Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

EVALUASI FORMULA SEDIAAN GEL FRAKSI N-HEKSAN DAUN JAMBLANG (Syzygium cumini) Hariadi, Puspawan; Hidayati, Kartika; Gemantari, Baiq Maylinda
Jurnal Kefarmasian Akfarindo Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Farmasi Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37089/jofar.vi0.1144

Abstract

Tanaman jamblang merupakan tanaman yang memiliki potensi untuk dikembangakan menjadi sediaan farmasi. Tanaman ini diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, dan saponin. Dalam beberapa penelitian tanaman ini dilaporkan memiliki aktifitas antibakteri dan antioksidan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fisik dari formula gel fraksi n-heksan daun jamblang. Ekstraksi dilakukan menggunakan pelarut etanol 96% dan difraksinasi menggunakan n-heksan. Sediaan gel fraksi n-heksana diformulasikan menjadi 3 formula, F1 sebagai basis tanpa fraksi n-heksan daun jamblang yang berisi carbomer, propilenglikol, trietanolamin dan metil paraben, F2 dengan konsentrasi fraksi n-heksan daun jamblang 3% dan F3 dengan konsentrasi fraksi n-heksan daun jamblang 5%, sediaan gel fraksi n-heksan diuji organoleptis, pH, daya sebar dan daya lekat. Hasil penelitian pada formulasi F1 diperoleh pH 6,42 daya sebar 4,46 daya lekat 1,87 pada formulasi F2 diperoleh pH 6,37 daya sebar 5,56 dan daya lekat 2,56 pada formulasi F3 diperoleh pH 6,08 daya sebar 6,33 dan daya lekat 2,71. Dari hasi penelitian disimpulkan bahwa sediaan gel fraksi n-heksan daun jamblang F2, dan F3 memiliki sifat fisik sesuai standar sediaan gel. Pada sediaan gel F3 memilik sifat fisik terbaik berdasarkan evaluasi sifat fisik sediaan gel.
Penyuluhan Pemanfaatan Sampah Sebagai Bahan Kosmetika Alami di Desa Rempung Kec. Pringgasela Rahim, Abdul; Haritani, Hartini; Nurmayanti, Wiwit Putra; Ihsan, Ersi Arviana; Hariadi, Puspawan
Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20, No 3 (2020): Suluah Bendang: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/sb.0660

Abstract

Kosmetika merupakan suatu bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh terutama untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan dan atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik. Kosmetika bahan dasar sampah ini meliputi kosmetika pada wajah karena wajah merupakan bagian tubuh yang paling sering diperhatikan dibandingkan dengan bagian tubuh lainnya, terutama bagi wanita. Tujuan utama Pengabdian ini yaitu membangun kesadaran serta menumbuhkan jiwa wirausaha masyarakat dalam pemanfaatan sampah buah sebagai kosmetika, sehaingga dapat meminimalisis sampah di masyarakat. Kelompok yang menjadi target utama pelaksanaan program pelatihan ini ialah warga Desa Rempung. Metode yang dilakukan berupa pemberian informasi (edukasi/penyuluhan) mengenai pemanfaatan sampah buah sebagai jamu kesehatan atau bahan baku kosmetika merupakan komponen kunci untuk meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan herbal. Selain itu juga dapat meningkatkan nilai ekonomis nilai ekonomi tanaman herbal di kawasan tersebut. Berdasarkan hasil pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat dapat disimpulkan bahwa kegiatan penggunaan obat tradisonal dan pembuatan kosmetik alami berjalan dengan baik dan lancar. Hal ini diketahui dari tingkat kehadiran dan keaktifan para peserta. Para peserta yang hadir sangat antusias dalam mendengarkan penjelasan dan aktif bertanya terkait penggunaan obat dan penanganannya dan membuat produk masker bayam yang akan menigkatkan perekonomian masyarakat.
FRAP REDUCING ACTIVITY OF PROTIUM JAVANICUM BURM.FIL LEAVES: A SCREENING ANTIOXIDANT POTENCY OF NATURAL COSMETIC INGREDIENT Sulastri, Novi; Gemantari, Baiq Maylinda; Hayaza, Azzam Hafid; Azim, Muhlisun; Hariadi, Puspawan; Pratiwi, Puspa Dwi
Indonesian Journal of Cosmetics Vol. 3 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Cosmetics
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Sumatera, Lampung Selatan, Lampung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35472/ijcos.v3i2.2373

Abstract

Tenggulun (Protium javanicum Burm.fil) has been traditionally used to treat various ailments such as cough, stomachache, diarrhea, inflammation and headache. The leaves have therapeutic roles in the treatment and prevention of illnesses acting as antibacterial, antidiabetic and antiinflammation agents. It is also reported that tenggulun leaves can be used for insecticides, cosmetics and food additives. This research aimed to determine antioxidant activity by reducing FRAP of the tenggulun leaves methanol extract using Trolox as the standard solution. The result showed that the tenggulun leaves extract contained secondary metabolites of flavonoid and polyphenolic. The extract showed the FRAP reducing activity at 0,008634±0.00043 μmol TE/g DW. These results indicated the ability of tenggulun methanolic extract to reduce Fe (III) into Fe (II) equivalent to Trolox by the presence of secondary metabolites confirmed.
2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) Radical Scavenging Analysis and Antibacterial Activities of Renggak Seed (Amomum Dealbatum Roxb) Muhlisun Azim; Puspawan Hariadi; Baiq Risma Fatmayanti; Yuyun Febriani; Annisa Rizqita Wazni; Virta Dwi Anggraini
Sinteza Vol. 5 No. 1 (2025): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sinteza.v5i1.28683

Abstract

Natural sources have complex interaction mechanisms in providing inhibitory effects against various radical reactions and multi-drug resistance (MDR). Amomum dealbatum (Renggak in Lombok) seed phytochemistry and bioactivities have the potential to be investigated. This study aims to explore the bioactivity of extracts and fractions of renggak seeds in reducing reactive oxygen species and inhibiting bacterial growth to overcome MDR. The methods used to determine the level of free radical scavenging and antibacterial activity in this study were the 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) and agar diffusion methods. The results of the phytochemical tests of the ethanolic extract of Renggak seeds contain triterpenoids, alkaloids, saponins, and phenolics. Meanwhile, in the hexane fraction were found alkaloids, saponins, and phenolics. The results of antibacterial tests on Staphylococcus aureus using the agar diffusion method for ethanol and hexane extracts at concentrations of 20, 40 and 60% were 12.50±1.00, 19.00±0.00, and 21.8±0.76 for ethanol extracts, respectively. The hexane fraction was 5.33±0.57, 10.83±0.57, and 14.33±0.28 mm. For Salmonella sp bacteria, it was 9.00±1.00, 14.16±0.29, and 18.16±1.04 mm for ethanol extracts than was 7.50±0.50, 12.67±0.76, and 15.67±0.76 mm for hexane fractions. Moreover, the ethyl acetate fraction contains triterpenoids, alkaloids, saponins and phenolics which are responsible for giving antioxidant effects with an IC50 value of 66.515±2.37 ppm and is classified as a strong antioxidant to scavenging free radicals of DPPH. The higher the concentration of the fraction, the higher the inhibition of the growth of Salmonella sp and Staphylococcus aureus bacteria. The ability of the extract and fraction to inhibit bacterial growth and reduce free radicals makes renggak seeds very potential for further investigation.
Pengetahuan masyarakat dan pemanfaatan tanaman obat keluarga di desa toya aikmel utara Muhlisun Azim; Arief Rafsanjani; Tripuspita Yuliana; Puspawan Hariadi
Lentera Negeri Vol. 2 No. 1 (2021): Lentera Negeri
Publisher : Indonesian Institute For Counseling, Education and Therapy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/99330

Abstract

Family Medicinal Plants (TOGA) is an alternative in achieving GERMAS (Healthy Living Community Movement) as an effort to achieve traditional independent health. The success of the use of TOGA is strongly influenced by the level of public knowledge about the benefits of the type of medicinal plants which has been empirically investigated. The data obtained is qualitative data with descriptive approach analysis method. Data collection was carried out by conducting observations, interviews and technical training to the community in an effort to provide knowledge about TOGA and the creation of a TOGA demonstration plot. The results obtained from this activity are the emergence of public awareness of the use of home yard land for the manufacture of living pharmacies as an effort to achieve independent health and the emergence of public interest in the use of TOGA as a UMKM product in the form of packaged drink sachets as a pilot. The importance of public knowledge about TOGA is needed in supporting the success of achieving independent health and efforts to utilize local biological resources in initiating the manufacture of herbal plant-based UMKM products.
Formulation and Evaluation of the Physical Properties of Clay Mask Containing Ethanol Extract of Kenikir (Cosmos caudatus) Leaves Puspawan Hariadi; Rina Sri Apriani; Baiq Maylinda Gemantari; Tri Puspita Yuliana; Erma Ewisa Oktresia; Fitriwati Sovia
Journal of Pharmacology Experiment and Pharmaceutical Technology Vol. 1 No. 2 (2025): JPEPT
Publisher : DSM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64015/jpept.v1i2.19

Abstract

The demand for natural-based cosmetic products continues to increase due to their perceived safety and minimal side effects. Kenikir leaves (Cosmos caudatus Kunth) are known to contain active compounds such as flavonoids, tannins, and phenols, which have antioxidant potential and can be utilized in facial mask preparations. This study aims to formulate a clay mask preparation from the ethanol extract of kenikir leaves and evaluate its physical properties. The extract was obtained through maceration using 96% ethanol, and then formulated into three concentrations: F1 (0.5%), F2 (1%), and F3 (2%). The evaluation of the preparation included organoleptic tests, adhesion test, spreadability test, and pH measurement. The results showed that F1 had a pH of 6, adhesion time of 2 seconds, and spreadability of 5.3 cm. F2 had a pH of 6, adhesion time of 2 seconds, and spreadability of 5.2 cm. F3 had a pH of 6, adhesion time of 4.6 seconds, and spreadability of 5 cm. The evaluation results indicated that all clay mask formulations met the physical quality criteria for clay masks.
POTENSI FRAKSI ETIL ASETAT KULIT BUAH RENGGAK (AMOMUN DEALBATUM ROXB) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI Puspawan Hariadi; Widia Hidayati; Tri Puspita Yuliana; Baiq Maylinda Gemantari; Erma Ewisa Oktresia; Fitriwati Sovia
Journal of Pharmacology Experiment and Pharmaceutical Technology Vol. 2 No. 2 (2026): JPEPT
Publisher : DSM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64015/jpept.v2i2.1

Abstract

Tanaman renggak (Amomun dealbatum Roxb) merupakan tanaman yang tergolong  dalam jenis tumbuhan aromatik yang termasuk dalam suku jahe – jahean, tanaman ini mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, Tanin, Alkoloid, Saponin, Steroid yang memiliki potensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi fraksi kulit buah dari tanaman renggak sebagai antibakteri dengan variasi konsentrasi 10%, 20%, 30%, 40% terhadap bakteri staphylococcus aureus dan pseudomonas aeruginosa. Fraksinasi dilakukan menggunakan metode fraksi cair – cair, dan pengujian aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan difusi sumuran. Hasil pengujian fraksi pada bakteri staphyloccoccus aureus pada konsentrasi 10%, 20%, 30% dan 40 % masing masing memilik daya hambat sebesar 11,45 mm, 12,19 mm, 13,62 mm, 15,38 mm dan pada bakteri peudomonas aeruginosa masing masing sebersar 8,24 mm, 9,23 mm, 11,16 mm, 12,63 mm, hal ini menunjukan bahwa tanaman renggak memiliki potensi sebagai antibakteri.
Antibacterial Activity of Tobacco Flower Extract Against Staphylococcus Aureus and Pseudomonas Aeruginosa Puspawan Hariadi; Andhini Yasmina Hukmi; Baiq Maylinda Gemantari
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/x219jd72

Abstract

Background: Tobacco is known contains secondary metabolites such as flavonoids, alkaloids, and phenolic compounds which has pharmacological activity. As a part of the plant, it flowers have not been widely explored but are potentially rich in bioactive compounds that may be utilized as natural antibacterial agents. Aim: this study aimed to determine the antibacterial potential of tobacco flower extract against Gram-positive and Gram-negative bacteria. Methods: The ethanolic extract of tobacco flowers was obtained using a graded maceration method. The experimental groups were divided into six groups, consisting of four treatment groups with extract concentrations of 20%, 30%, 40%, and 50%, as well as one positive control group and one negative control group. Antibacterial activity was evaluated using the disc diffusion method. Result: The results showed that tobacco flower extract at concentrations at 20%, 30%, 40%, and 50% revealed inhibition zone diameters against Staphylococcus aureus as 0.6 mm, 1.5 mm, 1.8 mm, and 3 mm respectively, while were 0.5 mm, 0.6 mm, 0.6 mm, and 2.8 mm, respectively against Pseudomonas aeruginosa the inhibition zones. The positive control exhibited inhibition zone diameters of 18.6 mm against Staphylococcus aureus and 15.8 mm against Pseudomonas aeruginosa, whereas the negative control showed no inhibition zone (0 mm) against both test bacteria. Those activities known related to secondary metabolites compound that could inhibit bacterial growth. Conclusion: Based on those findings, the potency of tobacco flower extract posses inferior in antibacterial activity.
Karakterisasi Senyawa Aktif Antioksidan Fraksi Tongkol Jagung Ketan (Zea mays ceratina) Terhadap Perbedaan Polaritas Pelarut Yuyun Febriani; Muhammad Yasykuri Zikrillah; Ajeng Pitaloka; Puspawan Hariadi
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 7, No 2 (2026): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v7i2.37113

Abstract

Produksi jagung yang tinggi di NTB (Nusa Tenggara Barat) menimbulkanlimbah yang tinggi berupa tongkol jagung yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan antioksidan pada fraksi-fraksi tongkol jagung ketanuntuk mengetahui tingkatan aktivitas antioksidannya menggunakan metode DPPH sebagai model radikal bebas.Metode penelitian dilakukan melalui proses ekstraksi dengan metode maserasi selama tiga hari kemudian difraksinasi dengan tiga pelarut yang polaritasnya berbeda yaitu n-heksan, etil asetat dan butanol. Uji bercak noda dilakukan sebagai uji kualitatif untuk mengetahui fraksi mana saja yang memiliki kandungan antioksidan sebelum masuk ke uji kuantitatif menggunakan alat spektrofotometer UV-Visibel. Untuk uji kuantitatif aktivitas antioksidan dilakukan pada panjang gelombang 516,40 nm. Sampel yang digunakan adalah lima varian konsentrasi yaitu 2,5 ppm; 5 ppm; 7,5 ppm; 10 ppm dan20 ppm pada semua fraksi dan standar dengan marker (kuarsetin). Hasil absorbansi dari setiap konsentrasi fraksi dan standar kuarsetin, dihitung nilai pensentase inhibisi dan IC50 dengan regresi linear. Hasil pengujian aktivitas antioksidan didapatkan untuk standar kuasetin, fraksi butanol, fraksi etil asetat dan fraksi n-heksan secara berturut-turut 2,354 ppm; 3,740 ppm; 8,937 ppm dan 7,625 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa semua fraksi memiliki nilai IC50 mendekati standar kuarsetin dan pelarut butanol memberikan hasil terbesar dalam aktivitasnya sebagai antioksidan.
Efektivitas Infusa Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis L.) terhadap Kadar Kolesterol Total dan HDL Serum Darah Tikus Galur Wistar Rani Anggraini Hikmah; Puspawan Hariadi; Fitriwati Sovia
Sinteza Vol. 2 No. 1 (2022): February
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.569 KB) | DOI: 10.29408/sinteza.v2i1.4367

Abstract

Jarak  kepyar (Ricinus communis L.) adalah salah satu tanaman herbal yang mengandung flavonoid khususnya kuersetin, tanin, dan saponin dimana senyawa-senyawa ini dipercaya dapat memberikan efek antihiperlipidemia. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas infusa dan untuk mendapatkan konsentrasi infusa daun jarak kepyar yang paling efektif sebagai antihiperlipidemia pada tikus galur wistar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian true exsperimental dengan rancangan pretest-postest kelompok. Hewan uji terbagi menjadi 5 kelompok yaitu kontrol positif (simvastatin), kontrol negatif dan perlakuan (infusa daun jarak kepyar) dengan konsentrasi 10%, 20% dan 30%  dengan masing-masing kelompok sebanyak 5 ekor. Sebelum perlakuan hewan uji diberikan induksi kuning telur selama 25 hari kemudian diukur kadar kolesterol total, trigliserida, dan HDL. Pengukuran dilakukan sebelum dan sesudah induksi kuning telur kemudian dilakukan kembali setelah infusa daun jarak kepyar diberikan. Parameter yang diukur adalah kadar kolesterol total, trigliserida dan HDL. Berdasarkan hasil pengukuran kadar setelah pemberian infusa daun jarak kepyar diperoleh hasil persentasi penurunan kolesterol total yaitu kontrol negatif (8.43%), kontrol positif (15.28%), konsentrasi 10% (10.23%), konsentrasi 20% (20.03%), dan kelompok konsentrasi 30% (27.13%) dan peningkatan  HDL yaitu kelompok kontrol negatif (1.23%), kontrol positif (9.23%), konsentrasi 10% (2.96%), konsentrasi 20% (7.85%), dan kelompok konsentrasi 30% (5.14%).  Konsentrasi 20% dan 30% memberikan penururunan kadar kolesterol total secara signifikan (p<0.05)  dan peningkatan kadar HDL secara signifikan (p<0.05) oleh kontrol 20% jika dibandingkan dengan kontrol negatif. Infusa daun jarak kepyar (Ricinus communis L.) konsentrasi 30% paling efektif menurunkan kadar kolesterol total dan trigliserida, sedangkan yang paling efektif untuk meningkatkan kadar HDL  adalah konsentrasi 20%.