Ika Zenita Ratnaningsih
Fakultas Psikologi, Universitas Diponegoro, Jl Prof. Soedarto, SH, Tembalang, Semarang, 50275

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA KONGRUENSI KARIER REMAJA-ORANGTUA DENGAN KEMATANGAN KARIER PADA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 KEBUMEN Verra Verdiana Nugraheni; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 2, Tahun 2021 (April 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31003

Abstract

Remaja dihadapkan pada tugas perkembangan berupa mempersiapkan karier. Kematangan karier diartikan sebagai kemampuan dalam menyelesaikan tugas-tugas perkembangan karier pada tahap tertentu. Siswa yang memiliki kematangan karier, akan mengarahkan perilaku di masa sekarang untuk mempersiapkan proses karier di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kongruensi karier remaja-orangtua dengan kematangan karier pada siswa SMA Negeri 1 Kebumen. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas XI yang berjumlah 191 (L= 29,8%, P= 70,2%). Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Skala Kongruensi Karier Remaja-Orangtua (12 aitem, α= 0,830) dan Skala Kematangan Karier (28 aitem, α= 0,926). Analisis data menggunakan regresi sederhana mendapatkan hasil adanya hubungan positif dan signifikan antara kongruensi karier remaja-orangtua dengan kematangan karier pada siswa yaitu rxy = 0,339 dengan p = 0,000. Artinya semakin tinggi kongruensi karier remaja-orangtua, maka semakin tinggi kematangan karier remaja. Kongruensi karier remaja-orangtua memberikan sumbangan efektif sebesar 11,5% terhadap kemantangan karier pada siswa, sedangkan 88,5% sisanya ditentukan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA WARTAWATI RADIO Elma Emmanuela Lumbangaol; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.021 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dan kesejahteraan psikologis pada wartawati berstatus Pegawai Negeri Sipil Radio Republik Indonesia (RRI) Korwil XI Jateng & DIY. Kesejahteraan psikologis merupakan kemampuan individu untuk berfungsi secara optimal dan kompeten dalam menghadapi tantangan dan kesulitan, yang ditunjukan dalam membangun relasi yang intim dengan orang lain, menerima kekurangan dan kelebihan diri apa adanya, memiliki tujuan hidup, terus bertumbuh secara personal, menjadi pribadi yang mandiri, dan mampu mengendalikan lingkungan. Populasi penelitian sebanyak 96 wartawati RRI Korwil XI Jateng & DIY, sampel penelitian sejumlah 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Kesejahteraan Psikologis (28 item, α = 0,904) dan Skala Konflik Pekerjaan-Keluarga (33 item, α = 0,939). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara konflik pekerjaan-keluarga dan kesejahteraan psikologis (r = -0,674; p< 0,00). Konflik pekerjaan-keluarga memberikan sumbangan efektif sebesar 45,4% terhadap kesejahteraan psikologis. 
HUBUNGAN ANTARA EMOTIONAL LABOR DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA AGENT CALL CENTER PT. X Hendar Ardiansyah; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 1, Tahun 2021 (Februari 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.30419

Abstract

Berkembangnya dunia industri khususnya di bidang jasa menuntut perusahaan untuk semakin unggul dalam segala bidang, terutama dalam pelayanan. Banyak perusahaan mulai berusaha meningkatkan kualitas pelayanan dengan menghadirkan layanan call center. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan secara empiris antara emotional labor (EL) dengan organizational citizenship behavior (OCB) pada agent call center PT. X untuk layanan PT. Y Semarang. EL merupakan upaya positif oleh agent untuk melakukan pengelolaan emosi sebagai respon dari tuntutan pekerjaan memberikan pelayanan terbaik. OCB adalah sebuah perilaku dari agent yang melakukan pekerjaan diluar dari deskripsi kerja formal yang sudah diberikan. Penelitian ini dilakukan kepada 99 agent yang terdiri dari 7% laki-laki, 89% perempuan, dan sisanya tidak diketahui.  Pemilihan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik sampling convenience. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Emotional Labor (31 aitem, α= 0,934) dan Skala Organization Citizenship Behavior (24 aitem, α= 0, 934). Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil dari analisis ini adalah rxy = 0,783, p= 0,000 (p<0,05), R2= 0,613, F= 182,305, dan β= 0,783. Hasil ini berarti terdapat hubungan positif yang signifikan antara EL dengan OCB pada agent call center PT. X untuk layanan PT. Y.    
HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI DENGAN INTENSI CYBERLOAFING PADA PEGAWAI DINAS X PROVINSI JAWA TENGAH Suci Laria Sari; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 2, Tahun 2018 (April 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.89 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.21678

Abstract

Penggunaan internet yang semakin meluas memberikan dampak negatif bagi menurunnya produktivitas pegawai disebabkan adanya penggunaan internet yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan yang disebut cyberloafing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol diri dengan intensi cyberloafing pada pegawai Dinas X Provinsi Jawa Tengah. Kontrol diri adalah kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa ke arah konsekuensi positif. Intensi cyberloafing adalah niat untuk menggunakan internet melalui gadget, komputer, milik pribadi atau instansi untuk tujuan pribadi saat jam kerja di tempat kerja. Populasi dalam penelitian ini adalah 120 pegawai dan sampel dalam penelitian adalah 60 pegawai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Kontrol Diri (22 aitem, α = 0,880) dan Skala Intensi Cyberloafing (25 aitem, α = 0,949). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,566 dan p = 0,000 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan intensi cyberloafing. Semakin tinggi kontrol diri, maka semakin rendah intensi cyberloafing dan sebaliknya. Kontrol diri memberikan sumbangan efektif sebesar 32% dalam mempengaruhi intensi cyberloafing, sedangkan sisanya sebesar 68% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DENGAN KESEIMBANGAN KERJA-KELUARGA PADA DOSEN WANITA DI UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG Cishi Hanifia; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.823 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi dukungan organisasi dengan keseimbangan kerja-keluarga pada dosen wanita di Universitas Diponegoro Semarang. Keseimbangan kerja-keluarga adalah sejauh mana individu terlibat dan puas dengan peran dalam pekerjaan dan keluarga. Sampel dalam penelitian ini dilakukan kepada 70 dosen wanita di Universitas Diponegoro Semarang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Persepsi Dukungan Organisasi (29 aitem valid, α = 0,944) dan Skala Keseimbangan Kerja-Keluarga (24 aitem valid, α = 0,878). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,372 dan p = 0,002 (p < 0,05). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi dukungan organisasi dengan keseimbangan kerja-keluarga. Semakin positif persepsi dukungan organisasi, maka semakin tinggi pula keseimbangan kerja-keluarga dan sebaliknya. Persepsi dukungan organisasi memberikan sumbangan efektif sebesar 13,9% dalam mempengaruhi keseimbangan kerja-keluarga, sedangkan sisanya sebesar 86,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini. 
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOSOCIAL SAFETY CLIMATE DENGAN PROACTIVE WORK BEHAVIOR PADA KARYAWAN PT X JAKARTA Agustin Damayanti; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.724 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychosocial safety climate dan proactive work behavior pada karyawan PT X Jakarta. Proactive work behavior adalah perilaku individu memulai inisiatif dalam mengambil kendali dan membawa perubahan, meliputi diri sendiri atau organisasi dalam konteks dan waktu tertentu. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 karyawan PT X Jakarta. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Skala Psychosocial Safety Climate (30 aitem valid, α=0,956 dan Skala Proactive Work Behavior (22 aitem valid, α=0,891). Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai rxy = 0,368 dan p=0,004 (p<0,05). Hasil ini menunjukkan ada hubungan positif yang signifikan antara psychosocial safety climate dengan proactive work behavior. Semakin positif psychosocial safety climate maka semakin tinggi pula proactive work behavior dan sebaliknya. Psychosocial safety climate memberikan sumbangan efektif sebesar 13,6% dalam mempengaruhi proactive work behavior, sedangkan sisanya sebesar 86,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.   
HUBUNGAN ANTARA PSYCHOLOGICAL EMPOWERMENT DENGAN PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI PADA KARYAWAN PERUSAHAAN DISTRIBUTOR PT. X Priski Apriliani Putri; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.544 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20249

Abstract

Perilaku Kewargaan Organisasi (PKO) merupakan perilaku pilihan karyawan yang berada di luar tugas formal karyawan yang berdampak pada meningkatnya efektifitas kerja perusahaan. Salah satu penyebab munculnya PKO dalam diri karyawan adalah ketika karyawan memiliki perasaan mampu akan kemampuan dirinya dalam menyelesaikan pekerjaan dan merasa memiliki pengaruh terhadap perusahaan, karyawan tersebut disebut sebagai karyawan dengan psychological empowerment yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara psychological empowerment dengan PKO pada karyawan perusahaan distributor PT. X. Subjek berjumlah 85 karyawan dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan Skala Psychological Empowerment yang terdiri dari 22 aitem dengan nilai α = 0,869 dan Skala PKO yang terdiri dari 23 aitem dengan nilai α = 0,890. Analisis data menggunakan analisis regresi sederhana yang menunjukkan hasil rxy = 0,349 dengan p = 0,001 (p<0,005) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karyawan PT. X memiliki tingkat PKO yang tinggi karena memiliki tingkat psychological empowerment yang tinggi pula. Psychological empowerment memberikan sumbangan efektif sebesar 12,2% pada variabel PKO, sedangkan 87,8% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.
HUBUNGAN ANTARA KONFLIK PEKERJAAN-KELUARGA DENGAN PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI PADA GURU WANITA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI DI KECAMATAN SEMARANG TIMUR KOTA SEMARANG Fbyana Darcy Paat; Ika Zenita Ratnaningsih
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 7, Nomor 1, Tahun 2018 (Januari 2018)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.981 KB) | DOI: 10.14710/empati.2018.20191

Abstract

Guru wanita merupakan tenaga pendidik profesional yang memiliki peran di sekolah dan di keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan perilaku kewargaan organisasi pada guru wanita sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. Perilaku kewargaan organisasi merupakan perilaku individu di luar tanggung jawab yang dilakukan sukarela dan dilakukan untuk kemajuan organisasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru wanita SMKN di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 95 guru wanita yang didapatkan menggunakan teknik cluster random sampling. Penelitian ini menggunakan alat ukur Skala Konflik Pekerjaan-Keluarga (44 aitem, α= 0,973) dan Skala Perilaku Kewargaan Organisasi (43 aitem, α= 0,948). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara konflik pekerjaan-keluarga dengan perilaku kewargaan organisasi pada guru wanita SMKN di Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang (rxy=-0,785; p<0,001). Sumbangan efektif konflik pekerjaan-keluarga terhadap perilaku kewargaan organisasi sebesar 61,6% dan 38,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.  
The effect of mindful parenting on gender-based violence: Father involvement as a mediator Handayani, Arri; Ratnaningsih, Ika Zenita; Maulia, Desi; Widiharto, Chr. Argo; Bawono, Yudho
Psikohumaniora: Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Psychology and Health - Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/pjpp.v9i1.20367

Abstract

Gender-based violence (GBV) has increased in the last decade, highlighting the need for significant attention to the prevention of physical and/or sexual violence. This situation is partially influenced by parenting in the family and is specifically reinforced by the involvement of fathers. This study aims to examine the effect of mindful parenting on GBV, with the father's involvement in parenting as a mediator. Data were collected using accidental sampling from 739 people (503 women and 236 men) aged between 18 to 23 years old. The instruments used in the study were the Interpersonal Mindfulness in Parenting (IM-P) scale (31 items, α = .953); the Inventory of Father Involvement (IFI) (26 items, α = .915); and the Social Norms and Beliefs about Gender-based Violence (GBV) Scale (30 items, α = .935). Mediation analysis served to test the research hypothesis. The research results indicate that mindful parenting has a significant effect on GBV, with the direct effect (β = -0.244, p < .001) being lower than the indirect effect (β = -0.582, p < .001), and the results of the Sobel test (z = -11.649, p = .000, p < .001) suggest that this effect is mediated by the father's involvement in parenting. These findings emphasize the importance of increasing societal awareness regarding the significance of father involvement in parenting to reduce gender-based violence. Fathers should provide complete care by being physically and psychologically present, which could alleviate the mother's burden and diminish gender-based violence.
Paths from Proactive Personality and Family Influence to Employability Sawitri, Dian Ratna; Ratnaningsih, Ika Zenita
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 8 No. 3 (2020): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v8i3.514

Abstract

Employability has become an increasingly relevant construct in modern turbulent world economic markets especially in this industrial revolution 4.0 era. Perceived employability involves self-perceived ability to achieve sustainable employment appropriate to one’s level of qualifications. Individual and family-related variables have been identified as predictors of employability in undergraduate students. However, the roles of career action behaviors of planning the future career and exploration of the world of work in these relationships are rarely known. This study aimed to examine the paths from proactive personality and family influence to employability via career planning and exploration. We collected data from 321 undergraduate students from a university in Semarang, Indonesia, M age = 19.89 years, SD age = 5.39, 67.3% female. We used scales of proactive personality, family influence, career planning, career exploration, and employability to collect the data. Structural equation modeling showed that the paths from proactive personality and family influence to employability were all partially mediated by career planning and exploration. Our results underlined the roles of career planning and exploration as mechanisms by which proactive personality and family influence exerted their influences on employability in undergraduate students. The recommendations of the findings of this study are discussed.