Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PENGARUH TERAPI TERAPI KELOMPOK SUPORTIF TERHADAP BEBAN KELUARGA DALAM MERAWAT ANAK TUNAGRAHITA DI SEKOLAH LUAR BIASA KALIWUNGU DAN PURWOSARI KABUPATEN KUDUS Anny Rosiana Masithoh; Nor Asiyah; Sholihah Sholihah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar  Belakang  :  World  Health  Organization  (WHO,  2006)  memperkirakan  bahwa  jumlah penyandang tunagrahita adalah 3% dari seluruh populasi penduduk dunia. Jika populasi penduduk di dunia  sekitar  6,5  milyar,  berarti  dapat  diperkirakan  bahwa  jumlah  penyandang  tunagrahita  adalah sebesar 195 juta jiwaTujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  menganalisis  pengaruh  terapi  kelompok  suportif  terhadap perubahan beban keluarga dalam merawat anak tunagrahita di SLB Kabupaten Kudus. Desain penelitian ini adalah quasi experimental, pre-post test with control group.  Tempat penelitian di SLB Purwosari (kelompok intervensi) dan SLB Kaliwungu (kelompok kontrol). Sampel penelitian adalah  seluruh  keluarga  anak  tunagrahita  di  SLB  Purwosari  dan  SLB  Kaliwungu  yang  memenuhi kriteria inklusi, yaitu 68 (32 kelompok intervensi dan 36 kelompok kontrol) keluarga. Hasil penelitian menunjukkan ada  perbedaan signifikan beban dan tingkat ansietas keluarga sebelum dan setelah mendapatkan terapi kelompok suportif pada kelompok intervensi dan tidak ada perbedaan signifikan  beban  keluarga  sebelum  dan  setelah  terapi  kelompok  suportif  pada  kelompok  kontrol. Rekomendasi  penelitian  ini  adalah  perlunya  dibentuk  kelompok  suportif  di  SLB,  beranggotakan keluarga yang memiliki anak tunagrahita. Kata kunci  : Beban, Tunagrahita, Terapi Kelompok SuportifDaftar pustaka : 95 (1989-2010
EFECTEVENESS OF TERAPHY DZIKIR WITH SELF ACCEPTANCE IN CANCER PATIENTS IN HEALTH FASTABIQ HOSPITAL PKU MUHAMMADIYAH PATI Ali Sodikin; Anny Rosiana Masithoh; Suparmono Suparmono
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.953

Abstract

latar belakang: cancer merupakan penyakit yang disebabkan oleh pertumbuhan sel–sel jaringan tubuh yang tidak normal. respon psikologis yang sering terjadi pada panderita cancer antara lain sedih, syok, apatis, berduka, cemas, takut terhadap kekambuhan maupun kematian, harga diri rendah, persepsi dirirendah, penurunan gambaran diri. menurut world health organization (who 2010) kasus cancer akan terus mengalami peningkatan dan diprediksi akan mencapai 21,4 juta kasus pada tahun 2030 dan dua pertiga kasus tersebut terdapat di negara negara berkembang seperti di indonesia. berdasarkan studi pendahuluan pada bulan desember 2019 di rsu fastabiq sehat pku muhammadiyah pati didapatkan data rekam medis rawat inap sejumlah 57 pasien cancer. tujuan : penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara terapy dzikir dengan penerimaan diri pada pasien cancer di rsu fastabiq sehat pku muhammadiyah pati. metode : penelitian ini menggunakan deskriptif korelasional dan rancangan penelitian adalah menggunakan  cross sectional. populasi dan sempel dalam penelitian ini adalah pasien cancer yang sesuai dengan kriteria inklusi yang dirawat di ruang rawat inap rsu fastabiq sehat pku muhammadiyah pati, didapatkan sebanyak 32 pasien cancer. hasil penelitian :hasil analisis hubungan antara terapy dengan penerimaan diri menunjukkan bahwa dari 23 (71,9) pasien yang mengalami penerimaan diri yang sedang, tinggi, sangat tinggi tidak terganggu penerimaan dirinya setelah diberi terapi dzikir., ada sebanyak 9 (28,1%) terganggu penerimaan dirinya. pada variabel nyeri menunjukkan hasil statistik diperoleh nilai p value sebesar 0,031 maka dapat disimpulkan ada perbedaan proporsi terapy dzikir antara pasien yang tidak penerimaan diri, penerimaan diri rendah, penerimaan diri sedang dengan pasien yang mengalami gangguan penerimaan diri, (ada hubungan yang signifikan antara terapy dzikir dengan penerimaan diri. saran :diharapkan dapat melakukan penelitian selanjutnya tentang terapi dzikir dengan penerimaan diri membuat sampel lebih banyak dan di tambah kombinasi atau gabungan teraphy dzikir dengan relaksasi terhadap penerimaan diri. 
THE ROLE OF SPIRITUAL MINDFULNESS THERAPY IN INCREASING SELF-ACCEPTANCE AMONG ADOLESCENT Muhamad Jauhar; Ashri Maulida Rahmawati; Anny Rosiana Masithoh; Edita Pusparatri
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 10, No 1 (2025): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v10i1.3063

Abstract

Evaluation of the benefits of spiritual therapies, such as mindfulness, for adolescent mental health is needed. Adolescence is a difficult period for self-adjustment and is particularly vulnerable to decreased self-acceptance. In today's educational environment, adolescents often experience various crises that are largely due to low self-acceptance. Spiritual mindfulness is a strategy that is easy to implement and can help adolescents recognize problems without judgment, thus reducing the cost and time required in the therapeutic process. This study aims to determine the effect of spiritual mindfulness on increasing self-acceptance in adolescents. The research design used was a pre-experiment with pre-test and post-test methods and involved a control group. Through purposive sampling, twenty-six high school students in Kudus were selected as respondents and divided into intervention and control groups. The study used the Unconditional Self-Acceptance Questionnaire (USAQ). The researcher conducted six sessions of mindfulness therapy, each lasting 30 minutes for two days. The results showed a statistically significant difference in self-acceptance in the intervention group before and after the intervention, with a value of p=0.04 (p0.05). In contrast, in the control group, no significant difference was found with a value of p=0.477 (p0.05). The intervention group showed an increase in self-acceptance of 1.46 higher than the control group. However, the overall effect of mindfulness therapy was less significant in improving self-acceptance in adolescents p=0.332 (p0.05). Changes need to be made in the way spiritual mindfulness therapy is delivered to adolescents to see a more noticeable improvement in self-acceptance.
PERBEDAAN FREKUENSI PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA REMAJA DI SMP Fitriana Kartikasari; Sri Siska Mardiana; anny rosiana masithoh; Nurul Asnal Mubarokah
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 8, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v8i1.2026

Abstract

LatarBelakang : Remaja menggunakan media sosial pada tingkat tinggi 64,8% dan rendah 20,4%, yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar secara fisiologis, kognitif, dan sosioemosional.Tujuan : Memahami hubungan frekuensi penggunaan media sosial dengan prestasi akademik remaja di SMP Muhammadiyah 1 Kudus dan MTs Muhammadiyah KudusMetode       : Dengan menggunakan metode waktu cross sectional, jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan menggunakan teknik sequential sampling, jumlah sampel sebanyak 174 responden. Survei tentang frekuensi penggunaan media sosial dan nilai siswa kumulatif adalah instrumen yang digunakan. Chi Square digunakan untuk menganalisis data uji statistik.Hasil           : Responden di MTs Muhammadiyah Kudus memiliki frekuensi penggunaan media sosial yang cukup dengan prestasi belajar baik sedangkan remaja di SMP Muhammadiyah 1 Kudus memiliki frekuensi penggunaan media sosial yang cukup dan  penggunaan media sosial dengan prestasi belajar baik sebanyak 27 (71,1%) dan 11 (21,8%).Kesimpulan : Ada hubungan antara frekuensi penggunaan media sosial dengan keberhasilan akademik remaja di SMP Muhammadiyah 1 Kudus namun tidak di MTs Muhammadiyah Kudus dimana tidak ada hubungan antara keduanya. 
HUBUNGAN POLA ASUH PENGASUH (NON KELUARGA) DENGAN KEDISIPLINAN ANAK DI TK PERTIWI 01 YAYASAN DIAN DHARMA PATI Anny Rosiana Masithoh; Muhammad Purnomo; Edi Wibowo; Sumiati Sumiati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 3, No 2 (2018): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v3i2.955

Abstract

Latar Belakang : Pengasuh non keluarga yang berperan sebagai pengganti ibu kandung dapat membentuk sifat dan sikap anak yang ia asuh karena waktu intensitas anak lebih banyak dengan pengasuh dibanding dengan ibu kandung anak itu sendiri. Anak akan lebih banyak melakukan interaksi dan komunikasi dengan pengasuh (Wahyuningsih, 2016). Hasil survey pendahuluan yang penulis lakukan pada 20 anak terdapat 10 anak dengan pola asuh pengasuh baik terdapat 7 anak (70%) dengan kedisiplinan baik, 3 anak (30%) kedisiplinannya kurang. Sedangkan 10 anak dengan pola asuh pengasuhnya kurang baik terdapat 9 anak (90%) dengan kedisiplinan kurang baik dan hanya 1 anak (10%) yang kedisiplinan baik. Tujuan : Untuk menganalisa Hubungan Pola Asuh Pengasuh (Non Keluarga) Dengan Kedisiplinan Anak Di TK Pertiwi 01 Yayasan Dian Dharma Pati. Metode : Metode penelitian ini dilakukan dengan jenis korelasi dengan pendekatan Cross Sectional . Pengambilan sampel dalam penelitian ini dengan teknik total sampling sebanyak 56 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil : Ada Hubungan Pola Asuh Pengasuh (Non Keluarga) Dengan Kedisiplinan Anak Di TK Pertiwi 01 Yayasan Dian Dharma Pati. Hasil hipotesis menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai X2 22,583 df 2 (taraf signifikasi 5% : 5,991). Dimana X2 hitung adalah  22,583 lebih besar dari X2 tabel 5,991. Sedangkan berdasarkan probabilitas, terlihat bahwa ρ adalah 0,000 atau probabilitas di bawah 0,05
PERSEPSI TERHADAP KEKAMBUHAN DENGAN ANTISIPASI PASIEN PADA PENCETUS KEKAMBUHAN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAYEN KABUPATEN PATI Ery Yanuar; Warji Warji; Anny Rosiana Masithoh; Supardi Supardi; Sri Lestari
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 4, No 1 (2019): Indonesia Jurnal Perawat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v4i1.947

Abstract

Latar Belakang : survey pendekatan dengan cara observasi dan wawancara dengan 5 orang penderita asma di wilayah kerja puskesmas kayen, 4 dari 5 orang mengatakan tidak tahu tentang asma yang dideritanya, penderita mengatakan mereka hanya merasa sesak nafas biasa dan ampeg didada, selain itu penderita juga tidak tahu tentang hal-hal yang menyebabkan kekambuhan asma seperti; kelembaban udara, debu, kecapekan. Para penderita mengatakan sulit bernafas dengan tiba-tiba dan tidak tahu apa penyebabnya. Penderita asma tidak tahu upaya apa yang harus dilakukan agar asmanya tidak kambuh, jika penderita merasakan sesak nafas penderita langsung ke puskesmas, keadaan itu sudah menjadi kebiasaan penderita asma. Rata-rata klien mengalami kekambuhan lebih dari 3 kali dalam setahun dan pengetahuan klien tentang asma masih rendah. Tujuan : tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan persepsi terhadap kekambuhan dengan antisipasi pasien pada pencetus kekambuhan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Kayen  Kabupaten Pati. Metode : jenis penelitian yang digunakan adalah metode metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 responden yang dipilih secara Purposive Sampling. Untuk menganalisis data menggunakan rank spearman. Hasil : hasil penelitian didapatkan nilai r hitung sebesar 0,800 (sangat kuat) dan ρ value 0,000 kurang dari 0,05 maka hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang sangat kuat persepsi terhadap kekambuhan dengan antisipasi pasien pada pencetus kekambuhan asma di Wilayah Kerja Puskesmas Kayen  Kabupaten Pati.
SELF DISCLOSURE AND ACADEMIC STRESS LEVELS IN UNDERGRADUATE NURSING STUDENTS; CORRELATIVE STUDIES Tamaya Hanisa; Anny Rosiana Masithoh; Ashri Maulida Rahmawati
(IJP) Indonesia Jurnal Perawat Vol 9, No 1 (2024): INDONESIA JURNAL PERAWAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijp.v9i1.2410

Abstract

Final year students often experience stress in planning, compiling and making final assignments. One way to understand stress is to know the conditions and situations that are being experienced, including self-disclosure. This study aimed to determine the relationship between self-disclosure and the level of academic stress in nursing students. The research method used quantitative with a cross sectional approach. The sampling technique used in this research was simple random sampling with a total of 41 respondents. Data were analyzed using the Spearman rho test. The research results showed a significant correlation between self-disclosure and academic stress in final year Bachelor of Nursing students with a p value (0.000) 0.05. There is a relationship between self-disclosure and the level of academic stress in final year Bachelor of Nursing students
EDUKASI KESEHATAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PUDING DAUN KELOR SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Anny Rosiana Masithoh; Anastasya Elvira Prameswari; Diah Andriani Kusumastuti; Silviana Putri Afrisia; Nur Baiti Anggraini Pangestu; Adinda Anisa Safitri; Nadya Asyh Selvya; Muhamad Haris Rizvi Rizqi
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2766

Abstract

Stunting merupakan masalah kesehatan yang serius di Indonesia, termasuk di Desa Jepangpakis, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masalah ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak usia dini dan dapat berdampak pada pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas hidup anak-anak di masa depan. Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengurangi prevalensi stunting melalui edukasi gizi dan pemberian makanan tambahan berupa puding daun kelor yang kaya nutrisi. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Desember 2024 di Aula Balai Desa Jepangpakis, dengan melibatkan ibu hamil, ibu menyusui, dan kader posyandu. Metode yang digunakan mencakup sosialisasi gizi menggunakan leaflet, demonstrasi pembuatan puding daun kelor, serta diskusi interaktif. Hasil program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat tentang stunting dan pentingnya gizi seimbang. Puding daun kelor diterima dengan baik oleh anak-anak dan orang tua, serta membantu meningkatkan berat badan dan kesehatan anak-anak. Partisipasi aktif masyarakat dalam menanam dan memanfaatkan daun kelor mendukung keberlanjutan program ini. Program ini berhasil menurunkan angka stunting dan dapat dijadikan model untuk diterapkan di daerah lain.
SENAM CUCI TANGAN (HAND WASH) GURU PAUD AISYIYAH Noor Azizah; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 1, No 1 (2019): Jurnal ABDIMAS Indonesia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v1i1.962

Abstract

Cuci tangan merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku cuci tangan yang benar dengan menggunakan 7 langkah dan sabun. Perilaku cuci tangan yang benar dapat menurunkan penyakit diare dan penyakit ISPA. Langkah cuci tangan yang direkomendasikan World Health Organization yaitu membasahi kedua tangan dengan air mengalir, beri sabun secukupnya, menggosokkan kedua telapak tangan dan pungggung tangan, menggosok sela-sela jari kedua tangan, menggosok kedua tangan dengan jari-jari rapat, jari-jari tangan dirapatkan sambil digosok ke telapak tangan, tangan kiri ke kanan dan sebaliknya, menggosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan, mengosok kuku jari kanan memutar ke telapak tangan kiri, basuh air dan mengeringkan tangan.Guru Pendidikan Anak Usia Dini memerlukan kreativitas agar peserta didik lebih menarik dan bisa mengikuti apa yang diajarkan. Metode Pelaksanaan Pelatihan ini mengajarkan senam cuci tangan dengan lagu sehingga peserta didik lebih menarik dan menyenangkan. Hasil pelaksanaan kegiatan peningkatan pengetahuan peserta tehnik cuci tangan, peningkatan ketrampilan cuci tangan secara baik dan benar. Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Guru Bustanul Athfal mengajarkan cuci tangan yang benar dan memakai sabun dengan cara yang menarik dan menyenangkan menggunakan lagu.
DAMPAK HUKUM TERHADAP PERMOHONAN PENETAPAN PENGANGKATAN ANAK DI PENGADILAN NEGERI KUDUS (Studi penetapan Nomor 78/Pdt.P/2023/PN Kds) Seno Andreyanto; Anny Rosiana Masithoh; Naili Azizah
JURNAL KEADILAN HUKUM Vol 5, No 1 (2024): JURNAL KEADILAN HUKUM
Publisher : JURNAL KEADILAN HUKUM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangkatan anak mengutamakan pada kesadaran solidaritas sosial, yang berarti sikap kerelaan dan ketulusan seseorang untuk mengambil alih tanggung jawab pemeliharaan anak karena orang tua kandungnya dalam keadaan tidak atau kurang mampu untuk membesarkan dan mendidiknya dengan tujuan mendapatkan anak karena belum atau tidak dikaruniai seorang anak. Menurut pasal 1 butir 9 Undang-undang Nomor 23 tahun 2022 tentang perlindungan anak juncto Peraturan Nomor 54 tahun 2007 tentang pelaksanaan pengangkatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses dan dampak Hukum terhadap permohonan penetapan pengangkatan anak di Pengadilan Negeri Kudus. Dalam penelitian ini menggunakan spesifikasi penelitian deskriptif analitis, menurut H. Zainuddin Ali deskriptif analistis dalam penelitian ini akan menggambarkan kondisi atau keadaan yang sedang berlangsung di masyarakat, Pemilihan Sampel berdasarkan penetapan permohonan pengangkatan anak. Hasil penelitian yakni akibat hukum yang muncul dalam permohonan penetapan pengangkatan anak angkat yaitu akan menimbulkan hak dan kewajiban, seperti kewajiban orang tua angkat untuk memelihara dan mendidikanak angkat selayaknya anak kandung sendiri. Ada dampak Hukum terhadap permohonan penetapan pengangkatan anak di Pengadilan Negeri Kudus.