Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN PENERAPAN PROGRAM KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA RUMAH SAKIT (K3RS) DI RUMAH SAKIT ADVENT MANADO Bando, Jeane Julianingsih; Kawatu, Paul A.T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 2 (2020): VOLUME 9, NOMOR 2, MARET 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep dasar Kesehatan dan Keselamatan Rumah Sakit (K3RS) adalah upaya terpadu seluruh pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung/pengantar orang sakit untuk menciptakan lingkungan kerja, tempat kerja rumah sakit yang sehat, aman dan nyaman baik bagi pekerja rumah sakit, pasien, pengunjung/pengantar orang sakit maupun bagi masyarakat dan lingkungan sekitar rumah sakit. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), dari 35 juta pekerja kesehatan terdapat 3 juta terpajan patogen darah (2 juta terpajan virus HBV, 0,9 juta terpajan virus HBC dan 170,000 terpajan virus HIV/AIDS). Di Amerika Serikat, setiap tahun terdapat 5000 petugas kesehatan terinfeksi Hepatitis B 47 positif HIV dan setiap tahun 600.000–1.000.000 luka tusuk jarum dilaporkan (Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 432 Tahun 2007). Jenis penelitian adalah kualitatif untuk menggambarkan penerapan program kesehatan dan keselamatan kerja di Rumah Sakit Advent Manado. Waktu penelitian dilakukan dari Desember 2019 – Februari 2020. Informan penelitian ini berjumlah 7 orang.. Hasil penelitian menunjukkan penerapan program keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit yang dilakukan Rumah Sakit Advent Manado sudah berjalan dengan baik tetapi belum sesuai standar karena beberapa program seperti pembinaan dan pengawasan terhadap peralatan keselamatan kerja, pembinaan dan pengawasan manajemen sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran, pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja dan pemeriksaan kesehatan secara berkala belum terlaksana secara optimal. Kata Kunci: Penerapan Program K3RS ABSTRACTThe basic concept of Hospital Health and Safety is an integrated effort of all hospital workers, patients, visitors / introductory people to create a work environment, a healthy, safe and comfortable hospital workplace for both hospital workers, patients, visitors / introduction to the sick as well as to the community and the environment around the hospital. Based on data from the World Health Organization (WHO), out of 35 million health workers, 3 million were exposed to blood pathogens (2 million were exposed to the HBV virus, 0.9 million were exposed to the HBC virus and 170,000 were exposed to the HIV / AIDS virus). In the United States, every year there are 5000 health workers infected with HIV positive 47 Hepatitis B and every year 600,000-1,000,000 needling injuries are reported (RI Minister of Health Decree No. 432 of 2007). This type of research is qualitative to illustrate the application of occupational health and safety programs at Manado Adventist Hospital. When the research was conducted from December 2019 - February 2020. The informants of this study amounted to 7 people. The results showed that the implementation of the occupational safety and health program at the Advent Manado Hospital had been going well but was not yet up to standard because several programs such as guidance and supervision for occupational safety equipment, guidance and supervision of fire prevention and management system management, health checks before work and periodic health checks have not been carried out optimally. Keywords: Application of hospital health and safety program
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS MEROKOK REMAJA DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN) MODEL 1 MANADO Budiman, Arifah Farah; Ratag, Budi T.; Nelwan, Jeini E.
KESMAS Vol 9, No 7 (2020): VOLUME 9, NOMOR 7, DESEMBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan buruk dan sudah ada sejak lama. Kebiasan merokok sekarang telah menjadi gaya hidup sehari-hari pada semua masyarakat yang ada baik pada anak-anak, remaja, orang muda, orang tua maupun lansia. Remaja merupakan masa pertumbuhan dari anak-anak ke dewasa. Tujuan dari penelitian ini Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan Status merokok remaja di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado, Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi potong lintang (Cross-sectional Study), Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri Model 1 Manado dan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – Oktober 2020. Berdasarkan penelitian yang dilakukan ada hubungan tingkat pengetahuan remaja dengan Status merokok pada responden (0,00<0.05). ada hubungan sikap remaja dengan Status merokok pada responden, ada hubungan antara uang saku  dengan Status merokok pada  responden (0,00<0.05), ada hubungan antara adanya teman perokok dengan Status merokok pada responden (0,00<0.05), ada hubungan antara pengaruh iklan rokok dengan Status merokok pada responden (0,00<0.05). Bagi para siswa memahami bahaya dari rokok, tidak mudah terpengaruhi oleh lingkungan yang tidak baik dengan cara mengikuti kegiatan-kegiatan positif yang menjauhi siswa dari tindakan merokok. Kata kunci : Merokok, Kebiasan merokok, Remaja ABSTRACT Smoking is a bad habit and has been around for a long time. Smoking habits have now become a daily lifestyle in all societies, including children, adolescents, young people, old people and the elderly. Adolescence is a time of change or transition from children to adulthood which includes psychological changes, psychological changes, and social changes. The purpose of this study was to determine the factors associated with the smoking status of adolescents at Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Model 1 Manado. This of research is a quantitative study with a cross-sectional study design. This research was conducted at Madrasah Aliyah Negeri Model. 1 Manado and this research was conducted in July - October 2020. Based on the research conducted there was a relationship between the level of knowledge of adolescents with smoking status in respondents (0.00> 0.05). There is a relationship between adolescent attitudes and smoking status among respondents, there is a relationship between pocket money and smoking status among respondents (0.00> 0.05), there is a relationship between smoking friends and smoking status among respondents (0.00> 0.05) , there is a relationship between the effect of cigarette advertisements and smoking status in respondents (0.00> 0.05). For students to understand the dangers of smoking, it is not easy to be influenced by a bad environment by participating in positive activities that keep students away from smoking. Keywords: Smoking, Smoking habits, Teenagers
GAMBARAN PERILAKU TENTANG APD PADA PEKERJA SPBBE DI DESA MATUNGKAS KECAMATAN DIMEMBE KABUPATEN MINAHASA UTARA Manoa, Mirage Be; Kawatu, Paul A. T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 10, No 3 (2021): VOLUME 10, NOMOR 3, MARET 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri pasal 2 pengusaha wajib menyediakan APD bagi pekerja atau buruh di tempat kerja sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan diberikan secara cuma-cuma.Pengetahuan adalah merupakan hasil dari tahu dan ini setelah orang melakukan penginderaan terhadap obyek tertentu. Sikap menggambarkan suka atau tidak suka seseorang terhadap suatu objek. Tindakan merupakan respon terhadap rangsangan yang bersifat aktif dan dapat diamati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel yang digunakan sebanyak 46 responden. Hasil penelitian dari yang diteliti menunjukkan bahwa pengetahuan responden kategori baik 91,3%, buruk 8,7%, sikap responden kategori baik 93,5%, buruk 6,5%, tindakan responden kategori baik 8,7%  dan buruk 91,3% .Simpulan dalam penelitian ini yaitu pengetahuan dan sikap kategori baik  persentase tinggi dibandingkan dengan tindakan yang persentasenya lebih rendah. Saran dalam penelitian adalah perusahaan diharapkan memperhatikan alat pelindung diri dengan terus mengikuti anjuran pemerintah dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja. Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Tindakan ABSRACTAccording to the Regulation of the Minister of Manpower and Transmigration of the Republic of Indonesia Number PER.08 / MEN / VII / 2010 concerning Personal Protective Equipment Article 2, employers are required to provide PPE for workers or laborers in the workplace in accordance with the Indonesian National Standard (INS) and it is given free of charge. Knowledge is the result of knowing and this is after people sense certain objects. Attitude describes whether someone likes or dislikes an object. Action is a response to stimuli that are active and observable. This study aims to determine the description of knowledge, attitudes and actions. The method used is descriptive quantitative. The sample used was 46 respondents. The results of the research studied showed that the respondents' knowledge was in the good category 91.3%, 8.7% bad,, the respondent's attitude was good 93.5%, bad 6.5%, the respondent's action was good category 8.7% and bad 91.3 %. The conclusion in this study is that the knowledge and attitude in the good category have a high percentage compared to actions with a lower percentage. The suggestion in this research is that companies are expected to pay attention to personal protective equipment by continuing to follow government recommendations in an effort to prevent workplace accidents.  Keywords : Knowledge, Attitude, Action
PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA PESERTA DIDIK SMA NEGERI 1 HALMAHERA UTARA KABUPATEN MALUKU UTARA Kotajin, Nofita F.; Tucunan, Ardiansa A. T.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV merupakan virus yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh AIDS. AIDS merupakan sekumpulan gejala akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Kumulatif HIV/AIDS di Indonesia tersebar di semua provinsi, dari tahun 1987-2019 yang meninggal akibat AIDS dan hidup dengan AIDS mencapai (623.88) kasus. Faktor resiko penularan yang terbanyak melalui hubungan seksual heteroseksual yang pada tahun 2019 mencapai (1.963) jiwa. Jumlah kematian HIV/AIDS di kalangan remaja di seluruh dunia meningkat hingga 50% dan sekitar 71.000 remaja berusia antara 10 sampai 19 tahun meninggal pada tahun 2005 dan jumlah itu meningkat menjadi 110.000 jiwa pada tahun 2012. Remaja sebagian besar belum mengetahui secara menyeluruh soal penyakit HIV/AIDS, bahkan diantara mereka menganggap hanya sebagai penyakit yang tak berbahaya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran perilaku pelajar tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Halmahera Utara. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional study (studi potong lintang). Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Halmahera Utara dengan jumlah 265 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 174 peserta didik (73,2%) berpengetahuan baik, 153 peserta didik (57,7%) memiliki sikap baik dan 173 peserta didik (65,3%) memiliki tindakan baik terhadap pencegahan HIV/AIDS. Kesimpulan perilaku pelajar tentang HIV/AIDS sudah baik berdasarkan hasil pengetahuan, sikap dan tindakan mereka dalam penncegahan HIV/AIDS. Saran agar siswa dapat aktif dalam kegiatan ekstrakulikuler disekolah yang berkaitan dengan kesehatan dan pentingnya pendidikan tentang kesehatan reproduksi untuk meningkatkan pengetahuan sehingga dapat dapat terhindar dari resiko penularan HIV/AIDS. Kata Kunci: Perilaku Pencegahan HIV/AIDS ABSTRACTHIV is a virus that can weaken the immune system caused by AIDS. AIDS is a collection of symptoms caused by a decreased immune system caused by HIV. The cumulative HIV / AIDS in Indonesia is spread across all provinces, from 1987-2019 who died from AIDS and living with AIDS reached (623.88) cases. The most risk factor for transmission is through heterosexual sexual intercourse, which in 2019 reached (1,963) people. The number of HIV / AIDS deaths among adolescents worldwide increased by 50% and around 71,000 adolescents aged 10 to 19 years died in 2005 and this number increased to 110,000 in 2012. Most of the youth did not know thoroughly about HIV disease. / AIDS, even among them consider it just a harmless disease. The purpose of this study was to describe the behavior of students about HIV/ AIDS in SMA Negeri 1 Halmahera Utara. This research method is a descriptive study with a cross sectional study design (cross-sectional study). The population and sample in this study were students of class X and XI at SMA Negeri 1 Halmahera Utara with a total of 265 respondents. The results of this study showed that 174 students (73.2%) had good knowledge, 153 students (57.7%) had good attitudes and 173 students (65.3%) had good action against HIV/AIDS prevention. The conclusion of student behavior about HIV/AIDS was good based on the results of their knowledge, attitudes and actions in HIV/AIDS prevention. Suggestions for students to be active in extracurricular activities at school related to health and the importance of education on reproductive health to increase knowledge so that they can avoid the risk of HIV/AIDS transmission. Keywords: HIV/AIDS Prevention Behavior
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN NOMOPHOBIA PADA MAHASISWA FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI Pasongli, Anita; Ratag, Budi T.; Kalesaran, Angela F.C
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nomophobia (No mobile phone phobia) merupakan gangguan abad ke-21 yang dihasilkan dari teknologi, dimana nomophobia menunjukkan rasa kecemasan atau tidak nyaman ketika tidak terhubung dengan smartphone. Mahasiswa adalah yang terbanyak mengalami nomophobia karena mahasiswa dikatakan sebagai awal menggunakan/memakai smartphone. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin, usia, status tinggal, kepemilikan smartphone dan intensitas penggunaan smartphone dengan nomophobia. Penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan desain studi potong lintang (cross sectional  study) dengan populasi sebanyak 798 mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi angkatan 2016-2019. Besar sampel penelitian sebanyak 210 mahasiswa, dengan teknik pengambilan sampel simple random sampling. Penelitian dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi dan pada bulan Juni sampai Oktober tahun 2020. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat. Uji statistik yang digunakan uji chi square test dan independent samples test dengan CI=95% (α=5%).  Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara jenis kelamin, usia, status tinggal, kepemilikan smatphone dan intensitas penggunaan smartphone dengan nomophobia, dengan p-value < 0,001.  Kata Kunci: faktor-faktor, nomophobia, mahasisw ABSTRACTNomophobia (No mobile phone phobia) is a 21st century disorder resulted from technology, with a sense of anxiety or discomfort when not connected to a smartphone. Students are the most experiencing nomophobia because students are said to be the first to use / use smartphones. The purpose of this study was to determine the relationship between gender, age, residence status, smartphone ownership and the intensity of smartphone use with nomophobia. This was an analytical survey research with a cross sectional study design, and the population was 798 students from Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University, class 2016 to 2019. The sample size was 210 students, collected by simple random sampling technique. The research was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University and from June to October 2020. The data was analyzed by univariate analysis and bivariate analysis. The statistical test used was the chi square test and independent samples test, with CI = 95% (α = 5%). The results showed that there was a relationship between gender, age, residence status, smartphone ownership and the intensity of smartphone use with nomophobia, with p-value <0.001. Keywords: factors, nomophobia, students
GAMBARAN PENERAPAN PEDOMAN UMUM GIZI SEIMBANG PADA TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS SAM RATULANGI PADA MASA PANDEMI COVID-19 Susantyo, Beverly Theresa; Malonda, Nancy S.H.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 9, No 6 (2020): VOLUME 9, NOMOR 6, OKTOBER 2020
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit infeksi yang sedang berkembang di Indonesia saat ini adalah Coronavirus yang menyebabkan peliburan sekolah dan tempat kerja termasuk Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi. Selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) diperlukan langkah – langkah untuk mencegah dan mengendalikan potensi penularan COVID-19 salah satunya dengan menerapkan 4 pilar gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan pedoman umum gizi seimbang pada tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif dengan desain survei observasional dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang. Penelitian dilakukan di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi pada bulan Mei – September 2020. Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner online melalui aplikasi google forms kepada responden dan pengukuran menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pedoman umum gizi seimbang pada tenaga pendidik dan kependidikan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi sebagian besar masuk pada kategori cukup yaitu sebanyak 28 orang (58.3%) dan yang termasuk pada kategori baik sebanyak 18 orang (37.5%). Adapun yang termasuk pada kategori kurang sebanyak 2 orang (4.2%). Jika dibandingkan dengan persentase berkategori baik dan cukup, persentase berkategori kurang merupakan jumlah paling sedikit. Kata Kunci : Pedoman Umum Gizi Seimbang, Tenaga Pendidik dan Kependidikan, COVID-19 ABSTRACTAn infectious disease that is currently developing in Indonesia is the Coronavirus which has caused school and work vacations including the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University. During the large-scale social period (PSBB), steps are needed to prevent and control potential transmission of COVID-19, one of which is by implementing the 4 pillars of balanced nutrition. This study aims to see an overview of balanced nutrition among teachers and education staff at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University during the COVID-19 pandemic. This research is a quantitative descriptive study with an observational survey design with a total sample of 48 people. The research was conducted at the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University in May - September 2020. Data collection was carried out by distributing online questionnaires through the google form application to respondents and measuring using a Likert scale. The results showed that the new application of general balanced nutrition for the teaching and learning staff of the Faculty of Public Health, Sam Ratulangi University was mostly in the sufficient category, namely 28 people (58.3%) and 18 people (37.5%) included in the good category. Included in the less category were 2 people (4.2%). When compared with the proportion of good and sufficient categories, the proportion of less categories is a small number. Keywords : General Guidelines for Balanced Nutrition, Educators and Education staff, COVID-19. 
GAMBARAN KINERJA SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN DI PUSKESMAS SAUSAPOR KABUPATEN TAMBRAUW PROVINSI PAPUA BARAT Mirino, Daniel H.; Rumayar, Adisti A.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 10, No 1 (2021): VOLUME 10, NOMOR 1, JANUARI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Sumber daya manusia kesehatan adalah semua orang yang bekerja secara aktif dan profesional di bidang kesehatan, berpendidikan formal kesehatan atau tidak. Kinerja sumber daya manusia kesehatan merupakan hasil kerja secara kualitas, kuantitas dan ketepatan waktu yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai tanggung jawab yang diberikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran kinerja SDM kesehatan di Puskesmas Sausapor Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang bersifat survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional study, yang dilaksanakan pada bulan September-November 2020. Populasi adalah seluruh pegawai yang berjumlah 43 pegawai dan sampel dalam penelitian ini adalah total pupulasi dengan kriteria inklusi yang bekerja minimal lebih dari atau sama dengan 1 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan kinerja SDM kesehatan dikategorikan baik yaitu berjumlah 25 pegawai (58,1%), sedangkan untuk kategori kinerja kurang baik yaitu 18 pegawai (41,9%). Kesimpulan kinerja SDM kesehatan di Puskesmas Sausapor sebagian besar termasuk kategori baik. Saran untuk SDM kesehatan agar dapat mempertahankan kinerja yang sudah baik dengan tidak datang terlambat ke puskesmas, melaksanakan tugas sesuai prosedur, disiplin saat bekerja dan mampu bekerja sama dengan semua pegawai yang ada.   Kata Kunci: Kinerja Sumber Daya Manusia Kesehatan Di Puskesmas ABSTRACTBackground: Health human resources are all people who work actively and professionally in the health sector, formal health education or not. The performance of health human resources is the result of work in terms of quality, quantity and timeliness achieved by an employee in carrying out his duties according to given responsibilities. The research objective was to describe the performance of employees at the Sausapor District Health Center. The research method is a quantitative with is a descriptive survey with a cross seqtional study approach, which was conducted in September-November 2020. The population is all employees totaling 43 people and the sample in this study is the total population with inclusion criteria who work for a minimum of 1 year or more. The The population is all employees totaling 43 employees and the sample in this study is the total population with minimum inclusion criteria of more than or equal to 1 year. The results of the study indicate that the  performance of health human resources is categorized as good, namely 25 employees (58,1%), while for the poor performance category, namely 18 employees (41,9%). In conclusion, most of the health human resources performance at the Sausapor Health Center were in the good category. Seggestions for health human resources in order to build good performance by not arriving late to the health center , carrying out tasks according to procedures, being disciplined at work and being able to work together with all existing employees. Keywords: Performance of Health Human Resources at Puskesmas
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI DAN MASA KERJA DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY AREA LAHENDONG PLTP UNIT V DAN VI TOMPASO KABUPATEN MINAHASA Tamunu, Tesalonika J; Pinontoan, Odi R.; Ratag, Budi T.
KESMAS Vol 10, No 5 (2021): VOLUME 10, NOMOR 5, MEI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia tercatat masih memiliki tingkat produktivitas kerja yang rendah dalam lingkup regional Asia. Posisi Indonesia masih dibawah Malaysia dan Singapura dijelaskan dalam laporan Asian Productivity Organization (APO) Productivity Databook 2019. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan  motivasi dan masa kerja dengan produktivitas kerja karyawan PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong PLTP Unit V dan VI di Tompaso Kabupaten Minahasa. Penelitian ini bersifat survei analitik dengan desain cross sectional study, dilaksanakan Maret 2020 – Februari 2021 pada karyawan PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong PLTP Unit 5 dan 6 Tompaso dengan jumlah sampel sebanyak 63 responden. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson (p≤0.05). Hasil uji Pearson menunjukan nilai signifikansi atau p value= 0,000 (< 0,05) yang berarti terdapat hubungan antara motivasi kerja dan produktivitas kerja. Arah korelasi positif yang berarti semakin tinggi motivasi kerja karyawan produktivitas kerjannya akan semakin meningkat. Nilai Pearson Correlation sebesar (0,466) artinya motivasi kerja karyawan berkorelasi cukup dengan produktivitas kerja. Hubungan antara masa kerja dan produktivitas kerja menggunakan uji Pearson didapati nilai signifikansi atau p value= 0,012 (< 0,05) artinya terdapat hubungan masa kerja dan produktivitas kerja. Arah korelasi positif yang berarti semakin bertambah masa kerja karyawan,  produktivitas kerjannya cenderung semakin meningkat. Nilai Pearson Correlation sebesar (0,313) artinya masa kerja karyawan berkorelasi cukup dengan produktivitas kerja. Kata Kunci: Motivasi, Masa Kerja, Produktivitas Kerja ABSTRACTIndonesia is recorded as having a low level of work productivity in the Asian region. Indonesia's position is still below Malaysia and Singapore is explained in the Asian Productivity Organization (APO) Productivity Databook 2019 report. The purpose of this study is to analyze the correlation between motivation and working period with the work productivity of PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong PLTP Unit 5 and 6 Tompaso Minahasa employees. This research is an analytical survey with cross sectional study design, conducted in March 2020 – February 2021 of PT Pertamina Geothermal Energy Area Lahendong PLTP Unit 5 and 6 Tompaso employees with 63 respondents. Data analysis includes univariate and bivariate analysis using Pearson test (p≥0.05). Pearson's test results showed a significance value of 0.000 (< 0.05) meaning there was correlation between work motivation and work productivity. Pearson Correlation value (0.466) means that employee work motivation is sufficiently correlated with work productivity. Correlation between work period and work productivity using the Pearson test found a significance value or p value= 0.012 (< 0.05) meaning there was correlation between working period and work productivity. Pearson Correlation value (0.313) means that an employee's work period is sufficiently correlated with work productivity. Keyword: Motivation, Work Period, Work Productivity
HUBUNGAN ANTARA MEROKOK DAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN KUALITAS HIDUP PRIA DI KELURAHAN TARATARA KECAMATAN TOMOHON BARAT KOTA TOMOHON Sambow, Triska T.; Ratag, Budi T.; Kalesaran, Angela F. C.
KESMAS Vol 10, No 6 (2021): VOLUME 10, NOMOR 6, JUNI 2021
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jepang adalah Negara dengan indeks kualitas hidup tertinggi di Asia. Indeks kualitas hidup Indonesia berada di urutan ke-8 terendah dari 19 Negara di Asia. Di Asia Tenggara indeks kualitas hidup yang paling tinggi yaitu Singapura, Indonesia berada di peringkat ke-3 dari Negara di Asia Tenggara. Berdasarkan survei awal yang di lakukan pada 20 penduduk yang berjenis kelamin laki-laki di Kelurahan Taratara Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon terdapat 11 penduduk yang memiliki kualitas hidup kurang baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara merokok dan dukungan sosial dengan kualitas hidup pria di Kelurahan Taratara Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini di laksanakan secara online dengan menggunakan platform Google Form pada bulan Juli-Oktober 2020. Populasi pada penelitian ini yaitu penduduk berjenis kelamin laki-laki yang berusia ≥ 17 tahun, dan sampel dari penelitian ini yaitu 60 sampel di peroleh dengan teknik simple random sampling. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil dari 60 responden terdapat 34 responden memiliki kualitas hidup baik pada domain fisik, 24 responden memiliki kualitas hidup baik pada domain psikologis, 45 responden memiliki kualitas hidup baik pada domain hubungan sosial, 39 responden memiliki kualitas hidup baik pada domain lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara merokok dengan kualitas hidup domain hubungan sosial (p = 0,02) serta terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup (p = 0,00) pria di Kelurahan Taratara Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon.Kata Kunci: Merokok, Dukungan Sosial, Kualitas HidupABSTRACTJapan is the country with the highest quality of life index in Asia. Indonesia's quality of life index is the 8th lowest out of 19 countries in Asia. In Southeast Asia, the highest quality of life index is Singapore, Indonesia is ranked 3rd from countries in Southeast Asia. Based on an initial survey conducted on 20 male residents in Taratara Village, West Tomohon District, Tomohon City, there are 11 residents who have a poor quality of life. The purpose of the study was to determine the relationship between smoking and social support with the quality of life of men in Taratara Village, West Tomohon District, Tomohon City. This research method uses an analytical survey research method with a cross sectional approach. This research was conducted online using the Google Form platform in July-October 2020. The population in this study was male population aged 17 years, and the sample of this study was 60 samples obtained by simple random sampling technique. Data analysis includes univariate analysis and bivariate analysis using Chi-Square test with 95% confidence level (α = 0.05). The results of 60 respondents were 34 respondents had a good quality of life in the physical domain, 24 respondents had a good quality of life in the psychological domain, 45 respondents had a good quality of life in the social relations domain, 39 respondents had a good quality of life in the environmental domain. The conclusion of this study is that there is a relationship betweensmoking and quality of life in the domain of social relations (p = 0.02) and there is a relationship between social support and quality of life (p = 0.00) for men in Taratara Village, West Tomohon District, Tomohon City.Keywords: Smoking, Social Support, Quality of Life
Hubungan Durasi Penggunaan Smartphone Dan Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado Warella, Gloria Stephanie; Ratag, Budi T.; Sekeon, Sekplin A. S.
KESMAS Vol 11, No 1 (2022): VOLUME 11, NOMOR 1, JANUARI 2022
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidur didefinisikan sebagai keadaan bawah sadar yang terjadi selama periode tertentu dan terjadi berulang selama masa kehidupan. Tidur dapat pula mempengaruhi fungsi psikologi manusia. Faktor yang mempengaruhi kualitas tidur salah satunya yaitu penggunaan smartphone. Faktor lain juga mempengaruhi kualitas tidur adalah stres. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara durasi penggunaan smartphone dan stres dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sam Ratulangi Manado. Jenis penelitian ini merupakan observasional analitik dengan menggunakan desain penelitian cross-sectional study (studi potong lintang). Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 responden mahasiswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu Random Sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar pertanyaan dan kuesioner. Analisis data yang digunakan yaitu analisis  univariat dan bivariat dengan Uji Korelasi Rank Spearman dengan nilai α = 0,05. Dari hasil penelitian Rank Spearman menunjukkan terdapat hubungan antara durasi penggunaan smartphone dengan kualitas tidur dengan tingkat kekuatan hubungan sangat rendah (angka koefisien korelasi 0,199*) dan kedua variabel searah (nilai korelasi positif). Dapat diartikan bahwa semakin tinggi durasi penggunaan smartphone maka semakin tinggi skor kualitas tidur buruk. (semakin tinggi durasi penggunaan smartphone maka semakin ke arah kualitas tidur yang buruk) pada mahasiswa. Hasil penelitian Rank Spearman menunjukan terdapat hubungan antara stres dengan kualitas tidur dengan tingkat kekuatan hubungan yang sedang (angka koefisien korelasi 0,479**) dan kedua variabel searah (nilai korelasi positif). Dapat diartikan bahwa semakin tinggi skor tingkat stres maka semakin tinggi skor kualitas tidur buruk (semakin ke arah stres, maka semakin ke arah kualitas tidur yang buruk) pada mahasiswa. Kata Kunci : Durasi Penggunaan Smartphone. Stres. Kualitas Tidur ABSTRACTSleep is defined as a subconscious state that occurs over a period of time and recurs over the course of a lifetime. Sleep can also affect the function of human psychology. One of the factor that affect sleep quality is the use of smartphones. Another factor that affects sleep quality is stress. The purpose of this study was to determine whether there was a relationship between the duration of smartphone use and stress with sleep quality in students of the Faculty of Economics and Business, Sam Ratulangi University, Manado. This type of research is an analytical observation using a cross-sectional study design. The number of samples in this study were 100 student respondents using a sampling technique, namely Simple Random Sampling. The research instruments used were question sheets and questionnaires. Analysis of the data used is univariate and bivariate analysis with Spearman Rank Correlation Test with a value of = 0.05. From the results of Rank Spearman's research, it shows that there is a relationship between the duration of smartphone use and sleep quality with a very low level of relationship strength (correlation coefficient number 0.199*) and both variables are unidirectional (positive correlation value). It can be interpreted that the higher the duration of smartphone use, the higher the score of poor sleep quality. (the higher the duration of smartphone use, the more towards poor sleep quality) in students. The results of Rank Spearman's research show that there is a relationship between stress and sleep quality with a moderate level of relationship strength (correlation coefficient number 0.479**) and both variables are unidirectional (positive correlation value). It can be interpreted that the higher the stress level score, the higher the score of poor sleep quality (the more stressful it is, the more it leads to poor sleep quality) in students. Keywords:  Duration of Smartphone Use. Stress. Sleep Quality
Co-Authors A. J. M. Rattu Adisti A. Rumayar, Adisti A. Andiani, Ika Putri Anggreany T. C. Pamaruntuan Ardiansa A.T Tucunan, Ardiansa A.T Azis, Sitti Rahmi Husaini Bando, Jeane Julianingsih Bando, Jeane Julianingsih Bernadus, Janno Berty Bradly Budiman, Arifah Farah Buntaa, Jeli Noura Darinaung, Edgar Rinhard Williams Davisto, Erique Delaprilyant, Fortuna Glory Doda, Diana V.D. Ella, Christyanti Natalia Elvin, Jesika Franckie R.R Maramis, Franckie R.R Gandawari, Valentina Terescova Grace Debbie Kandou Grace Korompis Hardianty Bestari, Hardianty Janet, Tambuwun Elsha Juliastika Juliastika Kalesaran, Angela Fitriani Clementine Kantohe, Stefanus Kapiso, Pipit Nadia Kasi, Olivia Agatha Kaunang , Wulan P. J Kolibu, Febi K. Koloay, Pretisya A. N. Kotajin, Nofita F. Lalintia, Friskyla S. Langkai, Febryanty Livia Linelejan, Monalisa Mala, Hartika A. Manese, Maria Martha Manggopa, Renny S. Manoa, Mirage Be Manoppo, Maria T.L Manorek, Lidya Mantjoro, Eva M. Mantow, Nasrania Indah Trinity Maramis, Marchela Debora Marcly L. Papilaya, Marcly L. Mirino, Daniel H. Mohune, Putri B. Mongan, Deah J.K Nancy S.H. Malonda, Nancy S.H. Nayoan, Listiowati Nelly Mayulu Nelwan, Ester Jeini Nelwan, Jeini E. Oddi R Pinontoan Pandey, Clauthya M. Pasongli, Anita Paul A. T. Kawatu, Paul A. T. Paul A.T. Kawatu Raule, Jean H. Rawis, Gisela Irma Rembet, Sindi R. Ricky C. Sondakh Sambow, Triska T. Sari, Ita Erlyta Schramm, Cicilia S. Sekeon, Sekplin S. Sekplin A. S. Sekeon, Sekplin A. S. Suhartoyo, Fitri Murnisari Sulaemana Engkeng, Sulaemana Sumampow, Oksfriani J. Susantyo, Beverly Theresa Tamunu, Tesalonika J Tandi, Rut A. L. Thelsa, Frisilia Tinamonga, Zein Torondek, Theresia I. Umboh, Deanira I. Umboh, Deanira I. Warella, Gloria Stephanie Welong, Seftian S Woodford B. S. Joseph Woodford B.S Joseph, Woodford B.S Woodford B.S. Joseph, Woodford B.S. Wulan P. J. Kaunang Wulan P.J. Kaunang