mandi cair ekstrak kulit buah manggis F1, F2 dan F3 memiliki daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Didapatkan kesimpulan bahwa F1, F2 dan F3 sabun mandi cair ekstrak kulit buah manggis dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan didapatkan uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji tinggi busa dan stabilitas busa dan viskositas memenuhi persyaratan sabun cair menurut SNI 06-4085-1996.
Pengaruh Ekstrak Daun Beluntas (Pluchea indica L.) dalam Menghambat Pertumbuhan Bakteri Staphylococus epidermidis Penyebab Bau Badan Hariani, Dia Isma; Hariadi, Puspawan; Azim, Muhlisun
Sinteza Vol. 1 No. 2 (2021): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v1i2.5270

Abstract

Bau badan merupakan masalah yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, salah satu penyebabnya adalah bakteri Staphylococus epidermidis. Salah satu tanaman yang diduga dapat mencegah bau badan adalah tanaman daun beluntas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji skrining fitokimia ekstrak daun beluntas dengan uji flavonoid, terpenoid, dan fenolik serta uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococus epidermidis. Uji antibakteri menggunakan metode difusi agar tehnik sumuran menggunakan konsentrasi 40%, 80%, dan 100% dengan kontrol positif ciprofloxasin 50µg/ml dan kontrol negatif DMSO 10%. Hasil skrining menunjukkan ekstrak daun beluntas mengandung flavonoid, tanin, steroid, dan fenolik. Uji antibakteri menghasilkan diameter zona hambat yang terbentuk pada kelompok konsentrasi 40%, 80%, dan 100%, secara berurutan adalah 8,84 mm, 10,52 mm, dan 12,77 mm. Hasil uji statistik menggunakan uji One Way Annova didapatkan nilai signifikan p=0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak daun beluntas mampu menghambat bakteri Staphylococus epidermidis dengan konsentrasi paling efektif yaitu konsentrasi 80% dan 100%.
Pengaruh Infusa Buah Asam Londo (Pithecellobium dulce) terhadap Reaksi Antinyeri Mencit Diinduksi Asam Asetat Ula, Fatin Bariatul; Hariadi, Puspawan; Yuliana, Tri Puspita
Sinteza Vol. 2 No. 2 (2022): August
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.982 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i2.6874

Abstract

Nyeri merupakan suatu permasalahan yang sering terjadi dikalangan masyarakat, nyeri merupakan perasaan sensoris dan emosional yang tidak nyaman, berhubungan dengan adanya kerusakan jaringan, sehingga dapat melindungi tubuh dari keadaan berbahaya. Buah asam londo memiliki senyawa flavonoid yang mampu memberikan efek penurunan rasa nyeri (antinyeri). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian infusa buah asam londo (pithecellobium dulce) terhadap reaksi anti nyeri pada mencit (mus muscullus) yang diinduksikan asam asetat. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen pre-pos test metode peneliian yang digunakan yakni uji geliat (writhing test). Penelitian ini terdiri dari kelompok kontrol negatif, kontrol positif, dan empat kelompok perlakuan infusa buah asam londo dengan konsentrasi (10%, 20%, 30%, 40%). Berdasarkan hasil uji analisis one-way ANOVA, menyatakan terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif, perlakuan 10%dan 20% dengan kontrol positif dan sedangkan perlakuan 30% dan perlakuan 40% tdak berbeda bermakna dengan kelompok kontrol positif dengan nilai p<0,05. Kesimpulan dari penelitian ini pada kelompok kontrol positf (asetosal) dengan kelompok perlakuan memilki efek yang sama dalam mengurangi rasa nyeri pada mencit.