Ika Zenita Ratnaningsih
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Jl Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PERSON JOB-FIT DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN KANTOR PUSAT BANK JATENG SEMARANG Titis Widyastuti; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.947 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21746

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara person job-fit  dengan kepuasan kerja pada karyawan kantor pusat Bank Jateng Semarang. Kepuasan kerja merupakan perasaan senang atau tidak senang yang dirasakan oleh karyawan pada pekerjaan yang dilakukan dengan melihat secara keseluruhan maupun dengan meninjau aspek-aspek kondisi yang ada pada pekerjaan. Person job fit adalah penilaian individu tentang kesesuaian antara kemampuan karyawan dengan tuntutan pekerjaan serta kesesuaian antara kebutuhan individu dan apa yang dapat diberikan oleh pekerjaan itu kepada karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah 223 karyawan tetap di kantor pusat Bank Jateng Semarang dengan sampel 135 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Person Job-Fit (36 aitem, α = 0,96) dan Skala Kepuasan Kerja (52 aitem, α = 0,97). Analisis Spearman Rho menunjukkan nilai rxy = 0,603 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara person job-fit dengan kepuasan kerja. Semakin semakin tinggi person job-fit maka akan semakin tinggi kepuasan kerja. Begitu pula sebaliknya, ketika person job-fit yang dimiliki rendah, maka akan semakin rendah pula kepuasan kerja. Person job fit memberikan sumbangan efektif sebesar 36% dan sisanya sebesar 64% ditentukkan oleh variabel lain yang tidak disebutkan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT X KOTA SEMARANG Retno Tri Wahyuni Simanullang; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 4, Tahun 2018 (Oktober 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.63 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.23479

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesejahteraan psikologis dengan keterikatan kerja pada perawat di Rumah Sakit X Kota Semarang. Keterikatan kerja adalah suatu keadaan positif yang berkaitan dengan pemenuhan kerja yang dikarakteristikkan melalui adanya vigor, dedication, dan absorption. Kesejahteraan psikologis adalah kondisi dimana individu memiliki sikap positif terhadap dirinya sendiri dan orang lain, dapat membuat keputusan dan mengatur tingkah lakunya sendiri, dapat menciptakan dan mengatur lingkungan sesuai dengan kebutuhannya, memiliki tujuan hidup, serta berusaha mengekplorasi dan mengembangkan dirinya. Populasi dalam penelitian ini adalah 148 perawat instalasi rawat inap di Rumah Sakit X Kota Semarang dengan sampel penelitian sejumlah 91 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Keterikatan Kerja (20 item, α = 0,899) dan Skala Kesejahtehteraan Psikologis (31 item, α = 0,896). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara kesejahteraan psikologis dan keterikatan kerja (rxy =0,759 dan p=0,000; p<0,05). Kesejahteraan psikologis memberikan sumbangan efektif (R2) sebesar 57,6% terhadap keterikatan kerja. 
HUBUNGAN ANTARA WORK LIFE BALANCE DENGAN KEPUASAN KERJA PADA KARYAWAN PT. PERTANI (Persero) Dewi Shabrina; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 1, Tahun 2019 (Januari 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.136 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.23570

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada karyawan PT. Pertani (Persero). Kepuasan kerja adalah perasaan positif yang dirasakan oleh individu atas hasil pekerjaan yang dinilai penting. Work life balance adalah keseimbangan kehidupan kerja di mana seseorang terikat secara seimbang diantara tanggung jawab pekerjaan dan tanggung jawab dalam kehidupan. Populasi dalam penelitian ini adalah 110 karyawan dengan sampel 61 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Alat ukur pada penelitian adalah Skala Kepuasan Kerja (40 aitem, α = .951), Skala Work Life Balance (31 aitem, α = .918). Analisis menggunakan regresi sederhana yang menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara work life balance dengan kepuasan kerja (r= .564;p=.000) (p<.05). Semakin tinggi work life balance maka semakin tinggi kepuasan kerja dan sebaliknya. Work life balance memberikan sumbangan positif sebesar 31,9% pada kepuasan kerja, sedangkan 68,1% dipengaruhi faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA JOB CRAFTING DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN GENERASI Y DI KANTOR PUSAT PT. BANK BUKOPIN, TBK JAKARTA Rahmani Azizah; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (275.433 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara job crafting dengan keterikatan kerja pada karyawan generasi Y di kantor pusat PT. Bank Bukopin, Tbk Jakarta. Keterikatan kerja adalah keadaan psikis yang positif dan berkaitan dengan pemenuhan kerja yang dikarakteristikan dengan adanya vigor, dedication, dan absorption. Job crafting merupakan penilaian karyawan mengenai perubahan yang telah dilakukan terkait pekerjannya sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan dirinya melibatkan tugas-tugas, hubungan di tempat kerja, dan cara karyawan berpikir mengenai pekerjannya. Populasi dalam penelitian ini adalah 189 karyawan pada divisi legal & investigasi kredit, pengelolaan & pengembangan SDM, dan pengembangan TI dengan sampel 60 karyawan generasi Y di kantor pusat PT. Bank Bukopin, Tbk Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah skala job crafting (24 aitem, α = 0,918) dan skala keterikatan kerja (21 aitem, α = 0,881 ). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,764 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara job crafting dengan keterikatan kerja. Semakin tinggi job crafting, maka semakin tinggi pula keterikatan kerja dan sebaliknya. Job crafting memberikan sumbangan efektif sebesar 59,4% dalam mempengaruhi keterikatan kerja, sedangkan sisanya sebesar 41,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
PERSEPSI TERHADAP KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DAN STRES KERJA PADA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT X DI BEKASI Raden Irham Susetyo; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.7 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14948

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara persepsi terhadap Keselamatan dan Kesehatan kerja (K3) dengan stres kerja pada karyawan bagian produksi PT “X. Hipotesis penelitian ini, ada hubungan negatif antara persepsi terhadap K3 dengan stres kerja pada karyawan bagian produksi PT “X”. Sampel penelitian ini adalah karyawan bagian produksi PT “X” yang berjumlah 95 orang. Sampel diambil menggunakan teknik proportional random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu Skala Persepsi K3 dan Skala Stres Kerja. Metode analisis data dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukan nilai koefisien korelasi rxy = -0,369 dengan p = 0,000 (p<0,01). Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis yang diajukan diterima yaitu terdapat hubungan negatif antara persepsi terhadap K3 dengan stres kerja pada karyawan bagian produksi PT “X”. Semakin positif persepsi K3 maka akan semakin rendah stres kerja karyawan, sebaliknya semakin negatif persepsi terhadap K3 maka akan semakin tinggi stres kerja. Sumbangan efektif variabel persepsi terhadap K3 pada stres kerja sebesar 13,6 % sedangkan 86,4 % dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak dikaji dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI MASA DEPAN DENGAN KETERLIBATAN SISWA KELAS X DI SMKN 11 SEMARANG Aretha Ever Ulitua; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara orientasi masa depandengan keterlibatan siswapada siswa kelas X di SMKN 11 Semarang. Keterlibatan siswamerupakan sikap siswa dalam mengikuti pembelajaran akademik dan non-akademik yang dicirikan dengan siswa mencurahkan energinya, adanya perasaan antusias, dan perasaan yang senang sehingga siswa sulit untuk melepaskan diri dari tugasnya. Orientasi masa depan adalah cara pandang individu dalam membuat perencanaan pekerjaan atau karir di masa depan yang muncul dari adanya nilai, ekspektasi, keyakinan, harapan, keberanian serta eksplorasi informasi mengenai karir secara mendalam. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 177 siswa kelas X jurusan produksi grafika di SMKN 11 Semarang dengan sampel sebanyak 122 siswa (L = 101 orang, P = 21 orang). Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Skala Orientasi Masa Depan(22 aitem, α = 0.848) dan Skala Keterlibatan siswa (31 aitem, α = 0.918). Analisis Spearman’s Rank menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara orientasi masa depandengan keterlibatan siswa (rxy = 0.278dan p = 0.002). Dimana semakin tinggi orientasi masa depanmaka akan semakin tinggi keterlibatan siswa. Sebaliknya, semakin rendah orientasi masa depan maka akan semakin rendah pula keterlibatan siswa. 
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN MELAYANI DENGAN WORK-FAMILY CONFLICT PADA DOSEN WANITA DI PERGURUAN TINGGI “X” Sari Puspita; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (475.355 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gaya kepemimpinan melayani dengan work-family conflict pada dosen wanita di Perguruan Tinggi “X”. Populasi penelitian berjumlah 87 dosen wanita di Perguruan Tinggi “X” dengan karakteristik dosen tetap yang memiliki NIDN, masa kerja minimal 1 tahun, berstatus menikah, dan aktif mengajar. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling.Sampel penelitian berjumlah 43 dosen wanita. Metode pengambilan data menggunakan skala gaya kepemimpinan melayani sebanyak 38 aitem dengan nilai α = 0,984 dan skala work-family conflict sejumlah 30 aitem dengan nilai α= 0,920. Data dianalisa dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan hasil (rxy) = -0,512 dengan p = 0,000 (p<0,001), artinya terdapat hubungan negatif dan signifikan antara variabel gaya kepemimpinan melayani dengan variabel work-family conflict. Gaya kepemimpinan melayani memberikan sumbangan efektif sebesar 26,2% terhadap work-family conflict.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN PERILAKU KERJA INOVATIF PADA PENYIAR RADIO KAMPUS DI JAKARTA Meralda Juliana Purada Tobing; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.30424

Abstract

Radio kampus perlu fleksibel dalam merespon penurunan jumlah dan perubahan perilaku pendengar radio akibat perkembangan teknologi dan komunikasi di Indonesia. Kru dapat menjaga eksistensi radio kampus dengan menampilkan perilaku kerja inovatif, yaitu menciptakan dan mengimplementasikan ide kreatif dalam bentuk produk, prosedur, atau pelayanan untuk meningkatkan performa organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan perilaku kerja inovatif. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk merasakan dan mengekspresikan emosi secara akurat dan adaptif, memahami makna dan ilmu tentang emosi, menggunakan perasaan untuk memfasilitasi pikiran, serta mengatur emosi dalam diri dan orang lain ketika berinteraksi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang mengikuti UKM radio kampus di tujuh universitas di Jakarta. Sampel yang terlibat sejumlah 118 kru tetap (39 laki-laki dan 79 perempuan) dengan rentang usia 18 - 22 tahun dan rata-rata telah menjadi penyiar radio kampus selama 1,5 tahun. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kecerdasan Emosional (23 aitem, α = 0,854) dan Skala Perilaku Kerja Inovatif (28 aitem, α = 0,911). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku kerja inovatif pada penyiar radio kampus (rxy = 0,653 ; p < 0,001), yang berarti semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi pula perilaku kerja inovatif pada penyiar radio kampus di Jakarta. Kecerdasan emosional memberikan sumbangan efektif sebesar 42,7 % terhadap perilaku kerja inovatif pada penyiar radio kampus.  
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL SUAMI DENGAN WORK-FAMILY BALANCE PADA GURU WANITA DI SMA NEGERI KABUPATEN PURWOREJO Deya Novenia; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 6, Nomor 1, Tahun 2017 (Januari 2017)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.551 KB) | DOI: 10.14710/empati.2017.15140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial suami dengan work-fammily balance pada guru wanita di SMA Negeri Kabupaten Purworejo. Sampel penelitian adalah 100 orang guru wanita yang diperoleh dengan teknik proportional random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan pada penelitian ini adalah skala work-family balance (32 aitem, α = 0,95) dan skala dukungan sosial suami (46 aitem, α = 0,97). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi sederhana. Hasil menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial suami dengan work-family balance, rxy = 0,65 dengan p= 0,00 (p < 0,001). Dukungan sosial suami memberikan sumbangan efektif sebesar 42,4% terhadap work-family balance, sedangkan sisanya sebesar 57,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA WARTAWAN TV X JAKARTA Tantia Dila Rahmayuni; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.201 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20252

Abstract

Wartawan merupakan ujung tombak media massa, karena wartawan menghasilkan bahan berita untuk disajikan bagi masyarakat luas sesuai dengan kaidah jurnalistik setiap harinya. Tugas pekerjaan yang bersifat rutin, dan tidak jarang dihadapkan dengan tenggat waktu yang singkat akan memberikan rasa jenuh dan membutuhkan semangat yang lebih, sehingga dibutuhkan Work Engagement atau Keterikatan Kerja pada diri wartawan. Bagi wartawan yang menghabiskan waktu dengan bekerja mencari berita, membutuhkan dukungan dari lingkungan berupa pemenuhan kebutuhan karyawan, sehingga dapat meningkatkan kualitas karyawan saat bekerja. Pemenuhan kebutuhan karyawan saat bekerja erat kaitannya dengan Quality of work life atau Kualitas Kehidupan Kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kualitas Kehidupan Kerja dengan Keterikatan Kerja pada wartawan TV X Jakarta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convinience. Sampel penelitian ini adalah 80 wartawan yang menjabat sebagai correspondent, field producer, dan photo journalist. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kualitas Kehidupan Kerja (27 aitem; α = 0,919) dan Skala Keterikatan Kerja (32 aitem; α = 0,933). Data dianalisis dengan menggunakan analisis regresi sederhana didapatkan hasil (rxy) = 0,345 dengan p = 0,002 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara variabel kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja. Kualitas kehidupan kerja memberikan sumbangan efektif sebesar 11,9% terhadap keterikatan kerja.