Claim Missing Document
Check
Articles

Penggunaan arm bag infused terhadap kenyamanan dan efektivitas mobilisasi pasien rawat inap Faidah, Nur Laely; Anggraeni, Atika Dhiah; Isnaini, Nur; Aprilina, Happy Dwi
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 02 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/48bgn814

Abstract

Latar Belakang: Ketidaknyamanan akibat keterbatasan stand infus dapat menghambat aktivitas pasien seperti roda macet, tiang berkarat, risiko tersandung atau cedera kaki karena berjalan sambil mendorong stand infus, mengurangi privasi dan terjadi arus balik darah. Oleh karena itu, penelitian yang berfokus pada kenyamanan pasien melalui inovasi alat pengganti stand infus, terutama yang mendukung mobilitas pasien menjadi sangat krusial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan Arm Bag Infused terhadap kenyamanan dan efektivitas mobilisasi pasien rawat inap.Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi eksperimental dengan pendekatan pretest-posttest pada 30 responden kelompok intervensi dan kontrol yang memenuhi kriteria inklusi. Data diperoleh melalui observasi 8 jam dan lembar observasi yang kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test.Hasil: Terdapat selisih mean rank kelompok Arm Bag Infused sebesar 36,05 sedangkan pada kelompok stand infus 23,95. Hasil analisis menggunakan uji mann-whitney menunjukkan Arm Bag Infused efektif dalam meningkatkan kenyamanan pasien rawat inap dengan nilai p value 0,014 (<0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan.Kesimpulan: Penggunaan Arm Bag Infused dapat meningkatkan kenyamanan dan efektivitas mobilisasi pasien rawat inap.
PENGARUH POSISI HEAD UP 30 DERAJAT TERHADAP NYERI KEPALA PADA PASIEN CEDERA KEPALA RINGAN Arif Hendra Kusuma; Atika Dhiah Anggraeni
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v10i2.699

Abstract

Cedera kepala ringan merupakan salah satu klasifikasi dari cedera kepala yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan pada fungsi persarafan serta penurunan kesadaran pada seseorang tanpa menimbulkan kerusakan pada organ lainnya. Cedera kepala dapat menyisakan tanda ataupun gejala somatik yang berupa nyeri kepala. Posisi head up 30 derajat merupakan cara memposisikan kepala seseorang lebih tinggi sekitar 30 derajat dari tempat tidur dengan posisi tubuh sejajar dan kaki lurus atau tidak menekuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh posisi head up 30 derajat terhadap nyeri kepala pada pasien cedera kepala ringan. Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental dengan pendekatan Pretest Posttest  One Group Design. Jumlah sampel sebanyak 22 responden. Penelitian ini dilakukan di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Hasil uji statistik menggunakan uji dependen t-test menunjukkan ada pengaruh posisi head up 30 derajat terhadap nyeri kepala pada cedera kepala ringan (P value = 0,002; α0,05). Saran: penelitan ini dapat menjadi salah satu  intervensi keperawatan yang dilakukan oleh perawat untuk mengatasi nyeri pada pasien cedera kepala ringan.
PERSEPSI PERAWAT TERHADAP PENERAPAN EARLY WARNING SCORE (EWS) DIRSUD BANYUMAS Atika Dhiah Anggraeni; Destiya Dwi Pangestika
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.762

Abstract

Early Warning Score (EWS) merupakan  sistem scoring pendeteksian dini atau peringatan dini untuk mendeteksi adanya perburukan keadaan pasien. Perawat  sebagai pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan harus melakukan pengkajian secara terfokus dan mengobsevasi tanda vital agar dapat menilai dan mengetahui resiko terjadinya perburukan pasien, mendeteksi dan merespon dengan mengaktifkan emergency call. Dengan demikian tenaga kesehatan khususnya perawat harus menguasai konsep penerapan EWS dengan baik. Penelitian  ini berguna mengetahui persepsi perawat terhadap pelaksanaan EWS. Design penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif non eksperimen terhadap 68 responden dengan variable tunggal. Hasil penelitian persepsi perawat terhadap EWS dalam kategori baik sedangkan persepsi perawat terhadap pelaksanaan EWS pada level cukup baik. Penelitian ini dapat menjadi evaluasi bagi rumah sakit untuk mempersiapkan tenaga medisnya lebih baik lagi dalam pendeteksian perburukan keadaan pasienKata Kunci: Persepsi, EWS, Perawat
Hubungan Kualitas Hidup, Interaksi Ibu-Anak Dan Resiliensi Dengan Parenting Stress Ibu Anak Autisme Aurelia Salsabilla, Diva; Supriyadi; Yektiningtyastuti; Dhiah Anggraeni, Atika
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v10i1.191

Abstract

Pengasuhan anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan Autisme, menuntut keterlibatan fisik dan emosional yang tinggi sehingga berpotensi meningkatkan parenting stress pada ibu. Parenting stress yang tidak terkelola dengan baik dapat berdampak pada kualitas pengasuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas hidup ibu, interaksi ibu–anak, dan resiliensi ibu dengan tingkat parenting stress pada ibu yang memiliki anak autisme di SLB Manunggal Slawi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstandar: WHOQOL-BREF, CPRS, CDRISC-25, dan PSS. Hasil menunjukkan 57,1% responden mengalami parenting stress tinggi; kualitas hidup hampir sama besar ibu yang memiliki kualitas hidup baik yaitu 37,1% dan 34,3% buruk; 40% interaksi ibu-anak buruk; dan 40% resiliensi ibu rendah. Uji chi-square mengindikasikan kualitas hidup tidak berhubungan dengan parenting stress (p = 0,178), sedangkan interaksi ibu-anak (p = 0,008) dan resiliensi (p = 0,002) berhubungan dengan parenting stress. Disimpulkan bahwa parenting stress ibu anak autisme didominasi oleh kategori tinggi. Faktor yang berhubungan dengan parenting stress adalah interaksi ibu-anak dan resiliensi. Oleh karena itu, disarankan adanya upaya peningkatan penguatan resiliensi, serta pengembangan interaksi ibu–anak secara berkelanjutan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TERHADAP KEJADIAN DIARE PADA ANAK USIA PRASEKOLAH Putri, Sekar Ayu Elisa; Anggraeni, Atika Dhiah
Menara Medika Vol 8, No 2 (2026): VOL 8 NO 2 MARET 2026
Publisher : Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mm.v8i2.7068

Abstract

Pendahuluan: Diare merupakan penyakit endemik yang berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), ditandai frekuensi BAB berlebih dengan konsistensi feses cair. Anak-anak rentan terkena diare karena sistem imun yang belum optimal. Kecamatan Cilongok menempati angka tertinggi kejadian diare pada anak se-kabupaten Banyumas. Faktor penyebab diare di Cilongok meliputi faktor sosiokultural seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua, serta faktor pola hidup seperti penerapan hand hygiene dan kualitas makanan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi diare pada anak usia prasekolah, meliputi faktor sosiokultural dan faktor pola hidup. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan case control study bersifat retrospective. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan instrumen penelitian berupa lembar kuesioner. Analisa data menggunakan uji chi-square dan binary logistic. Hasil: Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan antara usia dan jenis kelamin anak (p0.05) dan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan, pekerjaan, tingkat pendapatan orang tua, penerapan hand hygiene, dan kualitas makanan (p0.05) terhadap kejadian diare. Analisis multivariat diperoleh faktor dominan adalah kualitas makanan (p=0.000). Kesimpulan: Hasil menunjukkan variabel tingkat pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, tingkat pendapatan orang tua, penerapan hand hygiene, dan kualitas makanan berhubungan terhadap kejadian diare pada anak usia prasekolah, sedangkan faktor dominan yang paling berpengaruh adalah kualitas makanan. Kata Kunci: Analisis faktor, diare, anak prasekolah 
Tingkat Kecemasan Orang Tua tentang Pembelajaran Daring pada Anak Berkebutuhan Khusus di Masa Pandemi Covid-19 Tiyas Budi Hanggraeni; Atika Dhiah Anggraeni
Faletehan Health Journal Vol 9 No 01 (2022): Faletehan Health Journal, Maret 2022
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v9i01.372

Abstract

Covid-19 pandemic in Indonesia had affected various fields, especially education. The Ministry of Education and Culture took a policy for the implementation of learning carried out from home or online. This condition led some parents of children with special needs to anxiety. The aim of this study was to determine the correlation between parents' anxiety levels on online learning and the knowledge of children with special needs during the COVID-19 pandemic. This was a quantitaive study with a cross-sectional approach. The samples of this study were parents of children with special needs with a total of 65 respondents who were selected by using a cluster random sampling technique. The results showed that the anxiety level of parents on online learning was in mild category (50.8%). Meanwhile, the knowledge of children with special needs during covid-19 pandemic was mostly in low category (90.8%). The results of the analysis showed that there was a relationship between parent's anxiety level and the knowledge of children with special needs during Covid-19 pandemic.
Sapalunak “Sarung Spalk Untuk Anak” Menurunkan Kecemasan pada Anak Dalam Pemasangan Infus di Igd Rs Tk III Wijayakusuma Purwokerto Salsha Bila Riska; Happy Dwi Aprilina; Suci Ratna Estria; Atika Dhiah Anggraeni
Indonesian Journal of Nursing Research (IJNR) Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi S1 Keperawatan Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijnr.v9i1.5003

Abstract

Preschoolers often experience anxiety during invasive procedures such as IV insertion in the emergency department (ED). This anxiety resulting from hospitalization can hinder children's involvement in medical procedures and delay recovery, necessitating effective interventions. This study aimed to analyze the effect of using a Child's Surgical Sarong (SAPALUNAK) on reducing anxiety levels in preschoolers during IV insertion procedures in the ED, with outcomes including decreased anxiety scores, increased cooperation, and smoother procedures. Methods: The study used a quasi-experimental design with a post-test-only non-equivalent control group approach. Data were collected from April to May 2025 at the ED of Wijayakusuma Hospital III Purwokerto. A sample of 48 preschoolers was allocated into two groups: an intervention group receiving SAPALUNAK and a control group receiving animated cartoons as a distraction. Consecutive sampling was used as the sampling technique. Anxiety levels were measured post-intervention using the Face Image Scale (FIS), and data were analyzed statistically using the Mann-Whitney test. Results: Statistical analysis showed a significant difference in anxiety levels between the two groups (p < 0.05). Nursing SAPALUNAK can be implemented as a non-pharmacological intervention in pediatric nursing practice to improve patient comfort and cooperation, and support smooth IV administration. Its use also has the potential to be implemented as part of atraumatic care-based nursing standards in the emergency department. These findings indicate that the use of SAPALUNAK is effective and feasible in reducing procedural anxiety in preschool-aged children during IV administration in the emergency department.   Abstrak Anak usia prasekolah sering mengalami kecemasan selama prosedur invasif seperti pemasangan infus di IGD. Kecemasan akibat hospitalisasi ini dapat menghambat keterlibatan anak dalam tindakan medis dan memperlambat pemulihan, sehingga diperlukan intervensi yang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan Sarung Spalk untuk Anak (SAPALUNAK) terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia prasekolah selama prosedur pemasangan infus di IGD, dengan outcome berupa penurunan skor kecemasan, peningkatan kooperatif, dan kelancaran prosedur. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan pendekatan post-test only non-equivalent control group. peneliti ini mengambil data pada bulan April-Mei 2025 di IGD RS TK III Wijayakusuma Purwokerto. Sampel berjumlah 48 anak prasekolah yang dialokasikan ke dalam dua kelompok: kelompok intervensi yang menerima SAPALUNAK, dan kelompok kontrol yang diberikan distraksi menonton animasi kartun. teknik sampling menggunakan consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur pasca-intervensi menggunakan Face Image Scale (FIS) dan data dianalisis secara statistik menggunakan uji Mann-Whitney. Analisis statistik menunjukkan adanya pengaruh tingkat kecemasan yang signifikan antara kedua kelompok (p < 0,05). Implikasi keperawatan: SAPALUNAK dapat diterapkan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan anak untuk meningkatkan kenyamanan dan kooperatif pasien, serta mendukung kelancaran tindakan pemasangan infus. Penggunaannya juga berpotensi untuk diimplementasikan sebagai bagian dari standar asuhan keperawatan berbasis atraumatic care di instalasi gawat darurat. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan SAPALUNAK efektif dan layak untuk mengurangi kecemasan prosedural pada anak usia prasekolah selama pemasangan infus di IGD.
An Overview of Mothers' Knowledge and Skills in Administering Tepid Water Sponge to Hyperthermic Children in Kalikidang Village Fadhilla Noor Hidayah; Atika Dhiah Anggraeni
Proceedings Series on Health & Medical Sciences Vol. 9 (2026): Proceeding of the 1st Holistic Healthcare Delivery through Community-Based Approaches
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pshms.v9i1.2205

Abstract

Background: Hyperthermia is an increase in body temperature that can be caused by hormonal disturbances, metabolic disorders, drug use, increased environmental temperature, or exposure to external heat, leading to an imbalance between heat production and heat loss in the body. Tepid Water Sponge is a procedure aimed at enhancing heat loss control through evaporation and conduction in individuals experiencing high fever. Method: This research employs a descriptive explanatory method with a total of 40 mothers as respondents. Data collection was conducted using a knowledge questionnaire and an observation sheet for skills assessment. Results: The study revealed that 63.4% of mothers had good knowledge, and 34.1% had adequate knowledge. Regarding tepid water sponge skills, 26.8% of mothers demonstrated a good understanding of the technique, 65.9% had adequate skills, and 4.9% had poor skills. Conclusion: Mothers' knowledge about tepid water sponge is generally good, although there are still a few (two mothers) who lack sufficient skills.