Ika Zenita Ratnaningsih
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Jl Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DAN MINAT MENJADI ANGGOTA TNI AD PADA SISWA KELAS XII SMA NEGERI 9 SEMARANG Rimaeka Tiara Sari; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.504 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dan minat menjadi anggota TNI AD pada siswa kelas XII SMA Negeri 9 Semarang. Minat menjadi anggota TNI AD merupakan dorongan dari dalam diri individu untuk menyukai, tertarik, dan berkeinginan menjadi anggota TNI AD. Dukungan social orangtua adalah persepsi individu terhadap perilaku orangtua dalam bentuk pemberian informasi, rasa nyaman, bantuan nyata, rasa dicintai dan dihargai sehingga timbul rasa percaya diri. Hipotesis dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara dukungan sosial orangtua dan minat menjadi anggota TNI AD. Subjek penelitian berjumlah 190 pelajar yang terdiridari 101 siswa laki-laki dan 89 siswi perempuan. Sampel diambil dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala yaitu Skala Minat menjadi Anggota TNI AD (37 aitem, α = .96) dan Skala Dukungan Sosial Orangtua (23 aitem, α = .87). Hasil penelitian menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,174 dengan p = 0,001 (p<0,05). Hal ini menunjukkan ada hubungan positif antara dukungan social orangtua dan minat menjadi anggota TNI AD. Dukungan social orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 3% pada minat menjadi anggota TNI AD sedangkan 97% lainnya dipengaruhi oleh factor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL ORANGTUA DENGAN KERAGUAN MENGAMBIL KEPUTUSAN KARIER PADA MAHASISWA TAHUN PERTAMA Wayan Nanda Prascita Cahyani; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 3, Tahun 2020 (Juni 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.28347

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial orangtua dengan keraguan mengambil keputusan karier pada mahasiswa tahun pertama. Orangtua berperan sentral dalam mendampingi anak dalam perkembangan karier, sehingga dukungan dari orangtua tersebut dapat memengaruhi proses individu dalam merumuskan tujuan awal kariernya. Populasi penelitian sebanyak 205 orang mahasiswa tahun pertama Departemen Teknik Sipil Universitas Diponegoro, dengan sampel 137 orang (L = 104 orang, P = 33 orang) yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Dukungan Sosial Orangtua (23 aitem, α=0,870) dan Skala Keraguan Mengambil Keputusan Karier (20 aitem α=0,864). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = -0,296, F = 12,965, β = -0,300, dan p = 0,000 (p< 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara dukungan sosial orangtua dengan keraguan mengambil keputusan karier pada mahasiswa tahun pertama. Dukungan sosial orangtua memprediksi sebesar 8,8% terhadap keraguan mengambil keputusan karier dan sebesar 91,2% dipengaruhi oleh faktor lain.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI AKADEMIK DENGAN KEMATANGAN KARIR PADA SISWA KELAS XI SMK N 11 SEMARANG Apsari Saraswati; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.629 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15364

Abstract

Persaingan yang semakin ketat dan sempitnya lapangan pekerjaan, menyebabkan siswa SMK perlu mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi dunia kerja Oleh karena itu penting bagi siswa untuk mencapai kematangan karir yang tinggi. Kematangan karir merupakan kesesuaian perilaku karir individu dengan perilaku karir yang diharapkan di setiap tahap perkembangan karir mulai dari fase pertumbuhan sampai dengan fase pelepasan karir. Efikasi diri akademik merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya kematangan karir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri akademik dengan kematangan karir pada siswa kelas XI SMK N 11 Semarang. Pengambilan data pada pelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Subjek penelitian merupakan siswa kelas XI sebanyak 8 kelas yang berjumlah 232 siswa. Pengumpulan data menggunakan Skala Efikasi Diri Akademik dengan 40 aitem (α=0,925) dan Skala Kematangan Karir dengan 30 aitem (α=0,901). Analisis data menggunakan metode analisis regresi sederhana, menunjukkan koefisien korelasi rxy = 0,513 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara variabel efikasi diri akademik dengan kematangan karir pada siswa kelas XI SMK N 11 Semarang. Efikasi diri akademik memberikan sumbangan efektif sebesar 26,3% dalam mempengaruhi kematangan karir.
HUBUNGAN ANTARA IKLIM ORGANISASI DENGAN STRES KERJA PADA ANGGOTA SAT LANTAS POLRESTABES SEMARANG Florencia Putri Angelina; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.491 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim organisasi dengan stres kerja pada anggota polisi Satlantas Polrestabes Semarang. Stres kerja merupakan suatu respon fisiologis, emosional, dan tingkah laku yang dialami anggota organisasi, akibat dari ketidaksesuaian antara tuntutan pekerjaan dengan kemampuan yang dimiliki anggota organisasi. Iklim organisasi merupakan persepsi yang diberikan oleh individu terhadap praktek di lingkungan organisasi yang mencakup kualitas kepemimpinan, kepercayaan, komunikasi, perasaan melakukan pekerjaan yang bermanfaat, tanggung jawab, imbalan yang adil, tekanan pekerjaan, kesempatan, pengendalian terhadap perilaku, struktur dan birokrasi, serta partisipasi karyawan. Subjek penelitian sejumlah 120 anggota polisi yang didapatkan dengan teknik sampling simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu Skala Iklim Organisasi yang terdiri dari 32 aitem (α= 0,915) dan Skala Stres Kerja yang terdiri dari 22 aitem (α= 0,906). Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasi Spearman Brown dengan nilai rxy = -0,674 dengan p = 0,000 (p<0,001). Hasil menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan peneliti yaitu, terdapat hubungan negatif antara iklim organisasi dan stres kerja dapat diterima. Semakin positif iklim organisasi yang dimiliki Satlantas Polrestabes Semarang maka semakin rendah stres kerja yang dialami anggota polisi.
HUBUNGAN ANTARA PARENTING SELF-EFFICACY DAN KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA PADA IBU BEKERJA YANG MEMILIKI ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI PT. “X” CIREBON Rizqi Amalia Rahmawati; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.78 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21681

Abstract

Parenting self-efficacy adalah keyakinan diri orangtua terhadap kompetensinya dalam merawat dan memberikan pengasuhan pada anak yang secara positif memengaruhi perilaku dan perkembangan anak. Konflik pekerjaan-keluarga adalah penilaian terhadap ketidakmampuan ibu bekerja dalam menjalani tuntutan antara peran pekerjaan dan peran keluarga secara bersama-sama sehingga muncul konflik dimana urusan pekerjaan mengganggu keterlibatan dalam peran keluarga dan urusan keluarga mengganggu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara parenting self-efficacy dan konflik pekerjaan-keluarga pada ibu bekerja yang memiliki anak usia sekolah dasar di PT. “X” Cirebon. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 47 karyawan wanita yang memiliki anak Sekolah Dasar (SD). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Skala Parenting Self-Efficacy (40 aitem, α = 0,957) dan Skala Konflik Pekerjaan-Keluarga (36 aitem, α = 0,947). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara parenting self-efficay dan konflik pekerjaan-keluarga pada ibu bekerja di PT. “X” Cirebon (rxy = - 0,472; p<0,05) Parenting self-efficacy memiliki sumbangan efektif sebesar 22,3% terhadap konflik pekerjaan-keluarga dan 77,7% lainnya ditentukan faktor-faktor lain yang tidak di ukur dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA LEADER-MEMBER EXCHANGE (LMX)DENGAN BURNOUT PADA PERAWAT INSTALASI RAWAT INAP RS ROEMANI MUHAMMADIYAH SEMARANG DISTARINA NURLAILI RAKASIWI; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 4, Tahun 2019 (Oktober 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.997 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan empiris antara Leader-Member Exchange (LMX) dengan burnout pada perawat instalasi rawat inap RS Roemani Muhammadiyah Semarang. Burnout merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan munculnya gejala kelelahan emosional, penarikan diri terhadap lingkungan, dan menurunnya kemampuan untuk menyelesaikan tugas dalam pekerjaan. Leader-Member Exchange merupakan penilaian bawahan terhadap kualitas interaksi dengan atasan sehingga tercipta perasaan sukarela untuk berkontribusi lebih bagi organisasi. Populasi dalam penelitian ini sejumlah 174 perawat instalasi rawat inap RS Roemani Muhammadiyah Semarang dengan sampel sebanyak 114 perawat (Laki-laki = 29; Perempuan = 85; Usia = 24–53 tahun; Musia = 32 tahun). Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik cluster random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian menggunakan dua skala model Likert, yaitu Skala Leader-Member Exchange (21 aitem, α = 0,995) dan Skala Burnout (27 aitem, α = 0,984). Analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Leader-Member Exchange dengan burnout (rxy = -0,374 dan p = 0,000; p<0,05). Leader-Member Exchange memberikan sumbangan efektif sebesar 14% terhadap burnout.
HUBUNGAN ANTARA SUBJECTIVE WELL-BEING DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT. JATENG SINAR AGUNG SENTOSA JAWA TENGAH & DIY Anita Intan Filsafati; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.353 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15417

Abstract

Organizational Citizenship Behavior (OCB) adalah perilaku sukarela seorang karyawan di luar deskripsi formal yang tidak berkaitan langsung dengan sistem reward yang dapat meningkatkan produktivitas dan efektivitas perusahaan. Penyebab munculnya OCB salah satunya adalah ketika karyawan merasakan afek positif. Individu yang merasakan afek positif lebih sering daripada afek negatifnya disebut sebagai individu dengan Subjective Well-being (SWB) yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara SWB dengan OCB pada karyawan PT Jateng Sinar Agung Sentosa Jateng & DIY.Subjek sejumlah 66 karyawan.dan penentuan sampel penelitian menggunakan sampel jenuh. Pengumpulan data menggunakan skala SWB (24 aitem, α = 0,899) dan skala OCB (40 aitem, α = 0,942). Analisa data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan hasil (rxy = 0,427, p = 0,000 (p<0,001), artinya terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan PT Jateng Sinar Agung Sentosa memiliki tingkat OCB yang tinggi karena memiliki tingkat SWB yang tinggi pula. SWB memberikan sumbangan efektif sebesar 18,2 % sedangkan 81,8% sisanya berasal dari faktor-faktor lain yang tidak diungkapkan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KREATIVITAS NON APTITUDE PADA MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN SENI TARI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG Dara Tri Muthiah; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.216 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdaan emosional dengan kreativitas non aptitude pada mahasiswa pendidikan seni tari Universitas Negeri Semarang. Hipotesis penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan kreativitas non aptitude pada mahasiswa pendidikan seni tari Universitas Negeri Semarang. Sampel penelitian ini adalah 90 mahasiswa pendidikan seni tari tingkat akhir yang berada pada semester lima dan tujuh yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling.Pengumpulan data menggunakan dua buah skala psikologi, yaitu skala Kecerdasan Emosional (37 aitem, α = 0,894) dan skala Kreativitas Non Aptitude (26 aitem, α = 0, 893). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisien korelasi rxy = 0, 486 dengan p=0,000 (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa hipotesis yang diajukan diterima yaitu terdapat hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan kreativitas non aptitude pada mahasiswa pendidikan seni tari. Semakin tinggi kecerdasan emosional maka semakin tinggi kreativitas non aptitude semakin tinggi. Sumbangan efektif variabel kecerdasan emosional pada penelitian ini sebesar 23,6% sedangkan 76,4% dipengaruhi faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA WORK-FAMILY BALANCE DENGAN KEPUASAN KERJA PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI UNIVERSITAS X Cindy Febria Tarigan; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 3, Tahun 2018 (Agustus 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.911 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21857

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara work-family balance dengan kepuasan kerja pada tenaga kependidikan di universitas X. Kepuasan kerja didefinisikan sebagai hasil persepsi karyawan terhadap pekerjaannya yang dinilai penting. Work-family balance merupakan sejauh mana individu terlibat dan puas dengan peran dalam urusan pekerjaan dan keluarga. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 98 tenaga kependidikan yang didapatkan menggunakan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Kepuasan Kerja (24 aitem; α = 0,906) dan Skala Work-Family Balance (17 aitem; α = 0,860). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara work-family balance dengan kepuasan kerja (r = 0,610; p<0,001). Work-family balance memberikan sumbangan efektif sebesar 37,2%  terhadap kepuasan kerja. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat work-family balance pria (M = 54,27; SD = 4,76) dengan work-family balance wanita (M = 51,96; SD = 4,72) dimana work-family balance wanita diketahui lebih rendah dibandingkan dengan pria (t (96) = 2,17; p = 0,032).
OPTIMISME DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS DIPONEGORO Adzmi Khoirunnisa; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.372 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14936

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara optimisme dengan kesejahteraan psikologis pada mahasiswa program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Kesejahteraan psikologis merupakan kondisi dimana individu berfungsi optimal karena mampu untuk menerima keadaan dirinya, membangun hubungan positif dengan orang lain, mengatur lingkungan, memiliki tujuan hidup, memiliki kemandirian, dan mengembangkan pertumbuhan pribadi. Optimisme adalah pola pikir individu yang positif mengenai masa depan dan masalah yang sedang dihadapi. Subjek penelitian sejumlah 135 mahasiswa tahun pertama di program studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran UNDIP, teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Kesejahteraan Psikologis (37 aitem; α = 0,92) dan Skala Optimisme (26 aitem; α = 0,83). Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara optimisme dan kesejahteraan psikologis (r = 0,59; p < 0,001), yang berarti bahwa semakin tinggi optimisme maka semakin tinggi kesejahteraan psikologis. Optimisme memberikan sumbangan efektif sebesar 35% terhadap kesejahteraan psikologis.