Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD terhadap Hasil Belajar Siswa pada Kelas XI di SMK Negeri 1 Pancur Batu Fransiskus Gultom; Marioga Pardede; Elisabeth Sitepu; Yona Gulo
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 4 No. 4: Desember 2024
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v4i4.568

Abstract

Tujuan daripada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division STAD terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi pokok kesetimbangan kimia kelas XI SMK Negeri 1 Pancur Batu Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen eksperimen semu untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh atau akibat dari suatu yang ditimbulkan pada subjek yaitu siswa Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI Semester 2 SMK Negeri 1 Pancur Batu yang terdiri dari 4 kelas paralel Hasil penelitian ini diperoleh nilai rata rata pretes kelas eksperimen adalah 32 14 dengan standar deviasi 10 89 dan kelas kontrol 35 40 dengan standar deviasi 14 62 Dari hasil uji t dua pihak diperoleh t hitung = 1 055 dan t tabel = 1 671 karena t hitung lt;t tabel 1 055lt;1 671 dapat dinyatakan bahwa kemampuan awal kedua kelas adalah sama Kemudian diberikan perlakuan yang berbeda diakhir pembelajaran dilakukan postes dengan hasil nilai rata rata kelas eksperimen diperoleh 78 09 dengan standar deviasi 10 64 dan kelas kontrol dengan nilai rata rata 63 81 dengan standar deviasi 13 90 Dari hasil uji t satu pihak diperoleh t hitung = 3 898 dan t tabel = 1 671 pada taraf signifikan = 0 05 dengan dk = 60 Karena t hitung gt;t tabel 3 898 gt; 1 671 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar kimia siswa pada materi pokok Kesetimbangan Kimia di kelas XI SMK Negeri 1 Pancur Batu
Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Guru SMK Swasta Jambi Hernawaty Hernawaty; Elisabeth Sitepu; Fransiskus Gultom
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i2.812

Abstract

p Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi secara parsial ataupun simultan terhadap kinerja guru SMK Swasta Jambi Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif menggunakan teknik survei Adapun populasi dalam pelaksanaan penelitian ini adalah seluruh guru SMK Swasta Jambi Teknik pelaksanaan pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sistem ramdom sampling yaitu; sistem pengambilan sampel dengan cara acak dengan total keseluruhan sebanyak 35 guru Teknik penggumpulan data mengunakan angket Sedangkan analisis data mengunakan analisis regresi linier berganda Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dan budaya organisasi secara parsial maupun simultan terhadap kinerja guru SMK Swasta Jambi p
Pengaruh Model Pembelajaran Kolaboratif terhadap Kemampuan Berfikir Kritis pada Materi Hidrokarbon di Kelas XI SMK Swasta Jambi Medan Marioga Pardede; Yona Gulo; Elisabeth Sitepu; Hernawaty Hernawaty; Fransiskus Gultom
All Fields of Science Journal Liaison Academia and Sosiety Vol. 5 No. 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/afosj-las.v5i4.1255

Abstract

Kemampuan berfikir kritis menjadi salah satu alasan mengapa peserta didik kesulitan dalam memberikan penjelasan terkait dengan wawasan mereka tentang hidrokarbon Banyaknya peserta didik yang tidak mampu menjelaskan secara kritis tentang hidrokarbon menjadi alasan utama dilakukannya penelitian ini Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Kolaboratif dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis pada pembelajaran hidrokarbon di kelas XI SMK Swasta Jambi Medan Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian yaitu pre experimental dan menggunakan satu kelompok pre post tes dengan jumlah sampel yaitu kelas XI sebanyak 36 orang Instrument yang digunakan ialah tes dengan analisis data yaitu T test Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1; penerapan model pembelajaran Kolaboratif dalam meningkatkan kemampuan berfikir kritis siswa kelas XI SMK Swasta Jambi Medan yaitu dengan pendekatan perumusan pertanyaan permasalahan pengujian data serta interpretasi materi ajar yang dilakukan selama 3 kali pertemuan dengan materi ajar mengklasifikasikan hidrokarbon yang merujuk pada rencana pembelajaran 2; Tingkat kemampuan berfikir kritis siswa sebelum penerapan model pembelajaran berbasis kolaboratif di SMK Swasta Jambi Medan menunjukkan bahwa kemampuan berfikir kritis siswa sebelum di terapkannya model pembelajaran kolaboratif yaitu 62 50 pada kategori kemampuan berfikir kritis cukup dan 3; hasil kemampuan berfikir kritis setelah penerapan yaitu 85 15 yaitu pada kategori kiritis Sedangkan hasil penunjukkan bahwa kemampuan berfikir kritis siswa meningkat setelah diajarkan menggunakan model pembelajaran kolaboratif
Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Turnitin Bagi Dosen Dalam Upaya Menghindari Plagiarisme Marihot Manullang; Zetria Erma; Muhammad Razali; Rini Rini; Manner Tampubolon; Elisabeth Sitepu
Journal Liaison Academia and Society Vol 1 No 3: Desember 2021
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v1i3.687

Abstract

Di dalam dunia akademik, akademisi tidak pernah lepas dari budaya menulis artikel ilmiah. Baik penulisan artikel untuk mengikuti suatu lomba, memenuhi tugas kuliah, menulis laporan penelitian hingga artikel untuk dipublikasikan pada jurnal baik nasional maupun internasional. Permasalahan utama yang dialami penulis serta mitra dalam menuliskan artikel ilmiah adalah masalah orisinalitas, praktik plagiarisme serta penyusunan refrensi. Plagiarisme merupakan salah satu tindak pidana yang mengambil, menerbitkan atau menyatakan sebagai milik sendiri dari orang lain, dalam hal ini hasil dari suatu pemikiran sang pencipta. Praktik plagiarisme dalam penulisan tugas, karya ilmiah, skripsi maupun disertasi masih banyak kita jumpai di kalangan akademisi, baik mahasiswa, guru maupun dosen. Sebelum kegiatan sosialisasi, dilakukan observasi untuk mengetahui tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh para peserta tentang penulisan artikel terutama mengenai plagiasi dan penyusunan refrensi. Metode yang dilakukan adalah tanya jawab. Hampir 90 Persen peserta belum mengetahui cara menggunakan Turnitin dan Mendeley dalam penulisan jurnal. Hasil kuisioner Dosen sangat puas dengan adanya pelatihan Turnitin dan Mendeley. Kata Kunci: Turnitin, Artikel , Plagiasi
Kesuburan Tanaman dengan Mengunakan Urine Kelinci dengan Penambahaan Air Kelapa dan Pribiotik Em 4 dengan Minuman Yakult dengan Cara Fermentasi Surya Irawan; Khairuddin Tampubolon; Ahmad Karim; M. Ali Musri S; Suhelmi Suhelmi; Elisabeth Sitepu
Journal Liaison Academia and Society Vol 2 No 4: Desember 2022
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v2i4.734

Abstract

Penyuluhan Pengabdian Masyarakat warga Di desa sei rotan Rt 2 dan Rw 1 kecamatan percut sei tuan kabupaten deli serdang.bertujuan mempercepat pencapaian program peningkatan keterampilan melalui kegiatan perbanyakan pembuatan pupuk cair (POC)dan meningkatkan kualitas SDM dalam perbanyakan tanaman hias khusus bagi pemula sebagai wahana pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi. Pengaruh air kencing kelinci dan air kelapa serta untuk mengetahui manfaat penambahan air kelapa muda terhadap kualitas pupuk cair dari urin kelinci terhadap kualitas fisik, kimia, biologis, dan mikrobiologis. Pembuatan pupuk cair organik dilakukan secara anaerob dengan perlakukan yaitu pupuk cair urin kelinci penambahan air kelapa 20 Persen dan penambahan air kelapa 20 Persen. Lalu diperlakuan difermentasi selama 14 hari. Setelah difermentasi dilakukan uji kualitas fisik yang meliputi uji suhu, pH, warna, dan bau. Uji kualitas kimia meliputi kadar N total, C-organik, K total, dan P total. Uji biologis menggunakan tanaman sawi kemudian dilakukan pemberian pupuk cair setiap hari selama 28 hari diamati tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, panjang akar, dan berat akhir. Dilanjutkan dengan uji mikrobiologis untuk mengetahui jumlah koloni bakteri.. Apabila data yang dihasilkan pada penelitian ini berbeda nyata Plt;0,05 maka akan dilakukan uji Duncan Multiple Range Test. Uji kimia yang dilakukan menunjukkan bahwa N, C dan K urin yang diberi air kelapa 20 Persen memiliki kualitas yang paling baik. Pengaruh perbedaan urin menunjukkan urin marmut memiliki kualitas kimia yang lebih baik. Uji biologis menunjukkan hasil yang cenderung tidak berbeda nyata kecuali untuk panjang daun dan panjang akar yang menunjukkan perbedaan nyata. Pengaruh perbedaan urin menunjukkan bahwa urin kelinci memiliki kualitas yang lebih baik. Uji mikrobiologi menunjukkan bahwa pupuk cair dengan panambahan air kelapa 20 Persen memiliki jumlah koloni yang paling banyak. Berdasarkan urin yang digunakan tidak menunjukkan perbedaan nyata jumlah koloni pupuk cair urin kelinci. Kata Kunci : Urin kelinci, Em4, Air kelapa, Yakult.
Sosialisasi Pentingnya Penyediaan Akses Jalan yang Baik dan Parkir Kenderaan yang baik di Tempat Wisata dan Villa di Kawasan Wisata Bukit Lawang Dicky Edwar Daulay; Yona Gulo; Selamat Karo-karo; Ahmad Nadhira; Dina Hastalona; Elisabeth Sitepu
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.756

Abstract

p Akses menuju wisata bukit lawang sangat baik akan tetapi ketika sampai dilokasi wisata, parkir yang dekat dengan kawasan wisata kurang memadai, sehingga wisatawan harus parkir jauh dari lokasi wisata. Hal ini tentunya memberikan pengalaman kurang menyenangkan. Adapun hasil temuan permasalahan yaitu: 1) Akses menuju penginapan, villa ataupun homestay yaitu masih kurang nyaman sebab jauh dari parkir, 2) Area parkir dekat area wisata masih sempit sehingga lebih banyak yang parkir jauh dari area wisata, 3) Sistem kutipan retribusi parkir dan masuk ke kawasan wisata banyak calo, sehingga terkesan tidak nyaman. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan masukan kepada pengelola wisata dan masyarakat tentang pentingnya akses dan lokasi parkir bagi kawasan wisata bukit lawang. Hasil kegiatan PKM yaitu bahwa akses atau jalan menuju lokasi wisata bukit lawang sudah baik, hanya diperlukan atribut tambahan untuk memperindah jalan dan memudahkan wisatawan. Akses jalan menuju villa, penginapan dan homestay terlalu jauh sehingga perlu dilakukan perbaikan baik dari pihak pnegelola maupun pemerintah setempat. Saran: Perlu dilakukan edukasi dan dukungan dari pemerintah terkait pengelolaan kawasan wisata, jika perlu untuk parkir dan retribusi ditetapkan dengan harga yg murah dengan tetap memperhatikan cara mensejahterakan masyarakat sekitarnya.
Sosialisasi Pentingnya Penyediaan Akses Jalan yang Baik dan Parkir Kenderaan yang baik di Tempat Wisata dan Villa di Kawasan Wisata Bukit Lawang Dicky Edwar Daulay; Yona Gulo; Selamat Karo-karo; Ahmad Nadhira; Dina Hastalona; Elisabeth Sitepu
Journal Liaison Academia and Society Vol 3 No 2: Juni 2023
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v3i2.759

Abstract

Akses menuju wisata bukit lawang sangat baik akan tetapi ketika sampai dilokasi wisata, parkir yang dekat dengan kawasan wisata kurang memadai, sehingga wisatawan harus parkir jauh dari lokasi wisata. Hal ini tentunya memberikan pengalaman kurang menyenangkan. Adapun hasil temuan permasalahan yaitu: 1) Akses menuju penginapan, villa ataupun homestay yaitu masih kurang nyaman sebab jauh dari parkir, 2) Area parkir dekat area wisata masih sempit sehingga lebih banyak yang parkir jauh dari area wisata, 3) Sistem kutipan retribusi parkir dan masuk ke kawasan wisata banyak calo, sehingga terkesan tidak nyaman. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan masukan kepada pengelola wisata dan masyarakat tentang pentingnya akses dan lokasi parkir bagi kawasan wisata bukit lawang. Hasil kegiatan PKM yaitu bahwa akses atau jalan menuju lokasi wisata bukit lawang sudah baik, hanya diperlukan atribut tambahan untuk memperindah jalan dan memudahkan wisatawan. Akses jalan menuju villa, penginapan dan homestay terlalu jauh sehingga perlu dilakukan perbaikan baik dari pihak pnegelola maupun pemerintah setempat. Saran: Perlu dilakukan edukasi dan dukungan dari pemerintah terkait pengelolaan kawasan wisata, jika perlu untuk parkir dan retribusi ditetapkan dengan harga yg murah dengan tetap memperhatikan cara mensejahterakan masyarakat sekitarnya.   Kata Kunci : Sosialisasi; Akses; Jalan; Parkir.
Teknik Peningkatan Kepedulian Pendidikan Masyarakat Melalui Program Komunitas Belajar dalam Kebersamaan Marioga Pardede; Yona Gulo; Elisabeth Sitepu; Hernawaty Hernawaty; Fransiskus Gultom
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 2: Juni 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i2.853

Abstract

p Tujuan daripada pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kepedulian pendidikan pada masyarakat di kampung Bandar Setia Kabupaten Deliserdang melalui program kebersamaan. Latar belakang masalah untuk mengadakan kegiatan pengabdian ini berawal dari keprihatinan kami akan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dikarenakan faktor ekonomi dan lain sebagainya terkhusus di kampung Bandar Setia Kabupaten Deliserdang. Sasaran dari kegiatan ini adalah anak anak kampung Bandar Setia Kabupaten Deliserdang yang putus sekolah dan membutuhkan perhatian khusus dalam bidang pendidikan dikarenakan kondisi ekonomi orangtua mereka yang kurang berkecukupan untuk melanjutkan sekolah anak-anaknya setelah sekolah dasar. Letak wilayah yang hampir dekat dengan kota belum menjamin mutu pendidikan mereka. Untuk mengatasi masalah tersebut kami bekerjasama dengan karang taruna yang ada di tempat tersebut. Luaran dari kegiatan PKM ini adalah berupa fasilitas rumah belajar yang lebih layak untuk anak-anak kampung Bandar Setia Kabupaten Deliserdang dan publikasi ilmiah berupa artikel.
Upaya Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pembinaan Usaha Sabun Cair pada Ibu-Ibu Arisan di Kecamatan Percut Seituan Deliserdang Selamat Karo-Karo; Yona Gulo; Marioga Pardede; Elisabeth Sitepu; Hernawaty Hernawaty; Fransiskus Gultom
Journal Liaison Academia and Society Vol 5 No 4: Desember 2025
Publisher : Lembaga Komunikasi dan Informasi Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58939/j-las.v5i4.1254

Abstract

Ibu-ibu arisan memiliki potensi memproduksi sabun cair dengan buatan sendiri dalam bentuk industri rumahan melalui pemanfaatan hasil pertanian masyarakat. Produk sabun ini terbuat dari minyak dan alkali sehingga terjadi reaksi saponifikasi, Selanjutnya adonan pasta sabun dicairkan menjadi sabun cair serta siap untuk dikemas. Potensi ini memiliki prospek yang menjanjikan dalam mengembangkan wirausaha industri rumahan, selain itu dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru melalui pemberdayaan masyarakat sekitar. Tujuan dari kegiatan ini (1) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok pengolah sabun buatan sendiri berbasis komoditas lokal; (2) Merintis upaya penganekaragaman industri rumahan salah satunya masyarakat yang bergerak di industri pembuatan sabun cair buatan sendiri untuk kebutuhan souvenir dan kado; (3) Membantu pemerintah desa untuk dapat memajukan kesejahteraan masyarakat; dan (4) Mensosialisasikan hasil penelitian dari perguruan tinggi kepada masyarakat pengguna melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pelatihan meliputi pelatihan cara melakukan pembuatan sabun cairhandmade, pendampingan, demonstrasi langsung dalam proses pembuatan pasta sabun, pencairan, pengemasan, monitoring kualitas akhir sabun, hingga ke pemasarannya. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa: 1) Kegiatan ini dapat meningkatkan motivasi usaha, kesadaran, pengetahuan dan ketrampilan masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna untuk mengolah komoditas lokal menjadi produk sabun cair buatan sendiri; 2) Peserta pelatihan terutama kelompok ibu-ibu arisan telah mengikuti serangkaian kegiatan pembuatan sabun buatan sendiri selanjutnya perlu dikembangkan kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan bisnis sabun buatan sendiri kedepannya.